Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Ternyata


__ADS_3

Lingling disana malah menatapnya dengan anggukan.”Yah aku penyakitan karena tak mengenakkan baju yang layak disana, tempat yang kumuh dan makanan yang bergizi hingga tak bisa tumbuh selayaknya manusia. Maafkan aku yang hina ini.”Ujarnya dengan air mata yang jatuh dan gigi yang menggigit bibir bawahnya.


Andes mendengarnya terdiam.”Bu-bukan begitu maksudku..—“ Ucapan Andes terhenti menyirat tak suka pada Lingling. Ia ingin bilang apa dan menjelaskan apa? Ia tak suka Lingling disentu Alex ? bisa-bisa nanti Lingling besar kepala dan mengangap dirinya menyukainya. Oh no..!! itu tidak boleh terjadi bukan?


Lingling mengangguk.”Tidak usah begitu santai saja, sebab aku tidak sakit hati tenang saja.”Ujar Lingling menyenderkan tubuhnya kealas pisang menatap langit dalam.”Kadang hidup selalu dituntut ini dan itu padahal dasarnya mansuia tidak ada yang meminta dilahirkan bukan? Termasuk aku, aku tak meminta dilahirkan. Apalagi didalam keadaan menyakitkan begini.”Gumamnya pelan memejamkan matanya melanjutkan ektingnya.


Andes terdiam dengan wajah rumit menatap Lingling. Alex melihat Lingling rapuh diluar dari kendalinya menjadi sendu dan prihatin. Alex menatap Andes tajam dan memilih tidur ditempat ia duduki tadi. Memilih untuk ikut tidur,.


Boy? Ia sudahh memejamkan mata sembari mendengarkan saja sedari awal pun angkat bicara ketika keheningan melanda,.”Kadang kita bisa bilang begitu, tapi pada kenyataanya dulunya manusia diciptakan sesuai perjanjian pada Tuhannya. Apakah ia sanggup menjalankan apa yang akan ia lewati atau tidak. Mangkanya ada anak yang gagal dilahirkan karena keguguran, itu karena mereka tidak kuat dan memilih mundur untuk melihat dunia yang kejam ini.”Ujarnya pelan. Lingling dan lainya mendengar dan membukakan matanya.


Boy terkekeh,”Dan kalian tau? Manusia dihilangkan ingatannya tentang perjanjian takdir tersebut, mangkanya bayi lahir didunia ini menangis, sebab mereka kehilangan ingatan mereka. Mereka sudah diberikan takdir sebelum dirinya diciptakan termasuk kita. jadi jangan salahkan takdir tapi salahkan diri sendiri yang tak mampu memilih jalan untuk diri sendiri. “Ujarnya pelan dan memejamkan matanya.


Lingling mengangguk.”Ibuku juga bilang begitu. “ Batinya menginat kata-kata ibunya dulu. Ia menatap bulannya dengan sendu.


Hidupnya sangat sempurna, tapi ia tinggalkan demi impiannya yang tak masuk akal, ingin tidur tanpa diganggu ibunya hingga sore hari, ingin melakukan semua hal dengan praktis, ingin tak ada yang mengajaknya bicara karena bicara melelahkan, ingin kemana-mana tanpa jalan kaki dan segera sampai.. Hahaha dia gadis yang bodoh mendambahkan itu.. sungguh ia tak lagi mau itu semua, ia hanya ingin kembali dengan kedua kembaran dan ibunya, ayahnya. Kakeknya, pamannya.. Tolong kembalikan dirinya pada dunianya Tuhan.

__ADS_1


Andes melihat ada tetesan air mata dipipi Lingling. Seberat apa hidup yang dijalannkan Lingling? Ia bersumpah akan membagikan kebahagiaan untuk Lingling, tapi ia sendiri tidak tau apa yang harus ia lakukan. Ia minim ekspresi, ia minim akan perasaan, ia minim bercakap. Semuanya minim karena ia hanya temanya sebagai dunianya. Tidak dengan keluarga iblisnya.


Malam sudah hilang, suasana pagi sudah menyapa, Lingling semalam tak tidur sebab merasa hawa disini berbeda, ia tau ada yang mengawasinya. Ia berfikir positif tapi tak bisa. ia sangat lelah hingga semua tertidur ia berjaga. Ketika pagi menyapa semua terbangun baru ia terlelap. Ia tertidur dengan menaikan satu kakinya diatas kakinya yang lain, lalu bersedekap dada. Ia Nampak tak seperti tidur, lebih tepatnya sperti orang yang memejamkan mata.


