Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Menyesal


__ADS_3

Kekaisaran langit itu terbagi banyak wilayah yang terbagi, ada bagian dimana wilayah dewa air. Dewa air diisi banyak sungai dan juga air suci yang bisa menyembuhkan banyak oramg, dia yang mengalirkan air didunia manusia, baik air didaratan maupun menurunkan hujan. Dewa air berbentuk naga putih legenda yang hanya akan terlahir seribu tahun sekali.


Ada juga wilayah yang dimana diisi oleh kekaisaran., kaisar sendiri itu memiliki wilayah terluas dna juga yang paling ditakutkan. Kekaisaran memiliki lambang naga emas , tapi satu hal yang harus kalian ketahui jika kaisar itu memiliki satu permaisuri, satu ratu dan juga dua selir agung dan sebelas selir biasa. Ia memiliki banhyak wnaita disisinya. Kenapa begitu? Itu karena memang diplomatic politik menuntutnya untuk memiliki banyak wanita. Namun pada dasarnya dewa memang memiliki ikatan suci tapi tidak dengannya.


Ia tak mempercayai cinta dikarenakan suatu konflik dan tragedy miliknya dahulu sehingga ia memutuskan untuk menghancurkan rasa dihidupnya. Ia memecahkan dna membekukan hatinya sehingga ia tak lagi bisa merasakan apapun, baik sedih, cinta bahkan apapun itu selain hanya amarah. Jadi ia tak memiliki kaitan cinta atau jiwa.. akhh banyak yang ia lewatkan sehingga ia tak lagi mempercayai cinta.


Sedangkan ada banyak lagi kekaisaran lain dan juga wilaya lain seperti dewa matahari, dewa kedamaian hingga kedewi Bulan. Dewi bulan itu adalah Qira sendiri, dia adalah Dewi Bulan yang mengikat benang cinta dan jodoh. Ia hidup didua alam yakni didunia langit dan didunia manusia. Itu karena perjanjian jika ia dilahirkan kembali maka ia harus menjadi dewi. Ia menolak tapi ia tak punya pilihan hingga ia terpaksa melakukannya.


Sesungguhnya hati yang suci akan menolak amanah yabg begitu besar karena tak adanya ambisi dihormati.


Jadilah ketika ia dibangkitkan ia membagi waktu dan menyesuaikan kehidupannya. Parasnya yang cantik semakin cantik, kulitnya lembut bak porselin tiada tandingannya. Tak menua dan juga hidup abadi sampai takdir yang menentukan. Ia mengikat jiwa dengan Zauhan karena Tak mau keduanya menua. Mereka terikat jika Zauhan mati maka ia juga akan mati. Karena saling mencintai. Mereka sama-sama hidup abadi....


Tapi malam ini ia dikagetkan dimana ia melihat Liong yang sedang memuntah kan darah dan juga berbincang dnegan kaisar langit. Sejujurnya ia kemari karena ingin mengambil benang merah dari kekaisaran yang telat dikirimkan. Tapi ia dikagetkan dengan ucapan Kaisar langit yang mengatakan jika jiwa anaknya yang terikat dengan Liong.


Ketika Kaisar menjauh dari Liong ia pun mendekati kaisar itu dan langsung bertanya.” Yang mulia..” Ujarnya dengan tegas memblokir jalan dari kaisar tersebut. Kaisar ytang bernama Athan Giovra Orion menatap Qira dnegan kaget. Dia salah salah satu dewi yang dinobatkan sebagai dewi tercantik setelah Dewi Bunga dan juga tak ada hormat kepada siapapun termasuk dirinya.!


“Bisa bicara sebentar?”Tanya Qira tanpa basa basi sedikitpun pada kaisar tersebut.


Athan disana melirik Qira dalam, entah kenapa rasa dadanya yang sudah ia bekukan itu selalu berdenyut menatap Qira. “Kau tak tahu tata karma sedari dulu. Bahkan tak menerapkan praturan yang ada.” Ujarnya disana dingin sebab Qira tak memberikan salam selayaknya salam umumnya.


