Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
tugas


__ADS_3

...Dengan suasana baru author memiliki novel baru dengan suasana baru dengan Judul " IM women Not A Boy" dengan nama penulis " Nona manis"...


...Di F*zzo Novel. jika kalian berminat silahkan ke sana yah untuk baca novelnya. kakak tunggu yah...


Lingling menatap keseluruhan tugasnya, semuanya sangat luar biasa. Tambang yang dirinya buat sangat luar biasa dan sukses, ia juga mengeskpor nya ke kerajaan Langit dan juga kekaisaran nya Long Wai. Dengan begini ia bukan hanya membangun negeri yang kering ini. tapi juga menambah teknologi dan memperkenalkan negeri ini kepada kekaisaran lain. Jika mereka mampu.


“ Nona Lingling..!” teriak anak anak datang menghampirinya. Lingling melirik anak anak itu dan melambaikan tangan semangat.


Mereka segera tergelak dan menyapa Lingling.” Kalian bagaimana bisa disini?” Tanya Lingling bingung. Di hadapanya ini adalah Moci Moca dan Moza anak lkecil dulu yang pertama kali dirinya temui di bagian utara kekaisaran. Padahalkan kemaren mereka ada di desa cukup jauh dari sini.


Mereka tersenyum lebar.” Kami di culik dan dijual. Tapi rupanya kami bisa kabur. Kami sekarang disini bekerja di kebun buah naga milik paman duke.” Jelas Moza dengan riang dan penuh semangat kepada LIngling.


Lingling menatapnya dengan anggukan ringan,.” Wahhh kalian hebat.” Mereka ini masih kecil tapi sudah sangat giat bekerja dan mencari uang. Itu mungkin karena factor tidak ada uang yah.. Tapi mereka tetap mengagumkan.


Mereka mengangguk riang mendengar pujian Lingling. Lingling mengipasi kepalanya dengan kipas biasa.” Kita duduk di sana yuk. Panas.” Ujar Lingling menunjuk satu pohon.


Mereka berseruh heboh.” Kami harus kerja, kami kesini karena ingin minta buah dengan kakak..!!” jelas Moca disana menatap Lingling berbinar


Lingling mendelik melirik mereka.” Mana ada aku bawa buah sekarang.” jelas Lingling dengan kesal.” Kalian ini ada maunya rupanya. “ gumam Lingling kembali. Mereka memandang Lingling dengan pandangannya terluka dna patah hati.


” Yah padahal jika tidak Nona lingling memberi kami tidak bisa makan enak.” Ujar Moza memelas.


“ sudah pandai merangkai drama kalian rupanya yah. “ jelas Lingling menjulak kepala Moza dengan telunjuknya pelan,

__ADS_1


Moza disana mengusap kepalanya menatapnya terkekeh.” Habis nya nona tidak mau memberikan kami buah.” Jelasnya mendengus mengkuti Lingling yang duduk di bawah pohon. Mereka ikut duduk tak jauh dari Lingling.


Lingling berdehem.” Tidak ada buah kali ini. soalnya aku tidak bawa buah apa apa.” Jelas Lingling jujur.


Mereka menghela nafas pelan menatap Lingling. “Nona Lingling.. minum dulu.” Jelas dari pelayan membawakan minuman dan makanan.


Mata anak anak itu berbinar menatapnya berbinar. tapi segera takut dna berdiri saat ada Martin yang berjalan tak jauh dari pelayan. Lingling melihat hal tersebutlah menatap anak anak tenang.” Santai saja. Duduk dan nikmati lah makananya sebagai ganti kalian tidak bisa makan buah dariku.” Ujar Lingling tenang kepada anak anak.


“ tapi nanti duke murka.” Gumam Moza lirih pada Lingling.


Lingling mengibas tangannya tenang.” Itu urusanku. Ayo duduk kembali dan makan lah.” Jelas Lingling.


Martin mendekat menatap anak anak itu dan Lingling.” Mereka teman temanku duke. Tidak apa biarkan saja mereka makan.” Jelas Lingling pada Martin tenang.


Lingling mengeleng pelan.” sebenarnya tidak, tapi tidak membenci juga. Aku hanya senang jika anak kecil kecil itu orang yang paling jujur. Apalagi anak yang baik dan giat berusaha. “ jelasnya tegas kepada Martin. Martin tersenyum tipis dan mengangguk setuju. Sangat setuju akan hal tersebut. Anak anak adalah orang yang paling jujur dan murni.


