
Mereka berlima yang sibuk rebut melupakan Lingling. Jujur saja Lingling merasa tak enak dan iri pada Keyna yang begitu disayangi oleh mereka. Ia menggigit bibir bawahnya mengingat bagaimana dulu para teman dan kakaknya menjaga dan menyayanginya.
Ingatan pada masa lalu dimana ia yang manja dan juga tak suka bergerak. Ia lebih suka tidur tanpa melakukan apapun. Ingatan tertuju pada ia yang berusia sepuluh tahun, dimana ia yang ditaman bersama teman dan para kakaknya. Ia diam menatap buah diujung matanya, terlihat Pohon yang memiliki buah yang sangat banyak berwarna merah, itu hanya buah jambu jamaika saja. Tetapi terlihat mengiurkan diharo panas ini. lihatlah mataharinya bahkan sangat cerah mampu membunuh tanaman disekitar nya.
“Kau mau itu?”Tanya Kenzo disampingnya Lingling. Ia melihat sedari tadii bagaimana tatapan Lingling yang mengarah pada jambu-jambu itu. Jadi ia bernisatif untuk bertanya. Sedangkan yang lain disana sibuk tidur disisi-sisi yang lain iikut melihat Lingling.
Lingling tercengir mengangguk. “Iya, terlihat sangat lezat.,”Ujarnya.
Kenzo terkekeh mengusap kepala Lingling.”Kenapa Tidak bilang? Apa lagi-lagi karena kau malas bersuara dan bicara hingga tak memberitahu kami??”Tanyanya kepada Lingling. Ia sangat hafal Lingling yang pemalas nauzubillah.
Kebiasaan Lingling memang malas semua. bahkan hanya bicara.
Lingling disana tersenyum lagi membuat Kenzo menggeleng melihatnya. “Kau ini. baiklah aku akan mengambilkannya.”Ujar Kenzo lalu berdiri mengambil buah untuk Lingling.
“Kau tak mau buah lain Ling? aku akan mengambilkan apapun yang kau mau.”Tanya Wolly , dia perempuan, anak dari Wolf yah sebab Woolf memiliki dua anak ada Wolly da nada Worly. Mereka kakak adem dan keduanya juga sangat menyayangi Lingling.
Lingling mengangguk.”Aku mau buah yang suka dibuat ibiu, apa itu lupa, namanya rujak, apa kah kalian mau mengambil buah yang terasa asam manis untukku? Tapi buah apel, buah pir dengan buah bengkoang dan buah nanas saja. Eh belimbing juga boleh deh tapi yang matang dan manis.. tapi jangan mangga muda, kalo mau manggga yah yang jangan terlalu mentah dan jangan yang terlalu masak, itu akan sangat lezat.” Ujar Lingling bicara banyak.
Ini langkah si.
Semuanya tergelak.”Lingling hey. Kau biilang jangan yang manis dan ingin yang masam. Yang kau sebut tadi tak ada staupun yang masam. “Ujarnya Wily dengan gemas pada Lingling dan mencubit pipinya gemas dibalik cadar Lingling, umurnya tak jauh beda meski Lingling diatas umurnya.
Tapi ia menganggap Lingling adiknya Karena Lingling yang paling malas dan juga paling paling lainnya.
Lingling disana terkekeh juga.”Yah biar terlihat bagus begitu. Kata ibu makan rujak itu enak yang masam-masam,. Tapi bagiku tidak, itu sangat menyilukan gigiku.”Ujarnya dengan menggerling mengingat rasa asam buah yang suka ibunya bikin rujak. Apa enaknya coba?
Kepalanya ditepuk pelan oleh Heqi dan Qeqe yang diam saja dari tadi.”Kau tungulah disini bersama Wolly. Biar aku yang mencari buahnya dan Qeqe bersama Leqi yang menyiapkan bahannya. Tenang saja. Nanti aka nada Kenza yang akan kemari. Dia sedikit terlambat karena latihan pedang bersama ayah.”Ujarnya Heqi dianguki pleh Lingling.
Kenza adalah kembaran Kenzo anak dari Kenzi kakak angkat Qira ibunya Lingling. Kenzo dan Kenzi itu adalah putra mahkota dan pangeran.
Semuanya pergi sebelum mncium pipi Lingling. Lingling diam saja karena kata ibunya itu adalah salah satu cara bagaimana mereka mengekpresikan rasa sayangnya dengan keluarga atau pada Lingling. Lingling pun juga suka mencium pipi mereka Meksi mereka hanya sebatas sahabat. Wollypun tak kalah dicum oleh semua yang disana.
