Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Kekota


__ADS_3

Sudah dua jam perjalanan tai Lingling masih sanhat antusias melihat seeklolingnya.


Lingling menatap sekeliling. Waw.. jalananya sangatkah ramai membuat mulutnya menganga. Disampingnya ada jendral Chun, jendral Vuang dan jendral Lien menatapnya heran. “Besar banget yah..”gumamnya disana lalu mengusap pelipisnya.” Tapi disini panas dan tidak segar..”Gumamnya disana sedikit menterutu. Karena banyaknya polusi.


Jendral Lien disana dian menatap Lingling heran.. “ Hm.. memangnya kau baru pertama kali ke kota? Kok bisa kayak gitu?” Tanyanya jendral Vuang yang sedari tadi gemas menatap Lingling yang sangat kampungan melihat kota.. mereka memang harus melewati kota untuk pergi kekota sebrang. Lagipula mereka juga harus melakukan perjalanan selama empat jam.


Linglling mengangguk disana.”Hmm. tidak juga, ini yang kedua kali setelah Jo menjemputku pulang dari rumah tabib.. ehhmm Dokter masuknya.. Disana pun kepalaku terbentur membuat aku pingsan tak sadarkan diri.”Jawabnya jujur.


Jendral Vuang menatap Lingling miris dibuatnya lalu menghela nafas. Jendral Lien tak kalah kasihan mendengar ujaran polos Lingling.


“Tapi bukannya kita akan pergi kehutan tapi kok malah disini? Sepertinya ini kota?”Tanya Lingling menatap mereka bertiga sedangkan Wulan didepan hanya diam mendengar sang Lingling.


Jendral Vuang disana mengangguk.” Yah, tapi kita harus melewati kota dulu, sebab nanti kita akan kehutanan dengan jalan kaki. jaraknya sangat jauh dari jalan besar.. kau akan lihat sendiri nanti..”Ujarnya disana membuat Lingling kembali mengangguk.


Setelahnya mobil itu berhenti disatu tempat perbelanjaan, tepatnya diMinimarket disana. Lingling yang tidak tau apa-apa melihat semua orang turun hanya diam saja..


Jendral Vuang menatap Lingling heran” Kau tidak mau membeli makanan dan minuman untuk perisapan disana nanti?”Tanyanya disana. Dibelakangnya ada jendral Lien. sedangkan Wulan dan jendral Chun sudah duluan.


Lingling menggeleng polos.”Aku tidak punya uang.. nanti jika sudah dihutan aku akan berburu makanan. Kalian tenang saja, aku pandai dalam berburu makanya aku tidak akan kelaparan..”Ujarnya.”Kalo masalah minum juga pasti akan menemukan mata air atau sungai...”Senyum tipis menghiasi diwajahnya.


Nyut.. entah kenapa perkataan sederhana Lingling mampu merobek hati mereka disana. Kenapa diucapkan dengan kaliamat yang sangat polos begitu? “Memangnya ayah dan ibumu tidak memberikan uang atau bekal?”Tanya jendral Lien disana. Karena ia sangat tidak peduli dengan Eliza selama ini. Ia hanya tau jika Eliza gadis bodoh dan gadis yang dibully.


Lingling menggeleng cepat menjawab..”Aku bahkan lupa mereka memberiku uang kapan trakhir kalinya. Katanya makan saja cukup tidak perlu uang. Kemarin aku punya uang karena menjual ikan, tapi sekarang tidak punya lagi karena mau membelikan baju., bajuku semuanya sudah rusak dan banyak yang bolong..” Jawabnya lagi jujur. Ia tak sadar jika ucapanya itu sangatlah menyedihkan disana. Jendral Vuang bahkan membuang muka kearah lain mendengarnya. kenapa?


Jendral Lien menarik Lingling membuat Lingling mengerjab menatapnya.”Ikutlah. aku yang akan mentraktir sepuasmu. Lagipula kau tidak perlu khawatir. Nanti kita akan mendapat uang gaji kan kau sudah menjadi jendral..” Ujarnya disana datar namun tidak dengan hatinya.

__ADS_1


Lingling menatapnya tersenyum sembari turun.”Benarkah?”Tanyanya.


jendral Vuang disana mengangguk. “ Iya.. kami akan mentraktirmu sepuasmu.. kau ambil saja apa yang kau mau.”Ujarnya kepada Lingling.


Lingling mengangguk.”Baiklah. tapi nanti jika aku mendapatkan gaji pertamaku aku akan mentraktir kalian, karena tidak baik mengambil uang tanpa dikembalikan... aku akan mentraktir kalian dirumah makan tenang saja..”Ujarnya menepuk pundak Lien..


Akh Lien tak sanggup tak mengeluarkan air mata. Ucapan Lingling sangat Fiyur.. polos dan jujur.. Reallnya kalimat yang mampu mengiris tanpa menyentu. Tak meski memberi muka duka untuk membuat orang lain ibah.


