
Part Andes dan Lingling aku bagi yah. Lingling dua up dan Andes juga gtu. jadi adil.
.
.
Ana mengusap masker yang ia kenakan, dan duduk dengan nyaman, menatap ke atas disana ada pengharum mobil yang berbau shof dna nyaman, ada juga ac yang cukup dingin. Ana menahan diri agar tidak muntah, dirinya memang jarang naik mobil.
Ana melirik andes yang menyetirnya nyaman.” Pak saya mabuk, bisa di buka aja nggak kacanya?:”Tanya Ana pelan dan juga memelas. Andes mendengarnya menoleh, mabuk??
Mabuk? Andes jadi teringat dulu Lingling pertama kali menaiki mobil juga mabuk dan berakhir muntah. Andes jadi merindukan sosok lingling yang bertibngkah lucu.
"Pak..!!!! di depan ada mobil..!!” teriak ana kepada andes yang tapa melamun. Andes melotot segera membanting stir mobil.
Ana terpekik menatap kedepan dimana mobil besar mengarah kepada mereka, sebab mobil yang andes kendarai ini memasuki lintas lawan dan andes memejamkan mata.
Srekk. Mobol terhenti dipinggir jalan , untunglah Andes masih mampu mengendarai mobil.
Ana bergetar lketakuan dan andes memukul syir kuat.” mangkanya jangan ajak saya bicara kalo saya lagi nyetir. Jika kita mati tadi bagaimana ha?!!!!” Bnetak andes pada ana.
Andes benar benar kesal, jika tadi dirinya tidak bisa mengendalikan diri bisa jadi mereka sudah kehilangan nyawa saat ini. bersyukurlah masih mampu dirinya kendalikan. Andes benar benar kaget,.
Ana disana bergetar ketakutan, tapi ia segera megika mobil, ia turun secara cepat dan memuntahkan isi perutnya. Andes melihatnya memejamkan mata dan mengepalkan tangan.
Wanita ini merepotlan sekali, ana disana memuntahkan segara isi perutnya nanar. Ana tidak tahan bau mobil, atau bahkan naik mobil. Ana memuntah dan duduk memeluk lututnya sendiri. Ana menangis pelan karena merasa takut dan lemas.
Takut pada Andes dan lemas hampir saja meninggal kecelakaan.
Ana tidak tau jika pertanyaannya tadi bisa membuat Andes kaget dan kehilangan focus. Ana benar benar merasa bersalah. Berselang beberapa menit ia mendapatklan botol mineral di depan mata. Ana mendongak dengan mata beraca kaca dan juga nanar.
Disana ada Andes yang memberikan mineral dua liter kepadanya dan juga tisu. Ana diam dan menatap air itu dalam,. Andes menaruh air itu lebih dekat di depan ana dan segera di ambil. “ cepat bersihkan. Kita akan kembali pergi.” Ujar Andes.
Ana mengangguk pelan dan segera kumur kumur, membersihkan sisa sisa di dekat bibirnya. Dengan ttangan gemetar ia segera masuk lagi, tapi kali ini ia duduk di belakang, tidka lagi di depan. Ana menunduk dan memegang sisa tisu dan botol yang tadi di beri.,
__ADS_1
Andes melihatnya menghela nafas pelan. Andes memijit pelipisnya, tidak seharusnya ia membentak Ana, tadi Ana hanya mengatakan dirinya mabuk yang artinya meminta dihentikan sejenak, ia malah kurang focus akibat mengingat masa lalunya. Gara gara ia kurang focus keduanya hampir mati, mereka hampir kecelakaan karena dirinya bukan ana. Ana terlihat sangat takut dna merasa bersalah. Andes jadi ikutan merasa bersalah.
Tapi meski begitu Andes tidak ada niatan untuk minta maaf, ia malah menghela nafas dan menancapkan gas. Membiarkan Ana diam dalam rasa bersalah dan Andes yang sok polos tidak tau apa apanya ini.
Keduanya sampai di hypermart. Andes segera turun dan Ana pun turun. Mereka menatap tempat yang dimauski, tempat membeli barang barang rumah tangga.,” tadi keyna nyuruh beli ini juga. Nituip sekalian beli poipok.” Ujar andes pada ana memberikan kertas yang berisikan banyak bahan makanan ytang harus di beli.,
Ana menerimanya dan mengangguk, dalam diam ia memandang Andes, kedua tangannya saling bertahut dan menunduk.,” maaf,..” gumam Ana nanar dan bergetar.
