
Vhun membulatkan matanya kaget, namun sebentar lalu kembali mendatarkan wajahnya.”Ngapain kamu disini? Enggak sopan.. saya baru sudah buang air kecil.”Ujarnya berusaha tenang dan meyakinkan. Grace terlihat menatapnya menyeringai dan juga tajam.
Chun tertegun melihatnya. ‘ka—“
...----------------...
Grace itu sosok wanita yang tak memiliki rasa, tak ada rasa sakit lagi, tak lagi ada cinta dan tak lagi ada bahagioa. Ia bagai mumi hidup tanpa tujuan selain bernafas.hidupnya penuh kepahitan, bagian dari dari kecil hingga dewasa tak lagi ada yang bahagia dihidupnya. Bahkan hingga sekarang. umurnya sudah hampir 27tahun, dan ia hanya hidup tanpa rasa apapun setelah kejadian menimpa kepercayaannya dalam hidup.
Bahkan bukan sekali dua kali ia pergi ke pisikiater untuk berobat dan juga meminta saran, konsultasi kepada dokter akan apa yang ya rasakan kan... semuanya terpatahkan dalam kurang lebih setengah Minggu.! bukan dokter yang mengobatinya, tetapi seorang lelaki asing dan tiba-tiba datang dalam hidupnya dan berubah warna gelap menjadi sedikit cahaya.
Sudah hampir empat hari bersama seorang lelaki yang notabenenya seorang tunangan orang lain yang ia yakini penyusup membuat ia merasakan rasa yang sudah mati. Rasa takutnya yang dulu hilang sekarang sudah ia rasakan karena takut jika pemuda itu akan meninggalkannya setelah bertemu tunangannya.
Ia pikir jika pria itu adalah Gay sebab sepengetahuannya tunanganya adalah pria yang juga dekat dengan temannya. Itu juga alasan membuat ia takut, takut ketika pria itu pergi tak bisa ia jangkau. Ia terlalu jauh untuk ia dekatkan.
Rasa hangat dulunya hanya untuk adik angkatnya Keyna skeraang tercipta untuk pemuda itu, pemuda yang terlihat dingin dan tak peduli padanya, tetapi nyatanya sangat peduli, terlihat dari apa yang ia lakukan, dimulai dari ia yang memberikan perhatian kecil ketika ia terluka, selalu maju paling depan karena melindunginya seakan jika dia adalah porselin yang bisa hancur dalam satu remukan saja. Ia merasa menjadi ratu yang selaku dilindungi oleh rajanya. Padahal dirinya sendiri bisa menjaga dirinya.
Pernah kemarin Ketika ia hampir dipatuk ular kobra, sosok Chun dengan cepat menariknya dan melindunginya. Setelahnya Chun hampir dipatuk tapi Chun dengan cepat menangkap kepala ular itu dan membuangnya jauh dari mereka. Ketika Grace yang terpeleset dengan cepat Chun memegang dirinya.
Rasa-rasa yang ia kira dulunya mati sekarang hadir dan merelung hatinya. Ia tak tau apa ia mencintai pria itu yang tak lain Chun itu, tapi yang ia tau hidupnya lebih berwarna, hidupnya bukan hanya untuk bernafas, tetapi ia juga sudah memiliki secerca harapan, ada warna jingga saat ini dihatinya. Ia harap ini bukan senja yang memberikan keindahan sesaat dan kembali meninggalkan kegelapan yang berkepanjangan. Ia takut dunianya semakin kelam.
Mata Grace mentap kedepan dengan posisi berjongkok.”Gue nggak tau apa yang harus gue lakuin, padahal gue tau kalo dia penyusup. Apa gue harus bunuh dia atau tetap mempertahankan dia buat hidup. Tapi gue juga nggak yakin kalo dia bakal stay disini buat gue.”Gumamnya lirih sembari mengerang menekan perutnya.
Plukkkk.. bunyi BAB Nya yang terjatuh. Ia menghela nafas lega, yah ia sedang buang air besar di pinggir sungai saat ini, ia melirik Bab nya yang hanyut kebelakang. Kebiasaan emang. “ Kalo gue tetep pertahankan gimana kalo Key tau?? Dia pasti sangat marah.”Ujarnya pelan disana. Ia kembali meratapi nasibnya sembari menunggu babnya jatuh . hingga selesai ia disana menghela nafas..
