Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Putusan


__ADS_3

Benar adanya semua usaha. Kausa Hendrik hancur dalam satu malam, semua usahanya hancur. perusahaanya hancur. semua harta diambil oleh pemerintah sebagai jaminan.


Bahkan itu berdampak besar dengan keluarganya, usaha keluarganya juga ikut bangkrut tidak tersisa apapun lagi. belum lagi dipenjara seumur hidup untuk manusia bebas dan penyiukai one stand Night atau s3x satu malam.. Itu hukuman yang tidak bisa duanya bagi lingling.. yah menghancurkan mental jalur dirinya seniri itulah Lingling.. dia tidak jahatkan? Tidak kejam tidak juga suka membunuh orang. Lingling membenci tangannya bau darah manusia kotor.


“Lingling kau tak apa? kau terlihat sangat pucat.”Ujar Andes menguspa pipi Lingling pelan tak tega melihat Lingling tak bicara sedari tadi. Lingling tersenyum.


''Tidak apa-apa. Aku hanya acting.”Ujarnya berbisik hanya mereka berdua yang mendengarnya,


Tatapan Andes mendadak datar menatap Lingling. Lingling hanya tercengir kuda saja disana.


Keyna hendak mendekat dengan lingling tapi suaminya menahannya.”Jangan. biarkan Lingling menjelaskan dulu priblemnya kepada mereka. Aku tidka mau kamu nnati disakiti lagi,.”Ujar Aka pelan mengusap bahu istrinya. Istrinya sudha menceritakan semua padanya hal ini.


Keyna menghela nagfas pelan menatap suaminya. Ia mengangguk patuh. Alka membawanya pulang.


Andes disana mengusap dada sabar melihat Lingling bertingkah. “ yasudah yuk pulang..” Ujarnya Andes pada Lingling disana sabar. Tak mungkin ribut disana. malu dirinya pada orang lain. Linging hanya diam saja disana ikut ucapannya Andes. Diikuti Mike dan Alex. Dimana Jakson dan Boy? Mereka sedang memberereskan berkas berkas milik Lingling dan juga ada beberpa yang masih diurus dengan pengadilan.


Dunia lain, dimana Wulan dan teman-temannya. Sudah dua hari disini mereka sama sekali tidak lagi bertemu satu sama lain. Wulan sendiri tak paham kenapa bisa begini tapi memang mereka tak ada yang bertemu lagi dua hari ini. itu cukup membuat Wulan takut, takut teman-temanya dieksekusi dan sudah mati dibunuh oleh mereka dna juga takut ditingals


sendirian. Meski ia sendiri sadar jika opsi terakhir itu tidak mungkin. Mana mungkin mereka meninggalkannya disini.

__ADS_1


“Tuan dipanggl tuan Bir di ruang dapur.” Wulan yang sibuk merenung kaget menatap kebelakang disana ada penjaga yang menegurnya datar. Wulan menganguk menuju dapur menemui ketua penjaga disini.. ia cukup kesald engan lelaki bernama Bir ini. suka sekali membudakinya selama dua hari ini. ia malas sebenarnya tapi jika ia tidak menurut nanti dia akan kena hukum.


Yah Wulan saat ini bertugas dibagian memberi makan para pekerja dan mengawasi mereka. Nah berhubung Bir suka sekali mengusiknya. Wulan sendiri disuruh memasak. Bayangkan saja Wulan disuruh memasak sendiri dengan porsi jumbo disatu hari penuh. Wulan rasanya ingin mati saaja disaat itu tapi ingat jika ia harus kuat. jadi tidak jadi ingin mati hoho.


Disaat kakinya memasuki lantai dapur paling ujung ia mengepalkan tangan menguatkan dirinya untuk tidak takut dna tidka menyerah. Ia tau jika ia akan dihukum atau dijaili lagi tapi ia tak punya pilihan lain.


Tik..Tok..Tok..”Saya Rola..”Itu nama samarannya. Tidak mungkin ia mengaku namanya Wulan bukan? Tidak lakik sekali.


“Masuk..” Wulan menghela nafas kasar lalu menenangkan dirinya. Ia pun mengusap kepalanya dan masuk dengan pelan. Disana ia berdoa kepada Tuhanya supaya tidak disuruh-suruh lagi. pas dirinya masuk ia meneguk Saliva keringnya. Disan ada Bir yang sedang masak dengan tubuh yang sedang tidak mengenakan baju.


