Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Permasalahan kucing


__ADS_3

kalian nggak setuju Andes dan Ana? Huaa hahaha tolong kasi ciri-ciri yng cocok untuk Andes kesayangan kita biar aku buatin imajinasi kalian πŸ€—πŸ€—


.


.


.


Ana disana diam menatap andes yang makan di depannya. Benar benar sombong, kenapa dirinya tidak ditawarkan? Atau bicara sedikit begitu kan? ana mendengus melihat andes yang songong.


β€œHemm air liur kamu buat saya tidak selera makan, tolong menjauh.” Ujar andes menyentak ana dari imajinasinya. Ana melotot dan segera menyekah pipinya.


Benar..! ana pias dna memerah. Ana buru buru mengusap pipinya dan berlari kearah sembarang pintu yang ada di ruangan. Ia malu.


Sedangkan andes menahan tawa melihat wajah panik dan malu Ana. Sangat imut dan menggemaskan.


Ana seperti sedang di kejar anjing.


Ana salah masuk ruangan, ini ruangan pribadi andes, kmar pribadi andes membuat ia segera mencari pintu lain, ketemu, disana ada toilet mini, segera ia mencuci muka dan mengusap secara kasar. Ia menatap wajah yang sudah basah di depan cermin. Malu, dirinya benar benar malu.


Ana menutup pipinya sejenak.” Begok banget sih.” Gumamnya memaki dirinya. Bukan apa apa, tadi dirinya dibangunkan oleh satpam. Jadi apa yang dipikirkan satpam tentangnya? Norak? Ana menghela nafas dan keluar dengan lemas. Tidak semangat.


Rasanya Ana mau menghilang saja dari muka bumi ini!

__ADS_1


Sedangkan andes melihat Ana yang mendekat dengan wajah yang sudah sangat mendung diam dan menikmati makan dengan tenang. Ana duduk di sofa dekat Andes dan menatap Andes dengan lirikan malu. Andes melihat Ana begitu mirip seperti kucing yang baru tercebur god. Pipi telinga sampai lehernya merah.


Andes menyelesaikan sesi makannya dan menjauhi makanan dihadapannya. Ana melihatnya mengernyit keningnya.” Kenapa nggak di habisin pak?”Tanya ana pelan.


Andes melirik Ana.” Soalnya di sini ada kucing terlantar laper, jadi kasihan kalo dia nggak makan.,” ujar andes malas.


Ana mendengarnya mentap andes dengan tatapan tidka percaya.” Perusahaan segede ini ada kucing terlantar? Kok bisa pak?”tanyanya polos.


Andes mendengarnya menatap ana dengan tatapan tidak senang.” Iya ada, tiba tiba dateng dengan muka ileran, baju nany kayak nggak ada baju lain aja. β€œ jawab andes malas. bisa-bisanya gadis ini datang ke kantornya menggunakan baju Nany begini. Hey hey jika orang lain sudah pasti kena usir dia ini.


Ana segera menatap bajunya dan menajamkan tatapan pada Andes. Paham maksud andes dirinyalah kucingnya.” Bapak ngomongin saya kucing yah?” tanya Ana melengking. Disini hanya dirinya yang menggunakan baju Nany, dan lagi tadi ia yang ileran. Tatapan Andes bahkan menunjukkan jika yang disinggung adalah dirinya. Ana tidak sebodoh itu untuk tidak paham maksud Andes.


Andes melihat Ana dengan tatapan heran.” Saya nggak ngomong namanya.” Jawab andes. Andes pura-pura tidak tau dihadapan ana.


β€œ tapi ciri ciri yang bapak bilang ada di saya semua pak, saya pakek baju nani plus ileran, jadi bapak ngomongin saya kucing terlantar.” pekiknya di sana tidak senang. Bibirnya monyong dengan mata yang menyipit.


Ana mengangguk tegas membuat Andes menyeringai. β€œ terus kenapa nyalahin saya? Toh saya nggak nyuruh kamu ngerasa kan? kalo kamu nggak ngerasa kamu nggak usah tersinggung.” Ujar andes dengan pelan dan terkekeh.


Ana melirik andes dengan tatapan yang mendelik. Mendekati makanan yang andes tadi jauhkan.” Kucing terlantar mau makan nih pak. Sana sana. Miauh.” Ujarnya meniru suara kucing.


Andes mendengarnya menatapnya datar, ia pikir ana akan marah dikatakan kucing tapi faktanya hanya marah sesaat dan segera makan nasi yang ia sisikan. Ana terlihat berbinar memakan makanan yang di tinggalkan oleh Andes, dulu saat kecil dirinya sangat ingin makan semua makanan ini tapi orang tuanya tidak pernah memberinya, makan campur kecap dan taro kerupuk saja itu sudah sangat enak dan dirinya bersyukur. Saat ini ia setiap hari diberi makanan enak yang dulu ia idam idamkan.


