Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Bertemu


__ADS_3

Yg nanya part Andes, mungkin besok ye


.hehe


Lingling berdehem mengakuhi kesalahannya. Dimeg menahan Lian yang sedang marah dan Orge pun hanya diam saja. Demeg melirik Lingling yang menatap mereka datar” jadi apa tujuan dan yang bisa kamu bantu dari kami? Dan apa jaminan akan hal itu?” tanyanya kepada Lingling.


Lingling melirik Demeg dan berdehem sejenak. Lingling menatap Lian lagi dan menatap ke pintu.” Tidak jadi. Aku bisa kerja sendiri., dan jika itu terjadi jangan pernah cari saya lagi,.” jelas Lingling merapikan bajunya yang terkena debu. Ia menatap Orge dan Demeg dan Lian.” Wajar saja tua bangka itu mengutuk kerajaan ini. orang orangnya saja seperti kalian.” Jelas Lingling dan melangkah mengambil langkah teleporasi dari sana,


Lian demeg dan Orge menatap Lingling kjaget. Lingling menghilang secepat itu dari mata mereka. Demeg kehilangan kata kata dan Lian yang berdiri kaku, Orge melirik demeg dan Lian. Tidak bisa menyalahkan Lian juga sebab Lingling terlalu lancang masuk ke ruangan dan menguping pembicaraan. Dan Lian wajar marah karena dia sebagai yang bertanggung jawab di keamanan.,


“ apa maksudnya trua bangka mengutuk Negara ini?” Tanya Demeg tercenung menatap Orge dan Lian.


Orge mengangkat bahunya pelan.” dia seperti kenal saja dengan dewa.” Gumamnya pelan dna tercenung. Orge semakin murung mendengarnya.” Semoga saja dia memang bukan bagian dari dewa langit sehingga tanah kita tidak semakin buruk.” Gumam Orge lagi. lian disana ikut kaku mendengarnya. " Sebab terakhir kali aku dengar kakaknya adalah ahli penelitian yang hebat." Bisik Orge, " Dan aku berharap dia bisa membantu kita." Lanjutnya


" ahli penelitian???" Tanya Demeg melebarkan mata.


Orge mengangguk pelan membuat Demeg dan Lian tertegun. itu artinya Lingling bukan orang sembarangan.


Lingling menghela nafas berdiri di dekat jalanan, mendadak kesal. Lingling tau jika sebenarnya ia salah tapi jujur niatnya tidaklah ada yang buruk. Lingling menatap uang ditangannya malas.” Uangku Masih cukup. aku harus cari penginapan sekarang.” gumam Lingling pelan tanpa beban.


Sring. Lingling mendengar suara berisik yang seperti sedang ada perkelahian, lingling memfokuskan telinganya dan menatap dimana arah suara tersbeut. Mendekat dengan pelan dan bersembunyi di beberapa pohon di sana. Ia mengerjab melihat satu orang yang dikepung dengan lebih dari lima orang berpakaian hitam dan topeng. Lingling menatapnya dengan seksama.


Sosok lelaki yang di serang terlihat tak kesusahan sama sekali dalam melawan mereka. Ilmu bela dirinya cukup baik dan bagus sehingga perkelahian bisa dikatakan balance. Namun sayangnya si lelaki tidak ada senjata. Dan harus mengambil satu pednag dari yang sudha jatuh. Tapi belum terjadi sudah banyak yang menyerangnya kembali.


Lingling melihatnya tak ada niatan membantu, ia berdiri mengangguk pelan. merasa itu tontonan gratis. Ketujuh pria yang hendak membunuh pria itu sudah limbung hanya beberapa yang masih hidup.


Srak. Tak terduga ada satu anak panah dari arah lain menancap di lengan si pria. Lingling menatap tajam arah yang sudah menyerang tapi tidak ada. Di sana sangat gelap membuat Lingling menatap ke depan lagi.

__ADS_1


Tapi tatapan Lingling menjadi membulat kaget menatap si pria sudah terkapar bak sudah terkulai lemas. Apa anak panah itu mengandung racun??


Dua orang yang menyerang melayangkan pedang itu dan hendak menebas kepala si lelaki. Tapi lelaki itu terdiam dan tak lagi bisa bergerak.


Srang. Pedang itu terpental cukup jauh dan tiba tiba sosok wanita-wanita yang mereka tak kenali datang dengan pisau ditangannya. Lingling menggunakan ilmu anginnya menghempas itu pedang hingga terlepas dari tangan si pria. Pria yang di tolong melirik Ling-Ling meringis pelan dan juga samar samar menatap lagi lawan lawannya.


