
Malam berganti menjadi semakin gelap dan dingin, manusia mana yang tidak tidur saat begini?
Yah ada. Yaitu yang baca inilah... ayo tidur, jangan begadang, sayangi nyawa kalian haha,, ingat tidak ada yang menyayangi kalian.. tidur dilarut malam itu tidak baik. Contohi Lingling yang sudah tertidur dijam segini. Yah. Lingling sudah tidur..
Namun ditengah malam, tepat dijam 1 ia bangun, karena ada misi yang harus ia tuntaskan dan harus ia embani.. dan sekarang lihatlah dia, dia harus mengimbangi dirinya sendiri, dimana dirinya yang dulu suka tidur terus dan bagaimanapun keadanya dia yang malas sekarang ia harus bangun lebih pagi.. ia bangkit dan berdiri didekat jendela.
Ternyata dibawah sana masih banyak penjaga.
“Sejujurnya aku aneh. Mereka itu manusia bukan si?”Tanya Lingling pada dirinya sendiri kesal.
“Siang ada malam ada, tidak pernah duduk dan selalu berdiri, tidak kaku tu kaki. Bahkan aku tak pernah melihat mereka makan. Mereka itu manusia jenis apa?”Gumamnya kesal dan melipatkan tangannya. Muka bantaknya sangat kentara dengan wajh kesal miliknya.. kesal karena penjaga disini sangat ketat bagai kerja kuda.
Ia menghela nafas dibiatnya “Tidak ada cara lain selain menyusup. Aku harus mencari dimana Vuang dan Wulan secepatnya. Waktuku hanya satu hari lagi.”Gumamnya disana dengan mengangguk yakin.. ia segera bangkit dan mengambil baju miliknya yang lain menggantikanya segera.. ia meletakkan jarum suntik dan dua pistol kecil yang dulu ia ambil dari penjaga yang mati itu loh, kalian ingatkan? Dan satu cambuk, ia lingkarkan dipingangnya. Itu senjata miliknya.
Dengan berlahan ia bangkit dan keluar.. diluar dibagian ruangannya cukup sepi membuat ia segera keluar dan mulai turun. “Mau kemana Tuan?”
“Astaga..!!” Lingling berteriak dibuatnya karena kaget. Sebab ada yang memanggilnya dari belakang sedangkan dirinya yang bagaikan maling itu. Siapa yang tidak kaget coba?
Lingling mendengus melihat pelayan yang ikut kaget. “Ih bikin jantungan aja.”Gumamnya kesal.”Mau apa si? Aku tu mau minum, haus.. “Ujarnya kesal dan juga memberikan muka bantal dan polosnya itu. Ia kesal karena ia hampir ketahuan.
Pelayan itupun menunduk takut. “Maaf tuan. Tapi jika tuan mau apapun tinggal panggil saya saja, sebab bisa saya siapkaan. Tuan Andes berpesan kepada saya untuk selalu melayani anda.”Ujarnya disana sopan dan juga tidak gugup.
Lingling disana mencondongkan wajahnya.. “Ttak tak tak..”Ia menjentikan tanganya bermain bagaikan anak kecil.
__ADS_1
“Hey. Kau pikir aku ini anak kecil. Tidak –tidak tidak.. aku tidak suka begitu. Aku bisa ambil sendiri.”Ujarnya disana.
Saat pelayan itu mau menjawab ia langsung menjawab . “TIDAK ADA BANTAHAN ATAU KU POTING LEHERMU..!” Ia meniru gaya bicaranya Andes disana membuat pelayan itu terdiam
Langkah kaki sombong Lingling pun terdengar dan diikuti oleh pelayan itu.
Lingling melirik kesal dan berhenti. “Mau ngapain lagi?”Tanyanya tak suka.
Pelayan itupun menunduk sopan.”Saya hanya ingin mengikuti nona saja. Say—“
"Tidak usah..! urus urusan dirimu saja. Atau ku potong kakimu.!” Ujarnya berteriak bertingkah bagaikan Andes saja supaya disegani.
“Tap..—“
“Tidak ada tapi-tapian.. Pergi ku bilang..!” Teriak Lingling diangguki pasrah oleh pelayan itu.
Dilain sisi ada Qira yang memandangnya dan tersenyum.. “Lanjutkan nak.. bunda bangga dengan kamu yang berbeda sekarang.”Gumamnya terkekeh. Ia memang jahat yah. Suka melihat anaknya yang sengsara.. ia memang aneh, tapi baginya ini kebaikan anaknya.
