Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Bersalah


__ADS_3

Langkah kaki Lingling sangat cepat menuju kamarnya, ternyata kamarnya sudah ditutup rapat oleh Andes. Lingling dapat melihat jika disana ada Andes yang menatap dirinya dengan tatapan kusutnya. Sangat kusut bahkan, ia meringis bagaimana ia bisa kesana sedangkan waktunya hanya setengah jam lagi?


Andes memijit pelipisnya dan memejamkan matanya.”Bagaimana bisa ia tertidur bagai manusia mati begini? Bahkan sudah ku teriaki hinga suaraku habis ia tak juga bangun. Jika ku hujuh pun sekarang pasti sangat mudah.. Dasar bodoh...”Gumam nya Andes tak suka.


Sebab sedari tadi ia menyruuh Lingling bangun karena takuti jika penyusup itu menyakiti Lingling.”Bagaimana aku mencari penyusup itu jika dia ada disini? Bagaimana jika dia diculik atau dibunuh?”Gumamnya nanar.


Lingling didekat jendela terdiam disana. Tanganya lemas rasanya ketika tau Andes menunggunya dan mencemasinya sedangkan dia adalah pengkhianat sebenarnya. Ia diam mengepalkan tanganya. Nampak Andes mendekati Lingling yang tertidur dan mencium kepalanya. ”Bahkan aku tak mau kamu terluka dan pergi.”Gumamnya lirih dan pelan namun terdengar oleh Lingling. Andes disana naik diatas kasur dan tidur disisinya Lingling. Tetapi ia memilih menatap langit dan memejamkan matanya. Ia tak memeluk hanya saja ia disana ingin bersama Lingling.


Kepala Andes sakit karena mengingat tawananya hilang dan ia ingin pergi. Tapi ia tak jadi sebab melihat jendela kamarnya Lingling tadi terbuka dan ternyata Lingling lupa menutupnya lagi. ditambah tadi Lingling lupa jika salah satu senjatanya tertinggal. Lingling ceroboh.


Lingling menghela nafas disana memegang dadanya yang sakit, seperti ada yang retak. Ia menenakannnya dan memejamkan matanya. Ia tak tau kenapa akhir-akhir ini dadanya sering sakit, sungguh ia tak tau. Tetapi satu hal yang ia tau jika ia merasa bersalah akan Andes yang ia khianati.


Sesungguhnya yang sakit didadanya Lingling itu adalah hatinya. Setengah hatinya ada di Liong. Dan setengah hatinya lagi ia beri kepada Raja iblis ketika ia ingin kesini namun dicuri oleh ibunya. Dan sekarang ia merasa sakit karena ia memiliki ikatan perjdoohan kepada Liong sebagai dewa perang. Jika ia mengkhianati atau merasakan cinta kepada manusia lain atau orang lain. Maka ia akan merasakan hatinya hancur,, dan ketika ia benar-benar berkhianat maka ia yang akan mati, sama halnya dengan Liong. Jika Liong berkhianat maka ia akan mati dan musnah. Bahkan yang oarahnya keduanya akan musnah jika salah satu ada yang mengkhianati. Semoga kalian tidak lupa jika Liong adalah dewa jadi ia mengikat Lingling secara fisik maupun batin. Sungguh.


Ketika Lingling melihat Andes yang tertidur ia segera masuk melalui pentilasi dan segera mengantikan guling itu dan tertidur. Pergerakanya itu membuat Andes bangkit dan menatapnya, ia kaget dan ia pikir itu adalah penjahat itu.


Disana Lingling yang pura pura tidur itu terdiam dan membuka matanya.”Ka-kau siapa? Kau bukan Lingling..”Gumam Andes. Ia mencium bauh obat ditubuhnya Lingling. “Ini Bauh racun. Kau siapa?!! Tadi tidak ada bauk ini.”Ujar Andes mengajuhkan pistol ke LIngling.

__ADS_1


Lingling tak tau harus apa. Baagimana bzi aia ketahuan.?


Ia lupa membuang bauh racun Vuang pada tubuhnya...!


Ia terdiam menatap Andes dengan dada sakitnya. Sangat sakit membuat ia terdiam memegang dadanya. Ia tak tau jika Andes seperhatian ini. hingga ia tak punya cara lain selain mengambil pisau dan menusuknya dengan pelan didalam selimut didadanya. Ia harus mengelabui Andes.


Ia membukanya ke Andes membuat Andes terdiam. Lingling memainkan tanganya ke jendela dan menujukkan kesana.”Penyusup.” Gumamnya... Jendela terbuka akibat Lingling dan Lingling menunjukan luka didadanya dan pisau ditangannya.