Ana tidak akan melewatkan kesempatan makan makanan ini. meskipun dirinya dianggap kucing liar dan terlantar. Andes melihat Ana yang makan dengan lahap menggunakan sendok bekas ia makan tadi.

__ADS_1


Ada rasa tidak nyaman membuat ia berdehem,.” Kamu udah setahun nggak makan? Awas yah kalo sofa saya atau lantai saya ada yang terkena nasi atau kuah sayur. Kamu ganti.” Ujarnya tegas pada Ana yang makan begitu lahap di hadapannya ini.


Ana mendengarnya buru buru turun dari sofa dan duduk di lantai. Andes melihatnya tercengang dan juga shok. Ana masih asik menaruh semua makanan di lantai dan melanjuti makannya tanpa menghiraukan andes.” Kenapa kamu duduk dibawah?”Tanya andes heran. Dirinya hanya menyuruh Ana untuk makan pelan pelan agar tidak merusak sofa miliknya saja.


Ana melirik andes dan menggeleng.” Saya nggak mampu kalo mau ganti ini sofa pak, saya aja belum gajian, masa gaji pertama udah harus nyicil sofa. Mending duduk di bawah aja kalo jatoh saya bisa pel. β€œ ujar ana polos dan melanjutkan makannya tenang.


Mengangguk polos dan tersenyum.” Enak banget.” Gumamnya polos dan semangat.


Andes menatap wajah Ana yang sama sekali tidak tersinggung atau marah karena ucapannya yang menyakitinya cukup tertegun. Ana ini polos atau bodoh sih? Tidak mudah sakit hati dan selalu merendahkan dirinya sendiri, lebih tepatnya ia paham posisinya tidak ingin melebihkan dirinya, tidak malu merendahkan dirinya untuk duduk di lantai dari pada duduk atau meratapi nasib seusia di katai oleh andes. Ia.malah sadar diri dan memilih duduk di tempat aman.


Ana menghabisi semua makanan dan tersneyum menyelipkan tulang ayam dan ikan, ada dagingnya sedikit dan masih ada nasinya. Ia taro dan ia tutup lagi.


β€œkamu bisa membuangnya disana untuk sisa makan.” Ande menunjukan tong sampah di sebelah mereka.


Ana menggeleng pelan.” ini bisa di kasih ke kucing jalanan, jadi rugi kalo di buang pak.” Ujarnya polos pada andes.


Andes mendengarnya melirik Ana dan berkata.” Kucing? Kamu kasih nasi dan tulang ikan? Kucing tidak boleh makan itu semua, itu tidak baik untuk pencernaan mereka.” Tegas Andes pada Ana.


Ana mendengar ucapan andes menghela nafas polos.” Tapi sejak kecil saya kasih kucing saya makan nasi dan kecap. β€œ ujarnya dnegan pelan. mengerjab sejenak.” Tapi mereka nggak mati kok, mereka tetap hidup.” Ujar Ana tegas pada andes.


Andes diam menatap Ana yang memikirkan sesuatu.” Kadang kucing yang tidak bisa makan nasi dan tulang ikan pasti kucing orang kaya mangkanya nggak bisa makan itu, karena memang mereka udah kebiasaan makan makanan enak beda sama kucing kampung yang udah biasa makan makanan gini, tulang ikan, ikan asin sama nasi udah menjadi hal membahagiakan buat mereka. β€œ ujar Ana tegas dan tersenyum.


β€œ Tapi nasi itu tidak bagus untuk pencernaan kucing, kamu lebih baik beli makan kucing yang murah tapi memnang khusus kucing. Apalagi tulang, jika dia ketulangan gimana?”Tanya Andes lagi. Andes itu suka kucing mangkanya ia tidak suka dengan ucapan Ana yang ingin memberikan kucing makanan tidak baik begini. Andes tau banyak tentang kucing.

__ADS_1


Ana mengusap kepalanya bingung. β€œbapak jangan bicara masalah uang deh, soalnya mau kasih kucing makanan kucing saya nggak mampu. Syukur syukur bisa kasih nasi sama kecap. Perut kita beda sama kucing bapak. Kalo kucing bapak memang nggak bagus pencernaannya. Tapi bagi saya dan kucing terlantar itu bagus buat kami, soalnya bisa bikin kami kenyang dan bisa bertahan hidup. Kami kadang nggak mikir baik atau nggaknya buat kami tapi kami bisa kenyang atau tidaknya,.” Jawab ana kesal. β€œ kalo bapak ngomong gitu sama orang yang mampu bolehlah, tapi saya enggak mampu, buat beli kerupuk aja saya harus jual barang bekas yang dikumpul sepulang sekolah, itu harus bagi dua sama moci, saya memang nggak tau nasi nggak bagus buat kucing, kalopun saya tau saya juga nggak bakal mampu buat beli makanan kucing, β€œ jawabnya kesal. Andes terdiam sejenak.


Benar semua orang dalam, porsi berbeda?


__ADS_2