Lalu matanya melihat kalung hati ditanyanya itu.. kalung berisi setengah hati Lingling.. “Akan ada permasalahan disana,. Namun bunda bisa yakinkan jika hatimu sudah tak ada disana, karena bunda tahu separuh hatimu ada di Liong dan separuh dibunda.. Bunda harap kau disana hidup dengan kebaikan.,”Ujarnya lirih disana dan menyimpannya lagi. Kalian ingatkan Dimana Lingling memberikan itu kepada raja iblis dikalah pertama nya masuk dunia modern. ?
Namun ia lupa jika Cinta itu buta...
“Apa yang kau Lihat Qira?”Tanya dari belakang membuat Qira segera mematikan api ditangannya, dimana menunjukan Lingling yang sedang melaksakan rencaanya. Ia segera menghilangkan kalung ditangannya.
__ADS_1
Qira diam-diam menghela nafas legah sebab ingat jika diapi itu hanya dirinya yang mampu melihatnya. “Aku hanya melihat orang orang yang akan ku ikat dalam perjodohan.. memangnya kenapa si?”Tanyanya disana lalu duduk dibawah pohon sakura. Yah, Lingling sekarang berada dialam langit, sebab sekarang ia harus berbagi kongsi waktu didua dunia.
Liong disana menatap Qira dingin dan tajam. “Kau tidak menyembunyikan sesuatu kan padaku?” Liong itu tak suka bicara, hanya kepada Ran Yu sahabatnya dan Qira yang pernah ia cintai ini.. namun tidak lagi sekarang.
Qira mendelik.”Kau bisa lihat wajahku kan? Kau bisa melihat apa aku bohong atau tidak?”Tanyanya disana menajam. Qira sangat tahu bagaimana memanipulasi orang lain. Mangkanya anaknya sangat liicik. Ibunya saja sangat licik.
Liong melebarkan hanfunya yang berwarna putih itu dan duduk disisinya Qira. Ia menatap Langit awan dan berkata. “ Aku Lihat sekarang Lingling berubah. Dan Aku rasa kau tahu penyebabnya.. “Ujarnya disana dengan tanpa rasa atau apapun itu.Qira diam mendengarnya.
“Tak merengek makanan lagi, tak merengek pil supaya tidak lapar, pil untuk tidur dan tidak bisa dibangunkan lagi. ku lihat bahkan sekarang dia sangat ceria dan juga aktiv dan melupakan aku. Sampai pada energi hitam pun ku terasa didirinya Lingling.”Ujarnya menuntut penjelasan pada Qira. Qira sadar itu.
Qira mengangguk “Aku juga berfikit begitu, semenjak dia bangkit dari kecelakaan dia jatuh dari jurang itu dia menjadi aneh.”Ujar Qira menutupi kenbodohanya itu. “ Bagaimana yah? Aku juga mengkhawatirkan anakku..”Ujarnya lirijh kepada Liong.
Bodohnya Liong malah menghela nafas percaya. Menatap Lingling dan menepuk pundaknya.”Kau yang sabar saja. Kita akan mencari solusinya.”Ujarnya. qira menunduk sedih saja dan mengayunkan kakinya.”atau kita percepat saja pernikahanya?”Qira membulatkan mata dibuatnya. Mempercepat bagaimana? Linglingkan dinegeri lain?
...----------------...
Disisi lain ada Lingling yang terhenti memegang dadanya yang sakit ”Auu sakit.”Gumamnya lirih..
Ia memukul dadanya yang sakit dibuatnya. Entah bkenapa ia merasa nyilu dan lebam.. “Liong... apa kau baik-baik saja?" Lirihnya.
dirinya dan Liong sudah terikat, dan tak mampu terlepaskan., jika Liong mati maka ia juga akan mati, dan jika Liong berkhianat maka ia akan musnah. begitupun sebaliknya. Hidup mereka memang sangat terikat.. dan itu ulah Liong sendiri.
Lingling menghela nafas ketika rasa sakit itu tidak ada lagi.. ia melirik kedepan, dimana ada kolam yang kemarin ia lihat, dan ruangan yang ia cari. Ia masih memukul dadanya sakit.” Aku sepertinya masuk angin deh.. Sangat sakit.. “gumamnya lirih dan kembali berjalan melesat cepat mengenakan ilmu peringan tubuhnya.. disana masih ada puluhan menjaga sebabnya.
__ADS_1
Lingling disana diam dan berhenti dibalik tumbuhan didepan ruangan itu. Bagaimana cara membukanya? Ia bingung juga jika begini.. kan pintu itu tidak ada gagangnya. Bahkan garisnya saja tidak terlihat dan tertutup dengan tumbuhan liar. Tapi ia yakin disana ada orangnya..
...Absen yang malam minggunya dirumah.... 😂🥀...