
hai semua.... salam buat kalian semoga sehat selalu.
.
.
.
Perempuan yang marah tadi bernama Loli. Loli menatapnya bengis.” Loe pikir gue katarak ha? Rabun? Mata gue masih jelas lihat kalian cip0kan kek ikan ****** mangap mangap. Sorry sorry strobeyy yah Damar, gue nggak suka bibir bekasan orang lain, mau kalian udah selingkih kek, mau udah nikah kek, kalo loe udha kecup sana kecup sini gue ogah. Gue ogah sama barang murahan yang sana sini mau iw.. najis tau nggak.” Ujar Loli sarkas dan juga memalukan.
Damar, lelaki itu wajahnya memerah mengepalkan tangan mendengar ucapan Loli. Ucapan Loli menyakiti harga dirinya sebagai seorang laki laki. Loli melirik temannya yang menatapnya memerah dan malu.” Eh Gisela, loe suka banget yah sama bekasan gue? gue tau sih loe nggak selaku itu sampek mau mau aja disentu sana sini padahal sama cowok orang. jangan jangan loe selama ini jual diri buat cukupin hidup loe yang Hedon. Kan bapak loe bangkrut. Eh korupsi yah kemaren? Ups..Oh iya loe jangan lupa kalo utang lo sama gue bejibun, pantes kalian selingkuh. soal nya sama sama miskin.” Loli menutupi mulutnya dan tersenyum miring.
“ LOLI UDAH..!!! KAMU KETERLALUAN. “ Damar tidka tahan membentak Loli.
Loli menatap Damar dnegan menantang. “Loe yang murahan, loe kan yang mau mau aja gue sutuh ke sini kesana buat jemput gue. loe yang suka banget dan kecintaan banget sama gue., semua orang juga tau Loli. Loe tolol.” Ujar Damar terlalu kesal.
“ Iya gue tolol kecintaan sama manusia sampah kek loe Damar, sampek ngabisin banyak duit buat ngidupin loe. Tapi nggak apa apalah hidung hitung bantu hidupin anak yatim. Loe kan anak yatim yah. ups hehe iya soalnya kan suka ngemis minta beli ini itu dengan alasan nggak ada duit. Duh cowok kere kayak loe mau ngehina gue yang ngasih loe ini itu? Ingat Damar, Tangan loe tu dibawah Damar bukan di atas, selama ini gue baik mangkanya gue sambut dan gue kasih sumbangan, tapi kalo gue udah injek tangan loe, loe bisa apa ha??? Jangan jangan kalo bukan gue yang ngidupin loe selama ini loe nggak bisa makan? Oh iya kalo nggak salah celana sama baju yang loe pakek sekarang itu gue yang beliin kan? itu juga jam, oh sepatu. Jangan jangan mobil gue juga loe bawa ??” Tanya Loli lagi dengan menyerocos cepat sampai sampai tidak bisa di potong.
__ADS_1
Damar mendengar Loli mengepalkan tangan, wajahnya benar benar merah karena malu. Semua sorakan memihak kepadanya. Loli mengibas rambut kebelakang, “ oh iya jangan lupa yah nanti baliin mobil gue, dan buat apartemen, gue udah suruh orang gue buat hempas semua barang loe di sana buat loe keluar jadi loe nggak usah repot. Eh ralat barang barang loe doang soalnya barang yang gue beliin nggak dong. Jadi selamat menikmati hidup dalam kemiskinan kembali Damar tamaratam tamtam misquenn syalalah.” Ujar Loli tersenyumlah miring dan menjauh dari sana.
“ Loli kamu nggak bisa perlakuin aku kayak gini..” Gumam Damar gelagapan.. Damar mengejar Loli. Loli melirik damar mengejarnya pun segera mendekati sosok yang ia tabrak tadi, segera ia tarik dan pergi dari sana damar melihat Loli membawa lelaki lain pun menatapnya nyalang dan juga datar.
“Loli loe nggak bisa ngelakuin hal ini sama gue.” teriak Damar.
” He bersyukur... untung untung masih baik yah gue nggak ngambil barang yang loe pakek sekarang. atau mau gue mabil juga??” Tanya Loli kesal sembari mengeratkan pelukanya ditangan si lelaki yang tidak ia kenal. Ia melirik ke atas. Ia tidak punya siapapun disini, hanya seorang diri.
Tertegun, tampan sekali, tapi tidak. Matanya sangat tajam sampai Loli tersenyum masam. Tapi ia hanya diam menatapnya. Loli segera menatap Damar lagi. “kenapa tidak dibuka saja?? Supaya dia lebih sadar diri?” Tanya semua orang. damar mendengarnya gelagapan, takkut ia dituntut membuka baju dan celana. Ia memilih pergi dari sana.
