
Mobil yang dinaiki Lingling melewati banyak perumahan, sekarang bukan lagi mobil biasa., tapi sekarang mobil yang tak memiliki atap membuat lingling dapat melihat kesekeliling. Disana ada banyak orang yang kurus kering, baju compsng csmping bahkan ada yang mengenakan serabut dan juga menyedihkan membuat ia meringis. Rumah-rumah banyak yang runtuh membuat ia menggeleng.” Ini kenapa kayak gini?”Tanyanya pada jendral Vuang.
Jendral Vuang yang mendengar itu menatap Lingling.” Mereka kesulitan air bersiih disini, mereka juga kekurangan pangan dan juga diserang dan sedang berperang. Jadilah begini.. “Ujarnya membuat Lingling meringis. Ternyata dunia masa depan yang ia pikir indah tak seindah yang ia bayangkan, polusi dimana-mana, mobil dimana-mana, motor dimana mana membuat macet dan udara yang tidak segar.. itu tidak baik... belum lagi sekarang ia menemui satu desa yang memang sangat mengenaskan, kekurangan air, pangan, perang dan sebagainya. Hal itu membuat ia sadar jika dunia masa depan tidak sebaik yang ia pikirkan.
Lingling menatap Vuang lagi.” Jika begitu kenapa tdiak dibantu? seperti dikerajaan, misalkan ada yang berperang atau kemiskinan pasti saling bantu dari raja keraja. Dan lagi jika ada kelaparan pasti ada pembagian makanan disetiap hariinya? Setidaknya jika ku lihat disini ada banyak yang makan tapi ada banyak yang mengemis?”Tanyanya melewati desa itu kembali dihutan jalanan melewatinya.
Vuang disana mengeleng. Jendral Lienpun menyahut.,”Ada banyak orang kaya didunia ini El.. tapi tidak semua baik, sama seperti ayah dan ibumu. Apakah mereka adil padahal kalian sama sama saudara bukan?”Tanyanya disana membuat Lingling mengerjab.
“Zaman sekarang kita sudah rusak.. bahkan jika boleh aku minta aku mau dunia tidak seperti sekarang, aku ingin menjadi seprti dulu, sama dengan kamu katakan..!”Ujarnya membuat Lingling menatap Vuang disebelahnya.
“Lihatlah itu..!” Ia menunjuk lagi dijalanan dimana ada banyak orang.”Sekarang kita diibaratkan Hape adalah dunia bukan lagi dunia nyata.. belum lagi Hp sudah menjadi hal yang terpenting dalam hidup orang lain, memberi harus difoto dan diposting. Belum lagi yang kaya semakin meraja dan miskin semakin tertindas. Dunia tidak sebaik yang kita lihat bahkan jika dikatakan lebih baik dizaman dulu, jika satu disakiti maka akan ada warga satu kampung membantu, tapi sekarang? Mati ditengah jalan kau tak akan dibantu. Pasti menunggu pihak berwajib dan sebagainya. Karena ada banyak peraturan yang mengikat dan terikat. Jika dizaman dulu hukum hanya ada hukum adat jadi tidak ada apa apa. Sekarang tidak lagi.”Ujarnya.
HP itu apa?”Batin Lingling.
“ Tapi kenapa tidak ada yang kaya memberi umpeti lebih besar dari rakyat jelata? Jadi kalian bisa memberikan umpeti itu dirumah yayan atau rumah singga? Jadinya yang miskin tetap makan dan tetap punya rumah? Aku lihat ada banyak yang tidur dpingir jalan?”Tanyanya lagi.”Dan miskin itu biasa kata bunda. Tapi kita yang kaya harusnya saling membantu supaya tidak ada kemiskinan. Apa yang kita miliki tidak akan ada harganya jika kita hanya mementingkan kehidupan sendiri.”Ujarnya.
"Jika zaman dulu umpeti maka sekarang ada banyak si. seperti pajak dan lainnya. hanya saja memang dunia sulit dikendalikan jika manusia manusianya masih egois.. mementingkan diri nya pribadi. Haus akan kekuasaan. Apatis akan sekitar... Bukan salah pemerintah tapi salah kita ynag selalu menuntut kesempurnaan tapi kita saja apatis akan negara kita...!"
"Benar... simana genersi semakin rusak sopan santun sekarang sangat minim, joget tanpa malu... Dan lagi melupakan kan yang kewajiban dan mana yang pembodohan... contohnya menonton setiap hari tapi tidak pernah membaca buku dan juga ilmu..."Laniutnya Vuang lagi.
