Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Aneh


__ADS_3

Disisi lain sosok Lingling menutupi pintu kamarnya. Kamar yang ia tempati dulunya terlihat rapi dan juga terawat pasti dibersihkan setiap hari oleh orang-orang nya Andes. Ia fikir kamarnya akan sangat kotor dan berdebu tadinya. Ia menghempaskan tubuhnya keatas kasur dna menghela nafas. ia memejamkan matanya sejenak.”Apa yang harus gue lakuin?”Gumamnya lalu menghela nafas lagi. terasa sangat berat nafasnya. "Semoga nggak ada hal yang buruk...Aku harap semuanya membaik kembali meski ada atau tanpa diriku..."


Ia bangkit mencucui wajahnya kekamar mandi terlebih dahulu, lalu mengosok giginya. Setelah selesai bersih-bersh ia mengambil scincare miliknya didalam tas membersihkan wajahnya mengenakan cleanser, toner. Serum dan banyak lainnya. Jangan pikir Lingling tidak perawatan yah... Dia sekarang cantik karena perawatan jadi jika nanti Eliza kembali ketubuhnya ia akan jauh lebih baik... Itu batinnya Lingling. Dan itu juga alasan utama kenapa Lingling mau jadi cantik dan merawat dirinya. Jika dirinya sendiri sejujurnya tidak mau jadi cantik karena sangat merepotkan...


Setelah semuanya selesai barulah ia tertidur menutupi matanya. Ia harus menyiapkan banyak tenaga untuk menghadapi hidup kedepannya.


Saat ia tertidur ia merasa ada seseorang yang memasumki kamarnya, tetapi ia sangat malas untuk membuka matanya ia masih lanjut tidur. Rasanya wnagi ini sangat familiar. Ini milik Andes? Ia merasa sosok itu memeluknya hangat menyisihkan rambut yang menghalangi wajahnya. Sosok itu mencium kening Lingling.”Goodnight.,” Bisiknya lalu keluar meningalkan Lingling.


,lingling yang tadinya hendak tidur membuka matanya mengerjab. Ia menghela nafas mengusap kepalanya.” Andes ku harap nanti kau tidak bisa membedakan aku dan Eliza. Dan kau bisa hidup bahagia dengannya.”Gumamnya lalu menutupi matanya berusaha supaya tertidur.


Malam sudah lewat meninggalkan matahari yang menampakkan dirinya. Lingling yang nyenyak tidur merasa sama sekali tak terganggu, ia masih tidur nyenyak dengan keadaan menelungkup. Didepan kamarnya ada Chun dan Lien yang sudah membawa sarapan.


Satu sama lain melirik.’Ngapain kekamarnya Lingling? Nggak ada kerjaan Kau?”Tanyanya pelan pada Lien.


Lien menaikan satu alisnya.”Jika kau lupa bioar aku ingatkan jika sejujurnya aku adalah pelayan disini dan kau yang bukan siapa-siapa hey sadarlah jika yang kau lakukan itu hanya membuat orang lain curiga..” Ujarnya tak suika pada Chun.


Chun menaikan satu alisnya.”Bukankah orang lain akan lebih curiga padamu karena kamu bukan siapa siapanya Lingling tapi berani sekali, jika akukan sudah jelas aku kekasihnya dan juga tunangannya. Dan kau? Siapa kau beraninya...?!!!” Tanyanya tak suka.


"Kau—"


Brak..!!!" Keduanya melirik kearah pintu tertegun.


Lingling melempa pintu kamarnya dengan Lampu tidur kamarnya karena berisik., keduanya kaget saat pintu itu menggemakan suara yang tak enak didengar.


“BERISIK..!!! PERGI..!!” Keduanya saling lirik mengerjab.

__ADS_1


Mereka meneguk Saliva kering.”Gara-gara kau ini..!!” Ketus Chun pada Lien.


Lien menarik satu alisnya tak terima.” Hey aku tidak salah. Kau yang salah..!!


“Ka-“


“Anjing pergi atau gue mutilasi kalian..!” Ketus dari dalam. Keduanya terdiam saling melotot mengobarkan perperangan yang kental.


Barulah mereka pergi dari sana mendengus tak terima. “Ling didepan gue taro makanya kalo laper tinggal makan..”Teriak Chun.


Lien melitiknya dan mendenggus.”Hati-hati nanti diberi racun. Ini bukan rumah tapi ini kandang musuh..”! ketusnya melenggang pergi meninggalkan Chun yang terdiam mendengarnya.


