
Hhay hay. Kalian semua apa kabar joho,. Jangan takut aku nggak lanjutin ini novel yah . kalian tenang saja aku bakal lanjutkan lok, tetapi hal lain yang buat aku agak jarang UP, dikarenakan yang kemarin aku bilang terlebih lagi aku udah semester akhir. Aku juga punya tanggung jawab menyelesaikan novel ini kok hehe. Jadi seng sabar ye..
...----------------...
Keadaan markas sangat kacau dikarenakan pasukan jendral You cukup banyak dan sudah memasuki markas, ada banyak juga pejaga dari markas tumbang dan mati, itu dikarenakan mereka kalah jumlah. Sebenarnya Andes memiliki banyak pasukan akan tetapi sudah diungsikan dan diselamatkan terlebih dahulu, yang diturunkan hanya separuh saja itupun memang sudah bersedia sedari awal.
Andes dan Keyna mementingkan nyawa pasukannya yang setia dibandingkan dengan harta benda mereka, bahkan mereka tak peduli menang atau kalahnya yang terpenting tak ada korban dan tak ada yang dirugikan, meski itu tidak dimungkinkan.
Wulan dan Vuang berlari menuju keluar markas, vuang dan Wulan terlihat sangat bahagia, akan tetapi Vuang terdiam sebentar melihat ada banyak pasukan mereka melirik Ruang kebelakang.”Vuang ayo kita kepada mereka. Kita harus membantu.”Ujar Wulan menariknya.
“ Tapi bagaimana dengan Lingling.”Gumamnya Vuang. Wulan diam menatapnya.
” Kita harus ikut kata Lingling, jangan sampai mengecewakan dia lagi Vuang. Kita sudah melakukan banyak kesalahan. Jangan lagi. kasihan dia jika harus membantu kita lagi nanti.”Ujar Wulan lirih.
Vuang mengeleng,.” Dia sendiri aku takut dia disiksa atau dibunuh oleh mereka karena tau jika Lingling adalah penyusup. Aku harus mencarinya Wulan.”Ujarnya. Wulan mendengarnya terdiam lirih.
Vuang menepuk pundak Wulan.”Kau pergilah dengan ayahmu dan yang lain, aku akan mencari Lingling, kau tenang saja aku pasti baik-baik saja.”Ujarnya lalu pergi meninggalkan Wulan yang bimbang. Ia melirik kesisi dimana Vuang pergi dan sisi dimana keluarganya menjemput.
__ADS_1
Saat hendka pergi menyusul Vuang ia tertegun.,
”Mau kemana baby?”
Kuduknya merinding mendengarkan suara berat itu. kakinya mendadak lemas hampir jatuh saking kagetnya. Saat ia menoneh kebelakang ia melihat sosok yang ia takuti selama hidupnya. Itu Bir yang membawa satu bila parang panjang seperti samurai. Ini gila..!!
Bir mendekat dan Wulan mundur. Tubuh Wulan gemetar sangat kentara dihadapan Bir. Bir tersenyum miring melihat mangsanya ketakutan, hal yang paling ia sukai, itu membuat ia sedikit terhibur. Katakan saja dia gila tapi itu benar adanya.
“Kenapa munudr hemm? Aku sudah mencarimu dari siang, mari mendekat ada banyak bahaya disini. Aku akan melindungimu kucing kecil.!!” Katanya membujuk tapoi berwaja datar.
Wulan mengeleng pelan. Gila..! mana ada iblis melindungi, yang ada malah dia dibunuh.di Cincang dan dijadikan makanan buaya. Atauebih parahnya ia akan dilecehkan atau dicabulkan. Datar lelaki gila. Penjahat kelamin batinhya Wulan dalam hatinya
“MUNDUR.!!” Teriak Wulan mencoba berani meski ia sangat trauma pada Bir. Ia tak mau terlihat lemah tapi tubuhnya berkata lain. Kakinya bergerak mundur meski sangat sakit dan menghindar dari Tunggul yang menghadang jalannya. Jantungnya teracuh dengan hebat karena BIr yang mengerikan dihadapannya. Melihat Bir tak ada bandinganya melihat hantu.
Bir tersenyum jiring mengangkat pedangnya. Ingin menghunuskan lehernya Wulan tetapi sebelum itu Wulan melemparkannya tanah tepat dimatanya. Bir tertegun measakan matanya perih. pedang nya terlepas dan ia yang mengucek matanya.
Wulan melihatnya pun bergerak maju mengambil pedang yang jatuh dan Srak.... arghh.
__ADS_1
Bir terlalu teledor karena meremehkan Wulan yang ketakutan.