"Padahal anak muda adalah insveatsi masa depan dunia..." Ujar jendral Lien miris.
Jendral Vuang tersenyum mendengarnya.”Yah.. aku juga pernah membayangnya. Ada banyak yang membeli baju harga ratusan juta sepati puluhan juta mobil milyaran padahal semuanya hanya dipakai satu kali. Hidup memang tak seadil itu. Tapi hidup bisa adil jika kau mampu membuat keadilan. Manmgkanya kau harus jadi kuat supaya kau mampu membuat keadilan disekitarmu.”Ujarnya..
“Termasuk menangkap penjahat?”Tanya Lingling.
“Iya. Karena itu tugas kita..”Ujarnya membuat Lingling mengangguk semangat. Jendral Vuang mengusap kepala lIngling. Ia yakin jika Eliza sangatlah baik orangnya. Dan yah.. jenderal Lien bahkan kagukm akan Lingling yang berbicara tentang keadilan., Nampak tak terima ada banyak yang terlantar dinegara ini.
2jam berikutnya...
“Ayo turun..!” Sudah smapai dihutan membuat mereka turun dengan Lingling yang mabuk perjalanan, inilah mabuk alami.. Lingling mengelengd engan lunglai dan turun dibantu Lien dan Vuang. Vuang dan Lien hanya mengeleng dibuatnya.
Dibelakang ada Wulan yang manis turun dengan dibantu jendral Chen. Lingling mengerjab bersandar dimobil melihat pohon-pohon yang tingginya waw.. itu membuat ia kagum, namun kepalanya terasa berputar putar membuat ia merimngis memegang kepalanya.
”Apa kah kau tidak apa apa El?”Tanya jenderal Lien khawatir.
Lingling mengangguk. Disisi lain ada jendral Chun Disana mendengus melihatnya, tak suka Lingling diperhatikan. Apalagi Wulan, mengapa semua menatap lingling dengan begitu perhatianya.. ia mengepalkan tanganya.
__ADS_1
” Kita istirahat sebentar. sepertinya Eliza pusing..”Ujarnya Vuang membuat mereka mengangguk. Vuang memberikan obat pada Lingling membuat Lingling langsung meminumnya dan duduk dibawah.
Mereka membawa banyak peralatan dan dibagi, bahan makanan hanya seadanya dan juga tenda. Lingling disana menghela nafas menetral kepalanya lagi. “Apakah perjalananya sangat jauh?”Tanyanya kepada mereka.
Dan jendral Vuang mengangguk.”Iya... butuh waktu dua hari melewati hutan ini. Karena mereka ada ditengah hutan...”! Hal itu membuat mata Linglling membulat.”Naik benda ini lagikan?”Tanyanya menunjukan mobil disampingnya..
Jendral Vuang menggeleng tegas.” disini mana ada aspal.. Jalannya saja tidak ada... Jalan kaki.”Ujarnya membuat Lingling menatapnya tak percaya. Bagaimana bisa? Ia bahkan tak pernah berjalan lebih dari lima belas meter. Ini dua hari? Apa yang harus ia lakukan?
Lalu ide muncul dikepalanya.” Yausudah ayo jalan.”Ujarnya berdiri.
”Kau sudah baikan?”Tanyanya membuat Lingling mengangguk dengan semangat meski masih puisng. "Kalian tunggu sebentar.." Ujarnya lagi.
Lalu ia disana melihat sekliling dan yah.. ia melihat pohon besar disampingnya dan melihat lagi kesekeliling. Dan yah.. ia menaiki pohon besar.
”El apa yang kau lakukan..!”Teriak Jendral Lien melihatnya. Lingling diam melihat sekeliling dan ahkk dapat..,
Dengan cepat melompat dan menuju rimbunan bambu yang ada. Mengambil dengan pisau disana dan membacakan sesuatu dan Piss... bambu itu menjadi suling.. lalu mendekati Lien dan lainya disana. Ia menyembunyikan itu dibalik bajunya dan tersenyum.
“Kau kemana tadi? Jangan membuat ulah jika hanya mau merepotkan saja..!!” Bentak jendral Chun yang gemetar melihat Lingling melompat sejauh itu dan memanjat setinggi itu.
