Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Aku perempuan


__ADS_3

Ditempat lain ada ada sosok Wulan dam juga Vuang yang sudah semakin sehat dari sakit yang menumpahnya. Mereka sama sekali tak bisa keluar dari tempat ini karena larangan oeh Lingling. Hanya malam hari saja mereka bisa keluar memandang langit seperti saat ini. jika ditempat Lingling siang maka disini malam hari. Wulan sekarang menjadi sosok yang pendiam tak banyak bicara tak seperti dulu.


Wajah nya yang cantik sekarang buruk rupa, kulitnya yang putih dan mulus menjadi menggelap dan penuh luka sayatan dan juga luka dalam. Bahkan kakinya patah dan susah berjalan.


Matanya menatap langkit malam dengan kosong. Hal yang tak luput dari tatapan Vuang. Dan Lien. Mereka disana sudah dua hari ini melihat Wulan yang diam dengan tatapan kosong menatap langit. Kadang ia menangis kadang ia terkekeh. Kadang ia memukuli kepalanya sendiri memaki dirinya sendiri. Hal yang membuat ketiganya selalu ingin memeluknya namun tak berani. Wulan bagaikan orang tak waras saat ini sungguh..!


Wulan mengerjakan mengingat perlakukannya pada Lingling sang adik yang ia anggap bodoh dan juga jelek. Ingatan ketika diwaktu kecil ia sekolah dan satu sekolah dengan Lingling. Wajah ceria Lingling mendekatinya dan juga memanggil-manggil dirinya kakak. namun teganya ia mendorong sang adik hingga terjatuh. Mengatakan jika Lingling gadis gila yang tak tahu diri memanggil dirinya sang gadis cantik dan anak seorang jendral besar seorang kakak. berbalik dengan penampilan Lingling.


Sang Lingling kecil hanya bergetar terduduk kaku memeluk lututnya yang berdarah, yah memanglah Lingling mengenakan baju bekas Wulan kelas satu dulu membuat penampilanya berbeda dengan anak-anak lain, ketika anak lain menggunakan baju baru maka Lingling mengenakan baju yang sedikit using karena bekas milik kakaknya. Orang tuanya memang mengangap baju itu masih layak padahal mereka adalah orang yang cukup kaya.


“Maafin kakak yah dek.”Gumamnya Wulan melirih memeluk dirinya sendiri mengingat hal itu. Ingatan kembali pada sang adik yang tersenyum lebar diatas meja makan menatap ayam goreng.. namun siapa sangka karena dirinya mendapatkan peringkat terakhir berbalik dengannya yang ranking utama membuat ayahnya menghukumnya untuk makan roti kasar dan hanya mengenakan kuah kari saja sampai Lingling mampu mendapatkan juara seperti kakaknya.


Tetapi apa daya. IQ Lingling sangat kecil, ia tak mampu mendapatkan rangking. Hingga sampai pada ia dewasa tampa hati orang tuanya memberikannya roti kasar dan kari saja. tak ada yang berubah...


Wulang ingin berteriak mengingat bagaimana Linging menyelamatkannya, bahkan disini ia tak pernah merasakan kelaparan karena monyet-monyet suruhan Lingling itu selalu menghantarkannya buah-buahan segar, tak urung beberapa binatang buas menghantarkan rusah ataupun kelinci dan ayam hutan untuk mereka masak.


Bagaimana Lingling mengobatinya hingga ia bisa kembali bicara, luka-lukanya bersih dan terobati. Ia berjanji untuk kedepannya akan memperlakukan sang adik lebih baik lagi sungguh ia berjanji..!!! “Tuhan beri aku satu kesempatan lagi tolong... supaya aku bisa menebus dosa-dosaku pada dia...”Gumamnya lirih.


Hacim... Lingling bersin sudah berkali-kali dikalah didalam mall. Ia menggusuk hidungnya yang memerah akibatnya. Mike dan juga yang lain meliriknya dengan diam saja. Lingling disini cukup antusias melihat mall, ia menganggap jika mall sama halnya engan pasar karnaval yang apapun ada disini, tapi ia cukup menjaga wibawa tak ingin berteriak kegirangan. Malah ia sudah lelah berjalan menuju stan-stan dimana sosok wanita cantik itu inginkan. Salah satunya membeli baju ibu hamil sampai pada peralatan-ibu hamil, susu ibu hamil.

__ADS_1


Andes melihatnyapun tak tega hingga ingin menawarkan digendong. Tetapi Ia disana menatap Keyna sahabatnya tak kalah ibah sebab Keyna sudah berkeringat. Ia menghela nafas dna berongkok dihadapan Keyna.”Naik.”


