
Andes mengusap kepalanya kasar. Lili menangis tengah malam lagi, Andes mendesis mendekati lili dan melihat Lili dengan wajah mengantuknya. “Kamu kenapa? Lapar? Keyna ngak ada disini, ak aku nggak ada susu,” Ujar andes pelan kepadanya. tangan andes membawanya ke dalam gendongan dengan gugup dan juga pelan. wajah andes yang mengantuk ia paksa untuk sadar sepenuhnya.
Tubuh Andes sepontan berlenggak lenggok ke kanan dan ke kiri, tangan yang menepuk bokong Lili pelan, mencoba menenangkan Lili uang terus menangis. Andes jadi seperti ayah yang sangat baik.
Tapi Lili masih menangis terus menerus. Andes memegang dada Lili. " Jangan nangis terus nanti dada kamu sakit loh sayang. " Gumam Andes khawatir. Andes menghela nafas terus berusaha menenangkan Lili. " Apa kamu laper? iya, ? Mm papa ambilin makannya yah. " Gumam andes pelan.
Papa? Andes terkekeh geli, kenapa dirinya od sekali padahalkan ini anak Alka dan Keyna. harusnya kan paman? Tapi Andes ingin dipanggil papa.
Andes bergegas menaruhnya diatas bok lagi dan mengambil susu yang keyna taruh tadi, sudah hampir beku. Andes segera beralih ke botol susu, tapi dimana botol susunya? Andes mengusap kepala yang tidak gatal.
Mengantuknya sudah hilang sepenuhnya. Tatapan andes menyeru semua bagian ruangan, dan dapat, disana ada botol yang sudah di sediakan. Andes mengambilnya dan segera menaruh susu disana,
Andes berlalih kepada tempat pemanas susu otomati sejenak, hanya beberapa menit dan ia segera mengeluarkannya.
Dari mana Andes tau, yah karena Andes sering melihat Ana atau Keyna memanasi susu terlebih dahulu disana diam diam Andes juga belajar akan hal itu, Alka pun kemaren juga ia bantu menggunakan alat ini.
Andes mendesis merasa hangat, andes mendekat kepada Lili yang masih menangis, saat hendak memberi andes terdiam sejenak menatap susu ditangannya.” Ini kalo Lili kepanasan gimana? Apa gue cicip dulu yah? tapikan ini punya Keyna.” Gumamnya miris, andes ingin menangis rasanya,.
Jika ia minum atau cicip itu artinya tidak sopan sekali. Tapi jika tidak di coba siapa tau basi atau memang sudah tidak layak dimakan? lebih parahnya terlalu hangat hingga lidah lili melepuh.
Karena tidak ingin Lili kepanasan berakhir melepuh lidahnya ia pun meneteskan susu ditangannya, tapi andes ragu sebelum mencoba langsung dilidahnya, mau tidak mau ia memencet dotnya dan menyicip sedikit. Hangat tidka panas tapi tidka juga dingin.
Andes hendak memuntahkannya saja rasanya. Tapi andes tidak lakukan, ia mendekati Lili dan menepuk nepuk bokong Lili. Menaruh dot dimulut Lili.
Tangisan Lili sudah berhenti diganti gumaman Lili yang menyesap susu miliknya. Andes menatap Lili masih mengecap ludah perasa miliknya.” Kok mau sih? Nggak ada rasanya.” Gumam andes miris melirik Lili.
" Ini nggak ada rasanya Li, nggak enak. cepetan gede buat bisa makan stik. " Gumam Andes kepada Lili seperti Lili paham saja apa yang ya katakan.
__ADS_1
Ia menepuk-nepuk lagi pantatnya Lili sampai Lili tertidur dan andes pun sudah lemas. Barulah andes kembali kekasurnya dan tertidur lagi.
Tapi satu jam berikutnya Lili mnenangis lagi. andes mengusap kepalanya kasar, melirik Lili. Ia segra bangun dna mendekat. Melihat apa lagi yang Lili butuhkan.”kamu laper lagi??” Tanya andes. Andes mengambil susu yang belum habis tadi dan memberikan pada Lili. Lili mulai minum dan kembali diam. Andes menghela nafas.
" Lapar terus yah." Gumam Andes lemas dan menguap pelan menatap lili yang masih minum susu. Andes sangat mengantuk tapi jika ia tertidur nanti lili tersedak gimana?
Sampai Lili tidak menangis lagi Andes menguap lebar dan menutup kelambunya lagi, Andes bergegas ke kasurnya dan melanjutkan tidurnya....
Tapi satunjam berikut nya lagi Lili menangis, Andes terbangun lagi dan menghela nafas panjang kesal sekali rasanya. ia tidak bisa tidur nyenyak karena tangisan Lili yang tiada henti.
Andes kembali mendekat dan mulai memberikan Lili susu kembali, yang tadi sudah habis, sekarang ia harus kembali memanasnya dan mulai memberi LIli susu.
Tapi LIli tidak mau minum susu kali ini, malah menggeleng dan terus menangis keras. Andes tersenyum masam melihatnya." Sayang kenapa menangis ha??? Ayo tidur... " Ujar Andes berusaha pelan dan lembut.
Andes menimang-nimang lagi Lili tapi Lili tetap menangis membuat Andes khawatir sekaligus pening. Andes menaruh lili kembali di atas kasur.
Andes berdecap.”Enak yah, tidur adem ayem. Gue yang nggak bisa tiduur dibuatnya tapi.” Gumam andes berdecak pinggang kesal.
Andes menyenggol lengan Ana dan berkata.”Bangun., Lili nangis.” Ujar andes kesal
. Ana tidak terganggu, malah melanjutkan tidurnya. Andes kesal, segera ia tarik tangan ana hingga oleng dan terpaksa bangun.
