
Setelah semua yang telah mereka berdebat kan, mereka akan penuh hikmat, Lingling makan dengan tata krama yang baik dan juga penuh keanggunan bahkan Andes Alka dan Keyna tapinya takjub. "aku baru tahu jika kamu bisa makan seanggun ini ling. " Gumelam Keyna pada Lingling.
Lingling Hanya tersenyum manis dan melanjuti makan malamnya, Ling Ling menghabiskan 1piring stik sapi yang yang menurutnya yang paling lezat diantara makanan yang lain, dia juga makan mie carbonara, dessert puding coklat yang rasanya tidak terlalu manis tapi juga tidak pahit, cocoklah untuk dirinya yang tidak menyukai makanan manis,. meskipun begitu semua makanan yang ia makan tidak habis, melainkan hanya makan beberapa suap saja, lalu ia tinggalkan begitu saja karena ia Hanya penasaran Apa rasa dari makanan-makanan tersebut. jangan lupakan Ia juga mencicipi semua makanan yang Andes makan dan juga minuman Andes sendiri sedari tadi, ia tidak merecoki Keyna ataupun Alka karena dia sadar dia bukan bagian dari mereka dia juga tidak mau membuat kesalahan atau mengganggu keharmonisan keluarga tersebut.
"Lingling habisi makananmu baru makan-makanan yang lain, Kau sangat merugikan kami akan membayar makanannya. "ujar Andes dengan tidak suka kepada Ling Ling.
Lingling menggeleng tidak setuju kepada Andes "Aku ingin mencicipi semua makanan ini bukan untuk menghabisinya, Aku Hanya penasaran aja apa rasa semua makanan ini. " Jawabnya jujur.
Andes mendengarnya tak suka. "Mubazir Ling. " Andes bukannya pelit tapi membuang makanan adalah hal yang tidak ia benarkan. Cari uang itu sulit, mau makan enak juga harus kerja. Hey diluar sana ada banyak yang tidak seberuntung dirinya.
" Kau saja yang habisi aku yang mencicipi bagaimana? tidak akan terbuang atau sia-siakan makanannya? " tanyanya Lingling tampa beban pada Andes.
"Aku mual jika makan banyak, aku memiliki magh." Jujurnya pelan. benar, yang dikatakan Lingling itu adalah suatu kebenaran, pemilik tubuh ini yang bernama Eliza itu memiliki maag akut mungkin dikarenakan Ia yang suka menahan lapar dan tidak pernah diberikan makan oleh kedua orang tuanya membuat Ia memiliki penyakit yang menyedihkan seperti ini.
Ling Ling tidak bisa makan terlalu banyak jika terlalu banyak maka ia akan merasakan mual dan muntah-muntah meskipun makanan itu enak, Iya juga tidak bisa telat makan jika dia telat makan maka kepalanya dan perutnya akan terasa sakit di tambah terasa mual-mual dan juga perih di ulu hati titik ada banyak yang tidak enak ketika menyebutkan perihal makanan akan masalah lambung Eliza, apalagi ling-ling adalah pencinta makanan lezat.
Andes tidak tahu jika Ling Ling memiliki penyakit tersebut, Iya menatap Lingling dengan tatapan tanda tanya. " Sejak kapan? " tanyanya lirih.
__ADS_1
Lingling menghela nafas mengangkat bahu acuh. Andes pun diam saja menatap Lingling yang mencicipi semua makanan. Keyna dan suami? mereka sibuk dengan dunia mereka yang suap-suapan disana menyisakan Andes yang gigit jari dan Lingling yang mengingat Liong. akh ia jadi merindukan Liong yang selalu menyuapinya makanan dikarenakan ia malas makan. Apa kabar dirinya sekarang?
...----------------...
di dunia lain. Chun yang bersama Lien disatu tempat sedang menatap bangunan didepan mereka prihatin. Ada banyak anak-anak yang sedang diborgol satu sama lain berbaris memanjang dengan keadaan yang memprihatinkan. " Ini mau kalian bawa kemana?" Tanyanya pada Fiko yang melihat mereka disana.
Fiko menggeleng. " mungkin kami akan mengajarkan mereka banyak hal seperti biasa. sesuai bakat mereka miliki. " Ujarnya Fiko pelan. anak anak itu milik Grace jadi yah dia juga tidak tau diapakan lagi pula usaha adiknya Keyna tidak ada yang sekejam itu.
