Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Hukuman


__ADS_3

Dilain tenpat sosok yang menjadi semua permasalahan terbangun setelah dua jam yang lalu namun ia diam menatap tubuhnya, tubuhnya semakin putih entah karena apa.


duduk dikamarnya yang sudah lama tak ia tempati.


“Lingling...!!!!”


Lingling tertegun mendengar suara itu. suara yang ia rindukan. Ia melirik kebelakang yang ternyata sosok Liong.


”Liong..” Hendak turun memeluknya namun tubuhnya terkakuh dan jatuh. Akibat aliran darah yang beku membuat ia menjadi sedikit lumpuh untuk beberapa waktu.


Kya... ia berteriak sakit menatap Liong meminta bantuan, namun Liong malah memalingkan wajahnya membuat Lingling terdiam dan tertegun. apa Liong membencinya? Lingling diam menggigit bibir bawahnya menahan tangisan. Liong mengibaskan tanganya menatap kelain arah.


“Kau dipanggil oleh yang Mulia Kaisar langit, dia mengutusku untuk membawamu kesana sekarang juga...” Ujarnya pelan penuh dengan kedinginan.


“Liong..”GUmam Linglinmg lirih, ketakutan tebesar dirinya yakni dibenci danm dijauhi Liong, ia tak kuat. apalagi nanti keluarganya pasti membencinya juga. Ia mulai gemetar mendengarnya melirik Liong yang enggan menatapnya.. “Ken-kenapa?”Tanyanya lirih.


Luong diam dengan tetap enggan melihat LingLing yang hampir menangis.”Aku tak tau.”Ujarnya lalu mundur dna menghilang meningalkan Lingling terdiam melihatnya hilkang tak berselang lama dua orang perempuan mengenakan baju putih bercorak keunguan satin datang dan menunduk kepadanya.”Tuan Putri mari kami bantu.. kami diurus untuk membantu yang mulia Jendral membawa anda.”Ujarnya menahan tubuh Lingling.


Lingling diam, ia tau ia dipanggil untuk mendapatkan hukuman dikarenakan pengkhianatan oleh dunia langit serta pengkhianatan terhadap kebangsawanan, hilangnya beberapa kelopak bunga teratai yang ada didirinya pasti sudah menyengsarahan Liong dan ketahuan di Kuil suci. Itu membuat ia terkena pasal penghinaan tergadap bangsawan. Apalagi Liong adalah keturunan raja terdahulu. Tetapi bukan itu masalahnya. Masalahnya adalah Liong dan keluargannya. Ia takut dijauhi, ia takut kehilangan kasih sayang mereka.


Ia harus apa??? Ia melirik arah pintu yang tiba-tiba dibuka, ternyata ayahnya. Ia tertegun menatap ayahnya yang terlihat panik.” Eliza ada apa??” Ia melirik dua orang dari kekaisaran langit lalu masuk, diikuti dengan ibunya dan kakaknya Qeqe.


Eliza? apa ayahnya sekarang menyayangi Eliza bukan menyayangi dirinya lagi?

__ADS_1


Kedua pelayan yang ditugaskanpun menatap Zauha dan Qira orang tuanya Lingling tegas.” Kami di utus membawa tuan Putri Lingling menghadap pasa kekaisaan langit..” Jawab salah satunya tegas. Baik Zauhan dan Qira diam menatap Lingling. Lingling diam sedikit menunduk takut kepada orang tuanya.


”Jadii dia Lingling??” Gumam Zauhan pelan menatap anaknya lirih.


Lingling mendongak menatap mata ayahnya sendu, terlihat jelas matanya sangat kecewa pada dirinya.” Ayah... Ling’Er ak-“ Ia tertegun melihat ayahnya memalingkan wajahnya dan menatap kedua pelayan tadi.


” Kenapa Putriku dipanggil?” Lingling terdiam. Ayahnya marah?


