Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
pilihan


__ADS_3

Maaf yah ga up beberapa waktu. soalnya memang sibuk ke kulia, karena skrg aku udah smtr 6 jadi banyak yg harus diurus...


semoga kalian ngerti yah...


.


“Bagaimana ini kakak? Burung Phoenix tidak akan mudah ditaklukkan kecuali oleh ibu dan Lingling. “Gumamnya disana. Qeqe disana menatap kakanya disana dengan helaan nafas berat dibuatnya.Sang kakak kembali mengeleng tak tahu harus menjawab apa lalu menatap Eliza yang sudah melemah.


“Waktu kita hanya dua hari, jika tidak maka tangannya akan harus dipotong.. karena bisa membuat busuk keseluruh tubuhnya.. hanya air liur Lingling yang menjadi penawarnya. Dan air liur poenix itu.”Ujarnya lirih disana.. matanya sayu memikirkan adiknya.


Bagaimana kehidupan adiknya? Adiknya yang manja? Adiknya yang malas? Dan adiknya yang sembroonoh? Adiknya yang polos? Adiknya yang licik? Hinga ia tak sadar air matanya jatuh.”Kita akan pergi mencari obatnya. Aku tidak mau tangan adik kita dipoting karena manusia bodoh ini.”Ujarnya menatap Eliza tajam. Eliza hanya menangis merasakan sakit disekujur tangannya yang terbakar.


Qeqe menganguk disana.”Baiklah kak.. tapi sebagai tawaranku. Kakakkan seorang raja, lebih baik kakak disini dan menjaganya biar aku yang mengambil obat untuk tubuh Lingling.. aku takut nanti penyusup akan berkeliaran disini.”Ujarnya disana sopan dan liugas.


“Kenapa kita tidak tukaran posisi saja? Lagipulakan kita mirip? Hanya orang orang terdekat saja yang kenal dan paham akan kita. Kau bisa menyerupaiku disini.”Ujar Heqii tak terima. Ia ingin menjadi nomor sta4u untuk Lingling. Ia mau selalu ada dan selalu sedia untuk Lingling.


Qeqe mengerjab disana. “Tapi nanti—"


“Tidak ada tapi-tapi Qeqe., aku tau kau pasti bisa melakukan apa yang selalu kita lakukan, lagipula aku adalah kakak tertama kalian, dan seharunsya akulah yang mengayomi dan menjaga kalian.,”Ujarnya disana mengusap kepala sang adik.

__ADS_1


Qeqe disana menghela nafas dan mengangguk saja.”Baiklah kak. Tapi berjanjilah kau harus selamat dan kembali sesegera mungkin.. kakak harus selamat.”Ujarnya disana.. lalu menatap Eliza tajam.”Biarkan dia disini aku yang menjaga. Aku akan membuat dia buka mulut. lancang sekali selama ini dia menipu kita,,”Ujarnya.


Eliza disana menatapnya nanar lalu mengusap tanganya perih. Tanganya melepuh bagaikan terbakar api panas. Ia sesegukan bahkan suaranya tak lagi keluar. Berharap dua beradik ini ingin memaafkan dirinya.. “Maaf hiks hiks. Aku tidak menipu kalian. Tapi memang keadaan yang membawaku kesini.”Ujarnya, qeqe ingin menjawab tapi ditahan oleh Heqi membuat Qeqer diam disaja.


“Jika negitu kakak pergi menyiapkan kebutuhan kakak. Kau disini.”Ujar Heqi disana diangguki Qeqe. Heqi itu diangklat menjadi raja diusia 17tahun, yah muda sekali yah kan? Iya, sebabXian Li kakak dari ibunya itu tak mau menjawab dan ingin menjadikan dirinya raja untuk menebus kesalahanya kepada iibunya.


Heqi awalnya tidak mau, tapi entah apa yang membuat ia mau membuat ia memilih menerimanya. Lagoopula perbatasan kerajaan sudah tidak lagi ada keributan atau perperangan. Semuanya damai, hanya konflik dalam yang iri dan haus tahta satu sama lain. Kadang kasus beginilah yang paling sulit.


Heqi sang kakak kembar pertama Lingling terkenal dingin dan tanpa senyuman, beda dengan Qeqe, sang lelaki yanh datar dan juga tidak menyukai kotor. Ia pecinta kebersihan, bisa dikatakan pobia kotor sebab dimasa kecil ada tragedi sedikit. Namun sekarang ia sudah punya formula membasmi virus dan kotoran sehinga rada takut dan fobianya terhadap kotor sedikit teratasi. Dan sekarang ia bisa bersentuhan dengan keluarga ataupun pada orang terdekatnya. Hanya orang terdekat jika dengan orang asing ia tak akan mau bersentuhan dan berdekatan.. ia juga pemuda terpintar diseluruh kerajaan dimas aitu. otaknya tidka bisa diragukan lagi.