Andes menyeret tangan Ana menuju kamar dengan ana yang menatap semua arah dnegan cemas dan kosong. Andes menghentikan jalannya dan sampai dikamar.”Lili nangis terus dari tadi. Liat.”ujar andes kepada Ana malas, wajah ana seperti orang tak berdosa.
Ana mengerjab pelan, tiba tiba kepalanya terasa pening jika begini kan. ana meringis memegang kealanya.”kepala gue sakit.”Gumam Ana.
Tubuh Ana terlemas karena kaget dibangunkan secara buruk dan di seret.
__ADS_1
Andes mendengus.”ana nangis. Liat dia nangis.” Ujar andes. Ana memejamkan mata dna mengepalkan tangan.”Iya tapikan bisa pakek cara baik baik bangunin orang. loe tau nggak gue darah rendah ha?”Tanya Ana membentak paada andes
Tapi syara bentakan ana semakin membuat L;ili menangis dan andes yang terdiam melihat Ana. Ana mengepalkan tangan menatap andes snegit, segera ia mendekati Lili dnegan tuuh yang oleng. Andes terdiam melihat Ana yang mendekati Lili. “ Manusia tu ada tata cara etitut, kalo cara loe kayak gitu loe kayak binatang. Ga beretika tau nggak.,!!” tegas Lili sembari memeriksa tubuh Lili. tapi Lili masih menangis keras disana.
Andes terdiam dimarai oleh Ana, entah mengapa ada rasa bersalah di hatinya andes. Lili memegang kepalanya yang seperti berputar akibat pening menderah ditarik mendadak andes, tapi ia masih membuka celana Lili yang ternyata popoknya sudah penuh, ia segra beralih mengambil popok di sisinya. Tapi tubuhnya oleng hingga terjatuh memegang troli box Lili.
Andes kaget segera mendekat dan membantunya,. Tapi segera dihempas oleh Ana.”Kalo cara loe bangun gue nggak gitu gue nggak bakal gini. Ambilin gue popok Lili, gue mau gantiin. “ teriaknya tertahan.
Andes terdiam segera melakukan apa yang diperintahkan olehnya. Ana terdiam menghela nafas dan segera bangkit mendekati Lili.
Andes memberikan popok gugup, ana menerima dnegan dingin. Ana membersihkan popok dan mensterilkan kulit Lili sebelum memberi popok kembali, memberi minyak kayu putih dan juga bedak. Seusainya ia segera memakaikan Lili celana baru yang sama warnanya. Andes diam saja melihat Ana yang melakukanya dengan sendiri. Andes tidak tau jika Lili menangis karena popoknya sudah penuh. Mungkin karena terasa tidak nyaman.
Usai melakukannya. Ana mendekati Lili dan menepuk nepuk punggung Lili pelan, andes tidak tega, seperti tidak enak. Ia segra mengambil Lili dan mengusap punggungnya. Andes menimangnya pelan dan ana hanya diam memegang kepalanya yang sakit. “maaf.” Gumam andes pelan.
Ana mendesis.” Basi tau nggak.” Bisik ana pelan. andes diam masih menimang Lili dengan pelan.
“Loe kalo mau tidur lagi tidur aja. Lili udah tenang kok sekarang.”ujar andes lagi dengan menatap ana. Tapi rupanya ana tidak juga menatapnya, malah diam dan memijit kepalanya yang terasa berat. Berat menjalankan hidup dengan andes.
Lili sudah berhenti menangis setelah satu jam andes timang dan beri susu. Bodohnya andes mengapa tidak memanggil ibu si bayi? Kenapa tidak memanggil bapaknya juga? Jika begini kan dirinya seperti sudah jadi bapak dan ibunya. Ands mengeleng kepalanya dari mana pikiran itu berasal? Bisa-bisanya ia berfikir hal demikian. Ia melirik Ana yang tertidur di sofa sembari kepala yang bersandar di sandaran tangan. Sangat kasihan sekali.
Andes menaruh Lili di boksnya lagi, lili bergerak sejenak dan andes kira bangun, ternyata tidak. Ia hanya bergerak saja. Andes mengusap kepalanya dan menciumnya sejenak. Andes melirik ana yang masih tertidur. Berpikir jika posisi ana itu salah, pasti lengan, kepala dan leher dan pinggangnya nanti akan sakit jika begitu tidurnya.
Barulah ands mengangkat tubuhnya untuk ditidurkan di atas tempat tidur. Andes menaruh lenganya dileher dan dipinggang ana, mengangkatnya sejenak sembari memejamkan mata.” Berat uy.”gumam andes pelan. untung Anna tidak mendengar, Jika bangun sudah pasti kena amuk.
Ana hanya bergumam dan melanjuti tidurya. Andes terdiam melirik Ana yang berdehem dipikirnya tadi ia bangun. Andes menaruhnya di atas kasur dan menarik selimut ke atas tubuhnya. Andes diam sejenak menatap ana.
Ana itu seperti seseorang yang ia kenal, tapi siapa? Andes tidak tau itu siapa, tapi andes yakin jika wajah ini familiar. Andes menyentuh wajah ana, tapi belum niat itu terwujud ana sudah membalikan wajahnya dan tangan andes mengambang.
__ADS_1
Andes mengerjab sejenak menatap tangannya., andes mengusap rambutnya kebelakang.”loe apaan si Des??” gumamnya pelan menyakahkan diri sendiri sebelum pergi. Andes bergegas pergi meninggalkan ana. dan sebenarnya Ana mendengar dan masih sadar.