
Disinilah Lingling sekarang, diruanganya Fiko yang diam dengan menatapnya. Letta disana diam menatap poto disisi brangkarnya Fiko sedari tadi, Nampak tak asing. Jika boleh jujur sedikit mitrip dengan dirinya. Tapi apa yang mirip?
Itu foto Keyna....
“Ehemm..”Andes berdehem membuat Lingling sadar dan menatapnya.
Lingling menyengir.”Oh iya. Maaf tuan kakak. Kami mau menjenguk tuan kakak. Dan aku juga mau minta maaf akibat ulahku tuan kakak jadi tercebur dan hampir dimakan buaya.”Ujar Lingling menunduk meminta maaf.
Fiko menatapnya aneh."’Ehh berhenti. Kepalamu bisa pusing..!” Ujar Andes menarik kepala Lingling supaya kembali lurus dan tidak lagi menunduk-nunduk. Lingling mencebik mendengarnya dan tersenyum. Fiko melihatnya tajam dan juga tak suka.
Lalu kembali melihatnya. “ Kau? Bagaimana bisa kau mengusir Rilex?”Rilex itu nama buaya yang hampir memakanya tadi.” Dan siapa kau sebenarnya?”Tanyanya tajam.”Bagaimana bisa air liurmu menghentikan darahku?”Tanyanya lagi disana.
Andes diam, ia baru sadar dan baru ingat akan hal fakta itu hinggga matanya menatap Lingling lirih.
Lingling mengerjab mendengarnya lalu menatap Andes. “Hmm.. aku kecil suka bermain dengan hewan, hewan manapun. Sebab tidak ada yang mau berteman dneganku. Jadi aku bisa mengerti bahasa binatang.” Ia tak terlalu boong, sebab sedari kecil memang sangat dikit yang mau berteman dengannya karena dirinya yang mengenakan cadar dan juga pemalas,
“Kau bisa bahasa hewan dan bicara hewa?”Tanya Fiko disana menekan pertanyaannya dan diangguki oleh Lingling.” Tidak masuk akal. Kau pikir aku percaya?”Tanyanya disana mendelik menatapnya. Tidak ada manusia dizaman sekarang yang bisa bicara pada binatang.
“Lah ini aku sedang bicara dengan binatang sebagai buktinya..!” Ujat Lingling polos.
“Siapa? Mana?!!” Tanya Fiiko melotot menatap kekanan dan kekiri.
“Didepanku ini.”Ujarnya menunjuk Fiko.
Fiko melotot menatapnya.”Maksudmu aku binatang nya?”Tanyanya disana membentak dan dianguki manis oleh Lingling. Tangan fiko semakin terkepal Disana.
“ Aiyyyyyoo.. kurang ajar kau yah..!” Teriaknya dan dikekehi oleh Lingling.
“Tidak, maksudku dikenganmu ada nyamuk. Bukan dirimu.”Ujarnya membuat Fiko menatap tangannya disana. Lingling mendekat dan mengibas tangganya. Dan benar saja nyamuk itu menghampiri tanganya.
“Haiiyoo nyamuk.. apa rasa darahnya tuan kakak?”Tanyanya kepada nyamuk itu.
Andes dan Fiko diam menatapnya.
“Ha pahit? Haha aku tau, dia memang pahit. Wajahnya saja pahit.”Ujarnya disana terkekeh disana membuat Fiko melotot. Daranya ahit.?
“ Iya si dia tampan, tapi percuma tampan kalo galak.”Ujar Lingling.
__ADS_1
Fiko melotot melihat dan mendengarnya. “He aku tidak galak..!” Pekiknya tak terima.” Dan jika darahku pahit kenapa dia mau memimumnya? Berhenti bembohongiku.”Ujarnya disana dengan membentak. Lingling mencabik.
“ Jika yang aku ucapkan benar, ayo kembali minum darah tuan kakak Nyamuk.”Ujarnya dan benar saja nyamuk itu kembali mengigit Fiko.
Fiko segra saja menepis dan Puk..
“astaga .. Apa yang kau lakukan..! kau membunuhnya..1!” Teriak Lingling mendekati Fiko dan mengambil tangan Fiko. Nyamuknya gepeng.” Hua... kau jahat hikls hiks.’'Gumam Lingling lirih menatap Fiko dan..
Puuuuk.
Ia menampar pipi Filo membuat Fiko terdiam. “Itu balasan karena kamu menampar nyamukku cih.”Ujarnya lalu melipatkan tangan diatas dada.
“Jahat, pelit, sombong, dingin. Aku tidak suka kamu.”Ujarnya menatap kearah lain. Fiko mengusap pipi nya yang terasa panas menatap Lingling mendelik.
"Aku juga tidak suka kamu..!! " Bantah Fiko yang terasa harga dirinya diinjak injak.
mata Lingling membuat dan mulai berkecak pinggang "Kita lihat saja nanti. Akan ku buat kau menjilat ludahmu sedari." Tantangnya.
"Siapa takut..!! Kita liat nanti. "Bantah Fiko menguat Lingling menjembaknya.