Lingling menatap mereka tajam. “ siapa kau? Beraninya ikut campur.” Teroiak salah satu dari keduanya.


Lingling menatap mereka lempeng.” Hanya sekedar latihan. Apa kalian mau ikut teman kalian?” Tanya Lingling pelan, melirik kepada teman mereka yang sudah meninggal


Mereka menatap Lingling remeh.” Coba saja jika bisa.” teriak temannya. Lingling tersenyum miring saat pedang itu mengarah padanya. Lingling mengambil langkah mundur dan mengarahkan tangannya pada pedang itu. pedang itu tersentuh di ujung jarinya Lingling dan tertahan. Pedang itu seketika terbakar api. Mereka tersentak kaget.


Tapi berselang beberapa dettik Lingling memutari tubuhnya dan menendang keduanya dengan tendangan. Keduanya tersungkur. Tak ambil waktu Lingling menngambil pedang yang sudah terkapar dan menebas kedua kepala dari mereka satu kali tebasan. Lingling turun dan mendengus. Modnya tidak baik jadi malas terlalu berlama lama. Lingling menatap darah ditanganya yang menetes.


Menatap si rpia yang sudah lemas tak bertenaga. Lingling mendekat dan menarik anak panah yang berada di bahunya. Pria itu meringis merasakan sakit, menatap Lingling tajam tapi karena kesakitan ia terlihat memelas. Lingling mencium bau dari ujung anak panah. Menjauhnya pelan sembari mengernyit. “ bau racun lotus.” Gumam Lingling pelan dan melirik pria yang sudah tak berdaya.


Lingling menatap jari tangannya yang masih mengeluarkan darah. Segera ia tarik baju yang sudah sobek dibagian anak opanah tadi. Pria tadi melirik lingling marah tapi mau bagaimana jika keadaannya saja buruk.


Benar benar cantik, ia tak pernah mendapatkan wajah secantik Lingling selama dirinya hidup.


Lingling tidak peduli, ia mengusap kulit itu hingga tak ada darah yang menggumpal, dengan bertahan ia memencet luka dijarinya dan meneteskannya di luka tersebut.


Lelaki itu tersentak kuat merasakan luka semakin perih seperti terbakar. Lingling mengusap pelan bahunya dan menekannya lebih kuat. lingling menarik lelaki itu di bahunya. Ia hanya bisa diam karena lemas dan tak bertenaga. Sampai Lingling menggendongnya dan melakukan telepoitasi menjauh dari sana. Pria itu sudah tak sadarkan diri akibat rasa sakit yang begitu menyakitkan dirinya.


Tak jauh dari sana ada mabik mata merah legam menatap tajam hal itu.” siapa gadis itu?” tanyanya dengan datar dan juga kelam. Diseluruh tubuhnya di selimuti aura gelap yang mematikan. Wajahnya cukup terlihat mengerikan ditengah kegagahan yang dia miliki. Ada bekas cakaran di bagian hidungnya.


Anak buahnya menggeleng.” Tidak tahu yang mulia. Kamu baru saja melihat ada dia di kerajaan ini.” jelasnya dengan takut. mereka bahkan bersujud dibelakang si pria saking takutnya. Padahal pria tersebut sama sekali tidak melihat posisi keduanya.

__ADS_1


Pria tersebut mendekat dan menatap tajam pedang yang bahkan masih terbakar, lalu menatap lagi orang yang mati dalam hitungan menit. Ia mengepalkan tangan sembari tersenyum miring.” Dia sangat cantik. Kalian temukan dia bagaimanapun caranya.” Jelasnya menegaskan apa yang dia inginkan.


“ baik yang mulia.” Tekan keduanya tak gentar. Sang tuan tersenyum miring sembari menguap darah yang keluar dari hidungnya. Tak sengaja akibat kecantikan Lingling, Ia mimisan. Kedua anak buahnya tadi melihat dari belakang jadi tidak terlalu terlihat. Terlihat kilatan obsesi yang kental di mata tuannya. Mereka hanya bisa bergidik ngeri sembari berdoa untuk dikedihupan selanjutnya.


...----------------...