Ketna disana tersenyum lalu segera menaiki punggungnya Andes. Lingling merasakan denyut didadanya, seperti ada yang sakit, andes meliriknya lalu menatap kedepan. Lingling kembali berjalan paling belakang. Mike dan lainnya sibuk membawa banyaknya makanan dan juga hal yang dibeli Keyna.


“Cemburu yah...”Ujar Mike mengejek Lingling disisinya. Ia melambankan jalannya supaya bisa berjalan sejajar dengan Lingling.


Lingling yang tadinya melihat Andes dan Keyna menatap Mike disisinya dengan polosnya menggeleng, mike berdecih. ”Munafik.” Gumamnya.


“Tapi aku memang tidak cemburu.”Ujarnya membuat Mike menatap Lingling. Lingling menghela nafas menatap kedepan mengikuti jalan Anfes dan Keyna yang tertawa, lalu Alex dan Nathan yang sibuk membelikan barang yang Keyna inginkan.


"Selain g4y. kau juga munafik...." Gumam Mike disana tersenyum smirk khasnya.


Lingling menghela nafas ditatap begitu.,” Andes tak bilang dengan kalian?”Tanyanya. mike tetap diam tak menjawab. Lingling disana tak tau harus bicara apa hingga berkata.”Dan jangan anggap aku bencong atau banci lagi. aku dan Andes hanya teman biasa. Dia membantuku dihutan. Tidak lebih.” Ujarnya lagi.


Lingling terlalu lelah hingga memilih duduk dikursi dimana yang ia lihat.”Jalan.. nanti kita ketinggalan.”Ujar Mike.


Mata Lingling menyayu ketika Andes sama sekali tak melihat dan mempedulikannya, kenapa terasa sesak?


Mike disana menatap Lingling diam berdecak pinggang.”Aku tetap tidak percaya deng--- he apa yang kau lakukan?”Pekiknya kaget ketika Lingling dengan gamblangnya menaruh tangan Mike didadanya. Mike terdiam disana. Memang si Lingling tepos tapi-tapi ini sedikit berisi? dan kenyal? Hmm? hingga ia sedikit menekan tangannya memastikannya.

__ADS_1


Plak.... auuu. Ia meringis ketika kepalanya dipukul oleh lingling keras, lingling mendengus. ”Ku suruh pegang bukan ditekan. Dasar c4bul. Itu bukti jika aku perempuan. Dan jika kau ingin pergi duluan pergilah. Aku lelah.”Ujarnya. Mike diam menatap Lingling. Lingling memanas melihat Andes menggendong Keyna. ia tak suka diabaikan.


Mike mendenggus disana lalu berjongkok didepan Lingling.”Naik cepat... nanti mereka mencari kita,.”Ujarnya. Lingling disana menatapnya dengan tak percaya namun dengan cepat melompat ke punggung Mike. Mike hampir terpekik karena ingin terjungkal. Untung masih bisa dikontrol..


“Yooogoogoo...!!!” Teriak Lingling semangat.


Mike menghela nafas dan menjalankan kakinya datar. Lingling tersneyyum lengkarkan tangannya dilehernya Mike.”Aku tak tau jika kamu sangat baik hendak menggendongku. Tapi terimakash.”Ujar Lingling tersneyum dan Cup... ia mencium pipi Mike lagi dengan senang.


“Kyakkkk.. apa yang kau lakukan..!!!! Jangan mencium ku sembarangan he....!” Teriak Mike tak terima dicium dipipinya. Ia rishi karena tak terbiasa, ia tak pernah dicium, bahkan orang tuanya saja tidak pernah, meski begitu ia bisa merasakan hangat didadanya.


Linglling tersenyum disana.”Karena kamu baik. Kamu baik jadi kamu adalah temanku.. dan karena kamu temanku itu tanda sayangku untukmu... ummm... iya itu tanda sayangku dan terimakasih... Cup.. dan itu tanda jika kita sudah sahabat.”Ujar Ling mencium kepalanya lagi. ia mengusap kepala Mike sayang.


Jujur saat ini Lingling merindukan kakaknya dan juga para sepupunya seta para sahabatnya dimasa kunonya. Tetapi apalah daya yah kan... ia hanya bisa melampiaskan pada Mike yang menggendongnya. membuat ia mengeratkan pelukannya pada Mike.


.


.


.

__ADS_1


Jan lupa tinggalkan jejak yah...!


__ADS_2