
Ia licik namun Lingling tau. Ia menyerang Lingling mengenakan sintetik yang bertaburkan debu membuat siapapun tak mampu melihat sekitar.. Namun jendral Viang disana tak menemukan Lingling yang ada didepanya tadi.. Tak sadar jika Lingling dimana membuat ia melirik kanan dan kiri.
Lingling yang sudah berada dibelakangnya itu menyerngai dan krak.. arhkk.. dengan tanpa perasaanya Lingling menarik rambutnya dan mengajukan pedangnya kelehernya padahal baru beberapa detik.” Bagaimana hm?”tanyanya,
Dengan tegangnya Vuang disana mengerjab dan menahan nafas dibuatnya. Jendral Guang bahkan bangkit dari duduknya menatap anaknya yang kalah.”Iy iya. Sekarang Kamu jadi jendral.. ngambil alih jabatan Saya...!”Ujarnya Vuang. Ia mash mau hidup, jika satu detik ia salah bicara maka mati taruhannya.
Disana nampak Lingling tersenyum dan melepaskan tekananya. Menatap tajams emua orang termasuk Vuang. Vuang Disana membenarkan bajunya dan juga meringis lukanya. “Mulai sekarang jebatan saya akan diambil oleh Eliza..”Ujarnya tak mau..
iya. Acuh tak acuh.
Lingling disana menatapnya tajam karena tak dihargai. Dan benar saja. Itu membuat, Vuang degdegan dan gelagapan dan gugup.”Dan sesuai janji. Say saya akan melakukan misi bersama menangkap mafia terbesar yang sedang menjadi incaran dihutan sebrang.. beranggota awalan dan bertambah Eliza..”!Ujarnya lagi disana.
Lingling disana tersenyum puas lalu pergi meningalkan semua orang yang menatapnya.
Lalu menatap jendra Chun danb jendral Lien yang bersebelahan.”Selamat menikmati pertarungan berikutnya.. dan aku pastikan akan merebut nama kalian.”Ujarnya mengedipkan satu matanya. Itu membuat jendral disana mengepalkan tanganya.
Jendral Lien tak mendengar sayangnya.
Lingling menghela nafas dikalah semua orang tidak lagi mencacinya. Ia akan kembali bahagia jika begini, bisa dihargai dan dihirmati.
'Ternyata Eliza sangat kuat yah... "
'Bahkan ayahnya mampu ia kalahkan'
'padahal runmornya jendral Vuang adalah salah satu jendral terbaik... '
'Akhhh andai Eliza cantik pasti ia sudah menjadi primadona'
__ADS_1
Seperti itulah bisikannya yang ia dengar, bahkan banyak yang membandingkan dirinya dan Wulan
Namun bukan itu poin yang ia mau. Dengan tak bisa ia hindari jendral Huang mendekatinya dan memberikan selamat.
”Selamat yah. Saya tidak tau jika kau sehebat ini.”Ujarnya menjabat tangan penuh kagumm
Lingling menerimanya dan tersenyum tipis.,”Senang bisa mengalahkan jendral lainnya,.”Ujar Lingling disana membuat jendral Guang tertawa. Hal itu juga diikuti oleh jendral laiunya yag merasa jika Lingling gadis yang sombong.
Tangan Wulan terkepal erat dikalah banyak jendral memuji Lingling. Jendral Lien bahkan mendekati Eliza dan mengulurkan tanganya.. mengucapkan selamat disana. Lingling Nampak sangat menawan meski wajahnya buruk rupa.. akh lihatlah nanti, Lingling pastikan jika ia akan menjadi jendral terkuat selama enam bulan disini.
...****...
“Bersulang.. Ting....” Suara gelasnya Lingling yang beradu dengan gelasnya para jendral disana Nampak menyatuh. Ini adalah perayaan Lingling diangkat menjadi jendral.. bahkan ayah Eliza sedari tadi diam tak percaya akan anaknya. Lingling Nampak tersenyum samar dengan menjaga wibawanya. Bahkan ia menahan tubuhnya supaya berdiri tegak disana.
“ jika boleh tau siapa yang mengajarimu Eliz dalam bertarung?”Tanyanya si jendral Zau disana mengisap Whine disana dengan nikmat.”Oh pasti ayahmu yah. Kan ayahmu sangatlah kuat haha.”Ujarnya lagi melirik ayahnya Eliza yang Nampak menegang.
Lingling menyesap Whine disana. Ia memang peminum arak jadi jangan salah, ia suka rasa pahit arak dan ia dulu bahkan kuat loh. Ia mengeleng menjawanb disana. ”Bukan ..” Jawabnya membuat semua orang tertegun.
