
Vuang. Wulan dan juga Lien berjalan menuju kerumah yang menarik perhatian mereka semenjak memasuki arena ini, tapi dijalan Lien menghentikan mereka.”Sepertinya kita harus berpisah untuk tidak meninbulkan kecurigaan, disini ada banyak CCTV, Aku takut kita ketahuan.”Ujar Lien dengan pelan tapi tetap tenang dan melirik sekeliling seperti mengawasi tempat ini.
Ia sedari tadi menghitung ada berapa banyak CCTV dan peluang mereka kabur jika ketahuan.
vuang melirik tempat ini mengangguk.”Kau benar,, aku setuju . tapi nanti kita akan berkumpul didepan gerbang atau dimana? Dan kapan kita kumpulnya lagi?”Tanyanya disana pelan mengetahui maskud dari Lien yang hampir berbisik.
“Dipohon tadi saja bagaimana? Sepertinya disana cukup bagus untuk berlindung dan untuk kita bertemu.”Ujarnya Wulan pelan.
Keduanya mengangguk.”Bagaimana jika kita tidka bisa keluar?”Tanyanya Wulan pada mereka.
Mereka melirik Wulan dan berkata.”Bersikaplah dan menyamar menjadi bagian dati mereka demi mencari informasi lebih banyak. Kau ushaakan jangan ada yang mengetahui kita dan juga penyamaran jika kamu perempuan.”Ujarnya pelan pada Wulan. Terlihat sangat serius.
Wulan mengangguk. ", Baiklah kita bagi jalan. Jangan lupa gali informasi sebanyak-banyaknya." Ujar Vuang dengan penuh tekanan.
Mereka memilih pergi kejalan yang berbeda, Vuang memilih memasuki rumah itu dengan datar dan tenang. Lien memilih bagian belakang dan Wulan menuju para pekerja. Ia akan menyamar sebagai pengawas dari pekerja saja dibandingkan didalam yang menurutnya pasti ada banyak jebakan yang tak ia ketahui.
Vuang melangkah memasuki tempat ini. terlilat tak ada yang aneh, hanya ada beberapa ruangan yang terbagi dan ditutup rapat. Ia ingin masuk satu persatu tapi ia takut ketahuan, ia memilih melangkah sampai kebelakang dan kedapur. “Heyy bro.. apa kau lapar??” Vuang dikagetkan oleh seseorang yang menepuk pundaknya, ia bahkan menahan nafas kaget dibuatnya.
Vuang mengangguk berbalik menatap orang tersebut. Pria yang terlihat berkulit gelap dan juga kekar" Iy- iya aku lapar." Gumam Vuang.
Pria itu terlihat menghela nafas dan mengangguk.”Aku juga,. Ini juga sudah jam satu. Sungguh melelahkan sekali tugas disini karena beberapa penyusup yang semakin banyak dan beberapa ledakan yang mengguncang diarea timur semakin membesar. Untunglah tuan Fiko bisa mengatasinya.”Ujarnya menghela nafas..
Vuang mengernyitkan dahinya ledakan? fiko?? Siapa dia? ada dia ketua atau pemilik tempat gelap ini? tapi bukankah pemiliknya perempuan kata Lien?
“ Ledakan?? Ledakan apa? “Tanyanya bingung menepis rasa penasaran siapa Fiko, bisa jadi ia akan ketahuan jika tak mengetahui ketua mereka.
Pria itu melotot.”Kau tak tau?”Tanyanya. Vuang menggeleng kaku membuat pemuda itu menatapnya menyelidik. Jantung Vuang terasa ketar ketir saat ini namun ia berusaha tenang dna menunjukan wajah penasaran. Pria itu menghela nafas,.”Jangan bilang kau penjaga yang diutus oleh tuan Fiko untuk ditukar tempat? “Tanyanya.”Kau anak baru disini?” Tanyanya lagi.
Vuang mengangguk pelan.”Tidak, lebih tepatnya aku memang baru disini dibawa oleh tuan Fiko, sebab kemarin aku menjaga diperbatasan.”Ujarnya.
pria itu berdecuh.”Sama saja. Itulah maksud ku.”Ujarnya menepuk pundak Vuang.”Perkenalkan namaku Ken. Dan namamu?”Tanyanya pada Vuang..
Vuang menerima jabatan tangan itu,.”Vuang.. Kau bisa memanggilku Ang.”Ujarnya pelan.