Bir kaget dan juga terkapar dengan kepala yang hampir putus drai tubuhnya. tangan Wulan gemetar memegang pedang penuh darah itu, wajah dan tubuhnya penuh percikan darah. Matanya menatap Bir yang terkapar dengan nafas yang tersendat-sendat. Darahnya seperti air mancur keluar dari urat-urat leher kepalanya. Luka lebar menganga sangat mengerikan.
Bir tak bsia berkata apapun, tapi ia tau ini akhir hidupnya. Wulan maju lagi dan Srak.. tanpa hati Wulan menebas kelaminnya yang ada di celana nya, Ia menggila hingga sobek. Ia memotongnya hingga putus, ia buang jatuh didepan mata Bir, dan tersenyum miring.” Ini balasan dariku. Karena kalian aku hancur.. aku akan habisi kelamin kalian siapapun yang sudah berbuat kejam kepadaku. Cam kan itu..!” Ujarnya melangkah pergi meninggalkan mayat yang tak bisa bergerak lagi.
Tetapi kilatan mata BIr sangat tajam, tanganya dengan gemetar mengambil pistol meski sudha tak focus ia menembak tepat dibagian tubuh Wulan ia tak bisa fikus tanganya bergetar tak bisa dikendalikan.
Dor.. argh Wulan teriak merasakan kakinya ditempat., oa terjatuh lemas melirik kebelakang. “Jika tidak mati sama-sama maka aku pastikan kau cacat seumur hidup.”Batinnya BIr lalu menutupi matanya merasakan sakratul maut.
Wul;an menatapnya nanar.”Bajjingan arhgh...”Rasa skait dan panas memenuhi kakinya, ia terkulai lemas tak bisa menghentikannya rasa sakit dikakinya. Dengan cepat mengambil ujung pedang itu mencongkel kakinya yang tertancap peluruh. sangat dalam, ia tidak bisa. ia harus pergi dulu dari sini tetapi ia takut jika peluru ini memiliki racun., dan jika iyu benar maka kakinya akan diamputasi. Itu tidak boleh terjadi, ia tidak mau menjadi cacat.
Ia terus memaksa mudur dan bersembunyi dibalik dinding, ia memulai melukai kakinya menahan sakit dikakinya, mengambil peluru dengan gemetar. Darah semakin banyak ia tak peduli, ia harus selamat. Tanganya gemetar menggapai peluru yang tlah ia temui, sangat dalam membuat lukanya menganga. Ia menghela nafas mengeluarkan obat dari Lingling, ia membukanya ternyata habis, Ia ingin menangis menahan sakitnya. Ia terdiam mengguncang obat itu gemetar, tak ada lagi, ia meludah tempat obat itu berharap bisa menghasilkan sedikit dan bisa ada sisanya saja.
Ludahnya yang didalam tempat itu bercampur dengan sisa obat yang kering. Ia segera memoleskanya dikaki yang terluka, ia tau itu memiliki bakteri tapi ia butuh pemberhentian darah, jika tidak ia akan mati kehabisan darah. Lalu ia mengambil sedikit dedaunan yang disisinya ia tau itu obat terlarang ia segera mengunyahnya dan menekannya dilukanya. Ia membuka bajunya menyisakan tangtop dalam yang menampilkan pusatnya. Ia membalut lukanya dengan erat sipaya darah tidak lagi keliar. Nafasnya naik turun.
”Bajingan sialan.. “ Gumamnya ia lemas dan sangat lelah. Efek obat daun itu sangat kuat hinga ia ingin tidur. Ia mengistirahatkan tubuhnya sejenak.
__ADS_1
Disisi lain lingling melihat semua kekacauan. Saat jendral You yang disana maju dan mnenyerang markas, tak berselang lama Bom terdengar nyaring hingga bangunan paling mewah dan besat itu meledak menghabiskkan riuk piuk debu yang besar ditrengah malam. Lalu ada yang bersembunyi, tiarap dan juga banyak lainnya. Lingling jadi terhibur melihatnya. Dulu saat ia kecil ia juga pernah mengikuti kakeknya berperang dikarenakan paksaan ibunya yang kejam. Hey dia perempuan tapi malah disuruh memimpin perang meski ia menang si tetapi tetap aj ibunya kejam.
Keadaan sangat kacau tapi belum ada tanda-tanda Mike ataupun temanya keluar membuat Lingling terkekeh. Benar-benar, dan ini saatnya ia cari cara supaya ia dibunuh dan kembali kedunianya lagi. yah ia harus mati dimalam ini jika tidak ia tak akan bisa kembali dan jiwanya lenyap.