
“ Cepet woy..!! Andes udah ngamuk ini.1” Teriak Mike.
Alex menepuk kepala lingling.” Loe harus mikir dua kali Ling. Gue yakin pilihan loe enggak bakal ngecewain gue.”Ujrnya pelan pada lingling lalu menarik kopernya menuju Jet meningalkan Lingling.
Lingling menghela nafas pelan. “ Ini tidak semudah yang kalian pikirkan, kalo Cuma masalah milih mereka atau kalian itu mudah. Tapi pilihanya sulit. Kalian dan jiwa. Memilih kalian aku mati dan jika tidak memilih kalian aku kehilangan kalian.. keluarga Eliza sama sekali tidak ada list dalam hidupku.”Gumamnya pelan mengepalkan tangan.
Ia menghembuskan nafas melangkah menuju jet. Ia diam masuk menatap segala arah. Tak ada Andes, matanya mencari sampai paling sudut. Disana ada Andes yang memejamkan matanya bersandar pada kursi. Tangan Lingling ditarik oleh Mike. Lingling menatap Mike. Mike menepuk sisi kursinya.”Duduk disini aja.”Ujarnya pelan.
Lingling mengangguk duduk disampingnya Mike. Di sampingnya ada Alex yang duduk nyaman menatap kearah Lingling tersenyum. Mata Lingling menatap Andes yang paling sudut. Hatinya ikut tersudut melihatnya. Ia merasakkan kepalanya diusap ia menatap siapa pelakunya.
Mike tersneyum.”Dia marah..”Ujarnya. Lingling diam membalikan tubuhnya menatap kedepan, ia melihat disampingnya jendela kaca. Uhhh kenapa hidupnya sangat rumit??? Sekarang rasanya sangat berat tapi jika disuruh memilih mereka dan keluarga tentu saja Lingling memilih keluarganya yang mencintainya tanpa syarat menyayanginya tanpa henti dan waktu.. yah pilihanya sudah tepat.
Andes membuka matanya menatap Lingling dari belakang, ia membenci perasaanya. Ia sedari dulu menetapkan pada dirinya untuk tidak menaruh hati kepada siapapun bahkan temannya Keyna perempuan yang selalu ia jaga dan lindungi sekalipun ia tidak ada rasa untuk ingin memiliki sedalam ini, Tapi kenapa dengan Lingling? Mereka baru bertemu beberapa bulan tapi Lingling sudah mengambl hatinya. Mengubah pola pikirnya. Rasa dihatinya menggebu ingin memiliki. Ia memang tidak pernah ingin memikirkan Lingling dalam bayang detik ataupun menit. Menurut yang berganti jam atau hari, akan tetapi fakta lain ketika ia makan ia akan ingat jika makanan yang ia makan adalah makanan kesukaan Lingling atau yang tidak ia sukai. Ia juga merasa poros dunianya terbalik. Dirinya yang dingin merasa semakin mencair. Hidupnya yang gelap dan datar menadi berwarna karenanya. Ia bisa merasakan bagaimana rasanya berharap pada seseorang dan merasakan sakit dalam bersamaan saat tau harapannya pada manusia.
Tak sengaja tatapan Andes bertabrakan dengan LIngling. Ia tak memalingkan wajah ia iam menatapnya dalam. Linglingpun mentapnya dengan dalam., lalu menghela nafas, dunia Lingling bukan disini yah ingat itu. kalian bantu ingatkan hal itu yah.
__ADS_1
Jet yang digunakan meluncur melewati udara. Jet pribadi berisikan kamar mandi dan juga kamar tidur lengkap satu saja, ada WF dan juga beberapa yang siap untuk mereka nikmati. Tapi Lingling lebih memilih tidur diperjalanan, ia tak ada niatan untuk membujuk siapapun. Biarlah mereka membencinya ia tak peduli. Ia lebih peduli pada dirinya sendiri.
Didunia lain dimana Fiko dan juga Grace sibuk akan usaha mereka, mereka terlihat sibuk dan juga bolak balik keruangan satu ke ruangan lain.
Chun dan Lien diam menatapnya kaget.”Kalian kenapa? Kok kayaknya sibuk banget?”Tanyanya Lien pelan pafa para pelayan yang hilir mudik dari ruangan ke ruanga lain.
