Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Bukan neraka


__ADS_3

Hay guys... Jan lupa siapkan jempol yah...!


.


.


.


.


Ibu itu tertegun mendengarnya, ia menatap Wulan penuh penyelidikan.”Apa kau jujur??”Tanyanya dengan pelan. Wulan disana mengangguk pelan meyakini ibu-ibu ini. ibu-ibu itu melirik ke kanan dan ke kiri.” Ikut aku.”Ujarnya pada Wulan. Wulan disana tertegun mengangguk ikut, mencoba untuk menahan diri untuk tidak takut. Jujur ia sangat takut tapi tak apa, sebab mati adalah taruhan yang setimpal dari apa yang ia lakukan.


Ibu itu sampai diruang tidur pelayan, Wulan terdiam melihat disisi kanan dan kiri. Ruangan ini memang tidak seperti ruangan pelayan, karena ada beberapa bilik. Ada juga satu bilik yang berisi beberapa kamar dan juga dibatasi, ia tak paham konsep rumah ini. tapi ia cukup paham dan tau jika tempat ini sangat layak ditempati orang lain. “ Ini bilik kami, kau boleh masuk.”Ujarnya tenang pada Wulan. Miko disana menggandeng ibunya saja sembari memasuki bilik nya.


Wulan termenung melihat seisi bilik yang cukup bagus dan banyak isinya, tak besar, hanya bilik kecil yang juga dibatasi beberapa pelapon. Wulan tebak ini ada ruang tidur dan makan yang berbeda juga. Wulan kagum akan meminimalisir untuk mengenakan barang-barang disini.


Wulan terdiam lagi ketika ibu tadi memencet bawahan lantai hingga menampilkan meja yang sudah ada minuman kaleng yang sudah tersedia disana. Wulan disana diam sembari duduk diajak ibu itu. “Jadiiii bisa kau jelaskan secara terperinci?”Tanyanya disana pelan. Ia tak suka basa basi.


Wulan terdiam menatapnya yang to the point.” Jadi saya memang agensi Negara yang memang diutus untuk membantu kalian disini, identitas ku sudah hilang tapi percayalah aku seorang dokter ahli ditugaskan dibagian kemiliteran. Tenagaku setara dengan militer wanita lain, dan disini aku menyamar untuk membantu kalian.. apa ibu bisa membantu kami?”Tanyanya disana pelan.


Ibu itu mengangguk pelan.”Jadi kau disini bukan hanya sendiri tapi beberapa orang?”Tanya ibu itu tenang. Wajahnya tak bisa ditebak oleh Wulan.


Wulan disana mengangguk pelan.”Yah... aku tak sendiri untuk membantu kalian keluar dari neraka ini.”Ujarnya disana tersenyum ramah.


Ibu itu terlihat tertawa sumbang. Miko disana mengernyit pelan. Ia tak paham apa yang dibicarakan memilih diam melirik ibunya yang tertawa. “ Tapi neraka ini yang menyelamatkan kami dari kematian dan kelaparan.” Ibu titu berkata dengan pelan dan juga tajam.


Wulan tertegun disana, ia menatap manik mata ibu itu dalam. “ Kami dari Desa daratan ini... rata-rata dari penduduk bekerja disini, atau lebih tepatnya para orang tua atau orang yang mau saja bekerja disini. Baik anak-anak atau orang tua. Namun dengan kualitas yang berbeda-beda. Kami diberi upah sesuai dengan apa yang kami miliki. Jika memiliki skill maka kami akan mendapatkan upah yang besar tapi jika tidak kami masih tetap diupah dan diberi kelayakan hidup seperti manusia lainnya. “Ujarnya pelan.


Wulan paham, maksud ibu-ibu ini jika seseorang itu pintar dan memiliki keahlian yang bisa dan juga berguna disini maka ia akan diberi upah, jika tidak, baik dari anak-anak atau orang tua sekalipun, jika mau bekerja masih akan diterima jika tempat ini membutuhkannya, Meski tidak diberi upah yang besar tapi mereka masih bisa memenuhi kebutuhan mereka secara layak hingga tak mati kelaparan, mereka diberi fasilitas manusiawi tidak membuat mereka menderita diluar sana.


