Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Aku tau


__ADS_3

Hallo epribadi hehe


Maaf yah udah lama ngilang nggak ada kabar.


Kemarin author sakit, sakit Malarindu, eh malaria dan magh hehehe... hampir satu mingguan sakit kemarin, terus kemarin jadwal semprop cuma nggak ada kabar dosennya... Banyakin sabar laginya ye kan...


oh iya minta pendapat nya dong. menurut kalian aku lanjut novel DENDAM DELET atau bukan PANGERAN? yg paling banyak vote itu yang aku lanjutkan....


dan kabar baiknya Lingling insyallah akan Up setiap hari! Iya insyallah..!


.


.


.


.


Bibir Liong menyungging smirk nya. Matanya menyayu tambah sayu menatap Qira. ia kembali berbisik.”Kau tidak lupakan Qira? Jika bukan karena aku kau akan mati... kau tidak lupa bukan jika bukan karena aku kau bahkan tak akan pernah melihat anakmu sebesar itu?”Tanyanya mengingatkan Qira.


Qira diam menatap Luong tajam. Ia tak pernah melupakan hal itu, ia bukan manusia yang tidak tahu balas budi. “Oh ayoolah Liong, bahkan kau mengenaliku sudah sangat lama, jangan mendadak lupa siapa aku.”Ujar Qira dalam.” Lagipula aku tidak pernah menikahkan Lingling atau menjauhkan kalian,.. aku tidak pernah memisahkan kalian.” Ujarnya disana dingin juga.


Liong disana menatap manik mata Qira, yah mereka sebagai penduduk langit sama-sama bersahabat. Bahkan dia sempat menyukai Qira dulu, ia tau sikap dan sifatnya Qira. Qira memang sombong tapi ia gadis yang baik.. akh wanita bukan gadis.


Qira pun juga diam menatap Liong. Jangan salah paham wahai penduduk dunia fantasi..!! Liong itu saat ini kasar kepada Qira bukan karena mereka musuhan atau Liong itu jahat sebagaimana yang kalian bayangkan. Dia hanya mempertahankan sosok miliknya saja, dan Liong itu adalah sosok yang sangat baik tenang..!!! “Lalu dimana Lingling? Kau tau aku bisa menghancurkan siapapun yang berani mengambil milikku...!”Tanya Liong dalam.


Ira menyeringai pelan. “ Rahasia... jika kau ingin tau cari saja sendiri.”Ujar Qira lalu mengibas bajunya, sekejap ia hilang membuat tangan Liong terkepal. Ia menatap kerumah Qira dengan tatapan tajam dan kearah langit.


Matanya tak terbaca tapi yakinlah jika saat ini ia berfikir dimana Qira menyembunyikan Lingling kesayangan dan berjanji akan membawanya pulang.. kalian tidak lupakan jika tanggal pernikahan mereka hanya beberapa bulan lagi. ia tak ingin ada yang gagal dalam pernikahannya. Tepat dimana menyambut umur Lingling yang ke 17tahun.


...****************...

__ADS_1


Dilain tempat ada sosok Lingling yang dibawa kerumah sakit dengan tergesa-gesa oleh Andes sudah ditangani, entah bagaimana bisa penyakit milik Lingling tidak terdeteksi apapun, ada hal yang lebih membuat Andes tak karuan saat ini. karena kabar dari dokter mengatakan bahwa dalam tubuh Lingling tidak terdapat hati. Organ tubuh yang termasuk paling penting itu tidak ada. Andes sudah menyuruh dokter kembali memeriksanya dan ternyata benar. Ia tak memiliki hati untuk bertahan hidup, jika dipikir-pikir bagaimana Ling-Ling hidup?


Siapa Lingling sebenarnya?


Apa Lingling bukan manusia?


Plak... “ Kusut amat tu kening...” Andes terdiam, ternyata keningnya ditepuk oleh Lingling yang sudah sadar disampingnya. Dibelakangnya ada teman-temannya, ada Mike, Alex dan Nathan. Dimana Keyna? Ia sudah pulang ingat dia hamil..!! ibu hamil tidak baik lama-lama dirumah sakit.


“Kau mau minum?”Tanya Andes memberikan minum. Lingling mengangguk dan memilih duduk, segera dibantu Andes dan segera ia membantu Lingling minum. Mike dan teman-temannya diam menatap lingling dengan tatapan tak bisa dibaca. Mereka dengar kata dokter tadi dan itu masih sangat aneh dipikiran mereka.


Lingling memegang dadanya yang nyeri, kehilangan separuh jiwanya bukanlah suatu hal yang bagus, ia kehilangan separuh tenaganya. Jika begini ia bisa lumpuh,


”Kau tidak apa-apa Lingling? Kau butuh sesuatu?”Tanya Andes lagi mengusap kepala Lingling cemas.