Disisi lain ada sosok Linglinng yang sudah siap dengan baju keringnya. Ia berjalan keluar kamarnya dengan rambut basahnya. kakinya berjinjit melihat Andes yang tertidur diatas kasusrnya. Ia kesal kebnapa Andes masih disini si? Kan dia mau liat Fiko. Tadi Andes menyuruhnya tidur kan dia tidak mau tidur.


“Mau kemana hm? Bugh.. “ Lingling melotot dikalah kamarnya tertutup keras puntunya ketika ia hendak keluar dan ia berbalik dan ternyata Andes sudah duduk disisi ranjang dengan muka datar menatapnya. Tanganya terlipat diatas dada dan menatappnya tajam.


Andes memutar bola mata malas menatap Lingling. Otak Lingling dimana si? Lalu ia duduk dan menarik baju depan Lingling membuat Lingling kaget."Hey...!"


“Kancing bajumu salah.” Kancing baju atas Lingling salah lobang membuat bajunya lucu.


Lingling mengerjab tidak tau. “Oh yah? Kata Jo itu dimasukan kedalam lubang. Salahku dimana?”Tanyanya mengerjab..

__ADS_1


Andes disana mendelik.” Kau tidak tau mengenakan baju begini?”Tanyanya. lingling mengeleng. Terakhir ia menggunakanya juga dirumah sakit dikalah itu. Jadi memang dia tidak tau. Ada sekali mengenakan baju militer tapi ia mengenakanya dengan Jo yang membantu.


“Astaga.. ku rasa kau bukan dari bumi.”Ujarnya merapikan kera baju Lingling.


Lingling mengangguk,.”Sepertinya.” Ujarnya meniupkan rambuut didepan matanya. “ ayo kita liat tuan kakak Fiko. Aku mau liat skuyt.”Ujarnya menarik tangan Andes. Dan bodohnya Andes tidak dengar jawaban Lingling.


Andes menahan tangannya hingga Lingling maju dan hampir menabrakkan dada bidang Andes. Andes diam menatapnya dan mengambil rambut Lingling yang pendek.. ia menyugarkannya dan mengusapnya dengan jari jarinya.


”Rabutmu kusut.,”Ujarnya. Ia tetap menyugarkanya kebelakang menghirup aromah sabun miliknya sendiri. Nyaman.


Lingling menatapnya dengan tanpa berkedip. Ia merasa didepanya adalah Liong membuat ia tak sadar mencium pipinya Cup.. Andes terdiam disana menatap Lingling yang jaraknya hanya beberapa senti saja itu.


Lingling tersenyum dan berkata. “Kau tampan dan manis. Kenapa semua orang disini takut denganmu.”Ujarnya disana dengan helaan nafas. “Kau baik dan kau juga lelaki yang manis.. hanya saja tertutup dengan mukamu itu.. datar.”Ujarnya. Andes disana diam menatapnya dalam, ia orang kedua yang mengatakan dirinya begitu.


Lalu matanya mendekat menatap manik mata Lingling. Mata yang sama dengan mata Keyna sahabatnya.. “ Kau seperti Reingkarnasi seseorang.. yang aku sayangi.”Ujarnya disana lalu menghepa nafas.. ia disana menatap tempat lain dan berkata. Dan aku tidak baik, karena aku ini penjahat dan pembunuh.. "jangan terlalu berharap aku baik.”Ujarnya.


Lingling mengangguk.”Kau memang baik.. kau baik dengan caramu..”Ujarnya. Andes tersenyum, sama dengan kata kata Keyna. Lingling mengusap kepala Andes dan berkata.


“Kadang kita memang harus jahat disituasi tertentu. Jadi kau bukan jahat. Tapi pintar.”Ujarnya menyipitkan mata dan tersenyum.. andes ikut tersenyum”Jadi ayo liat Fiko.”Ujarnya.

__ADS_1


Senyum Andes memudar dan menatap arah lain, ada desiran tak suka didadanya tanpa sadar ia mengepalkan tangan dan berkata. “Yah yah..”Ujarnya dan Cupo.. ia mencium pipi Lingling membuat Lingling tertegun. “Jangan suka mencium lelaki. Karena itu tidak baik.. kau terlalu sembrono jadi wanita.,”Ujarnya lalu meninggalkan Liingling.


Lingling mengusap pipinya dan mengulum bibitnya tersenyum.. “Tapi karena ciumanku kau mencairkan hehe.”Ujar Lingling terkekeh. Ia memang suka mencium semua orang yang ia sayang. Katakana saja ia murahan tapi memang Lingling tak mampu memberii perhatian lewat kata kata.


__ADS_2