
Diluar dugaan Lingling dan lainnya . Hutan ini sangat gelap karema terlalu rimbun, bahkan sulit bagi mereka melihat kedepan, ditambah disini dekat dengan pegunungan membuat disini berkabut, suasana semakin mencekam.
Tempat yang sangat stragis buat para penjahat... Waw
Jika Lingling pikirkan, bagaimana jika mereka pergi keluar? atau pengeksporan barangnya.?
Lihat nanti lah. jika mereka tau pasti tidak akan diselidiki yah kan?
Wulan dan jendral Chun? mereka berjalan kaki.
Derap langkah jendral Chun selalu menyumpah serapa Lingling yang tak mau membantunya. Ia mampu melihat jendral lain menatapnya ibah dan Lingling sibuk memakan mulai dari, coklat. keripik kentang, keripik ubi dan juga coklat batangan. Bahkkan mereka sudah berjalan selama tiga jam dan Lingling tidak menawarkan kendaraannya sama sekali.
Bahkan yang mengenaskannya ketika semua orang hanya santay dan dia dan Wulan mengiring dari belakang. Awalnya jendral Vuang mau turun dan jalan saja tapi Lingling mengancam ' Jika turun Maka siapkan aja kaki kalian putus ditempat karena dimakan harimaunya. ' Jadi mau tidak mau mereka terpaksa mau.
Wulan tak kalah mengeluh disana, dengan kepala penuh keringat, tangannya terangkat berkaki kali untuk mengusap keringatnya., hingga ia tak lagi tahan. Dan terjatuh hampir terkulai hampir pingsan.
”Wulan kau tak apa?”Tanya jendral Chun khawatir membuat semua melihatnya disana.
Lingling meliriknya sebentar lalu memutar bola mata malas sembari memeluk harimaunya supaya berhenti diikuti harimau lainnya. Semua orang menatap Lingling disana lalu memelas.” El.. kau tidak kasihan pada Wulan?”Tanyanya jendral Lien disana dengan tatapan memelasnya,.
Lingling mengeleng.” Hati ku itu batu, hehe.”Ujarnya terleleh disana lalu menatap lagi ke Wulan.”Kalau mau ku bantu bilang Eliza cantik dan baik hati. Ayo dong aku mau naik Harimau, bantu aku dong'.”Ujarnya disana dengan mengerjab polosnya,.
wulan dengan setengah nafas menatap Lingling tajam dan jendral Chun mengepal kan tangan,. Mereka membawa semua peralatan mereka erat dipunggung jadi beban mereka berkali lipat beratnya.
“ Eliza jika kau tidak mau membantu tidak perlu.. kau sungguh menjijikkan. Memanfaatkan keadaan.”Ujarnya Jendral Chun disana dengan tajamnya.
Lingling memakan lagi coklatnya dan mendelik.”Kalian lihat? Bagian mana yang harus aku bantu dari mereka? Mereka bahkan tak mampu menghargaiku barang sedikitpun, apa susahnya memujiku sedikit saja, apakah aku seburuk itu sehingga kata kotor selalu terlontar? ”Ujarnya disana dengan cemo'ohannya.
Semua orang terdiam. Bahkan Vuang jika jadi Lingling akan membunuh jendral Chun sekarang juga. Jendral Lien juga diam menatap Lingling. Ia pun jika jadi Lingling tak akan mau membantu barang sedikitpun dan akan menghajar dikalah itu juga.
Langkah Jendral Chun disana mendekati Wulan namun sebelum itu Lingling disana melempatkan coklat yang ia makan kehadapan jendral Chun..
Clap... arghh.
__ADS_1
Semua orang membulatkan mata dikalah tepat coklat itu jatuh hampir dilangkah kaki jendral Chun. dan ternyata disana ada perangkap kaki untuk binatang buas dan sangat tajam seperti berbentuk mulut. Dan jika terkena kaki itu mampu memutuskan kaki makhluk hidup.
Lingling memutar bola malas lalu mengambil coklat baru.”Hanya reflek saja tadi, niatnya mau kasih makan semut tapi kena perangkap.. padahal kalo kena kakinya aku paling kencang tertawanya tadi.”Ujarnya sinis disana membuat jendral Lien disana menahan senyumnya. Nampak Lingling disana memang perhatian.
Jendral Chun disana mendadak kaku dibuatnya dan mendekati Wulan. Wulan disana dengan lelahnya mengambil minum dan memberikan nya, dan memilih bersandar dipohon., semua orang turun kecuali Lingling. Lingling mengusap harimaunya dan bertanya.” Apakah perbatasan wilaya kalian sudah hampir sampai?”Tanyanya disana mengerjab. Pasalnya mereka sudah lama dijalan.
“Yah.. hanya sedikit lagi. Maaf kami hanya bisa membantu tak jauh dari sini saja putri., sebab diluar sana wilayanya para serigila dan binatang terpelihara. Ukuran mereka jauh diatas kami dan terlati untuk membunuh dan memakan manusia.”Ujarnya disana.
Lingling mendengus dibuatnya. Memang yah, jika hewan ganas itu tak akan mau memakan manusia, mereka terikat janji dengan leluhur, jika mereka melanggar perjanjian dari leluhur mereka mereka akan dihukum pancung. Yah.. mangkanya mereka tak akan sembarangan mekakan manusia kecuali karena sesuatu. Takabur contohnya.
Tapi jika sudah terlati beda cerita.
Lingling disana menganguk lalu turun dengan makanan ditanganya, ia mengusap kepala Harimau itu lagi.” Yah. Kau sangat baik, “Gumamnya dan mengeluarkan sestau dari makananya disana dan disana terdapat kue coklatnya.” Makanlah, Sebagai tanda terimakasih ku. . “Ujarnya lalu mengajuhkanya dan memberikan pada harimau lain..