“Dia terlihat kelelahan.”Gumam mereka membuat Andes setuju.


Boy mendekati Mike dan mengecek keadaannya. Suhu tubuhnya normal, lukanya sangat cepat memulih, dan ia sudah tak apa-apa membuat mereka terkagum akan hal ini.”Mike sudah membaik.”Ujarnya Boy mengangguk.


Andes berdiri dan menatap sekeliling. Ini dimana??? Ia menatap kedepan, disampingnya ada Alex yang ikut melihat sekitar,”Itu jalan yang kita lewatikan?”Tanyanya melihat jalan yang berada diujung sana. Sangat jauh sebab jembatan itu dibuat ditengah lautan melintang. Itu sangat jauh wajar saja mereka berenang sangat lama kemarin.


Alex mengangguk.”Benar. Tapi bagaimana cara kita pulang??” Tanyanya disana. HP Mereka didalam mobil, belum lagi semua yang mereka miliki disana jadi mereka harus bagaimana? Menunggu Mike sembuh?


Andes tersenyum miring dengan mata yang menajam.”Mereka mau bermain dengan kita bukan??? Kita buat mereka bahagia terlebih dahulu baru kita akan menjatuhkan mereka.. kau tenang saja masih ada Keyna yang akan melacak kita. aku masih memakai ini.”Ujarnya menunjukan jam ditangannya. Jam itu ada lokasi Andes yang diberi Keyna..


Alex melihat cincinnya.”Benar juga. Keyna juga memberiku ini. katanya didalamnya ada Chif. Wohh.”Gumamnya takjub.

__ADS_1


Andes terkekeh lalu mengangguk. “Mari kita berlibur untuk menyenangkan mereka sejenak. Sepertinya berlibur disini tidak buruk.”Ujarnya mengangguk melihat sekeliling yang sangat bersih dan asri,


“Aku mau mandi, sangat gerah.”Gumamnya Boy menyadarkan keduanya.


Mereka melihat Boy yang mengipasi tubuhnya yang bau laut. Andes dan Alex mengangguk dibuatnya.”kita cari air saja. Kata Lingling semalam dekat ini ada air bukan? Jadi ayoo.”Ujarnya Alex semangat mengingat dirinya yang menyukai air dingin tanpa ada campuran apapun.


"Lalu mereka?”Tanya Boy melirik Lingling yang tidur dan Mike yang masih tak sadarkan diri. Andes menggeleng.”Tidak ada siapapun disini selain kita. jadi sepertinya aman jika hanya kita tinggal sebentar.”Ujarnya tak yakin disana. Namun mengingat ini hanya pulau lkecil tak mungkin ada penyusupkan??


“Yasudah yukk.”Ujar Boy menatrik keduanya. Mereka pergi meningalkan Lingling dan Mike. Meski sedikit berat dihati Andes, tapi yakin mereka akan baik-baik saja. Mereka butuh mandi untuk membersihkan diri meski tak tau dimana letak air tersebut.


Disisi lain Lingling yang tertidur merasa sesuatu mendekatinya, itu aura yang ia kenali., dan ini yang mengawasinya sedari semalam. Ia disana tetap memejamkan matanya dengan pura-pura tidur. Dan sosok itu berdiri didepannya menatap wajah Lingling lekat.


Sosok itu mengusap pipi Lingling pelan.”Bagaimana bisa kamu jelek memiliki banyak yang menyukaimnu Lingling?? Bahkan ketika kau jauh dari kata sempurnah kau tetap menjadi primadona. Aku membenci fakta itu, jika aku tau hal ini terjadi. Aku tidak akan melakukan perjanjian terkutuk itu.”Gumamnya mengerang tak suka..”Mana ibumu licik mengambil separuh jiwamu yang sudah ku dapatkan.. sekarang bagaimana?? Ku rasa dengan aku tak bisa memilikimu baik didunia lalu dan didunia ini, kau lebih baik mati tanpa ada yang mendapatkan? Bukankah itu terdengar adill sayang???” tanyanya tajam dan sendu.


Sedangkan sosok lingling disana menahan amarahnya. Jadi dia alasannya ia terlempar didunia yang menyengsarakan ini??? dan apa katanya tadi? Ibunya yang mengambil setengah jiwa atas perjanjianya dengan dia? Wahh ibunya hebat..!! panutannya sungguh licik.

__ADS_1


Tapi...Jadi ibunya sudah tau dia disini???? Lalu kenapa ibunya tidak mengembalikanya kedunianya???


__ADS_2