Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Dongeng


__ADS_3

Di sisi lain ana menghela nafas pelan. Lili tidak juga mau tidur padahal sudah jam sepuluh malam.’” Hey bayi. Kau harusnya tidur di jam segini, nanti matamu ada lingkaran hitamnya baru tau rasa.” Ujarnya pelan dan juga mendesah pelan.


Lili malah bertepuk tangan dan teryawa. Ana mendelik dan menghela nafas pelan.” aku sedang marah bukan sedang bercanda,, harusnya kau tau itu. apa harus ku gigit pipimu yag gembul ini agar kau tau jika kau itu menggemaskan sekali?” Tanya Ana kepada Lili keaesal dna juga malas.


Buahauababa Lili malah sepetti berceloteh menjawab ucapan ana. Ana sudah bias melihat Lili yang begitu pintarnya.” Bagaimana jika aku membacakan dongeng agar kau bisa tidur yah? yah boleh aku akan membacakan dongeng tidur untukmu nona manis. Tapi kau harus berjanji dulu jika kau akan tidur setelahnya yah.” tegas ana menoel hidung Lili.


Buaba.. Lili menjawab lagi membuat Ana terkekeh pelan. Ana memperbaki posisi tidurnya di atas kasur dan mengambil buku dongeng.” Kemarin aku beli ini, katanya sangat menarik dan membuat anak anak gampang tidur. Kau harus gampang tidur yah jika sudah ku bacakan.” Ujarnya dan mengangguk. Lili meliriknya dna terkikik.


Ana tersenyum lembut melihat Lili. Kecil saja sudah pintar bagaimana besarnya nanti yah?


Ana mulai membuka satu cerita dan menceritakan kepada Lili.


Di sebuah kerajaan, hidup seorang putri yang cantik. Dia memiliki rambut merah panjang dan sangat menyukai mawar sehingga semua orang memanggilnya Putri bunga mawar."


Dan anehnya Lili malah diam seakan akan mendengarkan apa yang Ana bicarakan dan cerita kan. Matanya mengerjab serius.


Setiap malam setelah senja, Putri Bunga Mawar pergi ke balkon dan bertepuk tangan. Seekor burung emas datang entah dari mana dan turun di bahunya. Seketika, rambut sang putri mulai bersinar dengan cahaya merah yang cemerlang..


Anna merasa aneh tapi ia memilih bungkam saja.


Ketika burung itu mulai melantunkan sebuah lagu yang memesona, Putri Bunga Mawar ikut bernyanyi, dan semua orang di kerajaan itu tertidur dan memiliki mimpi-mimpi indah hingga fajar menyingsing.


Hingga suatu hari sesuatu yang mengerikan terjadi. Seorang penyihir mengutuknya.


"Abracadabra, Sim-Sala-Bim, semoga warna mawar redup!" kata penyihir itu, dan rambut Putri Mawar langsung berubah menjadi hitam.


Malam itu juga, Putri Bunga Mawar keluar di balkonnya dan bertepuk tangan. Tetapi ketika burung emas itu muncul, rambutnya bersinar hitam bukannya merah. Burung itu menyanyikan melodi yang memesona, dan Putri Bunga Mawar menyanyikan lagu pengantar tidurnya.


Semua orang di kerajaan tertidur, tetapi malam itu mereka hanya memiliki mimpi buruk dan mimpi buruk. Pada hari berikutnya, sang putri yang sedih bertanya kepada burung itu, "Katakan, burung emas, bagaimana saya bisa membuat mimpi rakyat saya begitu manis lagi sampai fajar menyingsing?"


"Rambut hitam di air mawar," jawab burung itu.


Sang putri bertanya-tanya pada nasihat ini, namun ia mematuhinya.


Dia mengisi baskom dengan air dan menaburkan kelopak mawar di permukaannya. Kemudian, dia mencelupkan rambutnya ke dalam air mawar, dan langsung berubah merah lagi.


ana menceritakan semua faragraf penuh suara animasi sebab itu Lili terlihat sangat tertarik dengan cerita ana. Lili bahkan sampai membuka lebar mulutnya. Seakan paham saja apa yang Ana katakan.


Malam itu, ketika burung itu bertengger di bahunya, cahaya merah rambutnya yang bercahaya menerangi langit malam sekali lagi. Sang Putri menyanyikan lagu pengantar tidurnya, dan semua orang di kerajaan itu tertidur dan memiliki mimpi indah sampai fajar.


Penyihir jahat itu sangat marah sampai kutukannya patah sehingga dia memutuskan untuk mengutuknya lagi.