“Bagaimana bisa?”Gumam Andes kaget. Ia menatap lingling nanar dan meringis. Lingling mengeleng dan berkata.”Tadi ada yang mau membunuhmu tapi aku menahannya hingga aku terluka.”Ujarnya berbohong. Andes terdiam melihatnya dan segera melihat jendela meninggalkan Lingling.


Ia menatap diluar jendela dan tidak ada siapa-siapa. Itu kamar diatas dan ia mengusap kepalanya.”PENJAGA.. ADA PENYUSUP.. TANGKAP..!!” Teriaknya nanar. Ia mengusap kepalanya segera mendekati Lingling yang Nampak kesakitan dan menutupi matanya.


Lingling menghela nafas sakit. Dadanya sangat sakit bagai ada yang tersayat. Bukan karena luka tapi karena rasa bersalah akan membohongi orang sebaik Andes. Apalagi sakit itu menusuk dihatinya. Rasa ingin meledak.


Hingga ia rasa tak sanggup. Ia merasa tepukan dipipinya.”Lingling. kau tak apa hey? Jangan pingsan, buka matamu.”Ujarnya Andes khawatir. Andes disana sangat panik. “Grace..!!! Grace.. bantu aku cepat panggilkan Jacob..!” teriaknya nanar. Jacop ahli beda dann ahli kedokteran disini. Ia segera membaringkan Lingling dan memanggil Jacob dengan panggilan darurat.


Lingling menenangkannya dan Andes terdiam. Andes melihat luka yang mengeluarkan banyak darah dan senyum Lingling.”Aku baik-baik saja. Tenang lah.”Ujarnya disana dengan nanar dan juga lirih.

__ADS_1


Andes menatapnya marah.”Bagaimana bisa tenang kau bodoh..! bodoh jika tenang seperti ini.”Ujarnya.


“Kau jatuh cinta padaku. Mangkanya kau khawatir.,”Ujarnya Lingling tersenyum. Pltak.. auu.”Sakit.. kau ini kenapa kepalaku dipukul. ”Ujar Lingling mengeluh memegang kepalanya yang terasa sakit.


Andes menatapnya tajam.”Hey kau bodoh. Bagaimana bisa tidur seperti mayat ha? Dan tiba tiba bangun kau terluka. Kau ini membuat jantung siapapun akan ingin meledak. Bukan karena cinta tapi kau itu bodoh. Paham?”Tanya Andes.


Lingling memainkan bibirnya memegang dadanya. “Iya aku bodoh. Tapi tak ada orang yang khawatir kepada siapapun kecuali dia memiliki rasa simpati. Dan kau manusia baru,, mana mungkin punya simpati jika kau tak menyayanginya ya—arghh. Sakit bodoh.”Ujar Lingling ketika Andes menekan lukanya.


“Mangkanya diam kau..”Ujar Andes tak suka. Ia sengaja karena tak mau mendengar celotehan Lingling. Lingling menghela nafas dan juga menatap Andes.


” Ada apa Des? Siapa yang terluka?”Tanyanya Jacob yang datang dengan capekk. sebab ia dari ujung ke ujung villa karena tadi ia mencari penyusup disuruh Andes.


“Apa saja kerjaanmu ha? Kenapa kau pergi dari tugasmu. Lihat dia kena tusukan oleh penyusup dan kau baru datang. Jika dia kehabisan darah bagaimana ha? Kau mau kemberi darahmu?!!” Tanya Andes keras. Jacob terdiam melihatnya. Andes sangat marah sekarang.”Obati dia sekarang cepat..!!!” Teriak Andes.


“Tadi kau yang menyuruhku mencari peny---“


“Cepat obati dia ku katakana..! kau tuli?!!” Teriak Andes. Jacob terdiam dna mengangguk saja. Sungguh Andes seuka hatinya saja.

__ADS_1


Andes meliriknya dan berkata.”CEPAT..!!” Teriaknya. Jacob segera mendekati Lingling dan segera mengobatinya dengan cepat. Lingling memejamkan matanya menikmati permainanya. Ia tak tau harus terluka untuk kepercayaan,


Ia membayangkan bagaimana jika Andes tau pengkhianat sesunggunya itu adalah dirinya? apakah Andes akan segera memaafkannya? Atau ia akan membunuh dan membencinya? Ahkk Linglling berjanji pada dirinya jika ia tak akan membunuh Andes dan akan melindunginya. dan jika pun ia harus melawan ia rela mati untuk Andes yang ia anggap orang paling baik didunia ini. sungguh..!!!


__ADS_2