”Baiklah. karena kalian menghinaku kalian akan jalan kaki. Cukup aku Lien dan juga Vuang yang memiliki kendaraan, kalian bawa saja barang kalian dengan leher kalian wlelel.”Ujar Lingling memeleti mereka semua membuat mereka mengepalkan tangan.
”Memangnya kau punya apa? Aku juga tidak butuh kau. Sedari awal saja aku tidak maus satu club dengan manusia menyusahkan dan bodoh sepertimu.”ketuanya jendral Chun.
“Awas saja kau mau nanti..! Jangan sampai jilat ludah sendiri he...!” Ujar Lingling disana mengancam membuat mereka mendengus.
Dengan duduk santay Lingling disana meniupkan sulingnya. Jendral Vuang dan jendral Lien disana mengerjab diam menatap Lingling. Mungkin efek mabuk kan?
tak berselang lama.
Dan.. braummmm...
“Siapkan senjata..!”!Teriak jendral Vuang melihat banyaknya binatang mendekat mendnegar suling itu. Suling yang Lingling lantunkan itu memangil kawanan harimau yah.
Dan tersenyum Lingling melihat ada sepuluh harimau mendekat disana.” Jangan angkat senjata kalian..!” Teriaknya membuat jendral semua terdiam. Wulan sudah terdiam kaku dibelakangnya Chun.
Lingling tersenyum mendekat harimau. Namun ditarik jendral Chun.”Hey bodoh. Kau mau mati?!!”Teriaknya namun Lingling menepisnya kasar.
__ADS_1
Lalu mendekat membuat para harimau itu mendekatinya. Lingling mendekati harimau paling besar disana.
Lalu mengusap kepalanya.”Bisakah kalian membantu ku?”Tanyanya. lalu harimau itu meraung membuat Lingling menguap kepalanya.
”Aku hanya butuh tiga saja. Yang lain ikuti kami dari belakang. Karena aku tidak mau ada binatang bus lainnya.”Ujarnya.
harimau kembali meraung.”Baik tuan Putri..”Ujar mereka. Yah, dimata mereka bentuk ingling bukanlah wajahnya El.. tapi wajah Asli Lingling yang tegas.
Jendral lainya menatap Lingling kaget meski dengan senjata yang siap tempir. Lingung menepuk puundak Harimau dan langsung melompat membuat semua orang menahan nafas.
”Yaudah.. kita berangkat.. jendral Vuang, jendral Lien naiklah dimana yang kalian mau. Biar jendral sombong dan juga kakak bi4dab itu berjalan sendiri..”Ujarnya berteriak membuat smeua orang mundur.
”Tidak apa-apa ayo..”Ujarnya lalu mendekat.
Dengan gugup Vuang bertanya.” Jik jika mereka mem-“
“Tidak akan. Aku sudah berteman dengan mereka, cepatlah naik, tapi mereka hanya mengantar tak lebih dari hutan timor sebab disana perbatasan wilayahnya.”Ujarnya membuat semuanya tertegun.
Dengan semangat Lingling mendekat. Jendral Chun dan Wulan mengangah dibuatnya.
Lingling melihat mereka tak bergerak geregetan membuat ia mendekat dan melemparkan barang-barang mereka ketas harimau lainnya dan juga membantu jendral Vuang yang gemetar naik.
"Jika mengenakan mereka kita tidak akan capek..!" Gumam lingling gemsz.
Lalu membantu jendral Lien juga membuat mereka terasa ingin kencing dicelana. Lalu ia menaruh barangnya diatas badan harimau yang ia naiki tadi.
”Orang jahat jalan saja yah.. hiya ayoo jalan..!”Teriak Lingling meningalkan Jendral Chun dan Wulan mengerjab.
“Hiya .Eliza...!!”Teriak Jendral Vuang dikalah harimau itu bergerak cepat. Lien tak kalah berteriak dan Lingling hanya tergelak kencang disana. Vuang ingin menangis tapi seru.
”pegang erat erat tapi jangan ditarik bulu belakangnya...”Teriak Lingling membuat Lien dan lainya memeluk erat leher binatang tersebut.
Jendral Chun dan Wulan menyesal atau apa ini? Mereka tertinggal?
“Bagaimana dengan jendral Chun dan Wulan?”Tanya jendral Vuang.
“Jalan saja. Orang jahat memang harus ditinggalkan.. jangan bikin besar kepala..!”Teriak Lingling.
__ADS_1