Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Siapa kau?


__ADS_3

Lingling mengusap pipinya yang terasa gatal menatap beberapa ruangan. Semuanya terlihat gelap dan beberapa sedari tadi menatapnya dengan tatapan datar semua. Apa memang semua terlihat semenyeramkan ini. Disini bukan hanya pria saja. Tapi juga ada para wanita.


Namun satu yang sama, mereka sama-sama beroto dan terlihat gagah. baik laki laki maupun perempuan.


Tatapanya terhenti disatu ruangan yang didepanya, ia mengintip sebentar dan disana berisihkan banyak orang lain membuat ia menggarut pipinya dan memilih mengikuti langkah Andes yang terlihat sangat sangat cepat diperjalanan ini.


"Jangan menyentuh apapun....!!! " Ujar Andes membuat Lingling mengangguk paham.


Belum sampai satu detik ia kndyentu dinding dan dinding itu bergeser. "Argghh... "Teriaknya kaget.


Karena ia merasa tersentrum. Andes melihatnya memutar bola mata malas dan menarik tangan Lingling "Sudah ku bilang jangan menyentuh apapun..! "Ujarnya.


Lingling mengusap tangannya mengibasnya menatap Andes dengan tatapan tak percaya. "Maaf. "Cicitnya. Andes diam dan melangkah...


"Tanganku sakit... "Cicit Lingling namun tak digubris Andes membuat Lingling mencebik san berjalan. Ia mengecup tangannya sendiri.


Andes meliriknya dan tersenyum.. Bisa bisanya ada manusia sepolos ini.


Lain ditepat ini. Dimana tubuh Lingling dimasuki oleh Eliza. Eliza selama berada disini sudah banyak berubah. Ia sudah bisa masak banyak makanan enak karena belajar pada Qira ibunya Lingling, ia juga banyak belajar tentang alam dan lainnya hingga saat ini ia belajar untuk berpedang..


Ia sudah siap dengan baju perangnya yang terbuat dari besi, namun sungguh mengenakanya saja ia meraakan sesak dan panas. Ditambah terik matahari ia merasa kulitnya terasa melepu karena panasnya hari ini. Sesekali ia melirk Qeqe dan Heqi yang sudah siap, ia tak bisa mengenakan pedang..! bahkan mengangkatnya saja ia tak mampu..!


“Linger.. sini. Kamu ngapain disana?!!”Teriak Heqi menatap Eliza heran karena ia berlindap dipohon besar didekatnya. Yah Lingling masih dikerajaan sana karena ibunya yang menyuruh. Kata ibunya disini heboh banyak teman untuk belajar dan memahami suatu lingkungan ketimbang hutan.


Lingling disana menyesuaikan tubuhnya dengan baju lalu melangkah mendekat, ia harus semangat disana.


“ Kau kenapa tampak lesu hm?”Tanya Heqi mengusap kepalanya yang sudah berkeringat itu penuh sayang.


Lingling menatap Heqi dengan tatapan binar namun mengeleng. Ia tidak boleh menyukai kakaknya sendiri. “ Annuuu.. Lingling lupa bagaimana carannya berpedang kak .”Ujarnya mengerjab dengan helaan nafas dan menatap lain arah, takut ketahuan.


Heqi disana mengangguk paham. “Yasudah. Mangkanya belajar ayok.. kalah ajarkan sini.. kau itu ahli pedang asal kau tahu dulu. Kau bahkan dinobatkan wanita terkuat diseluruh kerajaan meski kau terkenal pemalas dan juga tertutup.”Ujar Heqi disana dengan pelan.

__ADS_1


Eliza membuka mulitnya tak percaya dibuatnya. Ia mendekati Heqi dikalah Heqi memberikan pedang yang berwarna biru itu. Biru yang seperti kaca tembus pandang membuat ia kagum. “Ini pedangmu Ling. Ini yang sering kau gunakan, dan hanya kamu yang bisa mengenakanya. “Ujarnya disana. “Ini hadia yang diberi paman Leon setelah kamu ulang tahun di suia 10tahun. Dia meapatkan ini digunung es dimana ibu kita dulu pernah dibekukan disana.”Ujarenya disana.


Hanya pemiliknya saja? Bagaimana dengan dirinya yang bukan pemiliknya? Apa tidak ada—apa? Tapikan ini tubuh Lingling?


Tapi ia harus sekuat Lingling supaya tidak direndahkan dan balas dendam..! ia harus kuat supaya ia bisa mencapai apa yang ia mau.


“Ibu dibekukan? Kenapa?”Tanyanya heran menatap Heqi. Heqi menatapnya cukups senang. Karena Lingling yang sekarang sudah jauh kebih baik dari sebelumnya karena sebelumnya Lingling Nampak tak suka bicara dan juga menhargai orang lain. “Dulu ibu dibunuh karena klan biru mau menguasai dunia. Ibu mengorbankan hidupnya untuk dunia. Yah ceritanya panjang El.. Tapi harus kau tau jika ibu itu sangat kuat. Bahkan ia mampu mengalahkan ayah dan kakek Long Wey.. dan kau tau? Cita-citamu sedari kecil itu adalah menjadi seperti ibu. Kuat, baik dan juga penyayang.”Ujarnya disana menjelaskan dan tersenyum bangga akan ibunya.


Lingling mengangguk saja. Ia mulai membuka pedang itu.


Dan Tak lama setelah ia membukanya...


Arrrrhhhh... Teriakan Eliza membuat heqi dan Qeqe kaget melihatnya.