Kedua pelayan saling lirik dan menggeleng.”Maaf tuan kami tidak tau.”Jawabnya, “Maaf tuan kami diberi waktu seidikit. Kami mohon undur diri.” Ujarnya mengaitkan tangan Lingling. Lingling menatap kedua orang tuanya dan kakaknya nanar.”Kyaaa Bunda.. ayah.. gege.. akuu, aku mau bicara dengan kalian. “ Ujarnya namun tak ada yang menyahut semuanya diam membiarkan dia dibawa oleh dua utusan kekaisaran langit.


Zauhan memnghela nafas dan Qira mengusap bahu sang suami. “Kau? Bukannya sangat merindukan putrimu? Kenapa tidak memeluknya sebentar?”Tanya Qira pelanm.,, Lingling satu-staunya Putri dan disayangi oleh siapapun. Melihat suaminya yang diam tanpa menyambut putri kesayanganya membuat Qira heran.


Zauhan menghela nafas menatap jendela keluarnya Lingling barusan. “ Dia harus diberi sedikit pelajaran supaya diotak kecilnya isinya bukan hanya kesenangan, makan dan tidur... aku merasa gagal mendidik anakku yang mengorbankan keluarganya demi kesenangan semata.” Gumamnya lirih. Ia kecewa Lingling pergi tanpa memikirlkan keluarganya. Apakah keluarganya tak ada artinya dimata Lingling?.


Qira mengangguk paham menatap Qeqe.” Kamu dan Qe’Er kau disini. Ibu akan kekaisaran langit untuk melihat hukuman adikmu. Dia memiliki banyak kesalahan kepada keturunan kekaisaran terdahulu. Ibu takut dia dihukum berat.. anak itu selalu membuat ulah.”Gumam Qira. keduanya mengangguk membiarkan Qira pergi. Qeqe dan Zauhan saling lirik lalu memilih pergi.


“Kau tau kesalahanmu mengapa diharuskan menghadapku Lingling?”Tanya Kaisar Bing tegas pada Lingling. Lingling menggeleng dan menatapnya dengan tatapan polosnya. Kasian Bing mendesah keras melihatnya.


“Biasa-bisanya kau masih bersikap tak tau apa-apa dan santai.”Gumamnya pelan menatap Lingling yang masih tetap tenang dan tak memohon ampun.


“LINGLING..!!!” Bentaknya kuat. lingling dan orang-orang di dalam ruangan dibuat kaget oleh bentakan kasar langit yang kuat. kaisar Bing menatap Lingling dalam. “ Kau tau kau siapa?? Dan siapa Liong?? Dan kau tau apa yang kau perbuat mengakibatkan hal yang fatal..!!!” ujarnya tegas. Lingling diam menunduk mendengarnya.


” Liong adalah Putra Mahkota yang seharusnya mengendalikan tahta saat ini yang diwarisi oleh ayahnya, tetapi ada banyak pertimbangan membuat aku menggantikannya. Dia adalah Naga yang harus dijaga dan kau? Hampir membunuhnya dengan ikatan perjodohan kalian. Yang kau lakukan bisa membunuh Naga terakhir kekaisaran Langit. Dan jika itu terjadi kau tau??!!! Kakaisaran ini tidak akan ada matarahi lagi dan akan hancur..!!!!” Bentaknya kuat.

__ADS_1


Lingling mendengarnya menghela nafas melirik Liong yang berdiri disisinya kekaisaran Bing yang enggan menatapnya. Ia tau ia sangat salah dalam hal ini, ia melanglkah terlalu jauh. “ Dia membuat kontrak dengan dirimu demi kau bisa kembali hidup, sedangkan kau? Kau malah mau membunuhnya.” Ujarnya kaisar Bing kuat lagi.


“Lepaskan saja ikatan kami maka Liong akan teta—“


“KAU..!!!” Liong berteriak memotong perkataan Lingling.