Ken mengangguk paham.”Kau tak berniat menjelaskan pertanyaanku tadi? Ledakan apa dan penyusup bagaimana?”Tanyanya pelan dan tenang., Ken disana mengajak Vuang menuju dapur dan menuju tempat makan, terlihat disana ada banyak nasi kotak dan juga minum. Ken terlihat mengambil dua buah dan dua minum.”Peganglah. kita akan bicara smabil makan.”Ujarnya.Mereka menuju meja makan yang sangat besar lalu duduk.
Vuang mengangguk.”Tapi kita hanya ada waktu lima menit makan, dan harus kembali bekerja. Jika tidak kita akan kena sanksi.”Ujarnya. vuang terteun mendengarnya. Hey mana ada makan hanya mengenakan waktu lima menit.,,!! Hey ini manusia..!! tapi ia tak bicara kok, ia hanya mengerutu didalam hati saja. Belum ada keberanian untuk dibunuh.
Ken disana dengan cepat membuka nasinya.,”Kau sudah dengar bukan jika tuan Andes sedang menyelesaikan masalah pusat dari Queen?? Itu karena tempat kita diserang berkali-kali padahal kita sudah tidak beroperasi. Kita kehilangan ratusan juta dolar akibatnya.. itu bahkan bisa membeli pulau-pulau dinegara ini.”Ujarnya menggeleng. " Mereka sungguh memuakkan padahal kita sama sekali tidak merugikan mereka." Dengusnya terdengar tak terima.
Tak merugikan mbahmu..! Kau sangat merugikan, kejahatan bertambah banyak karena penyeludupan senjata kalian! Masa depan bangsa alias pemuda bangsa juga banyak yang hancur karena obat terlarang kalian! ' Ingin sekali Vuang memaki dihadapan lelaki ini untuk menyadari nya apa yang ia ucapkan itu
“Dan karena kasus ini juga tempat kita diserang berkali-kali, apalagi beberapa bulan belakangan ini dikarenakan ada pengkhianatan yang membocorkan tempat kita.. jadi tempat ini sudah diserang masal., hingga bahkan beberapa bulan ini jika sudah berkal-kjali dibom. Untunglah Queen memberikan sinyal pereda bom sehingga tempat ini tidak akan berguna untuk Bom. Bom tidak akan bisa meledak atau berefek apapun. Kemungkinan semua akan berhenti setelah ketua kita mempunyai solusinya.”Ujarnya
__ADS_1
Vuang mendengarnya berhenti mengunyah.
“Ada begitu?”Tanya Vuang.
Ken mengernyit.”Kau juga tak tau”Tanyanya pelan. Vuang menggeleng kaget. Ken berdecak dan menghela nafas,.” Bagaimana bisa kau tidak tau hal iitu??? Bahkan jika ratusan bom yang dijatuhkan oleh beberapa penyusup tak meledak barang sedikitpun. Dan jikapun bom itu berkekuatan besar maka ia akan meledak diudara yang artinya akan mengakibatkan kerusakan dan juga efek ralidlius untuk pesawat atau helly, bahkan juga bisa membuat kerusakan global dan cuaca?”Tanyanya. Vuang disana terdiam.
” Tempat kita bukan sembarang tempat jadi mangkanya kami tadi ketempat yang terjadi ledakan, ternyata disana ada yang mengenakan Bom tingkat tinggi. Demi mencega efek ralidus tinggi kami harus menghentikan serangan dan juga menyeimbangkan energi. Jika tidak pelindung kita akan rusak.”Ujarnya.
Vuang paham, tapi ia bingung.” Waw... apakah itu dibuat oleh ketua ka-ehm kita??”Tanyanya
ken mengangguk.”Yah nona yang membuatnya, dia merancang ini sedari beberapa tajun sebelum membangun ini, dan itupun hasil pertama karyanya yang bahkan tak ada dimanapun. “Ujarnya bangga.
“Kau pernah bertemu ketua??”Tanyanya pada Ken.
Ken mengeleng,.”Tidak, tetapi aku suka mendengar jika ketua ita sangat menyeramkan, mematikan tetapi juga sangat baik. Dia sangat-sangat baik, yang mau menampung orang jahat sekalipun namun dengan syarat mau bekerja dengan tulus dan tidak berbohong.”Ujarnya. Vuang mengangguk pelan.
Ken melihat jam ditangannya sudah menunjukan lima menit,.”Sudah selesai makanya? Jika belkum selesai juga buang saja nasimu. Kita harus kemarkas bawah.”Ujarnya.
vuang menatapnya tak terima, ia masih lapar lumayan kan disini ia bisa makan makanan berasa, sayur ayam dna juga beberapa lauk lain jika digoa ia tak bisa makan makanan berasa, apalagi ketemu nasi,..!! oh tidak makanan pokokku..!!