Wolly mmang mendapatkan perlakukan yang sama dikarenakan Lingling yang meminta, ia tak mau nanti Wolly akan merasa iri dan merasa tersaingkan diantara mereka. Meski begitu Wolly tau jika mereka sangat menyayangi Lingling. Mengangap Lingling lemah dan perlu perlindungan dikarenakan kelakukan non akhlaknya. Beda denganya yang kuat dan juga ceria, penuh dengan tekat dalam beladiri.
__ADS_1
Wolly menatap Lingling berdecap, kadang ada rasa iri direlung hatinya karena LIngling sangat dihargai dimanapun oleh kekaisaran, tapi ia sadar jika itu bukan kemauan Lingling. Lingling yang selalu mengenakan cadarnya untuk menutupi kecantikannya dikarekan tak mau jadi pusat perhatian, ia yang diam saja ketika banyaknya rumor yang beredar mengatakan ia memiliki penyakit kulit yang tak sembuh dari lahir karena kutukan, bahkan ada yang mengatakan Lingling hanya aib dari keluarga kekaisaran mangkanya keluarga LIngling memilih tinggal dihutan. Lingling tak pernah menepisnya karena tak mau ada orang yang menatapnya kagum atau terpesona. Disana Wolly sadar jika tak ada niat Lingling yang jahat. Ia sadar jika Lingling tidak seperti wanita lain yang menyukai semua perhatian dan popularitas termasuk dirinya.
Dari Lingling ia belajar bagaimana hidup itu, Lingling itu terlihat lemah dimata orang lain padahal ia menguasai banyak ilmu bela diri, bahkan berpanah dan berpedang dengan sangat baik, katanya karena ia keturunan dan ibu dan ayahhnya yang super cerdas dan juga kuat. mengalir di darah Lingling hingga ketika Lingling melihat sekilas saja sudah bisa tampa belajar berlama-lama, meksi begitu ia juga harus berlati. Ia menguasai banyak hal hingga membuktikan dipertandingan karena didesak ibu nya yang tak suka penghinaan terhadap semua orang.
Lingling itu sempurna dimatanya, memiliki ayah dan ibu yang teramat menyayanginya, memiliki kakak-kakak yang penuh dengan kasih sayang tanpa batas bahkan ketika LIngling melakukan kesalahan sekalipun dan berbuat jahat,. Memiliki wajah sangat cantik bak Dewi yang mampu memecah-belah dunia mereka, memiliki kekuatan yang sangat kuat dna memiliki tunangan yang sangat taman yang bahkan mamou membuat para lelaki berbelok arah karenanya. Tapi sayang Lingling seakan mengabaikan itu semua dan hidup dengan dirinya sendiri. Ia malas dan ia juga kadang tak menghargai orang-orang disekitarnya atau apa yang ia miliki., ia hidup bagai mayat tanpa tujuan.
Ia suka membantah ibu dan ayah nya. Tak suka belajar, tak suka apapun . kadang ia benci perhatian orang sekitarnya yang berlebihan membuat ia tak bisa memilih hidupnya dan bagaimana yang ia mau
Bisa dikatakan Lingling adalah anak durhaka
“Kenapa melamun Wol?”Tanya Lingling heran melihat Wolly yang dari tadi menatapnya dalam dia. Ia cumup risih,”kau normalkan? Kau tak menyukaiku kan? ingat aku perempuan masih suka batangan.”Ujar Lingling mencebik.
Tagh.. auuu. Kepala Lingling dipukul jeras oleh Woolly..
wolly menatapnya dengan tatapan horror. “Mulutmu.. ku bilang dengan ibu dan ayah baru tau rasa kau,.”Ujarnya mendenggus tak suka ucapan vulgar Lingling. Yah ia juga sudah diangap anak oleh kedua orang tua Lingling jadilah ia memanggilnya ibu dan ayah juga.
Lingling mencebik.”Ku kan hanya bertanya.”Ujarnya mengusap keningnya dan memejamkan matanya. Woly mendengus.”Oh ayolah Ling. Jangan tidur,, kau lihat ini tempat sangat indah. Kau tak ada niat untuk membuat bunga hias atau apapun begitu? Aku ingin main.”Rengeknya menarik Lingling yang ingin tidur.
