
Anak-anak yang usianya kebanyakan dari usia 8-16tahun disana mengangguk. Chun semakin tidak paham disana mendengarnya. Apa tadi pelatihan mandiri? ,mana ada pelatihan mandiri anak anak dengan jenis kejam begini. Yang ada hanya penyiksaan anak-anak, mana tak ada yang layak lagi. memang grace sudah gila batinnya.
Grace disana bertepuk tangan.”kalian akan melawan satu sama lain, yang paling kuat bebas memilih untuk kemana, mau keluar dari sini atau dilatih dengan fisik ataupun school sebagaimana yang disiapkan. Kalian nanti bisa menjadi abdi Negara dna juga cita-cita kalian. Lalu aka nada sesi dimana kalian diadu otak dan juga iq kepintaran untuk mendorong dimana minat dna bakat kalian. Sedangkan yang tidak memiliki bakat atau IQ yang tinggi. Bahkan juga kalah dibagian adu fisik maka dia akan tetap bisa memilih akan tetapi dia nanti masih akan diawasi dan dibina selama dua tahun mendatang untuk hidup mandiri diluar sana. Tapi dengan catatan kalian harus hidup dengan baik, tidak boleh ada yang menjadi pejabat Negara yang egois dan mencari kekayaaan sampai melupakan kewajiban dan kejujuran. Tidak ada yang boleh menjadi pengemis ataupun menjadi orang susah diluar sana seminim-minimnya kalian harus menjadi pelayan café unyuk bertahan hidup paham?”Tanyanya disana dengan tegas.
“Paham mami.”Tegas mereka serentak kepada Grace. Chun? Apa ini?? bagaimana bisa?
maksudnya apa? Pertanyaan demi pertanyaan memasuki pikirannya yang mendengar apa yang Grace ucapkan. Jadi mereka disini dibina dan juga akan diseleksi untuk menjalani hidup didunia luar? Atau bagaimana?
“Grace kau tidak salah? Kau tidak akan menjual organ dalam atau menjual mereka menjadi budak begitu?”Tanya Chun pelan kepada Grace karena terlalu tidak masuk kedalam otaknya,,
Grace disana mengangkat alisnya mendengarnya, namun sedetiknya tersenyum menyeramkan.”Siapa yang menjual organ dalam siapa? Kau pikir aku sejahat itu dalam menjual anak? Atau organ dalam mereka yang tidak memiliki kesalahan apapun??”Tanyanya. chun diam menatapnya kaget. Jadi bukan untuk dijual. "Aku memang menjual organ dalam dan manusia tapi manusia kotor...!!"
Grace disana menghela nafas pelan.”Mereka aku pungit dan juga aku mabil dari anak para ****** yang tidak mau membesarkan mereka atau pun mereka yang dibuang. Aku memang mengajarkan mereka dengan keras tetapi bukan karena atau membuat mereka menjadi tahananku. Melainkan aku ingin mereka menjalankan hidup dengan layak diluar sana. Diluar sana terlalu kejam untuk anak-anak polos seperti mereka mangkanya aku ajarkan hidup susah supaya mereka nanti tidak lagi kaget atau mengeluh. Mereka akan tau jika sesungguhnya lebih sakit didunia luar dimana kalian kelaparan didepan orang kenyang dibandingkan perut yang kenyang tetapi keadaan yang sulit. Diluar sana banyak orang yang memilih membeli makan dibanding baju karena apa? Karena mereka tau jika makanan yang membuat mereka bertahan hidup bukan baju atau harta...!” Ujarnya tegas.
Chun terdiam mendengarnya. “Tapi caranya salah..!!!” Anak-anak disini malah disuruh untuk membersihkan kebun, lalu disuruh membersihkan semua ruangan, hingga ditidurkan didalam penjara yah penjaralah yah namanya jika disatu ruangan yang tidak memiliki kamar mandi lebih dari tiga buah. Lalu baju yang tidak diganti-ganti. Ini bukan pengajaran.
“Semua orang punya metode penggajaran masing-maisng. Baik kasar, jahat dan juga tak bisa dimasuk keakal akan tetapi semua orang memiliki tujuan bukan? Ini caranya bukan caramu jadi jangan samakan cara kalian.”Fiko angkat bicara ketika melihat Chun yang tidak terima akan metode yang Grace gunakan. Sebenarnya dirinya sendiri juga tidak terima, tetapi mengingat Grace lakukan adalah suatu yang tidak semuanya salah ia hanya diam sebagaimana adiknya lakukan.
Chun menggeleng.”Mereka manusia Grace. Meskipun mereka harus tau jilka dunia luar kejam yang paling egois maka akan bertahan hidup bukan berarti mereka kau perlakukan begini. Kau bagaikan menjadikan mereka hewan ternak dan sampai kapan kau mengurung mereka.”Tanyanya tegas.
