
“Kyakkkk.. apa yang kau lakukan..!!!!” Teriak Mike tak terima dicium dipipinya. Ia Risih karena tak terbiasa, ia tak pernah dicium, bahkan orang tuanya saja tidak pernah, meski begitu ia bisa merasakan hangat didadanya.
Linglling tersenyum disana.”Karena kamu baik. Kamu baik jadi kamu adalah temanku.. dan karena kamu temanku itu tanda sayangku untukmu... ummm... iya itu tanda sayangku dan terimakasih... Cup.. dan itu tanda jika kita sudah sahabat.”Ujar Ling mencium kepalanya lagi. ia menguisap kepala Mike sayang.
Jujur saat ini Lingling merindukan kakaknya dan juga para sepupunya. Tetapi apalah daya yah kan... ia hanya bisa melampiaskan pada Mike yang menggendongnya.
“Kau sering melakukan ini kepada lelaki manapun kah?”Tanya Mike disana polos kepada Lingling. Lingling menggeleng. Sekarang ia sudah percaya jika Lingling adalah perempuan, hanya saja tak habis fikir kenapa Andes tak mengatakan nya.!
”Aku hanya melakukan kepada orang-orang yang spesial dan yang aku sayangi. Orang-orang yang berarti bagiku. Dan kamu salah satunya..”Ujarnya memeluk lehernya Mike. Ia menyandarkan kepalanya dibahu Mike. Entah kenapa Lingling nyaman dan merasa sedang bersama kakak tertuanya yang sangat dingin.
Ada rasa hangat didadanya Mike mendengar hal itu, ia tersenyum simpul.”Tapi aku bukan orang baik.”Ujar Mike berbisik.
Lingling mengangguk.”Akupun, tetapi kamu baik kepadaku jadi kamu tetap aku sayang...”Ujarnya Lingling berbisik hingga matanya memberat. Ia tertidur. Mike yang merasakan nafas teraturpun melirik kesisi bahunya. Ia tersenyum tipis. Kenapa rasanya ia memiliki seorang adik jika begini hmmm???
Nyaman?
Tampa ia sadari ia sudah berada dimana Keyna dan Andes dan teman-temannya. Andes terlihat kaget melihatnya yang menggendong Ling-Ling. Hampiir ia terlepas menggendong Keyna.
”Dia kenapa?”Tanya Andes menutupi kecemasanya dengan wajah datarnya. Ada sisi tak terima melihat Lingling memeluk Mike erat dengan kepala yang bersandar. Ia tak suka,. ia tak terima miliknya dengan orang lain.
Mike disana melitik Andes dan berkata.”Dia hanya kelelahan, jadi aku gendong.”Ujarnya disana.
Andes disana cepat menjawab.” Biar aku saja.. kau gendong Keyna saja.”Ujarnya menurunkan Keyna. Keyna yang mendengarnya kaget namun terdiam saja. Ia paham akan Andes.
Mike disana menghindar dari Andes .”Apa SI Des. Biasanya juga loe engak pernah tu lepasin Keyna demi siapapun. Sekarang gitu loe..!!! jalan aja kenapa si nggak usah seolah-olah dia milik loe..!!!'' ujar Mike tetap berjalan menuju keluar mall. Tangan Andes mengepal disana. Keyna melihatnya hanya menggeleng.
__ADS_1
“Loe mau sama gue aja Key? Kalo capek? Sini gue gendong?”Tanya Alex membungkul dihadapan Keyna.
Keyna disana mengeleng dan berkata”Udah mendingan. Kita harus pulang. Sebentar lagi sore. Nanti malam kita harus melakukan strategi kita. Kata Andes besok dia udah harus pulang keluar negeri lagi.”Ujar Keyna.Alex mengangguk disana.
” Keknya udah ada yang ganti gue dihati loe Des tapi gue ngak apa-apa kok. Gue bahagia. gue mau loe bahagia juga.. tapi saran gue jangan terlalu mencintai seseorang karena tak ada jaminan seseorang itu buat loe.”Ujar Keyna pada Andes yang berjalan disisinya dengan mata tajam menatap Mike yang berjalan didepannya sembari menggendong Lingling. Andes tak menjawab karena tak fokus gara-gara Lingling.
Keyna disana tersenyum melihat Andes. Ia sempat berfikir jika Andes tidak akan pernah mencintai seseorang, tetapi ia bisa melihat saat ini jika temannya ini sudah memiliki perasaan untuk lawan jenis. Ehh Keyna tidak iri kok. Ia bukan tak suka. hanya saja ia sedikit tersentil karena Andes menyukai pria bukan wanita. Temannya tidak normal.. itulah yang membuat ia pusing. Begini-begini ia ingin temanya mendapatkan yang terbaik...
Tak berselang lama...
Ketika sesampai dimobil Mike dikagetkan dengan Lingling yang memberontak dan membalikan tubuhnya membuat Mike reflek mundur namun ada hal yang lebih mengagetkan.
Torr.....
Namun ia bisa melihat sosok itu diatas gedung hotel yang lantai 40. Ia disana terdiam melihatnya hingga siluetnya sudah tak lagi terlihat. Lingling disana tetap memejamkan matanya tak membuka matanya membuat Mike cukup spicles...”Siapa kau sebenarnya?”Gumamnya dan itu juga membuat Andes dan lainnya mendekati Lingling dan Andes akibat suara pistol yang menggelegar.