Andes jadi ikut merasa bersalah, karenanya ana malah jadi merasa bersalah dan tertekan. Andes memalingkan muka “ lain kali kau harus memperbaiki sikapmu.” Bukannya ikut meminta maaf.
Andes malah ikut menyalahkan ana.. andes mengutuk suara yang keluar bukan yang ia inginkan, Andes menghela nafas pelan. andes benar benar tidak bisa menahan emosinya. Ana menganguk pelan menatap Andes dengan lirikan.
Andes melangkah menjauh dan Ana mengikuti dari belakang. Ana tersenyumlah tupis dan mengusap air matanya, syukurlah Andes tidak lagi marah. Ana tidak akan bisa tenang jika orang yang ia rasa bersalah sedang memarahinya. Ana type yang pemikiran yang struk atau overthinking.
Andes diam menatap ana yang memauski barang barang yang di belinya. Ia mengernyit heran sembari mendorong troli. Menatap makanan makanan yang dibeli oleh Ana. “ keyna memesan ini semua?” Tanya andes bingung.
Ana mengangguk pelan disana. “ iyaa.. kan ini note nya.” Ujar ana menunjukan note ditangannya kepada andes.
Andes mendelik menatapnya.” Tadi dia pesan beli popok dan sedikit barang, tapi ini udah penuh trolernya, dan ini udah satu jam belum juga selesai? Harus berapa lama lagi sama sebanyak apa lagi? Kenapa tidak sekalian dia beli saja ini tokoh.” Tanya andes tidap percaya.
Andes berdehem pelan, menyirrat rasa bersalah tadi maish terngiang.” Kalo kamu mau beli sesuatu ambil saja, biar sekalian saya bayarkan.” Ujar andes malas dna melirik ana.
Ana mendengarnya menoleh menatap andes dengan kaget.” Eh maksudnya gimana gimana?” tanyanya ana dengan penuh harapan. Andes mendnegarnya berdehem.” Hmm itu, saya sedang dapat banyak uang jadi mau berbagi. Kamu ambilah yang kamu mau.” Ujarnya dengan pelan pada ana.
Ana mendengarnya tersenyum cerah tidak lagi sedih menatapnya sayu.” Asik.... beneran kan pak?” Tanya ana polos.
Andes meliriknya dna berdehem Ana bersorak dan segera menyelesaikan membeli barang yang Keyna suruh tadi. Andes dan Ana kembali memutari tempat kebutuhan lain, sayur sayuran. Buah buahan dimulai dari anggur apel, jeruk pir. Smeua buah di pesan, lalu sayur, sayur kol. Wortel dan lain lain. Ini namanya Keyna memerasnya..!!! sialan si Keyna, tadi katanya hanya nitip sedikitpun dan tolong talangi sedikit tapi ini mungkin habis pulihan juta. Andes menghela nafas menggeleng dibuatnya. Cerdik sekali sih keyna ini rupanya yah.
Sampai empat jam barus elesia belanja, mereka segera mengantri di dekat kasir. Andes melirik Ana yang mengeliarkan bahan bahan yang akan mereka beli. Ana melirik andes dan tersenyum menatapnya. Andes menaiki satu alisnya. Ana menunjukan satu buln kecil kepadanya.” saya mau ini boleh nggak pak? Harganya agak mahal tapi.” Ujar ana pelan kepada Andes.
Andes memandang benda tersbeut menyipit. Kinderjay... isi coklat dan juga mainan. Ia menatap ana dengan heran.” Memang berapa harganya?”Tanya Andes, benda kecil ini semahal apa sih.
Ana menunduuk gugup, ia melirik andes dna mengerjab.” 22ribu poak. Kalo kemahalan nggak apa apa kok yang lain aja.” Ujarnya gugyp dna takut. Andes nyaris kehilangan nafas mendengarnya. 22 ribu mahal? Ia parker bahkan menghabisi ratusan ribu. Apalagi Keyna yang menguras dompetnya puluhan juta.
__ADS_1
Andes menggeleng pelan. “ ambillah. Kau tidak mau yang lain?” Tanya andes.
Ana menatap Andes berbinar menggeleng pelan.” nggak kok pak. Ini saja cukup hehe. Makasih yah pak.” Ujarnya senang.