"Abracadabra, Sim-Sala-Bim, semoga warna mawar redup!" Dan rambut sang putri berubah menjadi hitam.


Ana terkekeh memainkan tanganya diperut LIli. Lili terkikik dan juga menatap Ana dengan polos dan seakan akan penasaran apa lanjutan cerita. ‘ Hey kau paham apa yang aku ceritakan?” Tanya Ana heran kepada Lili.


Baba.. Li kembali menjawab membuat Ana kaget dan tertegun. bagaimana bisa anak ini paham apa yang diceritakan. Usianya bahkan belum genap tiga bulan.


Baba. Ujung bahu Ana ditarik Lili. Ana tertegun dan meliriknya meringis. Duh anak ini. ‘' baiklah bailah, aku akna lanjut nona cantik, kau tenang saja.” Ujar Ana menenangkan Lili.


Hanya saja kali ini sang penyihir juga mengambil semua bunga mawar di seluruh kerajaan.


"Mari kita lihat bagaimana kamu akan mematahkan kutukanku sekarang!" dia mencibir, dipenuhi amarah.


Sekali lagi, putri yang sedih bertanya kepada burung itu, "Katakan, burung emas, bagaimana saya bisa membuat mimpi rakyat saya begitu manis lagi sampai fajar?"

__ADS_1


"Rambut hitam di air mawar," jawab burung itu.


"Tapi di mana aku harus menemukan bunga mawar?"


"Rambut hitam di air mawar," burung itu berkicau dan terbang menjauh.


Sang putri tidak tahu harus berbuat apa. Sedemikian hebatnya kesedihannya hingga matanya berkaca-kaca, salah satunya jatuh ke tanah di bawahnya. Pada saat itu, seorang pangeran muda dan tampan, yang telah berhenti di bawah balkon sang putri, mengeluarkan sebuah kotak kecil dan satu rambut merah dari dalamnya.


Dia membungkuk dan meletakkan rambut di atas air mata sang putri. Dan kemudian, keajaiban terjadi. Tiba-tiba, rambut merah berubah menjadi mawar merah.


Sang pangeran mengambil mawar dan membawanya ke sang putri. Setelah melihat mawar, dia segera mengelap air matanya dan memetik kelopaknya untuk menambah air di baskom. Kemudian, dia mencelupkan rambutnya ke dalam, dan kutukan itu patah. Semua orang terengah-engah, dan Raja bertanya kepada pangeran, "Anak muda, di mana kamu menemukan rambut merah itu?"


"Ketika sang putri dan aku sama-sama anak-anak, aku mengambil sehelai rambut dari kepalanya sebagai tanda kesetiaanku padanya. Dan dia melakukan hal yang sama kepadaku, menarik sehelai rambutku sendiri."


"*Itu benar, ayah," sang putri menegaskan dan mengeluarkan sebuah kotak kecil. Dia membukanya untuk mengungkapkan sehelai rambut dari kepala pangeran di dalamnya.


Semua orang senang dengan berita ini. Pangeran dan Putri Bunga Mawar menikah pada hari yang sama*.


Setelah mengetahui bahwa kutukannya telah dipatahkan lagi, penyihir tiba-tiba meledak. Akhirnya, bunga mawar bermunculan di setiap taman di kerajaan sekali lagi. Setiap malam Putri bunga mawar menyanyikan lagu pengantar tidurnya yang penuh kasih, sehingga semua orang tertidur dan bermimpi indah hingga fajar menyingsing.


“ selesai.. Yey...” ana bertepuk tangan heboh. Lili melihatnya ikut bertepuk tangan heboh dan terkikik. Ana menghela nafas pelan menatap Lili yang belum juga memberikan ciri ciri mengantuk, malah terlihat masih sangat segar bugar. Liili bergumam lagi dan bergumam lagi. Ana mengusap matanya yang mengantuk.” Nona cantik, apa kau belum juga mengantuk sesudah aku cceritakan dongeng tadi? Bukankah kau sudah berjanji akan segera tidur?” ana menghela nafas dna memelas menatap Liili.


Lili terlihat mengerutkan kening dan menggeleng. Ana terkaget melihatnya.” Nona kecil apa kau paham dengan ucapanku?” Tanya ana heboh. Lili malah tertawa dan bertepuk tangann. Ana menghela nafas dan mmenatap Lli aneh jika Lili benar benar paham mungkin ana akan sanhgat kaget dan tidak percaya.


“ oke aku akan membacakan satu dongeng lagi agar kau tidur. Tapi janji kali ini kau akan tidur beneran yah?” ujar Ana mengaitkan kelingkingnya di telunjuk mungil LIli. Lili hanya menendang nendang angin dan bergumam saja. “Kita cari cerita Cinderela saja bagaimana?” ana membolak balikkan buku cerita dan melirk Lili.