Semua sorak terdengar keras di sana.
.
Loli mengusap air matanya yang jatuh. Air mata yang ia tahan sejak tadi.” Lelaki sialan, bajingan. Mati saja kau, ku doa kan supaya kau cepat mati dan masuk kedalam neraka..!!!!” teriaknya kuat menahan sesak yang ada. Siapa hilang dia tidak mau menangis? Mau tapi tadi ia hanya mau terlihat kuat saja.
“ Hua... mama papa.... anakmu sakit hati.” Ia menangis keras di bawah langit duduk di atas kursi dekat taman Club. Loli mengusap air matanya kasar dan menangis keras penuh kepiluhan. Maskaranya luntur. Lisptiknya belepotan. Loli mengiinjak rumput kesal berkali kali lalu mengusap air matanya. dadanya sesak dan benar benar sakit.
__ADS_1
Seseorang duduk di kursi sebelahnya. Ia meliriknya pemasaran, Andes, lelaki yang tadi ia tabrak. Lelaki itu duduk membawa dua botol bir. Loli meliriknya dan mengusap air matanya membuat maskaranya semakin melebar. Andes menatapnya menahan senyum, wajah gadis ini mirip hantu karena bercampur maskara dimana mana. Andes memberikan satu botol bir kepada Loli tenang.
Loli meliriknya dan mendengus.” He paman tua jangan beri aku bir. Jika aku mabuk dan teller kau pasti ingin memanfaatkan tubuhku kan? aku tidak mau. Aku bukan gadis bodoh yang mudha kau jebak. “ ujar Loli tegas kepada andes.
Andes mendengarnya melotot, baru kkali ini dirinya dibilang paman tua..!!! hey dirinya masih muda. Baru 27 tahun.. bukan 47..! andes mencoba meredam amarahnya.” Tidak bodoh tapi dimanfaatkan dan diselingkuhi. Apakah ada yang lebih bodoh dari itu nona?” Tanya andes lagi tenang.
Loli mempelototi Andes,, wajahnya tenang tenang saja tapi ucapannya benar benar menyakiti hati Loli yang mungil ini. Loli mendelik.” Paman jika bicara jangan suka benar..!! aku tau aku bodoh, tapi jangan begtu lah. “ pekiknya dengan drama. " Aku juga sadar diri aku bodoh mau dimanfaatkan oleh dua manusia sialan itu. " Loli hendak menangis keras lagi mengingat Damar si lelaki bajingan Yang sudah menduakannya dan juga Gisel sebagai sahabat dekatnya sudah mengkhianatinya dan menjadi selingkuhan kekasihnya. menjijikan.
Andes melihatnya tersenyum tipis. Ia jadi ingat Lingling. Watak keduanya benar benar mirip. Bodoh haha. Andes menghela nafas.” tau bodoh tapi ditangisi, jadi lebih lebih bodoh.” Gumam andes pelan.
Hua... Lili semakin menangis mendengar perkataan andes. Andes mendengarnya gelagapan segera mendekap mulut Loli, loli terkaget mendapatkan perlakukan buruk.” Jangan begitu, jika orang lain berfikir aku akan melakukan hal baik bagaimana??” Tanya Andes berbisik. Loli memberontak cepat.
Andes melepaskanya dan Loli mendengus. “ tangan paman baunya wangi makanan, paman tadi makan apa?” Tanya Loli dnegan polos.
Andes menatapnya datar. Loli menatap andes tanpa dosa. “eh tapi kok jadi makanan yah., kan Loli lagi galau.” Gumam Loli lalku kembali menangis. Andes menatap Loli tertekan. Mengapa gadis ini sangat aneh.
Apalagi sangat sangat mirip dengan Lingling. Yatuhan andes jadi ikut menjatuhkan air mata karena rindu. Andes mengambil bir miliknya dan memimumnya pelan. memejamkan mata menikmati setiap minuman yang dirinya minum,.
__ADS_1
Loli melirik andes yang diam di sebelahnya meliriknya. Andes meminum minuman itu sangat tenang seperti menikmati. Loli pernah minum tapi tidak pernah banyak. Loli jadi penasaran lagi dan ingin minum juga. Tapi dirinya takut takut teller dna berujung pingsan dan mabok. Dirinya bisa rugi dunia akhirat.
Andes yang tidak mendengar tangisan Loli melirik kesebealahnya dan mendapati wajah Loli dan mata nya memandang minumannya, andes terkekeh.” Minumlah. Aku tidak akan mengapa ngapain kamu.” Ujar andes tenang kepada Loli.