
Wulan menggeleng lemah.”Aku tidak tau. Tapi aku yakin ini bukan tanpa alasan. Apa kita sudah ketahuan dan hanya dipermainkan disini Vuang?”Ujarnya lirih membuat Vuang terdiam mencerna apa yang ia dengar., jika dipikir ada benarnya juga. Kenapa hanya mereka yang diperlakukan bak budak? Akh lalat Wulan maksudnya. Tapi dirinya juga merasa dirinya janggal. Ini sangat janggal jika mereka teliti!
“Bagaimana bisa dia mau melecehkanmu sedangkan dia sendiri tidak tau kau wanita.. Apa kau kurang hati-hati saat mandi?”Tanyanya ceplas-ceplos.
Wulan disana menatapnya nanar.”Aku selalu mandi dikamar mandi, memang si untuk para lelaki mandinya selalu bersama-sama tapi aku selalu dibilik kamar mandi, apa mungkin dibiliknya juga ada CCTV Vuang? Aku sudah mengecek disemua sudut ruangan ketika mandi, tapi tidak ada yang mencurigakan kok.”Ujarnya dengan kekeh. Ia yakin belum ada yang tau jika dirinya perempuan termasuk Bir.
Vuang menatapnya mencari kebohongan tapi ia tak menemukanya. Wulan terlihat jujur tanpa cela. “kau tidur? Apa kau pernah dikasih obat tidur atau apa gitu mangkanya dia tau? Atau kau lupa menutupi dadamu dengan kain ?”Tanyanya dengan mencarti lagi cela.
Wulan mengusap kepalanya kasar.” Aku tidak tau, aku tidak tau..!” Ulangnya dua kali karena resah.” Vuang aku tidak bisa begini terus. Sekarang aku bisa saja bebas darinya dan aku tidak jadi dilecehkan karena aku cepat sadar. Tapi dikedepan hari siapa yang menjamin? Siapa yang bisa menjamin jika aku akan kembali selamat? Jika aku dilecehkan dan diperkosa bukan hanya diriku yang rugi tetapi juga identitasku dan kalian yang terbongkar. Ini bahaya.”Ujarnya lirih. ia memikirkan temannya juga tak memikirkan dirinya.
Vuang terdiam mendengarnya. “Sebenarnya aku juga merasa aneh dengan diriku yang ada disana.. “Ujarnya lirih. Wulan menatapnya dengan tatapan tanda Tanya yang dalam.
Vuang menatap mata Wulan.” Kenapa? Kau juga mau dilecehkan hmm? atau juga disuruh ini itu?”Tanyanya lagi memburu pertanyaan kepada Vuang.
Vuang menggeleng cepat.”Tidak, tetapi aku selalu ditunjukan suatu yal yang mengerihkan dan menyeramkan disana, seperti diruang sandera atau ruang penyiksaan. Aku disuruh menjaga disana dan melihat secara nyata bagaimana mereka disiksa.. Wulan aku ingat bagaimana kita disiksa itu membuatku bergetar dan juga terasa cukup takut.”Ujarnya lirih.
__ADS_1
Wulan mendnegarnya kaget. Bibirnya terbuka lebar dengan mata yang membulat. Vuang disana menerawang bagaimana beberapa hari ini ia jalani. Ia selalu disuruh diruang penyiksaan untuk menjaga para yang disiksa. ia bakan mual melihat penyiksaan itu.
“Rata-rata dari mereka itu katanya adalah pengkhianat. Yah mereka selalu menyangkutkan kata-kata pengkhianat setiap penyiksaan.. “Lanjutnya bergumam mengingat kata-kata Ken dn Bir atau dari beberapa penjaga lainnya.
Rata-rata dari mereka semua pengkhianat yang mengambil uang perusahaan alias korupsi. Ada juga dari mereka yang sudah melakukan kecurangan dalam tugas dan juga kerjakan mereka. Mereka disiksa dimulai dengan cara gigi dicabut saru persatu mengenakan tang. Kuku mereka dicabut satu persatu juga mengenakan tang. Penyiksaan tidak manusiawi itu sungguh membuat ia mual setiap hatinya. Ia merasa tidak ada selera makan eetiap mengingat itu. Ada yang lebih parahnya ketika mereka diikat. Tangan korban diikat dan kuku nya dipalu, sedangkan kepalanya digantung dengan tali kerbau yang besar itu. Itu tidak sampai mati, setelah orang tersebut sudah sekarat dan hendak mati ia segera melepaskannya menyisahkan dia yang hidup segan mati tak mau.