Merasa trik matahari semakin menusuk kulit ia mengernyit menatap langit. Matanya membola.”Gila, berapa lama gue BAB???”Gumamnya tak sadar.
Ia segera berdiri dan mencuci pantatnya, ia segera berdiri dan melewati batu-batu, ia memperbaiki celananya yang terasa sangat sulit ia kenakan karena terlalu ketat. Ia berjalan dnegan tergesa-gesa. Ia menghela nafas dan bergumam.”Ini celana kenapa makin lama makin sesek si. Sialan.”Gumamnya disana kesal.”Ini Chun kemana yah? masih nunggu nggak yah.? kalo dia ninggalin gue gimana?”Tanyanya khawatir disana. Akhh kadang kita bisa berkata jika tak ingin lagi jatuh hati. Tapi tak ada yang bisa menahan dan mengatur jika hati sudah menjatuhkan pilihannya. Seperti Grace, mau semati apapun hatinya, sebesar apapun trauma dalam hidupnya, ketika takdir berkata lain, hanya membutuhkan beberapa hari ia sudah bisa merubah segalanya, semua berubah karena cinta.
Ia sudah sampai ditempat dimana Chun menunggunya tadi, ia menatap tangannya yang terasa sedikit tak enak, ia menciumnya pelan.
__ADS_1
Uwekkk.. ia hampir muntah.”Sialan gue ngak bersih ceboknya tadi.”Gumamnya menciumnya lalu menarik daun-daun disampingnya untuk menetralisir bauk yang ditangannya.
Dengan sebentar mencium tangannya yang sekarang terasa aneh.”Sialan. gimana kalo Chun nyium tangan gue gini? Bisa-bisa dia ilfeal sama gue.”Gumamnya mau muntah.. ia mengerang frustasi disana.”Mana udah berhari-hari nggak keramas, bibir merah gue pasti udah mudar dan item dah bibir gue.. “Gumamnya frustasi lagi.”Chunnn dimana loe...!!” teriaknya
Tak ada sahutan, ia tak lagi peduli tentang dirinya lalu berjalan tanpa arah mencari chun., mulai dari memilih arah kanan ia mendengar suara sayup-sayup.. ia melihat sosok yang tidak mengenakan baju itu,, ia sedang melemparkan sesuatu membuat ia menatap kebelakang...
“ Chun..?”Tanyanya. ia mau memastikan saja itu benar Chun atau bukan, tapi dari postur dan otot-ototnya itu Chun. apalagi banyak cambukan ditubuhnya itu, ada juga beberapa sayatan dan luka tembak. Dari sana juga ia sadar kika Chun bukan orang biasa. Karena orang biasa mana ada punya luka tembakan atau luka parah begini. Grace bisa tebak sedari awal jika Chun itu jika bukan kalangan bawah seperti mafia atau pembunuh bayaran, dia adalah anggota militer tingkat atas.
Terlihat bahu Chun tersentak kaget dan tangan yang terangkat menandakan ia sangat kaget, Grace disana melihatnya mengernyit dan menatapnya heran. Chun terlihat berbalik menatapnya dengan berusaha tenang tapi terlihat jika ia sangat kaget dan panik. “Ngapain loe disini?”Tanya Grace lagi menatap wajah datar itu.
Chun menatapnya datar menenangkan kegugupannya.” Kamu yang Ngapain kamu disini? Enggak sopan.. saya baru sudah buang air kecil.”Ujarnya berusaha tenang dan meyakinkan. Grace terlihat menatapnya menyeringai dan juga tajam. Chun tertegun melihatnya. Pikirannya berkecamuk dengan tak jelas, ia takut Grace tau dan bisa membaca gerakan dirinya
‘'kamu pipis disemak-semak karena nggak mau disungai karena ada aku gitu?? Mangkanya jauh-jauh supaya aku nggak liat??“ Tanya Grace disana polos. Entah pura-pura polos atau benar-benar polos, tapi yang pasti Grace bukan gados polos yang mudah dibohongi.
“Akkh kamu kok soswit banget si Cucun..”Ujarnya dengan manja dan juga mengedipkan matanya.