“Des loe enggak apa-apa? Soapa yang udah berani mau nyelakain loe?”Tanya dari Keyna kepada temanya itu kaget. Alex dan juga Nathan disana sudah menghubungi orang-orangnya untuk mengecvyek siapa yang sudah berani ingin membunuh temannya.
“Gue nggak apa-apa.”Gumam Mike disana diam melirik peluru itu. Itu tima yang bisa dilihat tima panas yang mampu menghancurkan jantungnya. Ia disana kembali terdiam ingin bertanya kepada Lingling kenapa bisa LIngling tau hal itu? Akh raat bukan tahu, apa ia sedang bermimpi atau sebuah kebetulan saja? Atau-atau haaa terlalu banyak yang ia pikirkan dan ia yakini ini bukan suatu hal yang kebetulan. Kebetulan dimuka bumi ini adalah kebulsithan baginya.
“Biarkan aku saja yang membawanya.”Ujar Andes cemas melihat Lingling.
Mike menahannya “Tidak perlu. Kita hanya tinggal berangkat saja kan?”Ujar Mike menahannya. Ia menatap Andes dengan tatapan tak terima Lingling diambil.
“Apa-apaain si Mik. Dari tadi loe nahan-nahan kenapa si? Kasih dia ke gue nggak?!!!” Bentak Andes tak suka.
__ADS_1
Mike terkaget disana. Baru kali ini Andes keluar dari control emosinya. Ia bisa mersakan Lingling diambil kasar dari punggungnya mau tak mau ia lepaskan. Disana Nampak Andes menatap wajah Lingling yng masih terlihat damai.”Lain kali liat sekitar loe jangan sampai mati konyol. Ingat kita bukan manusia yang hidup bebas apalagi kucing yang punya banyak nyawa!.”Ujarnya lalu pergi membawa Ling-Ling.
Lingling yang tak tidur itu terdiam dengan dunianya. Ia tak mau membuka mata tak mau disambut pertanyaan Mike. Ia sadar dan ia bisa merasakan ada banyak orang yang berarah negative disini. Mengincar hyawa orang sekitarnya.. dari sini ia bisa tau jika Andes dan temannya bukanlah orang-orang baik. Bahkan jauh dari kata baik. Ia mampu merasakan dendam yang kentara dari orang-orang tersebut.
Sesampai dimobil Andes segra memeriksa tubuh Lingling. Lingling membuka matanya melihat wajah cemas Andes. Hingga ia merasakan pelukan hangat dari Andes.. ia mengerjab dipelukan itu. Akhhh ia tak sadar jika saat ini ia diatas pangkuan Andes. Andes menaruh kepalanya Lingling dibahunya dengan Lingling yang mengerjab. Dadanya bergemuru bersamaan dengan Andes yang mencengkram stir mobilnya cukup keras.
“Des..’'Gumam Lingling tak nyaman. Ia ingin indah namun Andes menahan pinggangnya.
Andes memeluk pingangnya erat dan berkata.”Biarin kayak gini..!! gue nggak suka milik gue dipeluk cowok lain meskipun itu temen gue sendiri..!! gue nggak suka Lingling..!!!! ngerti nggak.!” Bentak Andes kuat disana. Hingga Lingling merasa telinganya panas akibat teriakan tersebut. Ia Meremas bahunya Andes.
Nafasnya Andes bergemuru disana mencari ketenangan dengan pasokan udara yang ada. Memeluk Lingling lebih erat dan membenamkan wajahnya dilehernya Lingling.”Jangan peluk siapapun selain gue lagi.. gue berasa kecekik Ling.”Gumam Andes mencium kepala Lingling bagian kepalanya.
Dada Andes sangat sesak melihat Lingling dipelukan Mike sungguh. Lingling menganngguk disana dengan diam. Dadanya sakit. Bagaikan ada yang retak. Sedikit semi sedikit ia tak mampu bernafas.
Bunga teratai didadanya menggugurkan satu kelopaknya.
Dan itu jatuh ditangannya Andes. Anddes terdiam menatap kelopak teratai itu. Ia menatap Lingling. Lingling pun menatapnya kaget. Andes lebih kaget lagi ketika melihat Lingling berdarah dibagian hidungnya.
Uhukk. uhuk.... Lingling memuntahkan darah diatas tubuh Andes. Darah segar yang membuat Andes mengabaikan kelopak bunga yang entah dari mana itu.”Lingling kamu kenapa?”Paniknya.
Lingling terdiam memegang dadanya kaget. Kelopak teratai itu telah gugur satu? Dan itu artinya ia sudah kehilangan sedikit jiwanya... bagaimana bisa????
Semuanya gelap tapi Andes lebih menggelap.”Kita kerumah sakit sekarang!!” Ujar Andes. Lingling diam tak menyahut. Ia diam dengan nanarnya. Ia takut... teratai itu menandakan jika saat ini ia hanya memiliki 4kelopak lagi. jumlah kelopak itu hanya 5, jika semua kelopak hilang maka ia musnah bersama Liong. Jiwanya dan Liong terikat.. tak ada yang boleh berkhianat.. dan tidak boleh mencintai orang lain selain dari mereka...
Lingling harus apa?
__ADS_1