
Lingling berdecih kesenangannya diganggu. Matanya menatap Hendrik tajam dan berkata.”Aku tidak suka melihat dia. Dia sangat berisik.”Ujarnya disana ketus membuat orang membola. Apa katanya tadi?Berisik? wah0wahhh Hendrik rasa ingin mencekik hingga Lingling mati.
Dan yah benar saja. Ia melangkah hendak mencekik Lingling, sebelum tangannya sudah duluan ditepis kasar oleh Lingling dan menatapnya tajam. Lingling kembelai berdecap dan berkata.”Nggak usah cari masalah deh.. Dasar cowok gila..!!” Ujarnya disana lagi.
Hendrik mengeluarkan pistolnya hendak menodong kepala lIngling.,
Hingga Mike, Boy dan Alex menodong pistol kekepala Hendrik juga dan Andes pun sama membuat Lingling menyeringai dihadapannya Hendrik dan Hendrik terdiam kaku.”Berani anda membunuhnya saya pastikan kehancuran yang anda miliki..!!” Ujar dari Andes dingin. Tidak ada raut datar diwajahnya, tidak ada raut apapun yang ada bak air yang sangat tenang.
Hendrik disana tersenyum evil dan berkata.”Kita sudah kenal dan beroperasi selama lebih dari tahhun-tahun, dan kalian ingin membunuhku hanya karena manusia jelek begini? Wahhh kalian sungguh aneh.”Ujarnya menurunkan pistolnya disana menatap Lingling tajam.
Andes dna lainnyapun menjatuhkan tangan memegang pistolnya,
Namun sedetik setelahnya tak ada yang sadar Hendrik bergerak dan mencekik Lingling. Lingling yang diserang mendadak itu mengelak namun karena ruangnya yang kecil membuat Hendrik mampu mencekiknya. Mata Lingling tetap datar merasakan lehernya yang memberikan rasa sakit yang luar biasa... ia disana bergerak cepat.
Bugh.. arhhhh..
Hendrik berteriak sakit dan melepaskan Lingling karena masa depannya ditendang keras oleh Lingling.., tak sampai disana sekarang Lingling lah yang mencekiknya kuat hingga ia disana memberontak namun tak kuat. lingling mencekiknya sangat erat membuat ia tak bisa bernafas barang sedikitpun. “Le-lepas argh..”Ia betteriak kesakitan.
__ADS_1
Banyak yang diam saja, yah dunia bawah itu kejam.! Mau mati karena pertarungan taka da yang pedukli. Mau hidup dengan kemewahan baru mereka peduli karena meminta rekan bisnis. Dunia gelap jauh dari kata nikmnat karena berisikan manusia-manusia tampa manusia iblis
Lingling menyeringai dan berdiri. Dan Bugh.. Arghhh semua dibuat kaget ketika Lingling dengan tiba-toba menginjak tangan Hendrik kuat hingg Hendrik meringis merasakan denyut sakit dileher, masa depan dan tangannya sekaligus.
Lingling mendesis dan berkata.”Mangkanya jangan cari mati.! Masih untung tidak ku patahkan lehermu supaya tidak mengeluarkan kata-kata brisik dan mengganggu telingaku...!” Ujarnya disana dan berdiri mendekati Andes.
Semua melongo melihatnya. Tubuh yang kecil dan juga kurus itu bisa sekuat itu? Wahhh tak ada yang menyangkah disana. Bahkan Mike dan lainnya ikut terkagum disana,. Baru kali ini Hndrik dikalahkan oleh seseorang. Dan Lingling memegang rekor itu. Andes? Disana ia menyeringai melihat Lingling lalu menahan pinggang Lingling supaya berdiri disisinya. Lingling salah mengartikannya, ia malah menyender dibahunya dan memejam ingin tidur.
“He. Manusia tidur, bukan saatnya tidur sekarang..!” Ujarnya Boy disana melihat Lingling. Lingling disana mendengus dibuatnya sebab Boy itu penggangu yang sangat berisik
Hendrik menatap tajam Lingling. Ia dibantu oleh pengawalnya untuk duduk disalah satu shofa. Mereka akan mengadakan rapat penting. Ia tak booleh melewatkan rapat ini. hingga hanya mampu melihat Lingling menjauh bersama rombongannya. Bibirnya menyunggingkan sneyum licik dan bergumam.” Menarikkkk. Tapi aku tetap yakin dia perempuan, aku bisa merrasakan dari bola matanya.” Gumamnya disana dengan pelan. “Awas saja jika masa adepanku rusak.. akhh aku pastikan kau yang menyesal karena sudah merusak masa depanku..!!” Batinnya menyeringai disana meski dalam keadaan sakit sekalipun.