Ia terkejut dikalah pedang itu menyengat tubuhnya.. ia merasakan sakit diseluruh aliran darahnya hingga ia merasa jiwanya tersedot dan Bugh..


“Ling’er..”Tereiak Heqi disana menatapnya kaget. Ia menarik pedang yang baru saja mau digunakan Eliza itu dan menyimpanya. Nampak Eliza disana tersendat dan menatap kakaknya..


“Kau tidak apa-apa? Kau kenapa? Kenapa terluka? “Tanya Qeqe disana cepat dan memeluk kembaranya itu dengan khawatir.


“Siapa kau sebenarnya?”Tanyanya disana dengan datar kepada Eliza yang Nampak terkulai.


Eliza menatap Heqi mengerjap dan menjawab.” Ak aku Lingling.”Ujarnya dengan nanar. Apa ia sudah ketahuan saat ini.


Heqi langsung menarik tangan Eliza membuat Qeqe menepisnya, “Apa-apaan si kak? Kau tidak lihat tangan Lingling terluka.!!”Teriaknya marah.


Bugfh.. Heqi mendorongnya dan menarik tangan ingling. “Dia bukan Lingling. Karena Lingling tidak mungkin terluka ketika mengenakan pedang Ciaolo, pedang Phoenix biru dari paman Leon. Karena dia itu ahli binatang dan hanya ahli binatang tingkat dewa yang mampu mengenakan ini. Bahkan paman Leon dulu saja membawa ini dengan amanah dari burung phoenix. Hanya beberapa orang yang bisa menyentuhnya.”Ujarnya disana memberi tahu,.


Qeqe tertegun. yah, itu pedang yang diberi Leon dan terkenal sangat ajaib., itu hanya bisa digunakan Lingling dan beberapa kali juga orang meninggal dan hilang ketika mau mencuri pedang ini,


“Dan kenapa tanganya terbakar pasti dia memiliki rencana jahat dengan berlatih pedang.”Ujar Qeqe ingat akan pesan Lingling.

__ADS_1


Sebab kata Lingling ketika mau memegang pedang ini harus berhati suci dan jangan memikirkan hal yang buruk. Begitu juga orang yang sedarah dengan Lingling. Intinya hanya darah Qira yang mampu memegangnya, hanya memegang bukan mengenakan yah. Karena mengenakan pedang itu sama saja menyedot jiwa sesoerang dan mengambil kekuatannya hingga ia mati.


Qeqe menatap Heq dan Lingling. Lingling Nampak mengigil melihat tatapan tajam itu.“Siapa kau sebenarnya? Apa yang kau mau dari kamu?!!”Tanya Heqi disana. “Dan bagaimana bisa kau ada ditubuh adik kami?”Tanyanya disana cukup dingin. Ditengah terik matahari membuat amarahnya semakin menggelegar.


Lingling disana menahan isak tangisnya dan tangan yang sakit. “Hiksiks.. tolong aku dulu. Ini sakit.” Ujarnya. ia tak punya pilihan lain saat ini. Heqi dan Qeqe yang melihatnya terdiam dan menatap langit.


Heqo disana menatap Qeqe yang ahli obat dan alam. Qeqe Nampak diam menatap tangan Eliza yang sangat merah dan melepuh saat ini. Bisa dipastikan akan membusuk jika tidak diobati.


"Duh... bagaimana ini kak.. kita tidak bisa menolongnya kecuali hanya Lingling asli yang bisa mengobatinya.”Ujarnya disana nanar..


Eliza mendengarnya cukup kaget. Tanganya sangat perih dan juga sangat panas.


“Apa yang kau rencakan sampai pedang itu menyedot jiwamu?!”Tanya Heqi disanna ndatar.


“Biarkan saja dia mati jika begitu. Dia memiliki niat jahat.”Ujarnya dengan dingin dan tajam. Ia tau hal itu. Sebenarnya ia juga sudah curiga sedari awal jika dia bukan Lingling asli.


Lingling Nampak menangis disana ditengah matahari itu. Qeqe menatapnya dengan ibah namun benar kata kakaknya. Lingling mendongak. “Tapi ini tubuh adik kalian hiks hiks. Jika aku mati iitu tandanya adik kalian akan mati.”Ujarnya gugup.


“Tolong tulangku sangat nyilu dan juga lemah seperti mencair. Sakit.”Ujarnya disana meraung meminta tolong. Disana memang hanya ada mereka karena sekitar memang tempat latihan kaisar.


Heqi dan Qeqe membelalak mendengarnya. “Apa maksudmu? Jangan mengancam kami..!” Teriak Heqi dengan tatapan dinginnya. ingin ia membunuh Eliza saat ini juga. Tapi ia harus tahan.


“Tapi memang begitu nyatanya. Tubuh ini milik Lingling hikshiks. Tolong aku.”Ujarnya disana melemah dan sekarang tangannya teramat perih. Ia ingin pingsan namun tak bisa,


Heqi mengusap kepalanya menatap Eliza. Qeqe pun sama. “Kak bagaimana ini?”tanyanya Qeqe pada Heqi. “Jika bukan Lingling yang bisa menyembuhkan dia hanya raja Phoenx yang bisa. pemilik dari pedang asli.”Ujarnya disana dengan nanar.


Heqi disana menatapnya sulit diartikan. “Lebih baik kita bertanya kepada dia bagaimana sebenarnya terjadi dulu baru kita bertindak.”Ujarnya sinis kepada Eliza yang masih menangis. Qeqe disana pun mengangguk dibuatnya. “Aku yakin dia penyusup.”


.


.

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak guys.. ...


.


__ADS_2