Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
END


__ADS_3

Tangan Lingling terbuka lebar menyuruh para pelayan memeriksanya karena takut ia membawa sesuatu didalam bajunya.. Dan mereka menemukan pisau. Lingling memutar bola matanya..


”Oh ayolah itu hanya untuk aku berburu., aku butuh pisau untuk mencari makan dan membersihkan buruanku. Kalian pikir aku makan rusa beserta bulu-bulunya.?”Tanyanya ketus dan tidak terima menarik pisau peraknya.


Pelayan menahannya.”Tapi nona tidak bisa, sebab baginda kaisar mengatakan tidak ada yang nona bawa, bahkan seujung debu sekalipun,.”Ujarnya dengan pelan dan juga anggun kepada Lingling. Ia menuduki meminta maaf.


Lingling melirik Kaisar yang diam menatapnya lalu Liong yang diam duduk dikusrinya.”Oh ayolah, bukankah kalian tau jika pisau itu aku butuh.. !! aku tidak membawa uang. Aku hanya butuh pisau itu saja,,,”Ujarnya serius. Jujur bagi Lingling pisau itu nyawanya jika ada pisau maka ia sanggup menjelajahi seluruh dunia dengan pisau saja tapi jika tdiak ada maka ia tak akan bisa..


Kaisar melirik Liong. Liong mengangguk. ”Baiklah, kau boleh bawa pisau itu untuk tugasmu.. “Ujarnya kaisar pelan. Lingling mendengus merebut pisau itu memasukannya lagi kedalam bajunya.


”Sudahkan. aku akan pergi.”Ujarnya dengan mendengus.”Oh iya apa aku bisa bawa Sean menja-“


“Tidak..!!” Kaisar langit memotong ceoat.


Lingling menatapnya dengan mendlik lalu mendengus memilih pergi tanpa pamitan, kaisar Bian menggeleng melihat Lingling yang tidak ada sopan-sopannya. Liong disana tersenyum tipis melihat Lingling.


Dijalan menuju perjalanannya Lingling menghela nafas, “Dia bahkan tidak mencegahku, sungguh menyebalkan. Padahal aku pulang juga untuknya..”Gumamnya menendang-nendang angin. “Lihatlah bahkan wajahnya ingin sekali ku pukul.”Bisiknya lagi menghela nafas..


Lingling menghentakkan kakinya.”Oh ayolah aku ini pergi jauh loh kedaratan yang luar biasa bahaya masa dia tidak mau bilang hati-hati dijalanlah minimalnya, atau lambaikan tangan, atau bilang, aku akan menantikanmu pulang. Tapi ini? sejujurnya dia itu masih cinta aku tidak si?” Gumam Lingling kesal mengingat Liong tadi. Dia tidak ditahan, dia tidak dibela dan dia tidak diajak berpisah itu hal yang sangat mengesalkan baginya.


Lingling tidak sadar jika dari tadi Liong mendengar semuanya dari belakangnya. Liong mengikutinya sedar tadi itu tersenyum tipis mendengarnya, baginya Lingling sangat imut dan ia menyukainya.


Dulu Lingling tidak secerewet ini ia lebih pendiam tapi semenjak pulang ia sering melihat Lingling bercerita pancag, tertawa dan juga cerewet. Sisi yang tidak pernah Liong lihat dari sisi Lingling sekarang berubah.


Lingling menjadi lebih hidup dan eskpresif.


Apakah pengaruh lelaki itu atau karena lingkungan?


Lingling melihat batu besar didepannya pun menendangnya kuat untuk melampiaskan kekesaannya. Tapi belum sampai ia menendang batu itu tubuhnya ditahan lebih tepatnya ada tangan kekar yang memeluk perutnya hibbgga tubuhnya tertahan dan mundur.


“Kya..”Teriaknya kaget. Ia mendongak melihat sang pelaku. Ia tediam sata mengetahui siapa yang menahannya.

__ADS_1


Yah dia Liong. Liong membalikan tubuh Lingling dan menatap Lingling dengan wajah datarnya.


Peltakk.. auu. Lingling kaget saat keningnya dijitak dengan tangan Liong hingga memerah.


”Bodoh....” Gumam Liong mendengus. Ia kaget kala melihat Lingling mengambil ancang-ancang untuk menendang batu besar tersebut. Meski batu itu hancur sekalipun lingling pasti akan sakit dan terluka.


Lingling menatap Liong dengan wajah marahnya namun bibirnya ia tahan untuk tidak tersenyum, entah rasanya bahagia dipeluk oleh orang yang ia rindukan. Ia menatap Liong nanar kala pelukan itu terkepas.”Kau mengikutiku yah???” Tanya Lingling cepat untuk menahan Liong.


Liong mengerutkan keningnya berjalan tak mengapiknya. Lingling tak tinggal diam, ia semakin gencar.”Ayolah mengaku. Kau merindukanku kan, itu tadi hanya modus dan Liong?? Ayo bilang begitu.”ia menarik tangan LIong dan menggenggamnya erat.