“Lantas bagian mananya yang harus kalian bantu dari kami?? Dan mengatakan ini neraka? Jika benar ini neraka? Setidaknya disini kami bisa hidup layak sebagaimana seharusnya manusia hidup.”Ujar ibu itu penuh tekanan. Terlihat aura intimidasi kuat meski hanya pelayan kebun. " Saya bicara ini karena saya sudah mendengar beberapa waktu ini tempat kami diserang... Saya mau kalian berhenti ikut campur tentang kami. Ini bukan tempat neraka!!! Ini istana bagi kami mencari makan jadi kami tidak butuh bantuan kalian.."


Wulan menggeleng berusaha meyakini.”Ini bukan tempat yang baik bu. Mereka semua penjahat, mereka menjual obat terlarang, tumbuhan terlarang, menjual anak dan organ dalam, bahkan menjual para wanita disini kami ditugas untuk membebaskan kalian dan juga membantu kalian keluar dari sini. Ini tempat berbahaya untuk desa kalian.. “Ujar Wulan penuh keyakinan.

__ADS_1


Ibu itu mengernyit pelan.”Kamu benar disini tempat sejahat itu.”Ia mengangguk pelan akan hal itu lalu berkata lagi. “ Sebelum tempat ini berdiri, mungkin sekitar tujuh atau lima tahun yang lalu, saya dan warga desa hidup dalam hal yang tak layak.. bahkan sangat tidak layak.”Ujarnya pelan. Wulan terdiam mendengarnya.


Ibu itu menerawang jauh mengingat hidup mereka.” Kami bahkan dijuluki kaum primitif dikarenakan tidak memiliki ilmu yang layak. Hidup kami sangat mengerikan, kami tidak memiliki mata air karena didaratan yang tandus, kami juga hidup penuh kekurangan makan dan gizi membuat dari kami banyak yang mati kelaparan atau kekurangan gizi. “ Ia diam sebentar.”Kami makan dengan tak kecukupan, kami kekurangan air bersih,.... tapi pemerintah tutup mata akan kami... lalu bagaimana bisa kau mengatas namakan keperhatianan pemerintah terhadap kami??”Tanyanya terkekeh. Wulan diam melihatnya.


Tik. Ibu itu mengetuk tangannya diatas meja dan menatap Wulan serius. “ Tapi setelahnya mereka datang membuat usaha disini, disini awalnya hanya hutan terlarang yang tak boleh dimasuki dikarenakan berbahaya, termasuk kami. Kami tidak berani masuk kesini karena kabar siapa yang masuk kesini ia akan menghilang.. Tapi kabar itu terpatahkan ketika orang yang nekat masuk kehutan itu keluar dengan tubuh yang sehat, berisi dan juga memiliki kehidupan yang layak. Meeka membawa beberapa orang dari sana dan membantu kami didesa.”


“Mereka membantu kami mengatasi kekurangan air dan air kotor dimulai memberikan alat-alat yang bisa membantu mengambil air dalam kedalaman yang mencapai 25meter. Mereka juga membantu menanam bahan-bahan yang bisa dimakan ditanah yang tandus hingga kami tak lagi pernah kelaparan dan kekurangan air bersih, bukan hanya itu, mereka membantu supaya desa kami hidup kembali dan memberikan kesempatan siapapun untuk bekerja dengan mereka dan hidup layak, diberi gaji yang setimpal. Kami cukup ragu awalnya, tetapi dari desa mau mencoba. Kami mencoba dan mulai merintis hidup kami disini tanpa ada yang menyakiti kami.”Ujarnya disana penuh keyakinan dan kejujuran.


“tak sampai disana. Ketika tanah kami membaik, kamipun banyak yang mendaftar kan diri untuk memasuki area ini, tetapi dengan janji setia, lalu ada beberapa anak yang kami bawa karena tak ada yang mengurus membuat mereka mendatangkan beberapa guru.


Anak-anak kami yang tak mengerti apapun diajarkan dalam menulis dan juga belajar banyak hal... ada juga beberapa anak yang diajarkan dalam, bela diri.. tapi dengan syarat jika mereka keluar dari tempat ini suatu saat nanti mereka harus bungkam dan tidak boleh bercerita... tapi kebanyakan dari kami kami setia disini dikarenakan kami sadar diri jika kami berhutang budi dengan mereka.”Ujarnya.


Wulan mendengarnya terkejut disana. Ia menatap ibu itu mencari kebohongan. Tetapi semua terlihat kebenaran, tak ada kebohongan sedikitpun.. “Kalian tau pekerjaan kalian disini apa? Dan itu sangat merugikan orang lain.”Ujarnya disana pelan dan penuh penekanan.


