Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Tertangkap


__ADS_3

Lingling dan lainya terkejut dikalah ada tembakan diarah lain. Semua yang ada disana tertegun dan gugup. Mereka ketahuan..!!


Sedangkan masih ada puluhan serigala yang mereka hadapi. “Kita harus lari cepat.,.!!” Teriaknya Vuang disana dengan nanar melupakan apapun yang ada..


Hingga dirinya dan lain melarikan diri. Lingling hanya diam menatapnya disana dan kembali memanjat ditempat paling tinggi dan dibagian daun yang terimbun yang ada. Dan ternyata disana ada ular. Ia pun langsung menjatuhkanya tanpa kata lagi karena kaget..


Vuang dan Lien berlari dikejar puluhan serigala yang ada. Diiringi Wulan dan Chun dibelakang mereka. Dengan nafas yang tersengal sengal dan ternyata didepan mereka ada serigala lagi membuat ia dan lainnya sgera menghajarnya dengan kuat. Chun merasa sangat bersalah karena dirinya mereka ketahuan.


Andai ia mendengar ucapan Eliza...! Lagi lagi ia membuat kacau....!


Disisi lain sosok Grace dan lainya tangan kanan dar usaha inipun tertegun melirik kanan dan kiri. Sudah tak ada siapa-siapa namun disana ada banyak makan namun sudah hancur dan tak berbentuk meninggalkan api unggun yang masih hidup. Disana ada banyak jejak kaki binatang buas.. Itu membuat Grace turun tangan dan juga mencolek tanah itu. Ia menatapnya dan memeriksa kostur tanah itu.'’Baru saja.” Gumamnya disana. Tanpa mau melihat kertas Dimana Lingling berada.


Semua oranng sibuk melihat disekitar. ”Sepertinya mereka diserang binatang buas mama.” Ujar darinya. Grace disana pun melirik sekitar. Tak ada jejak apapun kecuali makanan dan juga api unggun. Itu membuat ia mendesis.


Sedangkan Lingling disana menatapnya datar. Wanita murahan batinnya lingling. Bagaimana tidak..! baju yang Grace gunakan itu sangatlah ketat bahkan tubuhnya tercetak jelas dengan kilatan baju merah nya itu. Rambut ikal yang tergerai dan payudara yang mencuri curi san meronta ingin keluar. Bibir seksi dan menggoda berwarna merah darah. Jujur dia memang cantik, tapi ukuran wanita dia bagaikan manusia yang dibungkus dengan kain. Bukan menutupi tubuh lagi.


Masih sopanan Kuntilanak....


“Cepat cae mereka segera dan tangkap mau mereka hidup atau mati..!”Tekanya disana membuat mreka mengangguk dan meninggalkan tempat mencari kesembarang arah. Grace pun ikut pergi meninggalkan Lingling disana. Lingling menghela nafas melihatnya ternyata benar ukuran mereka terlalu sulit untuk dilawan.


Lingling memang kuat tapi dunia ini Nampak sangat canggi. Ia tadi melihat itu tadi benda menunjuk jalan yang terang. Belum lagi dimata mereka ada banyak peninda dan juga beberapa alat lain menutupi tubuh mereka. Lingling memang dari dunia kuno tapi melihat semua ini ia tau jika kekuatan akan kalah dengan kepraktisan yang mereka miliki.


Dan lagi bukannya Lingling tak mau turun dan membantu yang lain. Tapi jika ia turun dan membantu yang lain. Itu tandanya ia membuka benang merah pada dirinya. setidaknya ia bisa selamat dan bisa membantu yang lain. Dan setidaknya dirinya belum ketahuan..


Nafas keempat teman Lingling tersengal—sengal beda dengan Lingling yang santai gulana disana. Mereka bagaikan dikejar maut.


Tubuh penuh luka dan sekarang mereka harus melawan banyak serigala yang ada. Sudah dikatakan mereka manusia biasa. Meski mereka jendral mereka mampu melawan dua serigala satu orang itu harus dalam waktu cukup lama, beda jika ada benda atau alat. Sayang sekali semuanya tidak ada.

__ADS_1


Mereka tidak punya apa-apa selain senjata yang diberi Lingling dan pisau ditangan Wulan. Apa yang harus mereka lakukan,.


Hingga Vuang yang cemas itu langsung berteriak.”Kita berencar cepat.. “Ujarnya itu membuat mereka mengangguk. Wulan mengikuti Chun dan Lien bersama VBuang.