Lingling menggeleng.”Keluarlah.. aku tidak butuh apapun, lagipula ini dimana?”Tanya Lingling disana menatap sekeliling, bauh obat menyeruak keindra penciumannya yang tajam.


Andes diam menatapnya.”Kau berada dirumah sakit.. tadi kau pingsan dengan hidung yang berdarah.”Ujar Andes menjawab. Lingling ingat rumah sakit dimana dirinya dulu pertama kali dibawa yah kan? “Kau ada yang sakit?”Tanya Andes lagi.,


Lingling menggeleng " Tidak..."


"Kau yakin?? Katakan saja aku akan membantu mu." Tanya Andes cemas.


Lingling disana menghela nafas dan mengangguk.” Aku butuh bantuanmu, tolong.” Ujar Lingling. Andes segera mendekat dan juga menatap Lingling dengan Tanya.


Lingling menunjukkan kakinya.” Coba kau letakkan tanganmu dikakiku.”Ujarnya. Andes mengerut namun menurut. Saat sesudah itu Lingling kembali berkata.”Ha yah diatas sedikit..”ujarnya. andes dengan ragu menggerakkan keatas.


Plak..


”Bukan disana,, jangan modus kauu.”Ujar Lingling mengepak kepala Andes yang menaruh tangannya diatas paha Lingling.


Andes berdehem memerah merasa menjadi orang yang mesum dimata Lingling. Kembali menaruh tangan di arah kaki Lingling.

__ADS_1


“Nah iya disebela kiri Des yah..”Ujarnya pada Andes.”Itu kanan Des... Kiri..!! plak..” Andes memejamkan matanya ketika kepalanya kembali dipukul oleh Lingling akibat salah arah.


Kenapa ia sebodoh ini? ia diam menurut menatap wajah Lingling.”Nah garut disana.”Ujarnya Lingling tersenyum.


“Garut?”Tanya Andes dengan memastikan.


Lingling mengangguk polos.”Iya garut.. nah bagus disana aduh gatell banget Des cepet garuyk..”Ujarnya Lingling menggoyangkan tangan Andes.


Frffff... Mike dan temannya disana malah menahan tawa melihat Andes yang malah menjadi tukang garuknya Lingling.


“Diammm..!!” Ujar Andes dingin. Namun masih menggaruk kakinya Lingling. Lingling disana merasa kenikmatan.”Des diatas dikit duh enak des.. pinter banget kamu.”Ujar Lingling ambigu membuat semuanya tertawa melihat wajah Andes yang memerah.”Udah cukup. makasih.. aku mau tidur dulu yah.”Ujar Lingling lalu menguap menutupi mulutnya ingin tidur.


“lingling kami belum bertanya.”Ujarnya Mike disana mendekati Lingling. Lingling mengintip disatu matanya dan mengangguk.,”Mau nanya apa si? Aku ngantuk pengen tidur.. kalo mau nanya sakit aku apa, aku nggak sakit.”Ujarnya Lingling PD.


“Bukan itu... Hati kamu.. dimana hati milikmu dan bagaimana cara mu bertahan hidup?”Tanya Mike disana dengan heran.


“Mike..!!” Gumam Andes mengingatkan karena tak ingin pertanyaan yang berat menimpa Lingling terlebih dahulu.


“Yah biarin lah des kita nanya, secara Lingling kan manusia, sangat tidak mungkin manusia hidup tanpa ada hati, kalo manusia bisa hidup tanpa hati nggak bakal ada yang butuh donor hati. Dia manusia Des gimana bisa hidup bertahan tanpa ada organ hati Des... dia siluman bukan manusia..!” Ujarnya Nathan menengahi mereka. Semua menatap Lingling menuntut penjelasan


Sedangkan sosok yang ditatap pun memegang hatinya. “Ohhh hati? Itu aku beri buat kesembuhan ibuku dulu, “Ujarnya polos dan jujur, setengah memejamkan matanya.” Karena dengan cara itu ibuku bisa selamat dulu... dan aku bukan siluman, aku manusia dan aku masih punya hati kok, hanya saja alat kalian tidak akan bisa mendeteksinya.”Ujarnya lalu memejamkan matanya untuk tidur. Ia sangat mengantuk saat ini Karena pertanyaan mereka semua.


"Maksudnya didonorkan gitu???" Tanya Alex polos pada Lingling namun tak ada sahutan yang ada hanya wajah damai Lingling.


"Waah malah tidur nih anak!!!!" Gumamnya Mike tak terima. ingin membangunkan Lingling namun segera terdiam.


" Berani lor bangunin, gue pastiin lor nggak tidur seminggu...!!" Ujarnya Andes tajam membuat siapapun meneguk saliva kering. Andes menatap Lingling sendu,


Semua saling tatap. Didonor? Dikasih bagaimana?


He ini hati loh bukan hati ayam tapi hati manusia..!!

__ADS_1


Bagaimana bisa dikasih sembarangan.!


__ADS_2