Lingling tak bergeming. Wolly disana memukul tangannya tak suka.”Ih kebiasaan banget Ling, kau ini manusia apa si. Ayolah bangun kita main. Kau itu maih berusia 10tahun Ling dan kau itu harusnya menikmati hidup bukan begini seperti nenek-nenek saja. ”Ujarnya merengek lagi. ia masih anak berusia 9tahun tapi lihatlah temanya yang 10tahun ini seakan manusia yang paling melelahkan didunia saja. Kebiasaan Lingling yang tidur dimana-mana yang sangat tak bisa dipisahkan darinya. Mau dipantai. Mau dihutan, mau disekolah. Ia suka sekali tidur.
Crass..cras.. Cras...
“ Awas Ling..”Terial Wolly menarik Lingling kebelakangnya dan merekapun melompat. Lingling diam saja disana mendapatkan bantuan Wolly. Wolly disana menarik pedang dari sarungnya yang ada disampingnya, dan menatap semua tempat tajam. Wargh.... ia mengeluarkan suara serigalanya. Iya kalian tidak lupa bukan jika dia itu anak dari serigala? Lebih tepatnya raja serigala?
Ada puluhan orang yang disana menghadapnya. Dan ada bebeapa mahluk aneh disana, makhluk yang memiliki bentuk sangat asing, setengah manusia dan setengah serigala, itu sangat jelek dimata lingling,. Apalagi hanya kepalanya saja manusia selainnya serigala.”Ini kaummu??”Tanyanya dengan heran dna mengernyit. Ia baru pertama kali melihatnya.
Wolly memucat.”In-ini kaum terkutuk. Atau kaum ONagev sang pembuat onar dan kerusakan, ia yang selalu memecah belakan kaum kami, ia hidup diluar rena kami. Kata kakekku jika ia hanya kaum legenda yang sudah lama tiada dikarekan dilenyap oleh raja yang lalu. Karena ia sudah melakukan banyak kesalahan hinga ia dimusnahkan.. taptapi sekarang ia ada, aku tak tau mengapa.”Ujarnya gugp dna juga gemetar takut. Ia juga takut.”Katanya jika kekuatannya bahkan melebihi raja terdahulu membuat raja terdahulu menghancurkanya dengan bantuan tetua suci dan mengenakan kekuatan murni Oarme Glorii, atau orang yang memiliki kekuatan api. Itu bahkan mengakibatkan kami kehilangan raja kami dikala itu dikarena kan pengorbanan nya. “Ujarnya lagi..
Lingling mengernyit.”Maksudmu mereka seharusnya sudah tidak ada lagi??”Tanyanya membuat Wolly mengangguk.”lalu mengapa mereka ada disini?”Tanya Lingling kepo lagi meski ada banyak binatang itu disekitarnya,
Wolly mengeleng tak tau. Lingling disana mengerutkan keningnya.”Atau ada yang melakukan pengiatan perjanjian hitam untuk menghancurkan apa yang mereka inginkan atau sesuatu hal begitu?? Hanya pengikatan perjanjian hitam yang mampu membangkitkan kematian atau pemusnahan makhum.”Ujar Lingling pelan. Namun sedetiknya ia sedikit kaget. Itu artinya makhluk ini tak akan bisa ia lawan. Ia beklum sekuat itu saat ini.
apa lagi sebelum nya mahkluk ini sangat kuat, apa jadinya jika tercampur kekuatan hitam?
__ADS_1
Sragh. Wargmmm.. Lingling dan Wolly mengiundar serangan. Lingling mengeluarkan pedangnya ikut melawan serigala itu.
Sragh.. argh. Lingling meringis merasakan lenganya terkena goresan. Siial makhluk ini sangat cepat dan tak terarah dalam gerakan. Wolly sendiri? Ia melawan dengan cepat. Namun tetap saja ia disana mundur dikarekan terkaman yang sangat banyak.
belum satu menit mereka mundur dikalahkan.
Lingling segera mendekati dan menariknya.”Wolly panggilah kakak-kakak atau ayah dan ibu.. kita harus meminta bantuan.”Ujar Lingling cepat,
wolly menggeleng.,”Aku akan tetap disini melindungimu. Jika kita mati maka kita akan mati bersama.”Ujarnya penuh ketulusan.
Lingling mengeleng.”:Mati bukan pilihan yang tepat sekarang. aku masih memiliki banyak orang yang menyayangiku. Aku tak mau mereka bersedih.., apalagi kau.”Ujar Lingling.