Grace terlihat mengernyit tak suka mendengarnya. “kenapa?” Tanyanya pelan.
Chun menghela nafas.,”Karena itu Cuma tunangan saya yang boleh memanggil begitu. Jadi kamu tidak boleh.” Ujarnya. Grace tertegun dan tersadar mendengarnya. Tangannya terkepal dengan pelan, wajahnya yang tadinya manja sekarang mengelap dan datar. Chun tak peduli, ia memilih pergi meninggalkan Grace yang berwajah masam.
“Gue pastiin kalo loe nggak bakal sama dia... gue bakal buat loe lurus,, disini bukannya nggak ada yang ngak mungkin, justru bukan gue yang terlalu jauh karena loe gay. Tapi karena gue tau kalo laki-laki itu pasangannya buat perempuan bukan sama laki-laki. Kodrat nggak bisa ditolak, gue pastiin loe jadi milik gue Chun.”Gumamnya pelan mengerang.. ia menampilkan senyum smirknya lalu menggantikan dalam sedetiknya wajah manja “Chun tungguin gue woy.. calo bini loe ketinggalan.”Teriaknya. Chun tak peduli, masih berjalan meninggalkannya. Hal yang membuat Grace gregetan.
Lain sisi lain lagi cerita. Dimana Wulan yang sedang duduk bersama beberapa orang yang bekerja disana. Matanya menandai semua orang disana. Hingga suara anak kecil mengagetkannya.”Kakak kenapa wajah kakak luka semua??? Kakak menyeramkan.”
Dugh.. Wulan terhenyak mendengarnya, ia melirik siapa yang mengajaknya bicara, itu anak kecil yang tak jauh darinya menatapnya polos dan ngeri, mata coklatnya bersinar terang dengan wajah coming karena tanah, baju kebesaran berwarna coklat bercampur tanah, rambut ikal yang acak-acakan. Wulan terdiam disana dengan wajah yang memerah menahan tangisan, dia perempuan yah..!! siapa yang tidak sedih mendengar hinaan akan wajah dna fisiknya? Wanita tetap saja wanita,. Memiliki sisi sensitive jika dihina fisik dan rupanya.
“Mikoo..!!” Teriakan ibu-ibu dari lain arah menarik tangan anak itu, menatap Wulan takut dna cemas.”Adu maafkan saya tuan, anak saya masih kecil, tidak mengerti tentang apa ucapannya tuan. Tolong maafkan putra saja.”Terdengar suaranya gemetar ketakutan, tubuhnya bahkan tak berhenti-henti untuk membungkuk berulang kali.
Anak iyang bernama Miko itu menatap ibunya menggeleng.”tidak ibu. Miko tidak melakukan kesalahan. Miko hanya bertanya sesuai kenyataan.. bukankah wajah kakak itu sangat mengerikan???”Tanyanya menunjukkan wajah Wulan lagi dengan telunjuknya. Ibunya melotot menahan telunjuk sang anak, ia membekap mulut sang anak dengan memelas. Ia merasa dunianya terasa goyah saat ini. ia harap gunung belum meletus diwaktu sekarang.
__ADS_1
Wulan menampilkan senyum tipisnya. “Dia memang benar, wajahku menyeramkan.”Ujarnya tak bernada. Ibu itu semakin gemetar.”Bukankah anak-anak itu manusia paling jujur didunia ini??? jadi bukan salahnya tapi salah wajahku yang memang jelek.”Ujarnya miris. Ia jadi ingat dulu dimana adiknya Eliza diejek dan suka ia hina. Hatinya tiba-tiba menyesak mengingat hal itu.