”Dan kau sudah tak marah lagi kan?”tanyanya lirih.


Liong diam menatap lengannya. Lingling cemas cemas jika tangannya akan dihempaskan. Liong menatap mata Lingling dalam dan menarik tubuh lingling kedalam pelukannya. Lingling awalnya kaget namun tak urung memeluk Luong tak kala erat. Liong menghirup aroma yang ia sukai dan ia rindukan selama ini. “Gadis bodoh... kenapa baru pulang dan pergi tanpa izin? Kamu tau? Aku hampir mati karenamu.”Ujarnya lirih.


Lingling mendengarnya terkekeh.”Maafkan aku Liong. Aku ditipu oleh raja iblis, dia menyerupaimu mana aku tau itu bukan dirimu sebab dia menggunakan bubuk netral jadi aku tidak mencium bau apapun darinya.”Ujarnya melepaskan pelukan dari Liong.”Dan aku memang benar-benar tidak tau akan hal itu, terlebih kenapa aku baru pulang sebab aku tidak bisa pulang jika belum 6bulan didunia itu.”Bisiknya pelan. itu semua jujur.


Liong menghela nafas.”Dan kau dekat dengan lelaki lain dan saling mencintai sampai lupa ada aku.”Ujarnya dengan mendengus.


Lingling menatap Lingling datar.”Lingling..!!” Ingatnya.


Lingling tertawa keras dan memeluk Liong mengalungkan tangannya dileher Liong.”Hahah tidak tidak aku hanya bercanda liong.”Ujarnya pelan. Liong memeluk pinggang Lingling erat disana dan mendengus.


Lingling menghela nafas.”Bukankah harusnya hari ini aku menikah?” Tanyanya.


Liong mengangguk.”Bukan kamu tapi kita.”Ujar Liong memilih duduk dibawa pohon dengan Lingling dipangkuan nya.


Lingling menghela nafas kasar.”Maafkan aku karena aku pernikahan kita gagal.”Ujarnya memainkan jubah Liong dengan nanar.


Liong menggeleng.” Iya ini karenamu. Dasar anak nakal.”Ujar Liong dengan malas.


Lingling tersenyum menampilkan gigi rapinya dengan Liong. “Jika begitu sebelum aku menjalankan tugas ayo kita menikah..,”Ujarnya dengan kekehan.

__ADS_1


“Bagaimana bisa begitu, bahkan kita tidak punya persiapan apapun Ling'er.”Ujarnya Liong geregetan.


Lingling menggeleng.”Menikah itu ikatan anara kita dan Dewa bukan ikatan kita dengan orang lain. Kita menikah dulu pestanya nanti pas aku pulang.”Ujarnya dengan kekeh.


“Tapi jika kamu hamil nanti bagaimana?”Tanya Liong serius.


Tapi pertanyaan Liong membuat Lingling terdiam sebab ia belum mau hamil.”Kan aku dihukum dan pergi sendirian jadi itu tidak akan terjadi.”Ujarnya.


“Tapi aku akan ikut, aku tidak akan membiarkan hal yang kemarin terjadi lagi, aku tidak akan kuat kehilangan dirimu Ling.”Gumam Liong dengan helaan nafas.


Lingling terdiam merasa bersalah. “Maafkan aku Liong.”Gumamnya lirih.


Liong menghela nafas mengangguk.”Tidak apa, manusia melakukan hal yang salah itu adalah hal yang wajar yang tidak wajar adalah ketika manusia melakukan kesalahan itu berulang kali padahal ia sadar jika kelakuannya salah.”Ujarnya.


Lingling mengangguk.” Tapi kaisar langit? "


“Kau lupa aku siapa? Bahkan dunia tak mampu menentang ku Ling.”Ujarnya.


Lingling terkekeh memeluknya.”Yasudah ayo menikah saja. tapi kau tak boleh menyentuhku dulu.”


“Tapi aku tidak berjanji.”Ujar Liong.


Lingling mendengus dibuatnya dan Liong tertawa dengan gemas melihat Lingling.


Dannn Lingling menjalankan tugas nya bersama Liong sembari merakit cinta yang sudah rusak....


END......


Hais emua. Ini ceritanya aku tamatkan yah.. hoho.. aku memilih buat Novel Fantasi baru azza oke.. dengan judul “Twins Antagonis”


kalian bisa bayangkan bagaimana jika pembaca memasuki salah atu novel yang ia baca sebagai kembaran antagonis yang meninggal karena dibunuh oleh keluarganya, kakaknya dan seseorang yang ia cintai? Apa yang ia lakukan? Merubah alur atau menjadi penonton setia saja??? Dan lebih tidak masuk akalnya kembaran antagomnis tidak pernah diceritakan karena sudah dibunuh sedari bayi!!...

__ADS_1


Mari baca....


__ADS_2