Lili hanya bergumam tak jelas. Ana menguap pelan menatap jam yang sudah pukul 11 malam, “ Masih gadis berasa udah punya anak gue, mak bapaknya malah enak enakan. Haduh enak banget jadi orang kaya.,” Gumam ana terkikik mengingat tadi Alka menyuruhnya menjaga Lili mala mini agar bisa bermesraan dnegan keyna. Akhhh Ana jadi ingin suami seperti Alka.


“ Oke kita akan cerita tentang pangeran katak yey.” Ana bersorak heboh menceritakan lagi cerita dongeng sembari menguap karena mengantuk.


Sekarang dia memiliki bola emas di tangannya, yang merupakan mainan favoritnya; dan dia selalu melemparkannya ke udara, dan menangkapnya lagi saat jatuh. Setelah beberapa waktu dia melemparkannya begitu tinggi sehingga dia tidak bisa menangkapnya saat jatuh, bola itu terbang pergi, dan berguling di atas tanah, sampai akhirnya jatuh ke mata air.


Sang putri melihat ke dalam aliran sungai setelah bolanya masuk, tetapi itu sangat dalam, begitu dalam sehingga dia tidak bisa melihat bagian bawahnya. Kemudian dia mulai meratapi kehilangannya, dan berkata, "Aduh! jika ada yang bisa mengambil bola saya, saya akan memberikan semua pakaian dan perhiasan saya yang bagus, dan semua yang saya miliki di dunia," kata sang Putri.


Sementara dia berbicara, seekor katak mengeluarkan kepalanya dari air, dan berkata, "Putri, mengapa kamu menangis begitu sedih?" kata si Katak.


"Sayang! apa yang bisa kamu lakukan untukku, katak jahat? Bola emasku jatuh ke sungai," kata Putri.


Katak itu berkata, "Aku tidak mau mutiara, perhiasan, dan pakaian bagusmu, tetapi jika kamu akan mencintaiku, dan biarkan aku hidup bersamamu dan makan dari piring emasmu, dan tidur di tempat tidurmu, aku akan membawakanmu bolamu lagi,"


"Omong kosong," pikir sang Putri, "katak konyol ini sedang berbicara! Dia bahkan tidak pernah bisa keluar dari musim semi untuk mengunjungi saya, meskipun dia mungkin bisa mendapatkan bola untuk saya, dan karena itu saya akan memberitahunya bahwa dia akan mendapatkan apa yang dia minta," ungkap putri dalam hati.


"Baiklah, jika kamu mau membawakan aku bolaku, aku akan melakukan semua yang kamu minta." kata Putri.


Kemudian katak itu menundukkan kepalanya, dan menyelam jauh di bawah air; dan setelah beberapa saat dia muncul lagi, dengan bola di mulutnya, dan melemparkannya ke tepi sungai. Segera setelah putri muda melihat bolanya, dia berlari untuk mengambilnya; dan dia sangat senang memilikinya di tangannya lagi, dia tidak pernah memikirkan katak, tetapi berlari pulang dengan secepat mungkin. Katak itu memanggilnya, "tinggallah, tuan puteri, dan bawa aku bersamamu seperti katamu," kata katak. Tapi putri tidak berhenti untuk mendengar sepatah kata pun.


Keesokan harinya, sama seperti sang putri duduk untuk makan malam, dia mendengar suara aneh, seolaholah terdengar ada yang naik di tangga marmer. Setelah itu, terdengar ketukan lembut di pintu, dan sebuah suara kecil berteriak dan berkata:


'Buka pintu, puteriku sayang,


Buka pintu untuk cinta sejatimu di sini!


Dan ingat kata-kata yang kamu dan aku katakan


Di dekat air mancur, di bawah naungan greenwood. '

__ADS_1


Kemudian sang putri berlari ke pintu dan membukanya, dan di sana dia melihat katak, yang telah dia lupakan. Melihat pemandangan ini, dia sangat ketakutan, dan menutup pintu secepat dia bisa kembali ke tempat duduknya.


Raja, ayahnya, melihat bahwa ada sesuatu yang membuatnya takut, bertanya apa masalahnya. "Ada katak jahat," katanya, "di pintu, yang mengangkat bolaku keluar dari musim semi pagi ini: aku mengatakan kepadanya bahwa dia harus tinggal bersamaku di sini, berpikir bahwa dia tidak akan pernah bisa keluar dari musim semi; tetapi di sana dia ada di pintu, dan dia ingin masuk," kata Putri sangat panik.