“Dan itu bukan urusanmu.. mau caraku salah benar dan semuanya aku tidak peduli toh dari mereka yang aku didik selama ini tidak ada yang gagal. Bahkan banyak yang menjadi abdi Negara. TNI dan juga memilih perusahaan besar diluar sana. “Ujarnya Grace tegas “Dan kau bukan siapa-siapa kami untuk mengatur atau mengutarakan pendapat disini. Hanya orang asing yang beruntung karena kami tidak membunuhmu selama ini. kau sudah mati ditangan kami sedari dulu.” Gumamnya pelan menatap Chun tajam.
__ADS_1
Chun mundur mendengarnya, bukan apa tetapi mendengar suara Grace yang sangat marah dan juga mengingat mereka memang bukan siapa-siapa membuatnya sadar. Siapa dirinya berani sekali mengatur dan mengatakan ini salah???
Grace menghela nafas dna menatap anak-anak.”Baik kita lanjut akan acara kita.. “Ujarnya meninggalkan Chun yang mengepalkan tangan.
Memutar otak untuk melepaskan anak-anak disini. Ini bukan pendidikan yang baik baginya. Pendidikan dan juga pengajaran yang baik tidak meski ada yang namanya kekerasan, jika ada cara baik dan manis kenapa ada cara keras? Toh Tuhan ciptakan hati bukan untuk dipajang saja melainkan untuk digunakan bukan?
Lien yang sedari tadi menyaring semua kenyataan. Jadi tempat ini tidak 100% salah tapi juga tidak 100% benar. 50% 50% lah yah benar dan salahnya. Benar karena tujuannya untuk kebaikan anak-anak, tapi salahnya juga 50% karena ajarannya yang tidak manusiawi dan tidak sebagaimana semestinya. Tidak semua anak bisa diajar dengan kekejaman dan kejahatan. Ada sebagian anak yang akan meniru ini ajaran yang salah nanti ketika ia memiliki anak ia akan mempraktekkan hal jahat ini pada anaknya dikarenakan misi dan juga pemikirannya yang mengatakan jika ini adalah suatu kebenaran . lalu siapa yang salah jika sudah melakukan kejahatan berantai??
Bahkan ada banyak anak-anak yang menjadi pesycopat karena apa? Itu karena lingkungan dan juga karena tekanan batin dari orang tuanya. Jadi jika sudah begini apakah yang diajarkan Grace benar? Tidak. Tidak ada pembenaran untuk orang tua mengajarkan anak-anak kejahatan dengan metode kekerasan dalam mendidik. Tidak ada pembenaran akan hal ini..!!
Semua harus cepat diselesaikan. Satu minggu lagi, satu minggu lagi semua harus berakhir, ia akan mencari cara untuk melepaskana semua kejahatan disini.
...----------------...
Uhukkuhukk..
“Lingling.. Kankan udah aku bilang jangan dicicip semua makanannya, ngeyel si.” Andes segera memberikan minum pada Lingling yang tersedak. Lingling mengusap dadanya yang terasa berat dan meminum jus Lemon Thea yang diberi Andes
Legah.. dadanya terasa perih terhimpit sudah tergangti sedikit segar.
“Ini pasti ada yang ngingetin dan lagi ngomongin nama aku.”Gumamnya dengan menuduh.
__ADS_1
Andes mendengarnya mengernyit. Keyna dan Alka pun ikut menatapnya.”Memang apa hubunganya Ling?”Tanyanya Alka disana pelan.
Lingling menatap Alka polos.”Ada. soalnya kata temenku dulu yah gitu. Kalo ada yang manggil atau bicarain nama kita kita bakal tersedak. Jika ada yang mengatakan keburukan kita berarti kita sedang dibicarakan dibelakang. “Ujarnya polos.
Alka yang memang tertarik dengan hal berbau mitos dan mistis pun mendekat.,”memang bener-benet yah gitu? Aku pikir itu Cuma khayalan. Kamu tau Ling.. kemarin saya liat ada anak yang enggak punya kepala dijalan eh pas saya liat lagi ternyata tunggul.”Ujarnya.
Lingling yang tadinya mendengar serius menjadi datar dan mendengus sabar.
”Itu mata loe yang rabun bukan hantu atau mistis yang berubah jadi Tunggul, annjimmmm..!” Andes mengetuk kepala Alka yang sudah mererai kemana-mana kesal.
Alka disaa mendelik tajam.”Kan gue lagi cerita, gue juga ga ada bilang itu hantu kan? sensi banget si Jeng..”Ujarnya tak suka.
Andes menatapnya melotot. " Jeng Jing Kong. Pala loe Jablay....!!!!" Ketusnya.
Keyna menghela nafas. makan malam romantic gagal, tidak ini tidak bisa dikatakan romantic sama sekali, yang ada hanya keributan. Akh sudahlah Keyna kau tak perlu lagi memikirkan urusan dan hubungan mereka lagi. tidak ia tidak akan lagi mau. Kepalanya sakit bisa langsung lahiran jika begini.
.
.
.
__ADS_1