“Tapi aku masih lapar.” Ujar Vuang jujur. Plak.. Auuuuu.
Kepalanya dipukul oleh Ken.”Ini sudah diluar jam makan siang, jam makan siang hanya tiga puluh menit, jika kita melanggar kita akan kena hukuman. Lebih baik kau simpan nasimu didalam saku dan kau makan dalam perjalanan saja.”Ujarnya. vuang mendengus memilih meningalkan nasinya. Lalu berjalan mengikuti ken.
Ken dan Vuang menuju kedalam. Vuang cukup kaget ketika tau jika dibalik pintu ada ruang rahasia, lalu iapun menuju kejalan bawah yang ada tangga yang sangat gelap. Ia tak bisa melihat apapun.
Ken disana mengambil karung yang berisikan banyak roti yang didalam bungkusan, vuang disana ikut mnengambil roti yang ada disana dan mengikuti ken dari belakang.”Makanlah.” Semua didalam penjaga itu mendekat dan juga mulai berebutan makanan. Terlihat sangat kelaparan dan juga sangat tak terawat. Mereka sangat kurus dan tak lagi berbentuk manusiawi. Bolehkan Vuang membentak sekarang??
Bugh.. " jangan seraka.. bagi-bagi, Semua orang hanya mendapatkan dua roti tidak lebih..!!” Ken disana mendorong salah satu bapak-bapak botak kuat hingga terjatuh karena bapak itu merebut banyak roti. Vuang disana memalingkan wajahnya tak tega, ia tak tega melihat bapak yang terjatuh dengan wajah lemah dan gemetarnya.. tuhan ia tak kuat melihatnya.
Vuang disana dengan pelan membagikan makanan ini, tak lupa minum, roti berisikan mentega yang cukup lumayan empuk tak terlalu keras cukup layak untuk jadi makanan, ada juga minuman yang diberi itu adalah minuman biasa pada meteka mulai mereka duduk dan makan dengan tertib. Ia mendekati bapak-bapak tadi dan memberikan roti ditangannya sebanyak tiga buah dan dua minum.”Kau terlihat sangat lapar. Makanlah.”Ujarnya disana pelan.
Bapak itu terlihat mendekat dan menarik katung makanan Vuang dan ingin memukul Vuang. Vuang kaget segera menghindar,
Namun sebelum itu Bugh.. dada Bapak-bapak itu ditendang kuat oleh Ken. Ken terlihat sangat bengis disana menatapnya tajam.”Tak usah sok baik, dia tak cocok dibaiki. Ini neraka jangan sok berbuat malaikat “Ujarnya. Vuang tertegun menatap bapak itu ibah. ia memilih berdiri menaruh makanan itu dilantai dan mulai menjauh dari sana. bapak itu terlihat lemah memegang dadanya dan terbatuk-batuk. Ia terlihat sangat menyedihkan dimatanya Vuang. Ia tak tega.
“Tak usah meberikan wajah baikmu. Disini tak ada kesempatan berbuat baik.. ayo kita harus membagi dibagian sana.”Ujarnya menarik Vuang. Vuang mengangguk tak tau situasi ini. ia berjanji akan membebaskan mereka semua yang ada disini sungguh.
Namun tanpa Buang sadari Ken disana tersenyum miring dengan aura Devil yang sangat besar
Disisi lain wulan berjalan menjauh dari rumah. Memilih mendekati para pekerja yang terlihat sangat giat dan semangat dalam bekerja. Ia cukup penasaran berapa gaji mereka yang bekerja disini atau mereka kerja paksa juga disini?
“Apa ada perlu bantuan bu?”Tanya Wulan.
__ADS_1
Nampak ia hanya mengeleng dan kembali membersihkan lading. Wulan mengernyit disana lalu kembali bertanya.”Eheemm.. bener tidak ada?”Tanyanya disana lagi.
Ibu itu terlihat menghela nafas lalu mengangguk.”Kau orang baru sepertinya. Kau tak tau aturan jika disini jangan bicara atau mengobrol saat jam kerja?. Lebih baik kau kerjakan tugasmu jika tidak lidahmu akan dipotong.”Ujarnya disana pelan dan juga dengan tegas.
“apakah ketua semengerikan dan sejahat itu?”Tanya Wulan dnegan wajah takut,
Ibu itu mengeleng”Dia ememang sangat mengerikan tapi dia tidak jahat. Ia hanya tak suka jika appya yang ia perintahkan tidak ditaati atau dilakukan. Lebih baik jangan memancing marah orang baik.”Ujarnya disana dengan pelan kembali bekerja. Sial jika begini Wulan akan sulit mendapatkan informasi.