“Lingling nggak jadi..!” Teriaknya mengambil lagi nampan yang ia letakan dilantai. Lalu pergi meninggalkan kamar itu, benar kata Lien jika tempat ini bukan tempat yang bisa dipercaya. Bagaimana jika nanti ada orang jahat menaruh racun atau cicak? Kan Lingling bisa sakit.


“Sialan merepotkan.,”Gumamnya melangkah kekamar mandi untuk mandi saja, ia mengusap kepalanya dan juga menguap. Ia menghabisi waktu dikamar mandi cukup lama larena ia berendam, sampai-sampai ia tertidur di Bak mandi, oh iya lingling itu ika riileks mudah tidur Kok, untunglah ia tenggelam tadi baru bangun dan memulai bersabun., mandi dan lanjut mengosok gigi. Setelah selesai ia mengambil baju miliknya dan juga bersiap lagi. Setelah selesai ia keluar kamar mencari udara segar.


Langkah kakinya menuju dapur untuk mengambil makanan, dijalan ia tak sengaja bertemud engan Grace. Grace terlihat mengenakan baju pink cerah dan tetap sangat Ketatnya hingga dadanya membusung besar hendk meyembil dibalik kancing bajunya. Lingling melangkah tak peduli tapi tatapan Grace membuat ia Risih. Grace menatapnya dalam dan tajam. “ Oh hay Grac?” Ujarnya berbasa basi pada Grace.


Grace diam menatapnya dalam lalu mendengus memilih pergi. Lingling menaiki satu alisnya melihatnya, ia mengangkat bahu acuh dan kembali melangkah meninggalkan Grace yang aneg biasanya Grace tidak akan seburuk itu wajahnya menatapnya. Apa karena dirinya yang hanya seorang penyusup? Ia tau jika Grace pasti sudah mengetahui statusnya. Yah mungkin karena itu batinnya.


Sampai dibelakang dapur ia tak melihat makanan, ia menggaruk kepalanya melihat kulks, isinya ada buah-buahan ada juga makanan yang instan. Ia mendengus tapi mengambil dua. Iitu sama sperti dirumah Lingling, ia menghidupkan kompornya dan mulai masak, itu hanya bakso dan juga telur kok ada juga toping lain yang Lingling tidak tau tapi rasanya enak.


“Lagi ngapain Ling?” Lingling menoleh kebalakng disana ada Mike yang rapi dengan bahunya menatapnya. Dibelakangnya ada Andes. Matanya cukup lama menatap Andes yang juga menatapnya lalu membuang muka.


Ia menghela nafas.,” Buat apa nggak tau, Cuma aku lapar jadi yah masak.” Ujarnya pelan menunjuk makannya.

__ADS_1


Mike menaikan satu alisnya.”Loe nngak ada yang nganterin makanan emang tadi sarapan?”Tanyanya pelan.


Lingling menggeleng.”Ada tadi Cuma gue usir soalnya gue masih tidur ganggu. Eh pas kedapur udah nggak ada apa-apa yang ada cuma kerupuk melempem.”Ujarnya mendenggus mengingat kedua orang yang menganggu bobok cantik miliknya.


“Mana kerupuknya??” Tanya Andes heboh.


Lingling menumukan satu toples kerupuk yang melempem tadi. Mike segera mendekat dan memakannya semangat. " Wuneyyakkk..." Gumamnya.


Liigling menaruh makanya diatas mangkok terhenti.” Loe makan kerupuk melempem Mike? Bukanya nggak bagus yah? nggak enak loh.” Ia menatapnya masam sebab ia tau itu makanan bukanlah makanan yang enak. Yang namanya melempem juga bisanya akan orang buang saja.


Mike menatap Lingling tersenyum.”Ini tu enak Ling lebih enak dari yang nggak melempem. Coba deh loe rasain enak.”Ujarnya.


Mike aneh batinnya Lingling masam, mana ada kerupuk keras melempem dibilang enak, Lingling meringis.”Nggak deh buat loe aja. Gue nggak doyan yang melempem, gue suka yang gurih renyah jos.”Ujarnya. Mike terkekeh mendengarnya. Andes? Ia hanya diam dan menatap Lingling serius. Lingling terlihat b aja saaj dengan dirinya. Apakah sama sekali tak ada rasa yah Lingling padanya???


“Andes loe ngak mau? Enak banget loh.”


Andes melirik Mike diam lalu menggeleng. Andes memang aneh dia suka kerupuk melempem atau kerupuk yang masih tidak terlalu matang atau kembang, dia itu sangat suka sebab katanya lebih nikmat dan enak.. dia emang aneh dari dulu.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2