Nampak Lingling menatap ayahnya lalu tersenyum.”Aku belajar sendiri. Soalnya ayahku hanya mengajarkanku tentang bagaimana mandiri dan hidup sendiri. Bagaimana aku bisa hidup sendiri meski tanpa kasih sayang. Yah bisa dikatakan aku belajar dan hidup mandiri supaya bisa sekuat ini.”Ujarnya disana pura pura tak mau menjatuhkan ayahnya. Ia tak punya dendam, ada dendam tapi untuk Wulan dan jendral Chun. akh jangan lupakan ibunya. Sebab ayahnya itu baik.
mungkin?
Nampak jendral Guang dan lainnya disana mengangguk.”Katanya kemarin kau kurang gizi apakah itu benar? Dan apakah ayahmu memang tidak memberikan mu makan?”Tanyanya disana membuat Lingling melirik ayahnya.”Astaga aku bahkan tak ikhlas anak seperti mu itu disia-siakan.. kau bahkan mampu melawan anakku dalam hitungan menit.. maksi wajahmu jelek dan hitam.” Ujarnya terkekeh disana.
Lingling tersenyum dna menjawab.,” Ku harap itu pujian bukan hinaan jendral..”Ujarenya membuat semua orang tergelak. Sebab tadi ia mengatakan jika Lingling kuat dan hebat namun menyangkut masalah kulitnya dan kejelekannya.
“Lagipula jelek ini adalah kebaikan untukku. Kalian tidak tau saja betapa susahnya menjadi cantik.”Ujarnya lagi.
__ADS_1
Semua orang mengerutkan keningnya disana.”Kenapa? bukanya cantik adalah suatu keberuntungan? Jika kau cantik pasti kau lebih sempurna dan banyak yang mencintai dan memujamu El.”ujarnya lagi dari jendral Vuang yang mulai tertarik.
Lingling kembali menyesap minumanya dan memakan kacang goreng dan mengeleng. ”Coba kalian Tanya dengan Wulan. Apakah enak menjadi cantik dan nampak sempurna? Enak bagi yang suka pujian tapi tidak dengan orang yang suka ketenangan seperti ku..”Jawabnya santay.
Semua Nampak menatap Wulan yang memberkan wajah memerah malu.”Akh adik. Terimakasih pujianya.”Ujarenya gugup membuat Lingling memberi senyum smirknya.” Hmm.. memang benar, jika cantik tidak lah enak..”Ujarnya meringis.
Kata Siapa yang tak enak? Ia bahkan melakukan operasi plastik untuk mendapatkan wajah secantik dirinya sekarang. Dasar Eliza kurang ajar batinya.
“Hahaha.. anakku memanglah sangat rendah hati tidak suka dipuji..”Ujar Hera yang Nampak memberi senyum. Jujur ia masih malu akan ulah Lingling yang mengatakan terang terangan akan keluarganya yang pilih kasih.
Jujur ia membenci hal itu.
“Iya.. kakakku memanglah renda hati dan baik hati. kadang aku iri dengannya.”Ujar Lingling memberi wajah polos nan sendu miliknya disana. Itu membuat semua orang menatapnya.”Aku bahkan juga sedih jika dihina oleh banyak orang dan dibanding bandingkan dengan kecantikan kakak. Aku juga berharap menjadi anak kandung. Tapi ayah dan ibuku mengatakan aku hanya anak angkat yang mereka dapatkan.. bahkan tak ada yang mau main denganku kecuali Jo..”Ia menitihkan air mata sedih disana.
Semua orang menatapnya sedih disana.”kadang ibu dan ayah juga malu mengakuhi anak karena wajahku yang jelek ini. Mereka slelau menyalahkanku yang kurang gizi.. kakak ku memanglah sangat cantik jauh berbeda denganku.”Ujarnya kembali menitihkan air mata disana Nampak bagaikan orang yang paling tersaitii.
Kenapa secepat itu berbedanya.?
“Eliza.. kau tidak boleh menangis..”Suara jendral Guang disana Nampak kasihan. Ia menarik Lingling kepelukanya dan berkata.”Aku akan memberikanmu kasih sayang, jadi jangan bersedih jika ayah dan ibumu tidak mau mengakuhimu..,”Ujarnya mengusap kepala lingling bersedih.
“Yah.. kau kuat dan juga Nampak sangatlah hebat. Kau harus tetap semangat. meski wajahmu jelek aku yakin jika kau mampu mengharumkan namanu seperti kakakmu.”Ujar jendral Zau disana membuat Lingling mengangguk. semua Nampak menatap keluarganya sinis.
Sebenarnya semua sudah muak akan kelakuan ayah dan ibunya Eliza . Namun mereka hanya tamu tidak bisa berkata sembarangan.
Lingling tersenyum dalam hatinya. Beda dengan keluarganya yang terdiam nampak kaku. Andai mereka memiliki riwayat ayan. Pasti sudah strok ringan.
Jalankan misi Lingling. Ayo semangat..
__ADS_1