Chun mnengernyit mendengarnya. Tidak tau? Lalu apa gunanya mereka dibawa kemari oleh mereka yang ada disini? Tidak mungkin kan mereka hanya dibawa tampa alasan. "
"“Lalu apa gunanya kita kemari hmm?”Tanyanya Chun pelan pada Fiko. Menepis rasa takut dan rasa kekepoan miliknya menampoikanw ajah datar.
Chun menggeleng.”Aku tidak suka menyiksa orang-orang. Lagi pula apa alsan mereka disiksa ha?”Tanyanya disana pelan. Fiko disana memberikan senyum mengerikan.”hemm untuk mainan mungkin.”Ujarnya. Chun mengepalkan tangan mendengarnya. Mereka kejam sekali, bagaimana bisa anak kecil dijadikan mainan seperti itu? Hey apa mereka tidak memiliki akal sehat untuk melakukan suatu hal yang lebih bermutu dan bermanfaat?
Fiko tersenyum lagi, melihat wajah Chun dan Lien yang masam adalah kesenangan tersendiri baginya, mereka seperti lelucon dimatanya "Apakah salah? Bukankah ini memang tempat kejahatan jadi bukankah semua yang kami lakukan ini adalah suatu kejahatan ha?”Tanyanya Fiko pelan pada mereka yang ada disana seakan menegaskan kenapa kaget kan sedari awal tau jika ini.
Chun diam tak menjawab menatap anak-anak disana. tak lama setelahnya datang Grace yang mengenakan baju sangat ketat menampilkan leuk tubuhnya yang sintal. Chun sampai memalingkan wajahnya dikarenakan dada Garce yang memnyimbul dibalik bajunya secara mengenaskan seakan memanggil orang-orang menatapnya. Grace datang membawa kayu yang panjang berlenggok seakan bajunya bukanlah masalah besar baginya.
__ADS_1
”Sudah berkumpul semua?”Tanyanya Grace disana dengan pelan.
"Sudah.."
Semua mengangguk menatap Grace. Grace disana tersenyum miring.” Yasudah kita mulai saja.. “Ujarnya melangkah maju.
Chun. lien semuanya mundur membiarkanya maju. Chun mendengus tak suka. apakah Grace tidak memiliki baju lain yang lenih layak? Demki Tuhan Chun katakana jika Garce lebih baik tidak mengenakan baju sama sekali saja sekaligus disbanding begini. Dimana bibir merah merona seperti bisa dipadukan dengan baju hitam yang tercetak jelas. Pantatnya yang bulat sangat gemas dimata para lelaki. Hey dia lelaki normal, jangan salah meski lelaki sendiri sudah mencintai perempuan jika melihat beginian mereka tetap saja akan merasakan suatu yang sesak atau merontah untuk dipuaskan.
Anak-anak mengangguk memnatap grace. Grace disana mematap mereka dengan kasihan.”Oke baiklah, jika begitu berbaris lah. Kalian sudah tau kan mainnya bagaimana?”Tanyanya disana pada anak-anak.
Tapi mereka diam tak menjawab membuat Grac emenghela nafas. “Mami bisakah kau jelaskan kepada kami bagaimana permainannya. Kami belum paham dan kami masih ingin hidup layak.”Ujar salah datu anak yang memiliki mata amber dan terlihat sangat tampan meski keadaannya sangat suram.
Grace mendekatinya dan mengusap pipi sang anak.”Anak yang malang sangat tampan.. mami akan jelaskan kepada kalian oke..” Chun mengernyit melihat dan mendengarnya. Apa tadi? Mami? Jadi mereka semua memanggil Grace mami? Kok bisa? Iblis itu?
Grace menepuk kepala anak nermata amber pelan dan berkata.”Ini pertarungan antara kalian yang layak untuk ditempatkan dimana, tenang saja kalian akan tetap hidup layak sebagaimana kemampuan kalian. Selama ini mami sudah mengajarkan kalian banyak hal kejahatan dan juga kekejaman hidup untuk membuat kalian mandiri jadi mami harap kalian bisa menjalankan hidup kalian kedepannya dengan layak karena sudah terlatih banyak hal baik hal baik maupun hal buruk.”Ujarnya disana pelan pada anak-anak tersebut.
.
__ADS_1
.
.