Lingling dilain arah menghela nafas dengan wajah malasnya menatap semua orang dihadapannya. Matanya berair karena mengantuk, semalam ia tak tidur dikarenakan Andes yang malah mengajaknya mandi dikolam, jadilah ia skearang mengantuk dan juga fileg. Akhh Andes siyalan.
Matanya melihat kearah Keyna dan teman-temannya yang mengenakan computer dan juga beberapa kuas dan juga kertas.. lingling tidak tau tapi sepertinya mereka sedang menyusun strategi. Tak lama setelahnya mike menueringai kejih disana.
“ Kita lihat sampai kapan mereka tertawa? Akhh aku sangat ingin mengoleksi mata mereka.”Ujarnya alex tersenyum manis. Akhh kebiasaan jelek alex yah ini. ia suka mengoleksi mata-mata manusia, katanya terlihat indah.
“Tubuhnya bagian aku.,”Ujar Boy. Akhh boy memang anak baik, tak pernah membunuh orang-orang. Tapi ia memiliki kebiasaan buruk yaitu mengawetkan tubuh manusia, lalu ketika marah ia akan memotong tubuh orang tersebut, atau ia juga suka membuat boneka atau meneqin dari tubuh manusia itu,.
Ia lebih suka mengoleksi mangsa Teman-teman nya.
“Mengerihkan dan menjijikan.”Gumam Lingling mengeleng.
Matanya melihat Andes.”Lalu kau bagian apanya? Jantungnya? Hatinya atau apa?”Tanyanya bertanya lempeng.
Andes mendelik.”Aku tak akan pernah sudih mengawetkan tubuh membuakkan mereka. Menjijikan” Ujarnya jujur. Keyna terkekeh geli mendengarkannya.
Lingling disana mencebik.”Katanya teman adalah cerminan diri. Jika teman membunuh yah kamu juga pembunuh. Jika tidak pasti lama kelamaan juga akan suka membunuh dan mempunyai kebiasaan jelek. “Ujar Lingling pelan.
“Kau cerewet sekali. Lebih baik kau sitirahat."|Ujar Andes lalu melangkah pergi entah kemana. Lingling mendengarnya hanya memberikan wajah tak bersalah lalu menguap. Ia memilih tidur lagi mengistirahatkan tubuhnya diatas shofa.
Keyna melihat Lingling menghela nafas.,”Kalian sudah tau dia siapa dan bagaimana informasinya?”Tanyanya pada mereka.
Mike mengangguk pelan ragu.”Aku menemukan datanya tadi malam/.”Ujarnya pelan.
Keyna mnengarnya mengernyit. ”Katakan.”Ujarnya pelan.
mike menghela nafas.”Namanya sesungguhnya Eliza. Dia anak dari salah seorang jenfdral besar ditimur. Dia anak kedua dari Ailen dan juga jendral You. Lebih tepatnya komandan utama atau jendral Utama. Tapi semua yang dia ceritakan itu benar, dia tidak dianggap anak oleh kedua orang tuanya dia dikucilkan dona dianggap anak pembantu. Kedua orang tuanya tak menyukainya karena dia bodoh dan juga tidak bisa membangakan berbeda dnegan kakaknya.”Ujarnya pada Keyna.
Keyna
Mengernyit mendengarnya.”Jendral? Bodoh? Lingling bodoh,”Tanyanya.
" Itu info yang aku dapatkan Meski setahu Lingling cukup pintar. "mike mengangguk.
Keyna terdiam. ia mengangguk pelan.” Siapa tunangannya?? Aku dengar dia sudah memiliki tuangan?”Tanyanya pelan pada Mike. Terlihat otaknya bergfikir keras.
__ADS_1
Mike terdiam gugup. “Anu. Tunanganya jendral Chun. dia salah satu jendral terbaik diperbatasan kekuasaan ayahnya. Bahkan digadang-gadang akan menggantikan ayahnya Eliza dimasa depann.”Ujarnya. ia malam tadi juga cukup kaget akan informais yang ia dapatkan.”Tapi Queen.. kabarnya jika tunangan Lingling itu berkhianat dan berselingkuh dengan kakak Lingling itu sendiri. Mereka melakukan hubungan terlarang terang-terangan karena jendral Chun tak menyikai Lingling.”Ujarnya pelan dan jujur.
“Ada lagi??”