Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Lanjut


__ADS_3

Ayo mampir diceritakan dengan judul "DENDAM (DeLet)


Ini juga lanjut kok.. hanya saja aku bakal buat novel mana yang paling banyak pembaca dan antusiasnya... Dan ini insyallah akan aku tamatkan juga tenang yah Hehs... jangan lupa mampir yah...


Langkah kaki lebar mereka berjalan menaiki jalan yang Nampak mencuram itu.. mereka harus pulang dan kembali, tapi bagaimana tentang Kompas dan juga alat penghubung mereka? Mereka akan mencarinya nanti.. sedangkan Lingling hanya menggeleng melihat mereka, awalnya mereka yang bersemangat tapi lihatlah sekarang... bahkan mereka memilih pulang dan nanti akhirnya kesini lagi.


Tanggung sekali jika pulang tapi jika lanjut Kerena tak juga bisa tanpa bekal dan juga makanan... Apalagi tak ada senjata... Ada senjata saja hampir mati apalagi tidak ada.


Namun ekpetasi mereka memanglah tak berjalan dengan baik, ketika mereka hampir mencapai puncak, disana sudah ada lima orang bersenjata api dan juga berpakaian hitam lengkap dengan anti pluru. Nafas mereka tercekat dan terengah engah itu memilih bersembunyi disemak-semak.. sedangkan Lingling mengerjab menatap orang orang tersebut..


“Sepertinya mereka sudah mati dibatu bawah.. !!”Ujar dari salah satu mereka melihat kebawah.... dengan ketakukan Wulan dan lainnya bersembunyi disemak-semak dengan nafas yang tertahan dan tulang yang gemetaran akibat takut dan lelah..


Salah satu dari mereka mengangguk. Wajah mereka tertutup rapi hingga tak ada yang tau. Bahkan dimata mereka bukan mata asli alias mengenakan soflen hitam pekat yang tak lain adalah merasakan jika ada sejuta disekitar disini.. mata mereka hampir menatap Jendral Vuang namun dengan sigap Lingling menarik kepalanya dan mendekapnya hingga Vuang tercekat..


“Perketat penjagaan diluar.. selama satu minggu kedepan, kita cari mayat mereka terlebih dahulu.”Ujar salah satu dari yang memeriksa disana.”Dan siapkan prasenjata yang sudah dihancurkan dan terbuang ini secepatnya. Jangan sampai lengah jika tidak kita akan hancur..!” Setelah berkata ia pergi meninggalkan mereka yang mulai dengan tugas mereka..


Dengan ucapan-ucapan mereka bisa Lingling capai jika diluar sana penjagaan akan lebih banyak dan lebih berbahaya ketimbang didalam, mereka sangat memfokuskannnya diluar. Pastilah mereka melakukan itu karena kan senjata mereka kemarin “ Kita tidak bisa kembali..!”Ujarnya Vuang disana nanar.


Lingling menghela nafas menatap ketiga orang yang menuju kebawah. Disana matanya menatap Vuang lagi dan senjata.” Kita harus mengalahkan mereka supaya kita punya senjata.. Cepat..!” Ujarnya membuat Vuang disana menatap Lingling terkejut.

__ADS_1


Lingling tak tinggal diam, ia melihat keatas lagi dan ternyata tidak lagi ada orang. Dengan cepat melompat membuat mereka membelalak. Vuang dan Lien disana mengejar Lingling diikuti Chun yang menggendong Wulan yang sakit. Mereka memang membawa Wulan secara bergantian karena Wulan yang sakit.


Lingling disana mengeluarkan pedangnya dan Crap... Satu kepala disana menggelinding membuat keduanya terkejut. Dan tak mengalihkan tatapan Lingling kembali menebas dan membuat duanya langsung jatuh dan menggelinding menimpa batu disana.. dengan gesit ia mengeluarkan cambuknya dan menangkap tiga senjata mereka ditangan.. dengan cepat lagi ia menangkapnya dan mendekati mayat mereka yang jatuh.


Breeeek.. Lingling menarik baju mereka dengan pedang membuat baju itu cabik, darah segar membuat penglihatan Lingling menyamar tapi dapat melihat tiga pistol kecil disisi kanan satu dari mereka. Lalu melihat sisi lain dan mendapatkan lima kotak racun kecil. Ia tersenyum puas dan mengambilnya.. segera ia mencabut baju mereka dan menganyutkannya. Ia juga memeluk senjata yang ada..