Lingling mendengarnya mendelik dan menatap Mike dengan tajam.” Ohh aku juga tidak menyangkah kamu sangatlah bermulut tajam. Bahkan sedari awal hingga sekarang tak pernah sekalipun aku mendengar kata-kata manis atau kata—kata baik dari mulutmu itu. Mau ku ajarkan?”Tanya Lingling dengan julit namun dimata Mike ia sangat menggemaskan
.
Mike disana terkekeh mengusap kepala Lingling namun kagget ketika tangannya ditepis oleh Andes. Matanya menatap Andes kaget dibuatnya, disana mata Andes menatapnya sangat tajam bagaikan ingin menelannya hidup-hidup. Mike malah tersenyum smirk dan menatap Lingling lagi.”Akhhhh baik sekali.. aku menyukaimu yang cerewet begini. aku anggap itu pujian.”Ujarnya menolel pipinya Lingliong.
__ADS_1
Lingling mendengus disana lalu berkata.” Ku harap kau tidak menjilat ludahmu karena sudah mengatai aku G4y dan jelek. Jangan sampai kau menyukai ku.”Ujarnya lalu menghempaskan punggungnya keshofa. Ia hendak tidur saat ini. ia itu manusia yang malas dan tak punya gaira hidup. Ternyata dunia ini dan dunianya dulu sama saja jika tidak punya uang. Mereka harus bekerja mencari uang dan membuangnya dengan apa yang ingin dibeli sedangkan Ling-Ling tidak punya uang. Jadi ia harus mencari uang dan tidak bisa bersantaii sebagaimana tujuan awalnya disini. Sungguh ini diluar nalarnya jika begini lebih baik ia kedunianya saja dulu.
Mike terkekeh. Hingga Boy angkat bicara.”Kau tau Lingling. Lelaki yang kau lawan tadi siapa?”Tanyanya membuat Lingling yang hendak tidur membuka matanya dan menggeleng poloos menatapnya.
Boy tersenyum dan berkata.”Dia itu lelaki yang paling kejam, dia penjual organ tubuh manusia, sebagaimana yang kami sudah jelaskan kepada kamu jika disini siapapun yang datang kerumah ini maka ia akan hilang, siapapun yang menyelidikinya maka mereka akan hilang. Itu yang melakukannya adalah dia dan anggota ini. mereka mengambil organnya dan akan dijual dipasar gelap.. “Ujarnya dengan serius membuat Lingling terdiam.” Dan itu alasan kenapa sudah ku bilang jangan berurusan dengannnya. Sekarang kau akan menjadi sasarannya dikemudian hari. Berhati-jhatilah.” Ujarnya membuat Lingling menatap Boy dengan tatapan suklit diartikan. Boy mengingatkannya kepada sosok kakak pertamanya.
Sosok yang perhatian dengan caranya sendiri. Bukan dengan melindungi tapi dengan mengajarkan dirinya untuk selalu berfikir sebelum melakukan sesuatu.
Ia mengangguk”Emm boleh peluk sebentar tidkak? Kau mengingatkankud engan sosok yang sangat berharga bagiku.”Ujar Lingling disana membuat Boy mendelik.
”Tidak. aku sudah punya istri dan sebentar lagi akan memiliki anak.”Ujarnya disana dengan ketus membuat Lingling sedih disana. Ia tak mau memaksa karena tau tujuan Boy itu baik.
“Dikit saja.”Ujarnya memelas namun Boy disana mengeleng tegas. Ahh Boy itu bucin akut.
Andes melihatnya memeluk Lingling membuat Lingling tertegun. namun Lingling membalas pelukannya dan ingin menangis karena mengingatt keluarganya.’Maafkan Lingling yang bodoh.. lingling mau pulang, hidup bahagia Dengan kalian melindungiku bukan aku yang melindungi orang lain.”Gumamnya lirih dalam hati.
Andes disana mengusap kepalanya dan berbisik.”Jika ingin peluk, bilang saja kepadaku jangan dengan orang lain.”Ujarnya dan mengecup kepala lingling membuat Lingling menyerusupkan kepalanya didada bidang Andes. Andes disana tersenyum menatap kedepan.
__ADS_1
Ehemm.. semuanya cengo melihatnya. Andes g4y? itulah yang mereka lijjat, mereka tak berani bertanya disana sebab Andes yang begitu lembut dengan Lingling. Sedangkan Hendrik disana hanya diam menatapnya sembari mengusap masa depannya yang masih perih. Dan ia pastikan Lingling akan menyesal melakukan ini.
Disisi lain ada sosok yang beraurah gelap disana dengan muka datarnya menatap siapapun yang ada diskeitarnya. Melihat pujaan hati dipeluk orang lain membuat gejolak amarah didadanya keluar. “Gadis ini.”Gumamnya geram. Ia menghela nafas frustasi.”Bagaimana bisa dengan tubuh yang jelek ia masih mampu memikat siapapun diskeitarnya???” Teriaknya marah.. ini diluar ekpetasinya sungguh.