Satu pelayan lelaki menatap Lien dalam memikirkan ia harus memberitahu atau tidak sedangkan ia sudah tau jika dia adalah penyusup yahh semua orang tau mereka enyusup tapi diam saja. “Itu tuan Andes pulang kemari bersama teman-temannya.”Ujarnya pelan. Disisinya Chun diam saja melihat mereka yang bercengkrama menjadi tertarik ikut andil.
Dugh... Chun merasa jantungnya berdetak cepat. Ia mengerjab.,”Berarti Lingling juga akan pulang?”Tanyanya pelan.
Terlihat Chun mendengarnya membelalakkan matanya.”Tidka mungkin. Dia tidak mungkim membunuh tunanganku tanpa alasan bukan??? “Ujarnya nanar.
Pelayan itu tersenyum miring.”Tidak ada yang tidak mungkin. Bahkan kehancuranmu juga bukanlah hal yang tidak mungkin.” Bisiknya lalu pergi meninggalkan Chun yang mengepalkan tangannya. Apakah Lingling benar-benar sudah dibunuh karena mereka ketahuan?? Ia kenapa takut yah? dadanya rasanya sesak.
“Chun jangan khhawatir tenang.”Ujar Lien menahan tubuh Chun yang mengeras menahan gejolak amarah. Ia mengusap bahu sang teman. Ia sejujurnya juga merasakan takut dan gelisah. Apalagi ia juga sangat menyukai Lingling. Ia mencintai Lingling tanpa atau dengan kesadaran yang dirinya miliki.
__ADS_1
“Bagaimana Lien? Apa kamu sudah bisa menghubungi tempat jendral You?? Kita harus segera keluar dari tempat ini. kita harus menyelamatkan diri.”Ia mengalihkan pembicaraan dikarenakan nyawanya yang paling utama saat ini. ia tak mau memikirkan hal buruk akan Lingling. Jika Lingling sudah dibunuh patsi mereka sudah dibunuh juga disini.
Lien diam menghela nafas.” Kemarin aku sudah menghubungi mereka dan aku belum melihat balasannya. Dikarenakan ada orang yang segera mendatangi ruangan tersebut tapi aku yakin jika pesan itu terkirim jadi janga khawatir. Mereka akan menjemput kita secepatnya.”Ujarnya jujur, benar ia ahli dalam TIK jadi cukup bisa untuknya meretas dan juga sedikit mengecok sistem disini.
Chun mengangguk pelan.”Kita siapkan dan simpan semua bukti dan apa yang kita dapatkan disini. Persiapkan strategi untuk kedepannya. Aku yakin jika pesan itu sudah terkirim seminggu yang lalu pasukan kita sudah ada dibeberappa wilayah sekitar untuk mengatur strategi dan mencari banyak informaasi penyerangan. Jadi bersiaplah kita tidak punya banyak waktu.”
Lien mengangguk kembali kekamarnya. Chunpun melangkah menuju kamarnya. Mereka harus menyimpan dan menyiapkannya sebelum terlambat. Ini data dan juga bukti sidikat akan organisasi gelap ini. mereka harus dituntut dan ganti rugi.
Tatapan Lien menatap berkas miliknya. Disana ada nama yang membuat ia heran.” Keyla Sanjaya yang datanya terakhir sudah meninggal dua tajun yang lalu dari keluarga Sanjaya yang tidak terikat dengan dunia kejam sedikitpun. Lalu siapa dia?? Dan siapa ketuanya yang baru?? Tidak mungki ketua mereka tetap Keyla manusia yang sudah meningeal.” ia mendpaatkan berkas dari brangkas yang ia seudupi jadi ia cukup heran juga akan fakta itu. Ia juga sudah bertanya pada beberapa orang dna mereka berkata jika pemiliknya memang sudah meninggal karrena tak sengaja dibunuh ayahnya.
Lien menghela nafas pelan menyimimpan semua data disatu tempat. " Aku harus cepat mencari tahu lagi .."
Dan disisi lain ada Fiko yang terkekeh. Itu data lama dari Keyla sang jiwa asli Keyna yang sudah meninggal. Yah tubuh Keyla kan Sudah meninggal yang ada sekarang adalah Keyna tubuh adik kandungnya. Yah Keyna memiliki kisah yang sama sperti Lingling hanya beda tempat dan juga cerita..
“You lose..” Gumamnya memainkan kunci ditanganya mengangguk. Ia bukan orang bodoh menyimpannya file sembarangan.
__ADS_1