“Ada terakhir aku disuruh memakan muntahan dari salah satu ketua dan memberikan makan harimau. Aku juga hampir mati kemarin karena ulah mereka.”Ujarnya lirih. Harimau yang besarnya dua meter hampir 3meter. itu juga salah satu uji adrenalin hidupnya.
Wulan mendengarjya tidak bisa menutupi kekagetannya. Ia disana gemetar ketakutan.” Wulan aku pikir kita sudah ketahuian tapi hanya dibuat mainan oleh mereka dan hanya menjadi badut.. “Vuang menatap Wulan dengan tatapan tak biasa. Hatinya sungguh resah akan yang ia pikirkan. Sejujurnya awalnya ia tak mau mengatakan apa yang ia pikirkan ini pada wulan. Tetapi ia mendengar sendiri akan cerita Wulan dan juga pemikiran mereka yang sama. jadi tak ada yang harus ia tutupi lagi sekarang.
“Tapi ada fakta lain yang aku dapatkan.”Wulan menatap Vuang mengerjab. Vuang disana menatap kelain arah.” Sejujurnya tempat dan pemilik tempat ini difitnah. Beberapa ruang penyiksaan itu memang benar-benar ada tapi itu isinya orang—orangnya semua, diisi dengan orang-orang pengkhianat baik dari perusaan dari mereka semua maupun dari pusaha gelap mereka. Itu mereka akan disiksa jika sudah sangat –sangat fatal dalam kesalahan tapi jika masih sedikit dan bisa dimaafkan maaf mereka hanya akan dijual organ dalamnya. Tak banyak yang bisa dijual sebab ada banyak dari mereka memiliki organ tubuh tidak bagus dikarenakan rokok, alcohol dan juga banyak lainnya. Ada juga pengguna sabu. Narkoba semakin membuat mereka tidak pantas mangka nya dari mereka banyak disiksa dianggap tidak bisa mengganti kerugian juga.” Ia mendapatkan informasi dari Ken dan juga beberapa penjaga yang ada. Ia juga kaget awalnya mendengarnya dan tak juga percaya, tetapi semua menjawab sama persis tidak ada yang terlihat berbohong, ia mencari lagi bukti dan terbukti jika semua itu benar.
Wulan menatapnya kembali kaget.”Jadi maksudmu kita menyerang orang yang salah begitu? Mereka tidak bersalah dan kita yang salah target??”Tanyanya.
Vuang mengangguk pelan.” Iya.. mereka disini memang penyeludupan senjata tajam tapi usaha itu sampai sekarang aku tidak tau dimana, itu sangat tertutup dan tidak ada yang mau memberitahuku. Ada juga beberapa usaha aantibiotiok dan juga pirset zat yang membuat manusia mati rasa yang juga menghasilkan racun mematikan pun tidak ada disini. Lab ataupun tempatnya tidak ada. Aku rasa kita semakin tersesat dan terjebak disini. Ini tempat hanya untuk menyekapan pengkhianat, tempat kebun obat terlarang dan juga penampungannya saja.. “Ujarnya lirih akan apa yang ia tau.
__ADS_1
Wulan semkain merasa mencelos. “Jadi kita memang benar-benar salah masuk kandang?”Tanyanya.
Vuang menggeleng.”AKu tidak tau, itu hanya perkiraanku saja setelah yang aku analisis atau memang tempat persenjataan mereka ditempat yang tersembunyi. Jika dipikirkan lagi itu tidak mungkin, pembuatannya cukup lama dan juga memerlukan alat cangih dan suara yang berisik. Jika pun usaha itu ada disini pasti akan terdengar atau kita akan bisa menemukanya. Kita hatus mencari dimana tempat itu dan memastikan jika memang disini atau bukan, jika tidak kita memang benar-benar salah kandang.”Lanjutnya lirih.
“Mati kita..”! Gumma Wulan lirih mengusap kepalanya. Ia menggigit bibir bawahnya.”Benar juga. Aku baru sadar jika sudah beberapa hari disini aku tidak mendengar suara besih ataupun pembahasan soal persenjataan, baik leb atau pun semua yang berbauh itu? Ya Tuhan kenapa aku benar-benar bodoh.”Ia menarik rambutnya menetralkan rasa sakit yang nyata ia rasakan.
.
.
.
.
Doble Up...!
__ADS_1