“Ek kau tak apa?---“ Pertanyaan mereka tercekat dikalah melihat mayat tanpa kepala itu.


Lingling membalikan tubuhnya dan menatap mereka. Ia mengangguk dan melemparkan Vuang. Chun dan juga Lien satu pistol membuat meerka menangkapnya.. lalu menarik peluru didalam tubuh mereka.


Sekitar seratus buah pertubuh jumlah pluru. Banyak sekali tapi itulah kenyataanya. “ Itu pegangan kita. Kita tidak bisa kembali maka kita harus lanjut. Jikapun mati, kita mati dalam perang bukan pulang membawa beban..!” Ujarnya melangkah disana.


Matanya menatap kesamping dan sekitarnya...” Ingat lah. Harus berahati-hati melangkah, karena setiap langkah pasti ada jebakan..!” Ujarnya. Mereka mengangguk patuh bagaikan Lingling jendral utamanya disana.


Wulan disana menghela nafas.” Bisakah kita istirahat sebentar? Wulan sangat lelah.”Ujar Wulan disana.


Lingling memijat pelipisnya disana dan yang lainpun mengeleng.” Kita harus cari tempat untuk malam ini. Hari sudah sore Wulan dan kita dilereng gunung. Disini pasti banyak binatang buas. Kita harus cari tempat yang lebih aman..”Ujarnya Vuang disana. Wulan menghela nafas ditubuhnya mereka..


Krek... belum sebentar mereka mengatakan itu. Dan sekarang mereka dihadapi dengan binatang yang mendekat.. dan itu adalah B4b1 hutan.. Lingling mengerakkan tangannya membuat b4b 1 itu mendekat.”Letakkan Wulan diatasnya saja.. dia akan mau menggendong nya..!” Ujarnya..

__ADS_1


“Tidak aku tidak mau iwwww..!” teriak Wulan tak terima, sebab b4b1 itu hitam dan jorok. “Kau Ewwww... kau mau apa ha?!”Teriaknya mengeratkan pelukan pada Chun.


Chun yang didekap erat itupun mengerang.” Wulan bisakah kau diam disana ha? Aku lelah harus menggendongmu dari tadi. Jangan menyusahkan. Duduk saja diatasnya dan kau akan sampai. Setidaknya kita tidak kesulitan karnamu..!” teriaknya membentak.


“Jadi kau merasa kesulitan karebaku..!!


“Iya..!!!” Keduanya saling melempat kesengitan sedangkan Lingling memijit pelipisnya.. dengan santay ia mendekati b4b1 itu dan mengusirnya.. ia berjalan meninggalkan mereka tanpa kata malas berdebat.


“Eliza..!!” Teriak Vuang mendekali Lingling namun Lingling acuh hingga ia berjalan tanpa memikiirkan orang lain. Mau mati yah mati mau hidup yah hidup.. hingga ia menemukan buah rambutan dan melompat mengmbill dan memakannya dijalan. Semua orang mengikutinya dengan Wulan yang menatap Chun sengit.


“Gara gara kau aku melakukan kesalahan lagi dengan Eliza Wulan..!!” Teriaknya marah.


“ Aku ini kekasihmu Chun bisa bisanya kau membelanya ketimbang diriku ha.. apa kau tidak mencintaiku lagi ha?!!!” Balas dari Wulan membentak juga.


“Dia tunanganku asal kau tau..!!” Bentak yang mampu membungkam bibir Wulan. Karena memang Chun tunangan Lingling. Tapi apakah harus berkata sebenarnya begitu?


Chun menghela nafas dna menurunkan Wulan. Wulan diam dibuatnya.”Yang terkena panah itu lengan bukan kaki. Jadi berjalanlah jangan membuat orang lain repot.”Ujarnya lalu mengenggam erat pistol diberi Lingling tadi melangkah menyusul.


“Chun..!!”Teriak Wulan.” Apa yang kau lakukan.. kau jahat..!”Teriaknya mengepalkkan tanganya dan mengambil pisau dibagian samping kanan bajunya.

__ADS_1


”Awaskau Eliza. Akan ku habisi kau..!” Gumamnya disana lalu dengan segera pergi menyusul mereka yang meninggalkannya disana. Dan Chun yang mengejar Lingling dan Lingling yang membagikan rambutannya.


__ADS_2