Lingling gelagapan menatap Liong.” Bu-bukan begitu kakak, aku hanya enggan selalu disalahkan akan nyawamu, aku hidup selalu dalam ikatan denganmu, tak bisa seenaknya, aku tak memiliki nyawa dan kebebasan, kau akan terluka dan aku yangs elalu salah meski bukan aku yang salah. Kar—“


“Tapi kali ini kau salah Lingling. Bahkan kelopak bunga teratai habis tiga lembar, dan hanya tersisa dua. Jika saja satu kali kau melepaskan bunga kelopak teratai saat ini juga aku tak akan lagi mampu berdiri Lingling..!!!” Liong menatap Lingling datar tak menyangkah Lingling berkata begitu jahat.


“salahkan saja hati ini yang terlalu murahan. aku tidak berniat apapun, akupun berani bertaru jika aku tak pernah ada niat membunuhmu..” Ujar Lingling pelan. ia melirik Liong dalam.


” Gege, kau yang paling tahu aku jika kau paling penting diduniaku. Aku tak apa mati asalkan kau tak apa-apa atau terluka karenaku itu maksudku untuk melepaskan ikatan ini. bukan karena tak mau terikat dengan mu, tapi aku tau aku selalu merepotkanmu.” Lingling meremas baju bawanya kuat menahan dirinya yang hendak menangis.


Liong mendengarnya menatap kearah lain. “ Mulutmu sangat manis, aku tidak suka Lingling, sebab kami ini kau benar-benar keterlaluan. Bahkan meninggalkan dimensi kita hanya untuk kesenanganmu yang liar.” Ujarnya Liong tegas.


“Gege, aku hanya pergi sebentar untuk mencari kesenangan dan kenangan bukan selama-lamanya. Ayolahh jangan marahi aku gege. Hukum aku saja, aku selalu takut melihatmu marah.” Ujar Lingling tak berdaya. Bahunya bahkan terlemas mendengar suara Liong yang dingin.


Liong mendenggus melangkah meninggalkan Lingling serta kaisar Bing yang diam memperhatikan saja sedari tadi. Lingling melihat Liong yang pergi pun cemberut.” Pemarah sekali.”Cibirnya.


“Putri Lingling sekarang kau punya kesalahan yang fatal.. kau harus dihukum akan hal ini.. kau harus diasingkan selama satu tahun didesa Taywan tanpa sepeserpun pegangan uang atau apapun itu selain pakaian yang kau kenakan saat ini. dan harus ulang dengan pengakuan kesalahan. Selebihnya aku serahkan hukuman dengan Liong.. aku tak berhak memberikan hukuman lebih berat..” Ujarnya. Ingin sekali rasanya menghukum mati Lingling, tapi apa daya nyawa ponakannya ada juga ditangan Lingling.


Lingling membulatkan matanya.”Kyaaa Yang mulia, bagaimana bisa kau mengirimku kesana? Itu desa yang terpencil yang setiap tahunnya akan kekurangan air beserta akan turun salju dalam kurung tiga bulan satu kali.. bahkan ular saja harus berfikiir ribuan kali untuk tinggal disana. apalagi tidak ada uang dan makanan. Aku tidak mau.”Ujar Lingling membantah. Desa Taywan adalah desa yang ciuacanya sangat tak menentu, jika saat gurun maka ia akan kekeringan, dan jika salju maka saljunya tak akan berhenti. Desa itu adalah desa kutukan katanya mangkanya banyak yang pergi dari desa karena tak tahan akan cuaca yang dihadapi. Bahkan ada banyak yang meninggal tiap harinya karena kelaparan

__ADS_1


“Tak ada bantahan, dan tak usah meminta dukungan dengan tunanganmu. Perintahku Mutlak.” Ujar kaisar meninggalkan Lingling yang memutar bola mata malas disana lalu memukul kepalanya sendiri. Jika sudah begini ia mau minta bantuan siapa? Liong marah, ayah kecewa, ibu tak peduli serta kakak yang enggan. Ia berdecap masam merasa kepalanya pening.


"Lingling bodoh ..!" Gumam Lingling.


__ADS_2