Hari sudah semakin gelap disini membuat semua harimau tunduk.” Sampi jumpa. Terimakasih sudah membantu kami..”Ujarnya membuat semuanya mengangguk dan.
.
“Lah mereka tidak lagi digunakan?”Tanya jendral Vuang disana nanar.
Harimau itu sekali mengaum.” Kami juga sangat merasa berterima kasih karena sudah mau meminta bantuan kepada kami Putri.. “ujarnya membuat Linling mencium kepala mereka satu satu. setelahnya mereka pergi membuat semua orang diam.
“Makananmu sudah habis? Kau tidak mau makan lagi nanti?”Tanyanya disana membuat Lingling menggeleng.
Lalu memilih menatap sekeliling. Hawa diisini sangatlah beda.
” Kita dirikan tenda disini saja untuk istirahat malam ini. Kasihan Wulan disini, ia sudah sangat lelah dan lapar. Kita butuh istirahat.”Ujarnya jendral Chun disana.
Lingling dengan cepat menggeleng.” Jangan, disini lembab dan juga banyak semak-semak. Akan ada banyak Klan b4bi yang akan menyerang kita malam nanti.”Lalu ia mengendus disebelanya dan menghela nafas.”Bahkan bauhnya sangat pekat. Kita jalan saja sekitar lima belas meter didepan.”Ujarnya membuat jendral Chun mengepalkan tangan.
“Kyaaaaa Eliza jangan sok pintar. Ku lihat kau sedari tadi paling sok pintar diantara kami, lihat lah kakakmu ini sedang lelah bahkan hampir pingsan karena kejahatanmu. Kau sangatlah kejam Eliza...!!” Teriaknya disana didepan wajah Lingling. Lalu menjulak bahunya.” Kau tidak punya otak..!” Lingling menatap wajah Wulan disana dengan dengusan.
“Ini demi kebaikan kalian juga..!! aku hanya tidak mau kalian diserang klan b4bi. Kau tau disini Wulan sedang lelah. Bagaimana jika nanti kalian diseruduk b4b1 malah tambah parah..”Ujarnya disana.”Jika aku rasakan. B4bi disini bahkan ukuranya ada yang lebih dari ratusan Ton. Nant---“
__ADS_1
“Stop bicara omong kosong. Kita baru disini, jangan seakan-akan kau tau semuanya...”Ujar jendral Chun disana tegas lalu membongkar Tas milik Wulan membuat Lingling menatap jendral Lien dan lainnya.
” Benar El. Kita disini saja. Wulan sudah tak lagi sanggup berdiri dan sudah sangat lelah, ditambah hari sudah semakin gelap. Jangan takut, kita akan siap siaga akan b4bi disini tenang saja.”Ujarnya disana nanar kepada Lingling.
"Bahkan pistol kalian tak akan mampu menembus kulit b4b1 nanti... "Gumamnya sangat pelan.
Dengan tanpa kata lagi Lingling disana melangkah dekat pohon yang disandari Lingling dan meniupkan angin dari mulutnya pada dirinya yah., itu angin racun supaya tak ada yang berani menggigitnya. Bahkan nyamuk sekalipun.
ia memanjat setinggi, Tanpa kata ia langsung bersandar dipohon besar dan menatap sekitarnya. “ Yah jika semua tenda kalian rusak, pesangon makanan kita ketinggalan karena lari nanti aku tidak tannggung jawab yah. Sebab disini ada banyak perangkap..”Ujarnya lalu tidur tanpa basa basi lagi.
“El nanti kau jatuh..!” Ujarnya Lien disana namun dihiraukan Lingling.
Semuanya menghela nafas lalu mendirikan tenda ditengah tengah kegelapan, hari sudah semakin gelap ditenggah gelapnya hari. Itu membuat Lingling tidur nyenyak ditengah mereka yang sibuk menghidupkan api untuk menghangatkan diri.
Ada juga yang sibuk dengan istirahatnya. Lingling acuh dikalah tidur didahan tertingginya. Untuk apa peduli dengan orang yang tak mau mendengarkannya. Ia sangat tau bau b4bi jadi yah sudah lah yah..
Sampai pada semua selesai dengan makanan yang sudah siap, hanya mie instan.. disekitar sudah sangat gelap namun kerlap kerlib seperti beberapa pasang mata merah mengawasi mereka dibalik semak-semak.. Lingling disana menghela nafas dengan menyembunyikan senyuman liciknya mencium bauh semakin pekat dan banyaknya nyamuk yang datang.
“ Kalian mencium bauh sesuatu tidak?”Tanya Wulan yang dengan menghisap aroma sekitarnya dan mengernyit., bau lumpir bercambur bau kotoran dedaunan busukkah?
Jendral Chun disana mengusap hidungnya juga.”Ini hutan, jadi bauh sperti ini biasa. Mungkin ada binatang yang sudah mati dan menjadi bangkai. Jadi aromahnya terbawa angin hingga kesini.”Ujarnya disana.
“Tapi ini bauhnya aneh.”Gumamnya Vuang disana nanar.
"Ini Hutan jadi wajar.... "Jawab jendral Chun Disana tegas.
Nyiiikkk.... Plak
semua sibuk dengan menepuk nyamuk ditubuh mereka "Banyak banget nyamuk padahal udah paket obat nyamuk... "Gumam Wulan nanar.
"Namanya Hutan. Jadi wajar...! "Ujar Vuang lagi Disana.
Sampai suara..
__ADS_1
Nggookkkkk... Gleg.... dan Lingling sudah tertawa diiatas sana dibuatnya.. dan yah...