Ibu itu terkekeh.”Apa peduli kami?? Kau pikir orang diluar sana yang mengonsumsi ini peduli dengan penderitaannya kami dahulu?? “Tanyanya menantang pada Wulan.. ia masih sangat ingat rasanya kelaparan dan hampir mati.


Ibu itu menggeleng lemah. “Kami baru bisa merasakan bahagia beberapa tahun belakangan ini, hidup layak, makan sehat dan apa yang kami mau makan kami bisa makan, kami baru bisa merasakan memiliki baju yang berbeda setiap harinya. Kami baru bisa merasakan bagaimana menjadi manusia sebagaimana semestinya. “ Ujarnya disana dengan sinis.


Ibu itu menggeleng.,” Dari kami yang setia dan jujur tak ada satupun yang mati ditangan meeka, kami memiliki peraturan disini.. jadi jangan menambah-nambah kata..!!” Ibu itu membentak. “ Mereka memang kejam tapi bukan berarti mereka jahat. Mereka memang menjual organ tubuh manusia atau bahkan membunuh, tapi Katakan saja mereka jahat, kami tidak peduli, sebab mereka yang membantu kami hidup dan menjadi layak.. “Ujarnya.


Wulan disana tak menyangka jika pengaruh orang disini sangat kuat, mereka bahkan bisa mencuci otak dari orang desa dengan terkunci. “Jadi berhubung saya kasihan kepadamu.. lebih baik kau pergi dari sini, ajaklah semua temanmu untuk mundur.. jangan sampai kalian mati Cuma-Cuma disini.”Ujar ibu itu dengan pelan.” Saya tau niat kalian baik, tapi saya lebih memiliki niat untuk menyelamatkan kalian.”Ujarnya pelan.


Wulan tertegun ditempatnya.


.......


Sisi lain sosok perempuan yang sedari kemarin tertidur tenang dengan tangan yang diborgol dengan beberapa rantai sisi kasur itu membuka matanya dingin,, disini sangat dingin membuat ia sadarkan diri..


Sirtt.. ia merasakan kepalanya sangat sakit dengan pinggang yang terluka. Ia melirik kesemua ruangan mengingat apa yang terjadi padanya sampai pada menatap sosok lelaki yang tak lain adalah Andes yang tertidur disisi kasurnya. Lingling menghela nafas kasar,


Iya dia Lingling. Lingling disana diam mengingat kejadian kemarin. Akhh mengingat ia ditawan begini membuat ia sakit. Bukan sakit karena terluka, tetapi karena ia ketahuan menjadi pengkhianat oleh orang—orang yang ia sayangi. Ia tidak suka cap dirinya seorang pengkhianat. Ia orang baik..!!


“Sudah bangun??” Lingling menatap suara yang berasal, itu supaya Keyna yang sampai bersama dokter Heru, ada juga kedua temanya dibelakang. Keyna Nampak membawa susu kedalam sana. Lingling diam menatapnya datar saja. Keyna menghela nafas melihatnya.”Ada yang sakit? Maafkan aku, karena aku kau terluka.”Ujarnya pelan.

__ADS_1


Ia ingat semalam betapa marahnya Andes mengetahui keadaan Lingling, meski tak menyakiti siapapun tadi Andes semalaman menunggu Lingling. Andes semalam pergi keluar saja tak tau kejadian menimpa lingling. Saat pulang mendengar kabar Lingling membuat ia menggila. Apalagi mengetahui Lingling diborgol semakin membuat ia meledak dan marah. Tapi ia tak bisa berbuat banyak sebab kunci borgol ada pada Keyna. Ia hanya diam tak bicara menemani Keyna mengabaikan teman-temannya menatapnya dengan rasa bersalah.


Huaam.... Lingling merasakan kantuknya yang menyerang, akhh ia baru tau jika ilmu yng diberi oleh Liong tunangannya terbawa olehnya kemari, jadi ia tak bisa merasakan rasa sakit ditubuhnya setelahh sepuluh detik.. dikarenakan dulu ia sempat mengeluh karena kakinya digigit semut., jadilah Liong memberikan ilmu itu pada Lingling supaya ia tak merasakan sakit lagi. liong pernah berkata ini cukup berbahaya dikarenakan manusia tidak akan sadar jika akan kehilangan banyak darah atau bagian tubuhnya akan mengalami inferksi atau membusuk jika sang pemilik tubuh tidak mengetahui jika dirinya terluka. Mangkanya Liong memberikan jeda selama 10 sampai ke lima menit akan rasa sakit ditubuh Lingling baru menghilang setelah Lingling sadar dirinya terluka. Ketika sadar barulah sakitnya mereda dan hilang. Liong sangat menyayangi Lingling, apapun yang Lingling inginkan pasti akan ia beri. Termasuk dunia ini.