Qira menatapnya datar. “Kau sudah banyak mendapatkan kehormatan kekurangan satu juga tak akan merendahkan. Lagi pula kau tidak segila itu dengan doa bukan? Tanpa aku doakan kau panjang umur juga kau sudah panjang umur.,”: Ketus Qira. Athan disana tersneyum tipis mendengarnya. Entah kenapa pemberontakan yang Qira selalu buat membuat ia terhibur. Mangkanya ia selalu berusaha untuk membuat Qira ke istana ini dan mengirim lamban benang merah itu untuk sampai ke istana nya supaya ia sellau datang kemari dna mengambilnya atau mengomel karena kegagalan dari pekerja padahal itu ulahnya.


Athan mengangkat tangannya lalu menunjukan arah menuju kekediamannya, mereka menuju taman belakang kjediaman naga. Disana terlihat berhenti didekat danau teratai yang berisi banyak bunga beewarna merah mudah dan juga ungu yang cantik, “Apa yang mau kau bicarakan? Masalah benang merah ya-”


“Tentang yang kalian bicarakan tadi dikediaman Liong. Maaf aku tak bermaksud menguping hanya selintas ketika aku lewat.”Ujar Qira memotong.


Athan terdiam mengerjab mendengarnya. Ia menatap Qira dengan serius sama hal dengan Qira.”Bisa kau jelaskan apa maksud kalian tentang jiwa anakku?”Tanyanya pelan padanya.


“Yang bagian mana?”Tanya Athan pelan.


“Semua bagian yang tidak aku ketahui.”


“Kau tak mengetahui yang mana?"


“SEMUA..!!! JELASKAN SEMUA KEPADAKU..!!” Bentaknya kuat. athan terdiam melihat wajah Qira yang tak pernah semarah ini. bisanya Qira memang suka marah tapi tidak semarah ini. ini terlihat menyeramkan.


Qira mengibas tangannya lalu menatap kedepan. ” Aku mendengar kau mengatakan jika Liong melepaskan jiwa Lingling maka ia akan meninggal, karena keterikatan jiwa yang terjalin ketika membangkitkan ku dari kematian. Kenapa kalian tak memberi tahuku jika resikonya adalah menumbalkan jiwa anakku??”Tanyanya marah. Ibu mana yang tak marah ketika tahu jika nyawa anaknya diujung talas, bahkan itu karena dirinya.Athan diam menatap Qira bergeming.


“Bukankah dia masih hidup hinga sekarang?"


. “TAPI KALIAN MENGEKANG ANAKKU..!!! KALIAN MENGEKANG HIDUPNYA.!” Bentak Qira kuat. matanya memerah menahan amarah.


Athan mengernyit.” Ini tak sulit. Cukup ia mengikuti janjinya maka ia akan hidup abadi.” Ujarnyta.


“Hidup tidak semudah itu Athan..!!” Ujar Qira membentak.”Jadi anakku akan mati jika ikatan Liong terlepas dari anakku?”Tanyanya sayu.

__ADS_1


Athan mengangguk ragu melihat Qira terlihat melemas. Ia tak suka ,melihat gadis pemberontak ini melemas begini. Qira mengusap wajahnya.”Sudah berapa kelopak jiwa cinta yang terlepas dari mereka?”Tanyanya pelan.


“Dua.” Ujar Athan pelan.


Qira memegang dadanya sesak, ia hampir jatuh tapi Athan menahannya. Qira menepisnya dan memilih duduk didekat sana. “Ambil jiwaku dan kembalikan jiwa anakku. Aku tidak mau hidupnya terbelenggu.”Ujarnya pelan tak suka.”Aku tidak mau cinta anakku terikat dan ia tak bisa memilih lelaki yang ia cintai. Cukup aku tak bisa bersama lelaki yang tak aku cintai jangan anakku. Aku sangat tau bagaimana sakitnya mengorbankan lelaki yang aku cintai Athan.”Ujarnya dnegan suara serak. Meski pada akhirnya ia mencintai Zauhan dengan jiwanya tapi tetap saja. Ia pernah merasakan belahan jiwanya hilang karena dipisahkan dari orang yang ia cintai.