Dulu ia dengan sengaja memberikan bubuk pada bedak adiknya hingga wajah adiknya tak berhenti-henti timbul jerawat sejak ia masih SMP, jerawat itu bukan hanya jerawat biasa, tapi juga jerawat batu. Wajah adiknya hancur karenanya, hingga SMA jerawat itu tak yang kempes, dan malah memberikan bekas diwajahnya, wajahnya jadi banyak bolong-bolong dan bintik-bintik., belum lagi jerawat yang taka dan habisnya, kadang bernanah. Itu juga sebabnya tak ada yang mau bermain dengannya dan dihina, ia tak diterima oleh tunangannya sendiri karena ia jelek. Ia sang kakak bahkan tega merebut tunangannya
“Kakak.. maaf, aku tak bermaksud, jangan menangis.”Wulan tak sadar air matanya jatuh mengingat itu, ia tak sadar anak itu sejak kapan menarik bajunya. Ia menunduk menatap mata coklat itu, menatapnya juga berkaca-kaca.”Maafkan Miko. Miko tidak tau jika ucapan Miko keterlaluan.”Ujarnya lagi dengan bergetar. Ia merasa bersalah karena dirinya kakak dihadapannya menangis.ia tak tau alasan Wulan menangis saja. Hhehe.
Wulan menggeleng.” Itu bukan salahmu. Aku pantas mendapatkannya” Karena ini salah satu karma bagiku, anggap saja ini sebagai penebus dosa-dosaku pada adikku, krena aku merasakan apa yang adikku rasakan’ Lanjutnya dalam hati. Ia tak mungkin berkata begitu pada sang anak kecil dihadapannya.
Wulan duduk disisi anak itu dimana menguap kepalanya.”Sedang apa kau disini?”tanyanya. ibu anak itu diam menatap anaknya, memang si penjaga disini tidak akan membunuh pegawainya jika tidak melakukan kesalahan tapi tidak sedikit dibunuh karena melakukan kesalahan. Anaknya melakukan kesalahan yah kan?
Anak itu menggeleng namun mengangguk setelahnya. Dimata Wulan itu sangat imut ditambah hidungnya yang kembang kempis menarik ingusnya, “ aku sedang membantu ibu dan ayahku bekerja.”Ujarnya pelan menunjukan ibunya disisinya dan tersenyum pelan.
“Membantu ayah dan ibumu?”Tanya Wulan lagi, anak itu mengangguk.”Kalian tinggal dimana emang?”Tanyanya pelan.
Anak itu menunjukan rumah dimana Vuang masuki.”Disana...”Ujarnya pelan pada Wulan.
“Kau tidak sekolah?”Tanya Wulan gugup. Ibunya disana menatap Wulan dengan tak terbaca. Wulan bisa merasakan jika ibu anak itu mencurigainya. Anak itu menggeleng.”Aku sekolah kok,” Ujarnya sangat ceria.”Tapi tidak disini,. Aku sekolah bersama teman-temanku.”Ujarnya semangat lagi. wulan yang penasaran pun
mengernyit.”Dimana?”Tanyanya.
Anak itu menungguku ujung arah yang tak Wulan tau.”Disana, disana kam—“
“Disini tidak ada sekolah. Kau bukan bagian kami?”Tanya ibu anak itu memotong anaknya. aura intimidasi sangat kuat. wulan jadi kaget dan menenangkan dirinya, menetralkan wajahnya. “ Ak-aku hanya berbasa basi pada anak ibu kk.”Ujarnya gugup.
Ibu tu tersenyum sinis.”saya tau kamu penyusup.”Ujarnya pelan. Wulan melotot mendengarnya lalu menggeleng cepat. Ibu itu malah terkekeh. “ Disini kami memang pekerja biasa tetapi disini rata-rata memiliki pendidikan, jadi kamu tidak bisa membohongi kami. Siapa kau?”tanyanya dengan pelan dan penuh penekanan.
Wulan mencoba tenang disana. Ia cukup terkejut, bahkan pekerja kebun bisa mengetahui dirinya?? Ibu itu terlihat tenang dan juga menatap Wulan tajam.” Aku memang bukan bagian dari kalian, aku dari tim keamanan Negara untuk mengungkapkan kasus ini. aku disini diberikan tugas dari atasan untuk mencari dan melepaskan kalian dari neraka disini. Jadi jangan takut.”Ujarnya pelan. Ia mencoba untuk jujur saja, sebab jika ia tak jujur, maka nyawanya akan melayang. Hey dia sekarang bagaikan kelinci ditengah kandang serigala..!!
Ibu itu tertegun mendengarnya, ia menatap Wulan penuh penyelidikan.”Apa kau jujur??”Tanyanya dengan pelan. Wulan disana mengangguk pelan meyakini ibu-ibu ini
__ADS_1