Wolly tak mau, tapi ditekan oleh Lingling, ia mau tak maupun segera pergi dan mencari bantuan meninggalkan Lingling. Ia berlati cepat menuju rumah Lingling. Darah mencucur ditubuhnya ia tahan. Hingga sampai didepan drumah Lingling.
”Wolly. ada apa? Kenapa kau berdarah?”Tanya ayahnya kaget melihat sang anak.
Wolly berlari memeluk ayahnya.”Ayah tolong bantu Lingling, dia diserang aku disini disuruh mencari kalian meminta bantuan. Ayah pergilah kesana duluan, aku akan mencari ibu dan ayah Ling dulu,.”Ujarnya lirih. Ayahnya melotot kaget dan segera mengangguk mencari Lingling.
Sedangkan ditempat lain Lingling yang beusia 10tahun tak bisa melawan. Bahkan ia sudah penuh luka cakaran padahal baru membunuh satu ekor makhluk aneh ini. pedangnya patah karena binatang ini kebal serangan senjata. Ia tak tau harus apa sekarang selain mengenakan ilmu angin dan apinya sedangkan tenaga dalamnya telah terkuras, matanya memburam karena lemah dan juga lelah. ditambah banyaknya darah yang ia keluarkan.
“Lingling..”Teriak dari arah lain..itu Wolf.. lingling tersenyum samar. Terlihat Wlf merubah dirinya menjadi serigala yang gagah. Ia dengan cepat menyerang makhluk yang mau menerkam Lingling. Lingling tak pingsan namun ia sangat lemah. Ia menutupi matanya tak berdaya. Akh apa itu pingsan? Lingling tak tau tapi ia masih bisa mendnegar semua yang ribut.
Tak berselang lama suara Qeqe dan Heqi. Serta ayah dan ibunya datang membantunya. “Nak.. kau tak apa nak? Yatuhan.”Ia merasa pelukan Qira yang hangat. Lingling tak membuka matanya. Qira disana mengeraskan rahangnya dan dengan cepat membabi buta menghajar banyak makhluk itu hingga banyak yang terluka namun tak mati.
“ Tusuk matanya. Itu kelemahannya.”Teriak Wolf. Semua menganguk dan mulai membantai. Sampai sepulih menit semuanya habis, mata Zauhan ayah Lingling melihat keujung hutan.”Selamatkan putriku. Aku akan menghabiskan siapapun yang berani menyakiti putriku. Tak akan ku biarkan mereka hidup didunia ini.” Lingling bisa dengar suara tegas ayahnya. Hatinya menghangat. Ayahnya pergi membantai mereka smeua dan tubuhnya dibawa oleh ibunya kerumah.
Setelah kejadian itu mengakibatkan kedua kembaran nya luka cukup dalam dan dua hari ia tak bisa membuka kedua matanya, karena dari cakaran makhluk itu memiliki racun, tapi ia bisa mendenar semua orang yang menangisi dan juga menunggunya. Ia tau dan merasakan tiada detik ia sendirian, pasti ada saja yang menunggunya. Ayah dam ibunya tidur dikamarnya dimalam hari dan memeluknya, kadang kedua kembarannya memeluknya sambil tidur. Kadang teman dan para paman-pamannya. Semua sangat menyayanginya tanpa celah. Tapi jujur ia sangat terganggu karena kedamaiannya hilang, ia tak bisa tidur dengan tenang. Padahalkan mereka menyayanginya? Tak tau diri
...----------------...
“Lingling tau tak apa?”Tanya Andes yang melihat Lingling diam saja sedari tadi dengan mata kosong menatap laut. Ia sudah memanggil Lingling berkali-kali tapi tak ada sahutan. Ia memegang bahu Lingling Dan menggoyangkanya pelan.”Hey. kau tak apa??|”Tanyanya pelan. Apa Lingling cemburu karena ia diabaikan? Atau ia marah karena Keyna yang diprioritaskan sedangkan ia ditinggalkan?
“Kau tak apa?”Tanyanya ketika Lingling melihatnya Linglung.
__ADS_1
Lingling menatapnya diam, ia kaget karena dikagetkan, ia diam menggeleng, moodnya tak baik saat ini, karena moodnya sangat buruk mengingat prilakunya yang buruk, bagaimana bisa ia tak menghargai itu semua dan mengangap keluarganya terlalu protektiv dan memaksakanya menjadi seperti yang mereka inginkan? Dan kini ia merindukan mereka.