Pagi hari silau menerpa mata nya. Tatapannya memburam, kepalanya terasa pening dan tubuh yang seperti habis di pulkul menggunakan beton. Sangat sakit dan nyilu. Ia meringis merasakan kepalanya kebas dan sakit. Matanya terbuka lebar dan menatap sekeliling. Hutan, suara air mengalir juga menyadarkannya membuat ia menatap rumit ke seluruh arah. Ini hutan yang jauh dari kerajaannya. Saat bangkit ia meringis merasa sakit di seluruh tubuhnya,


Krek. Ia menoleh mendaopati ada sosok yang sudah menggunakan cadar baru dan membawa satu rusa yang cukup besar. Ia nengerjab pelan melihatnya. Perempuan itu adalah perempuan yang sudha membantunya semalam. Lingling yang baru datang menatap pria itu sudah sadar pun menatapnya dengan legah.,” syukurlah jika kau sudah sadar.” Jelas Lingling menjatuhkan rusa di punggungnya pelan.


Pria itu terlihat malu malu mendapatkan suara Lingling yang tegas, teringat wajah Lingling semalam membuat ia mimisan. Lingling melihatnya segera mendekat dan menyentuh keningnya.” Kau maish skait. Segera minum ini, ini bisa menyegarkan tubuhmu dan membersihkan sisa sisa racun itu.” jelasnya Lingling memberikan ramuan dibagian pinggangnya.


Ramuan yang memang ia bawa dari kerajaan untuk persiapan dirinya jika ada yang luka.


Pria itu berdehem dan menerimanya. Malu jika mengatakan jika sebenarnya ia mimisan karena sedang mengingat wajah si perempuan. Lingling duduk di depan pria tersebut dan memberikan air dalam wadah bagian pinggangnya.” Semalam kau terkena racun lotus,, cukup mengerikan. “ jelas Lingling pelan kepada si pria


Racun lotus itu mampu mematikan syaraf yang terkena hanya dalam hitungan menit, dan itu sangat berbahaya karena bisa membuat orang yang terkena racun akan lumpu total. Bahkan akan membuat otak menjadi lumpu berakhir akan mati. Semalam Lingling menaruh darahnya karena di darahnya ada kandungan racun seperti ibunya. Racun itu hampir sama dengan racun Lorus, jika darahnya di campurkan dengan racun lotus itu maka akan menang racun dari darahnya Lingling sendiri.


Karena itu Lingling menaruh racun dirinya sendiri, sebab ia punya penawarnya sendiri. Jika Lotus mereka harus mencari bunga Lotus yang berada di kerajaan lain untuk di bakar dan diolah kembali untuk dijadikan penawar, itu cukup mengerikan. Lingling mengambil langkah lain untuk mempermudah keadaan, tapi tidak semua racun bisa dilibatkan dalam kasus ini. karena jika kandungan racun itu sangat kecil maka racun Lingling tidak akan menetral melainkan membunuh.


Pria tersebut berdehem pelan mendengarnya. “ terimakasih.” Jelas pria itu pelan kepada Lingling.


Lingling menjauh dan berdehem. “ duduklah dan istirahatlah. Kau hampir lumpu larena racun semalam, itu yang membuat semua tubuhmu pasti sangat sakit dan terasa kaku. Itu salah satu efek dari racun Lotus semalam..” Jelas Lingling tegas kepada pria yang tidak dikenapinya. pria tersebut terdiam memandang Lingling yang menjauh rumit.


“ dari mana kau mendapatkan penawar racun itu? racun lorus sangat sulit ditemukan penawarnya dan ada hanya di Negara seberang yang cukup jauh dari sini. “ Tanya pria itu penasaran kepada Lingling yang membantunya saat ini. Semalam dirinya fokus pada wajah Lingling sampai tidak tahu Jika Lingling menaruh darah dilukanya.


Lingling meliriknya sejenak dan menjawab.” Yang harusnya kau pikirkan dirimu. Jangan memikirkan hal lain atau bertanya hal lain, sebab lebih sedikit yang kau tau itu lebih baik.” Jelas Lingling lalu menghidupkan api.

__ADS_1


Pria itu tidak melihat bagaimana cara Lingling menghidupkan api tapi semua nya tiba tiba terbakar dan api mulai hidup.


Pria itu menghela nafas pelan. memaksa bertanya pun hanya menjadi hal sia sia. Ia menyandarkan kepalanya dipohon yang dibelakangnya.” Siapa namamu nona??? Tanyanya pelan.” Perkenalkan namaku adalah Heqi Yuanli. “ jelasnya kepada Lingling.


__ADS_2