Ana memandang kinderjaynya senang. Makanan ini sejak kecil dulu ingin ia coba tapi tidka pernah dapat karena harganya yang ,mahal, baginya tanda kutip oke. Jika pun ia ada uang ia lebih memilih membeli bakso saja. Andes memandang kasir dan berkata.” Saya beli satu pak lagi benda seperti itu.” ujar andes pada penjaga tolohnya.
Mereka memandang andes dan mengangguk Sedangkan ana tercengang mendengarnya. Satu pak lagi? untuk apa? Andes mengeluarkan kartunya dna menyerahkan ke kasir. Ana diam menatap andes membayar. Andes sedikit melebarkan mata melihat angka monitor dan juga ucap kasir. |” Totalnyua 23.8920.00. ” ujar kasir. Andes mengangguk sana da
Ana yang merasa seakan melihatnya. Gila gila sekali belanja habis segitu. Bisa beli motor.
Andes meminta bantuan dengan bodyguadnya membawa semua belanjaan itu ke mobil mereka. Ana hanya memegang kinderjhay ditangannya dna mengikuti dari belakang. Andes memberikan satu dus kinderjay pada ana. Ana menerimanya heran dna juga tidak paham.,” aku cukup kaya untuk membeli hal seperti ini. jadi jika kau hanya mengambil satu dan berkata itu mahal. Sama saja melukai harga diriku.” Tegas andes dna menjauh. Ana gelagapan menerimanya dan menatap andes menjauh tercengang.
Tunggu yaampun ini untuknya semua?
Sampai berapa lama ia menghabisinya kelak? Bisa dua bulan.
...----------------...
Lingling terus menguap karena mengantuk, semalam ia kurang tidur mangkanya ia menjadi mengantuk begini. Langkahnya menyusuri pasar dan juga menganbil posisi, menaruh tas yang ia pikul di sebelahnya. Ia terkekeh menyeringai dan menatap sekeliling, ini adalah pasar di desa ini, banyak yang jualan dan ini ada di pusat kotanya. Pusat kotanya ini tidak terlalu seperti desa yang kemarin ia datangi, kehidupan orang sini lebih baik, ada banyak yang menjual sutra, baju.
Ada rumah bordil nya juga, ah itu sepertinya selalu ada di setiap daerah nggak si? Lalu ada juga yang menjual sayur dan buah buah, ada jual roti juga tapi tidka banyak. Hanya sedikit, lebih banyak menjual jagung dan beberapa makanan yang bisa hidup tanpa menggunakan air.
Lingling kembali menguap dan menerangkan kain di dalam tasnya, ia tersenyum mengingat itu, ini itu baju milik Rain yang ia curi hahaha. Diam yah jangan kasih tau, ia mengeluarkan umbi bengkoang dan juga beberapa sayuran yang punya Rain, haha iya dia juga mencuri disana, ia juga mencari beberapa bunga disana untuk di jual.
“ wahhh gadis muda. Apa yang kau jual?” Tanya beberapa orang yang lewat.
Lingling mendongak sebab dirinya belum selesai mengeluarkan semua bahan bahan yang dijual.” Aiya.. ini ada sayur lobak, wortel dan beberapa syaur lainnya. Ada buah bengkoang juga dan buah apel.
" Apakah kalian mau beli?” Tanya Lingling semangat memamerkan jualannya,
Mereka menatap kagum buah buah yang Ling ling taro, terlihat sangat aengar. Lingling juga memungut kembali buah apel yang kemarin dia ambil, sekalian mencuri buah mangga Rain. Mereka hendak menyentuhnya tapi tertahan sebab buah itu pasti akan sangat mahal. Mereka menatap Lingling penasaran.” Jika saya boleh tau dimana nona mengambil buah ini?” Tanya proa penjual di sebelahnya. Ia menjual kue bakpau isi daging jika dilirik oleh Liingling.
Lingling memutar otaknya dan menatap penanya.” Itu, saya mengambil dari Negara sebelah untuk di jual kemari.” Ujarnya. Mereka mendnegarnya segra mundur dan mengangguk.” Pasti mahal.. nona kamu tidak sanggup membelinya.” Ujar mereka dengan gugup dan juga memilih mundur
__ADS_1
“ Tidak tidak mahal.. kalian punya uang berapa?” Tanya Lingling menghentikan mereka melangkah. Mereka malah semakin menjauh dan tidak kembali menawar. Lingling mendengus, hilang sudah mengantuknya. Ia menjadi kesal dan duduk lagi.