Bukan itu masalahnya, tapi tolong. Tubuhnya mengkilap silau membuat Wulan meneguk Saliva kering. Bukanya jijik ia malah tergoda, lengan kekar,. Tubuh berotot. Ada delapan petakan saah jika ia hidung. Apalagi ketika Bir menghela nafas dan mengusap keringatnya. Itu sangat-sangat menggoda iman. Hey Wulan pecinta cogan dan tubuh kekar yah.. bir salah satu pemilik tubuh kekar.


“Sudah mengangumi ku hm?” Wulan tersadarpun gagap. Ia terdiam ditempatnya yang ternmyata Bir sudah melihat gelagatnya dari yadi.


Sumpah demi apapun jantungnya berdetak cepat. Bukan karena ia jatuh cinta tapi karena ia takut. Takut ketahuan, dan takut dikerja lagi. apalagi melihat tubuhnya Bir sendiri itu salah satu nikmat sekaligus malapetaka dirinya. Sial dirinya normal..!


Bir tersenyum miring menatap Wulan, ia mengambil gelas yamng berisikan Bir dan Glughg. Glug. Ia meminumnya dalam dua tegukan. Wulan ikut meneguk Saliva melihat jakunya naik turun. .


Uhs seksi.. apalagi itu keringatnya ikut-ikutan kejar-kejaran, Wulan tahan..tahan.. jangan sampai kamu beralih profesi menjadi wanita c4bul dan menyerang lelaki duluan.. hey meski dia sudah tak gadis lagi tapi ia harus punya haga diri.

__ADS_1


“Kau tolong ambol jahe itu dan kau giling mengenakan batu ulekan itu. Aku ingin membuat minuman hangat karena malam ini terrasa sangat dingin.”Ujarnya kembali membuat adona roti ditangannya.”Itu terlihat niknat dimakan bersama roti awan.”Ujarnya dengan pelan.


“Hey kau takk waras..!!! ini kau bilang dingin? Lalu kenapa tidak mengenakan baju? Mau sengaja menggodaku he? Hey aku memang tergoda atapi bukan begini caranya!!!” Teriak dan makinya Wulan dalam batinnya. Mau dilepaskan tapi ia masih sayang nyawa.


“Kenapa tidak diblander saja tuan? Bukankah itu lebih simpel?”tanyanya. disini bukan zaan kunokan yang apa-apa dilakukans ecara manual?


Bir menyapanya dengan tatapan datar.”Jika aku suruh giling yah giling. Atau lidahmu ku potong jika banyak bertanya lagi.”Ujarnya disana dingin. Wulan kicep segera mendekat. Tapi hawa semakin panas melihat tubuh kekar semakin dekat dengannya. Ia menghela nafas memaksa jantungnya supaya tidak berdetak dan tidak memalukan dirinya. Ia segera mengambil jahe dan menumpuknya mengenakan ulekan keras.


“Kupas dulu bodoh.. kau pikir aku mau makan tanahnya?”Tanya Bir disana menahan tangan Wulan yang menumbuk sembarangan.


Wulan kaget segera menepis tangan itu. Ia mengangguk. "Ku kira langsung ditumbuk.”Ujarnya. ia segra mengambil jahe dan mengambil pisau. Ia mengikis kulitnya dan mencucinya.


Bir disana tersenyum miring menatap Wulan. Jika ia bermain-main sebelum ajalnya hilang tak apakan?? “ Tumbuk yang halus.”Bisiknya ditelinga Wulan.


Tubuh Wulan menegang. Ada gelenyar neh ditubuhnya, terasa seperti ada yang mengerayangi tubuhnya.. ia merasa tangan Bir disana mengusap perutnya. Plak..”Tuan jangan lewat batas. Saya laki-laki.”Ujarnya disana tak terima. Hey dia tak bisa diginikan,


Bir disana mengernyit. Laku menunjukan sesuatu yang ia dapatkan ditangannya.”di bajumu ada kecoa mangkanya aku ambil.”Ia membuangnya kelain arah.


Wajah Wulan amsam mendengarnya. Memerah malu, hey dia malu.. ia buru-buru membalikan tubuhnya dan kembali melakukan tugasnya.

__ADS_1


”Terimakasih.”Bisik Bir ditelinga wulan.


Wulan disana tersindir tertegun dan terdiam. Sial.. ia tak bisa diginikan terus. Jantungnya bermasa jika begini terus.. dan Bir? Ia terkekeh. Lagi lagi menyiksa batin orang yang sedang takut memanga asik. Sampai mentalnya jatuh dan juga memilih pergi meminta kebebasan..... uhhn


__ADS_2