Sementara dia berbicara, katak itu mengetuk pintu lagi, dan berkata:


'Buka pintu, puteriku sayang,


Buka pintu untuk cinta sejatimu di sini!


Dan ingat kata-kata yang kamu dan aku katakan


Di dekat air mancur, di bawah naungan greenwood. '


Kemudian raja berkata kepada putri muda itu, "Seperti yang telah kamu katakan, kamu harus menyimpannya; jadi pergi dan biarkan dia masuk," kata sang Raja.


Putripun melakukannya, dan katak melompat ke dalam ruangan, dan kemudian langsung - meloncat naik dari bagian bawah ruangan ke atas, sampai dia datang dekat ke meja di mana sang putri duduk .


"*Berdoalah, angkat aku di kursi," katanya kepada putri, "dan biarkan aku duduk di sebelahmu." Segera setelah dia melakukan ini, katak berkata, "Letakkan piringmu lebih dekat denganku, supaya aku bisa makan dari itu." Ini yang dia lakukan, dan ketika dia makan sebanyak yang dia bisa, dia berkata, "Sekarang aku lelah; bawa aku ke atas, dan tempatkan aku di tempat tidurmu. "Dan sang putri, meskipun sangat tidak rela, mengangkatnya ke tangannya, dan meletakkannya di atas bantal di tempat tidurnya sendiri, di mana ia tidur sepanjang malam. Begitu cahaya, dia melompat, melompat ke bawah, dan keluar dari rumah.


"Akhirnya dia pergi, dan aku tidak akan bermasalah dengannya lagi," kata sang Putri.


Tapi dia salah, karena saat malam datang lagi dia mendengar ketukan yang sama di pintu; dan katak itu datang sekali lagi, dan berkata*:


'Buka pintu, puteriku sayang,


Buka pintu untuk cinta sejatimu di sini!


Dan ingat kata-kata yang kamu dan aku katakan


Di dekat air mancur, di bawah naungan greenwood. '


Dan ketika sang Putri membuka pintu, katak masuk, dan tidur di atas bantal seperti sebelumnya, sampai pagi tiba. Dan malam ketiga dia melakukan hal yang sama. Tetapi ketika sang putri terbangun pada keesokan paginya dia terkejut melihat, bukannya katak, seorang pangeran tampan, menatapnya dengan sangat tulus.


Dia mengatakan kepadanya bahwa dia diubah oleh seorang peri menjadi katak. Untuk kembali menjadi pangeran ia harus bertemu dengan putri yang mau menikah dengannya.


Peri itu mentakdirkannya agar pangeran bisa makan dari piringnya, dan tidur di tempat tidurnya selama tiga malam. "Kamu," kata sang pangeran, "telah menghancurkan kutukan ini, dan sekarang aku tidak memiliki apa-apa untuk diharapkan kecuali bahwa kamu harus pergi bersamaku ke kerajaan ayahku, di mana aku akan menikahimu, dan mencintaimu selamanya," katanya.


Mereka kemudian pergi ke kerajaan sang Pangeran, dan masuk degan delapan kuda yang indah dengan penuh sukacita dan kegembiraan, untuk kerajaan pangeran dan di sana mereka hidup bahagia bertahun-tahun.”


'' seleai huam..” ana menguap menyelesaikan ceritanya melirik lili yang masih juga belum tertidur. Ana menghela nafas pelan dan menatapnya frustasi. Ia sudah sangat mengantuk. Ana menguap dan memejamkan mata sejenak" Hey bayi jangan kemana mana yah, tetap di sana..." Gumam Ana pelan dan tertidur. Lili terkikik melihat ana yang malah tertidur seusai membaca dongeng.


Kamar ini memang sudah ada pembatasnya, bahkan sisi kanan kiri Ana sudah ada bantal untuk menjaganya jadi Ana tidak perlu khawatir. Apalagi Lili masih bayi dan belum bisa merangkak atau berjalan.


Andes sejak tadi ada diluar kamar menggeleng melihat ana yang malah tertidur bukan Lili.” Gadis bodoh.” Gumamnya. Bisa bisanya yang membaca dongeng yang tertidur bukan yang dibacakan dongeng. Lili malah terkikik dna bertepuk tangan.


Andes mencium wajah Lili.” Gadis nakal, kau mengerjai wanita bodoh ini?” Tanya andes. LIli malah terkikik dan bertepuk tangan. Andes mengernyitkan dahinya. Lili seperti mengetahui apa yang ia biocarakan.


.


.


.


.

__ADS_1


Huaaa kalian semua penyemangat ku. Terimakasih...


__ADS_2