Lingling menatap Martrin yang duduk di sebelahnya. “ hmmm istrimu itu seperti apa tuan??” Tanya Lingling dengan tenang tanpa merasa bersalah atau rasa tak enak.


Martin menatapnya dengan satu alis terangkat.” Memangnya kenapa?” tanyanya tenang kepada Lingling.


Lingling mnengangkat bahu pelan.” aku hanya ingin tau dia wanita seperti apa sampai tuan ini bisa melajang selama dua puluh tahun lebh usai ditingalkan.dia pasti wanita yang luar biasa.” Jelas Lingling tenang.


Martin berdehem menatap langit yang biru. Tersenyum tipis mengingat wajah istrinya dahulu.” Iistri saya wanita yang paling cantik di desanya saat itu, bahkan ada banyak laki laki menyukainya dan melamarnya. Tapi rupanya akiu paling beruntung. Aku yang memenangkan hatinya.” Jelas Martin di sana tenang dan juga bahagia

__ADS_1


Lingling mendengarnya menatap Martin yang bahkan bisa tersneyum bahagia saat mengingat istrinya tersenyum tipis. Martin melirik Lingling terkekeh pelan.” kami bertemu saat dia sedang berjalan bersama ayahnya untuk mengurusi wilayah miliknya, di sana dia terlihat sangat ramah dan baik, tutur katanya yang lembut dan penyayang kepada anak anak kecil. Dia sangat di sukai anak anak dikala itu.” jelas Mratin membuat Lingling mendatarkan wajahnya. Yah mau bagaimana yah beda dengan yang


Lingling tidak sadar saja jika dirinya menyukai anak-anak. Yang ia tak suka adalah suara bising dan anak anak identik dengan kebisingan.


“ saat itu bersamaan dengan saya yang sedang mengawasi wilayah saya. Dan kami pun berjumpa, saya tertarik padanya dan cinta saya terbalaskan. Hidup kami bahagia karena tidka ada halangan atau hambatan dalam percintaan kami. Tapi rupanya tidak ada yang mulus dan indah di dunia ini. kami hanya bersama selama satu tahun, seusai dia melahirkan anak kami Jisung. Dia mengalami pendarahan hebat saat itu.” ujar Martin miris,. Ia tersenyum tipis.” Karena itu aku tau, dia sosok yang sangat kuat yang pernah aku temui. Sampai saat ini tidak ada gadis yang secantik dan sebaik dirinya. Dan aku tidak akan menggantikan sosok dia dihidupan saya.” Jelansya lagi tenang.


Lingling mendengarnya bertepuk tangan pelan tersenyum menatap Martin,.” Aku bahkan bisa membayangkan dia speerti apa. Dia pasti sangat cantik dan juga mengagum kan.” jelas Lingling terkekeh pelan


Martin mengangguk pelan.” sangat.”


Lingling menghela nafas pelan menatap langit yang begitu terik membuatnya menyipitkan matanya. martin menatap Lingling yang sudah diam.” Lingling. Kamu tidak mau jadi menantuku?? Menikah dengan Jisung?” tanyanya.


Lingling meliriknya dan segera menggeleng.” Tidak aku sudah punya suami.” Jelas Lingling tegas.


Martin melebarkan mata menatap Lingling kaget.” Kapan kamu menikah?? Dan siapa?” tanyanya tenang.


Lingling mnengangguk pelan menatap Martin.” Mungkin sebelum aku ke sini aku menikah terlebih dahulu dengan kekasihku.”jelas Ling-Ling tersenyum lebar membayangkan wajah Liong.” Yah kami sudah tunangan sejak kecil. Tentang dia., dia orang yang kuat dan penyayang. Aku beruntung mendapatkan dia. Sama seperti kamu yang memiliki istrimu, aku pun juga beruntung memiliki kekasihku yang menerima semua kekurangan diri ini.” Jelas lingling jujur.


Martin terdiam menatap Lingling yang terlihat mengagumi dan menyayangi kekasihnya. Martin hanya bisa menghela nafas dan berkata sabar kepada anaknya, sebab anaknya sudah ditolak sebelum bertindak.


Tak jauh darti mereka ada Liong yang tersenyum lebar melihat Lingling yang memujinya. Liong tidak pernah meningalkan Lingling usai tragedy Lingling meninggalkannya, setiap saat ada waktu ia akan menemani Lingling dari jauh, menatap apa yang ia lakukan. Dan Liong bersyukur Lingling selalu mengakui dirinya.


Akh Lingling yang manis. Liong jadi tidak sabar memeluknya kembali.

__ADS_1


__ADS_2