Tapi kok kemarin-kemarin tidak berfungsi? Apa liong sudah mengetahui dirinya disini?


Lingling jadi takut.


“Mau apa kalian kesini??” Keyna dan Lingling kaget ketika tubuh Lingling dipeluk Andes yang entah sejak kapan bangun, matanya terlihat merah karena baru bangun. Ia menatap Keyna adan teman-temannya tajam dikala ini, kentara dan terlihat sangat marah, meski belum tahap membenci tetapi aura permusuhan begitu pekat.


Mike mengerang tak suka melihat Lingling dipeluk, tapi ia juga tak bisa mengelak. Sama hal dengan Alex, mereka semua tak menyukainya alias cemburu tetapi sadar akan kelakukan dan tingkah mereka pada Lingling. Mereka tak bisa melarang barang sedikitpun, mereka tak punya hak.


“ Kami mau melihat dialah.. Siapa taukan kau bisa berbuat tidak-tidak dengannya.”Ujarnya Mike sinis. Alex dan Keyna diam dan tenang tak melerai merasa masih bisa dibilang normal.


Andes mengerang memeluk Lingling erat tapi tak menyentuh lukanya. Lingling mengernyit. “Ak-aku haus tolong jangan ribut dulu.”Ujarnya pelan dan lemah. Ia baru bangun tapi disuguhi oleh perdebatan mereka., apa mereka tidak mengerti kondisi situasi?


Andes dengan cepat berdiri dari sana,. Namun belum sampai disana keyna sudah mendekat memberikan susu ditangannya.”Tepat perhitungan gue loe bangun sekarang.. minum ini, ini buat menetralisir rasa sakit luka ditubuh Loe.”Keyna memberikan susu yang ia pegang tadi tersenyum tipis pada Lingling., ia sadar jika ia yang membuat Lingling terluka jadi ia bertanggung jawab.


Andes disana mengambil air putih mendekati Lingling. Lingling mendengus.”Kamu tidak lihat tangan saya diikat, apa saya harus mengenakan kaki saya?” Tanyanya disana tak suka. keyna disana menghela nafas dan membantunya minum, tapi sebelum ditepis oleh Andes. Hampir saja susu itu jatuh jika tidak Andes mengambilnya. Sedikit tumpah keselimut Ling-Ling. Lingling membelalak terkejut. Jika jatuh habislah wajahnya terkena susu.


Andes tanpa kata membantu Lingling minum, lingling terima saja dan menurut. Andes membantunya duduk disana. Keyna yang baru kali ini diperlukan kasar oleh Andes tertegun ditempat. Ia sedari kecil dekat dengan Andes tapi baru kali ini ia diperlakukan sedikit kasar. “Des.. loe apa-apaan si??? Keyna lagi hamil kalo dia jatuh gimana??”Tanya Mike tak senang pada Andes.


Keyna menahan Mike.”Gue nggak apa-apa.”Ujarnya dengan suara tipis.


Mike tetap tak terima.”Yah nggak bisa gitu dong.. masa dia kasar sama loe. Kalo loe tadi jatuh gimana? Kalo kandungan loe gimana-gimana gimana?? Masa dia kebih dukung pengkhianat itu dibanding loe?”Tanyanya disana dengan tatapan tajamnya tak suka.


“Kan gue udah bilang dia bukan pengkhianat..!” Bentak Andes keras kepada mike. Mike tidak mundur, ia menatap mata merah Andes. Andes mengepalkan tangannya.”Sedari semalem udah gue jelasin dia bukan pengkhianat..!!!”


“Loe tau tapi loe tutup mata Des. Loe udah tau kan? ngaku..!” Bentaknya Mike kuat pada Andes.


“Justru karena gue tau.. seharusnya kalian nanya sama gue bukan kek gini..!!! loe lupa kalo bukan Lingling yang nyelamatin loe dilaut itu loe udah mati membusuk??” Tanya Andes membentak.


Suaranya menggema diruangan ini. Lingling??? Ia menguap saja karena tak mau menggangu mereka, borgol ini bukan apa-apa baginya. Jika ia mau menghancurkannya saat ini juga bisa... tapi ia masih ingat disini ia ditengah manusia’Biasa’ tapi ia malas

__ADS_1


__ADS_2