Saat masuk kedalamun Lingling Nampak menatap sekeliling dengan diam, cukup heran melihat banyaknya makanan dan barang-barang berbungkus., Karena selama diposko dia tak pernah melihat seperti ini.. ia ditarik jendral Lien menuju stan minuman.. ia diam menatap dengan heran.. sedangkan Lien mengambil banyak minum dan menaruhnya kedalam keranjang.. Lingling diam menatapnya.” Kau mau apa?”Tanyanya disana.


Lingling mengeleng polos.”Aku tidak tau.. menurutmu itu apa?”Tanyanya. untuk pertama kalinya Lien tersenyum tipis dikehidupannya yang sekarang.


Ia memberikan minuman yang berwarna putih-kuning disana memberikan kepada Lingling.”Cobalah.”Ujarnya.


Lingling menerimanya namun mengerjab.”Bagaimana mencobanya?” Tanyanya disana karena melhat minuman itu tersegel.


“Yah bagaimana bisa tau jika aku baru kali ini melihatnya?”Tanya Lingling membuat jendral Lien tertegun. Nyatanya Eliza selama ini memang sangat terlantar meski memiliki porang tua.


Ia menatap Lingling yang binar mau meminumnya namun ia tahan.”Tidak jadi.. kau minum yang lain saja..”Ia menahan minuman itu, tak tega mengerjai Lingling.


Lingling mendengarnya mendelik.”Kau pelit he.. aku bahkan belum mencicipinya.”Ujarnya disana mendelik.


Jendral Lien disana menariknya namun Lingling menahanya.”Tidak usah. Kau yang lain saja..” Ujarnya.


Lingling kembali menahanya membuat jendral Lien menatapnya tajam. dengan siap Lingling menuruni kepalanya menggigit tangan jendr Lien membuat pegangan itu hampir teelepas menaruh mulutnya dibawah dan menjatuhkan air didalam botol itu kemulutnya.. dan Gruglll.

__ADS_1


Lien Disana bahkan menatapnya dengan pelototan akan ulah Lingling..


Tak lama Lingling memuntahkannya.. Uweekkk.. dan yah, ia memuntahkannya kesampingnya dan ternyata adalah Wullan dan jendral Chun yang entah dari mana.


Lingling disana mengerjab mengusap bibirnya yang terasa sangat asam.


Wukan menatapnya nanar.”Apa yang kau lakukan bodoh..”!teriaknya tak terma melihat ulah Lingling.


Disana jendral Chun tak kalah tajam menatap Lingling yang sudah berani-beraninya memuntahkan Wulan.”Kau cemburu ha?!!”Tanyanya membentak.


Dengan polos Lingling mengerut disana ... ia menggerjab disana dan Lien memberikan ia air minum putrih sembari menahan senyumnya.” Aku tidak sengaja. Ini jendral Lien memberiku susu basi, lagipula kalian ngapain jalan di sini?”Tanya Lingling sebari mengeluarkan lidahnya. Dia meminum minuman susu yang sudah disuplementasi membuat ia tak tau jika itu bukan susu basi. Tapi susu berisi bakteri baik.


Lien terkekeh disana.”Ini bukan susu basi. Tapi ini itu seemacam susu yang sudah melakukan beberapa kali pembuatan sehinggga ini bisa membuat daya tahan tubuhmu dan usus bagus. Ini enak tau, kau saja yang norak..”!Teriak Wulan ketus.


Lingling mengerucutkan bibirrnya lalu menarik kotak susu tadi dan menaruhnya dikepala Wulan.”Tu enak tu... Biarin norak wlllee..”Ujarnya lalu pergi..


Wulan membelalak dibuatnya dengan keadaan basah.. dengan cepat menarik Lingling namun dengan cepat Lingling menghindar dan melemparinya entah itu apa sampai itu pecah mengenai bawah dan muncrat kemana mana. Yang tak lain adalah kecap, baju Wulna berwarna putih sekarang sudah tak berbentuk. , dengan santai Lingling mengangkat bahu acuh.


“Maaf.. aku sungguh-sungguh SENGAJA..” Ujarnya dan berlari mencari jendral Vuang yang sudah berjanji mentraktirnya saja. Wulan menatap Lingling tajam disana. Lien diam meringis melihat Lingling.. nyatanya Lingling memang polos atau bodoh? Tapi sepertinya dia memang sangat membenci Wulan.


“Sudah jangan marah.. kita bersihkan saja kekamar mandi. Kita harus berangkat tigapuluh menit lagi. Biar aku mengambiil baju dimobil.”Ujar jendral Chun lalu meminta maaf kepada karyawan yang ada.


Lien disanapun bergegas mencari Lingling supaya tidak membuat masalah lagi. Dan ternyata tidak. Dia malah sangat senang memakan es krim dengan jendral Vuang dan jendral Vuang mengusap lepala Lingling dengan kekehan.. ia cukup menggeleng dibuatnya.


" Akan ku balas kau Eliza.....!!!"

__ADS_1


.


.


__ADS_2