Namun belum sempat Vuang berlari cepat disana mereka terkena tembakan..


Tor.. itu membuat Lien disana menatapnya terkejut.. ia menatap kearah lawan dan ternyata disana sudah ada puluhan orang yang mengejar. Sedangkan dua yang lain sudah menjauh.


“ Vuang..!” Ujarnya terkejut melihatnya.


Vuang disana meringis merasakan punggungnya terkena tembakan. Ini sangat sakit membuat ia meringis. Namun karena sebelum menbjadi jendral ia sudah dilatih dan sudah berkali-kali kena tembakan membuat ia masih tetap berdiri dengan darah yang bercucuran.”Kita harus pergi secepatnya .”Ujarnya disana nanar dan juga berusaha.,


Lien Disana menganngguk dan membantunya segra berlari. “Kejar..!!” Teriakan itu membuat mereka cepat-cepat pergi meninggalkan tempat dan mentusuri jalanan yang ada hingga terpeleset dan juga berlalu. Mereka bagaikan binatang yang dijerat singa sekarang. Baju basah akibat keringat dan darah.


Chun dan Wulan berlari sekuat tenaga dikejar serigala dan orang-orang yang ada. “Sial. Bagaimana bisa serigala itu tak mengejar mereka..!” Gumam Chun disana cukup terkejut melihatnya. Bahkan mereka mengejar dengan bersebelahan bagaikan tuan dan hewannya. Ia kagum akan hal ini. Apakah serigala itu serigala terlatih dan juga serigala penurut atau buatan?


Teriakan kuat Wulan membuat Chun terkejut. Kaki kanan Wulan memijakkan perangkap hingga tubuhnya tertarik keatas dan...


Clapp.. Clap.. arhhhh.. tubuhnya terkena dua panah didua sisi perutnya membuat ia tambah pias.


Tes.. tes..darah menetes dihidungnya Chun membuat ia terpekik menahan rasa takut. itu darahnya Wulan...!


Ia menatap kebelakang.”Tokong.. To—long..”Gumam Wulan disana dnegan nanar menatap Chun dibawah sana. Chun disana gemtar ketakutan hingga bersembunyi disemak semak yang ada. Wulan merasakan sakit disekujur tubuhnya.


Ini bukan waktunya melawan...


Kejadian ini tak terhitung detik hingga Wulan tak sadar jika tubuhnya terpental keatas dan kaki yang tertarik. Ia merasakan sakit diperutnya dan juga darah yang mengalir keotak. Ia kekurangan oksigen..!

__ADS_1


Tak lama ia mendengar suara serigala yang ada tepat dibawahnya dan juga beberapa orang yang mengejarnya. Nafasnya naik turun dibuatnya. Namun darahnya masih menetes hingga para penjaga disana menatap keatas.


“ Mangsa tertangkap..!!”


...----------------...


Di sisi lain Grace mengejar sosok Vuang dan juga Lien secara bersamaan. Ia hanya berdua disana tapi kecepatan dan kelihatannya sangat cepat. Ia tangan kanan saja begini bagaimana ketuanya? Sungguh Lien menyesal pergi kesini yang ternyata mereka diluat dari prediksi. Wajar sana jika semua orang masuk disini mati. Memang perangkap dan penjagaan diluar nalar manusia. Ia bahkan berpikir jika yang memiliki lahan dan juga usaha ini bukan manusia. Entah berapa IQ miliknya yah..?


Bugh.. Arggg..


Suara ringisan Vuang terdengar dikalah kaki mereka terganjal hingga Viuang segara menjulak Lien kuat disana hingga Lien terkait dan terkapar kebawah dan terguling.


Vuang yang terkejut dikalah dirinya terkurung didalam jaring besar hingga tubuhnya terangkat keatas. Itu perangkap..!! dan Slapp.. Slap..


Ia kembali terkejut dikalah mendengar anak panah diarah dua sisi. Dengan cepat ia menggoyang tempat itu hingga anak panah itu melesat kearah sisihanya dan ia hanya terkena goresan yang ada. Namun tetap saja ia terluka.


Lien terguling kebawah hingga Bugh.


Perutalnya terbentur pohon yang ada didepanya degan sangat mengenaskanya. Itu membuat ia meringis dan memuntahkan darah. Hingga ia merasa kepalanya sakit samar samar ia melihat sosok wanita yang mendekatinya.. Hingga matanya meredup dan pingsan...


.


.


.


Jangan lupakan jejak yahhhh guys....

__ADS_1


__ADS_2