"Adoool Adooo Lepasan woi sakit...! "Pasok Fiko namun Lingling malah melepaskannya kasar membuat Fiko Menatap sengit.
Sedangkan Andes? Ia sedar tadi diam melihatnya, ia mengulum senyum dibuatnya.
Fiko yang melihatnya pun berkata.” Kulum terus. Ketawa aja enggak papa.. Gue tau nahan tawa tu sakit.”Ujarnya. Andes disana pun tertawa melihatnya. Fiko memang sangat menyedihkan kawan..
“Jadi kau memang benar benar bisa bicara dengan hewan?”Tanya Andes kepada LIngling.
Mau tak mau Lingling mengangguk ragu. Andes mengangguk. “Hmm jadi itu alasan kenapa kau bisa selamat dari pera binatang buas dihutan ini.”Gumamnya. ini adalah salah satu alasan berarti.
Lingling mengangguk disana. “Hee... lagi pula aku sedari kecil memang sudah dihutan., jadi yah biasa saja dihutan.’Ujarnya lirih. Memang benar kan? Hidup dihutan makanan sehari harinya.
Dan disana ada Fiko menatapnya heran. “kenapa? Kau tak punya orang tua? Atau kau keturunan tarzan?”tanyanya disana.
Lingling mengerutkan keningnya dan berkata. “Siapa itu tarzan?”Tanyanya disana mendelik tak tahu,
Fiko menatapnya heran dan berkata.” Kau tidak tau tarzan? Kau tidak pernah nonton TV kah?”Tanyanya disana nanar.
__ADS_1
Lingling kembali menyipitkan mata dan berkata. “ TV? Apa itu TV?”Tanyanya lkagi heran. Ia memang tidak tau apa itu TV.
“Serius sumpah loe engak tau TV?”Tanyanya.
Dengan ragu Lingling mengangguk. Fiko menepuk jidatnya dibuatnya. “Yaampun, loe lahir dari zaman apa si? Kok engak tau TV? Kalo pun miskin yah kali loe engak tau TV,, Seengaknya bisa liat tetangakan?|”Tanyanya lagi disana. “Atau memang loe sejenis tarzzan yah?”Gumamnya lagi.
Lingling menggeleng. “Ih sudah ku bilang, aku bukan tarzan atau keturunannya. Aku itu Lingling. Lagian apa itu tv aku tidak tahu.”Ujarnya membantah diangguki oleh mereka. “Lagipula memang ada apa dengan TV sih? Disana ada tarzan? Aku mau lihat.”tanyanya disana nanar,.
“Serius kamu tidak tahu TV?”Tanya Andes heran juga. Sebab ia juga tak percaya manusia dizaman sekarang tidak tahu itu TV.
Lingling mengangguk membuat Andes mengambil sesuatu dilaci brangkar nya Fiko dan memencetnya.
Ada satu barang yang turun membuat Lingling menganga.” Wah.. terbang.”Ujarnya disana bertepuk tangan. “ Burung terbang?”Tanyanya.
Andes menepuk jidatnya berkata. “Itu Tv. Itu bisa membuat kamu melihat orang lain. Lihat ini.”Ujarnya memgika siaran.
Lingling disana menatapnya dengan tatapan heran dan juga polos. Dan ”Kya.. ada manusia terperangkap disana. Bagaimana bisa?”tanyanya meloncat dan mendekati TV itu.. ia melihat kebalakang dan kekanan dan ternyata tidak ada apa apa.”Itu mereka dimana? Kok bisa didalam ini? Kecil?”Tanyanya nanar. Lagian itu TV tipe terbaru yang sangat tipis itu loh.
Fiko menatap Andes dan Lingling bingung, “Mana ada manusia itu Ling--- “
Guar.. Guar... Guar..
“Ling apa yang kau lakukan..!!” Pekiknya Andes dikalah Lingling menendang dan memukul Tv itu hingga pecah dan hancur membuat beberapa aliran listrik muncarat dan tvnya mati.
Andes menghindar dibuatnya sembari mentak Lingling menjauh.
“Yahh dimana mereka? Aku mau menyelamatkan mereka kenapa mereka hilang..!” Pekik lingling mau menyentuh Tv itu dan langsung ditepis oleh Andes. "Apa mereka Dimana TV!!!???" Tanyanya melotot Disana.
”Kau gila yah. Itu mana ada manusia Ling. Itu hanya gambar..!!” Teriaknya. Sedangkan Lingling hanya mengerjab dengan muka polos.
“Tapi tadi ada manusia.”Cicit nya disana.
“Itu hanya ilusi dan tidak nyawa. Bukan manusia.,”Ujar Andes disana.. Lingling diam tak paham mengusap keningnya. Ternyata tanganya terluka.
“jadi kau tidak tau TV beneran?”Tanya Fiko disana lirih membuat lingling mengangguk.. Andes dan Fiko mengangah dibuatnya.
...Jangan lupa tinggalkan dia yah...!! ...
__ADS_1