Athan menggeleng sendu. “Ini sakral dan mutlak Qira. Tak ada masa lalu yang bisa dikembalikan tetapi hanya masa depan yang bisa dirubah.”Ujarnya pelan. “Lagi pula bukankah mereka saling cinta? Selagi Lingling bisa mempertahankan prinsipnya dan selalu bersama LIong ia akan tetap hidup.”Ujar kaisar.


Qira mengusap wajahnya merasakan kalut akan anaknya. ia merasa menjadi ibu yang paling buruk membuat anaknya kehilangan jati diri hanya untuk dirinya tapi ia malah menuntutnya.


Athan menepuk Pundak Qira yang terlihat melemah meski tak ada air mata. Terlihat wajah penuh penyesalan.” Qira aku tidak bisa merubah apapun dimasa lalu dan ikatan itu. Tapi masa depan masih bisa diubah. Aku tau kau ibu yang kuat, lakukanlah apa yang harusnya ibu lakukan.”Ujarnya lirih.


Qira menggeleng”Tolong beritahu aku apa yang harus aku lakukan..”Gumam nya pelan pada Athan lirih.


Athan terkekeh disana mengusap punggungnya Qira.”kau ini bukan gadis lemah jangan menunjukkan wajah buruk mu padaku begitu. Ayo bangun dan tunjukan padaku jika kau bisa mengubah segalanya. Bawalah pulang Lingling...”Ujarnya pelan.


“Ini bukan salahmu tapi akan menjadi salah dirimu jika membiarkan masalah ini semakin besar.”


Qira merenung ucapan Kaisar Athan sedari tadi, ia yang tak bisa berbuat apapun duduk di singgasana nya diwilayah miliknya. Merenung apa yang harus ia lakukan. Membiarkan Lingling atau ikut campur, tapi mengingat ikatan kelopak itu sudah gugur pertanda jika andai jika jiwanya tak terikat dan jiwanya tertahan setengah pasti ia akan mati.. Lingling membelalak ingat jika setengah jiwa Lingling ia bagi dikalung.


Matanya membesar akan hal itu, ia mengeluarkan kalung yang Xavier buat dulu.”Sialan... aku harus menemui anakku.”Gumamnya tanpa bicara segera pergi tanpa berfikir lagi.


“ Yang mulia, engkau mau kemana?”Tanya dari pelayan miliknya. Peri cantik yang tangan kananya selalu melakukan dan menukar tugas Qira jika tak bisa melakukanya secara langsung.


Qira membuka portal didekat singgasananya menggunakan kekuatannya dan setengah jiwa Lingling. Tangan kananya membelalak melihatnya. Saat porlat itu terbuka Qira terdiam mundur memegang dadanya.


Qira disana diam melihat tangan kananya.”Janet.. aku akan menemui anakku.. tunggulah sebentar disini yah..”Ujarnya pelan.


Tangan kanannya belum menjawab tapi Lingling sudah pergi meninggalkan singgasananya entah kemana. Janet disana terdiam cemas melihat junjungannya.


Sesungguhnya ia tak tau apa yang membuat Qira panic, tapi sungguh ia kagum akan junjungannya yang bahkan tak pernah gentar meski menatap dewa kematian sekalipun.


Sesampai didunia Lingling. Ia melihat ada Lingling yang sedang termenung menatap langit. Terlihat wajahnya pucat dan jiwanya sudah sedikit memudar. Qira cemas, hatinya sakit ... ia mendekat dan juga berkata.” Apa kabar nak?”Lirihnya. ia bisa melihat jika anaknya tak baik-baik saja.


Bahu Lingling terlihat kaget mendengar suara itu, ia melirik kebelakang dan disana ada ibunya. Ia tertegun. bagaimana bisa ibunya kemari? Ia segera menghampiri Qira dan memeluknya erat. Terlihat disana Qira tersenyum hangat pada sang anaknya.


“Ibu hiks hiks. Maafkan aku ibu... ibu aku mau pulang hiks hiks. Aku berjanji tidak akan bertindak manja lagi. aku berjanji.”Ia merengek menangis pilu pada Wira yang ia peluk.


Qira Menahan dadanya bergetar menahan tangisan sembari mengusap kepala sang anak. Tubuh Qira jauh lebih tinggi dari tubuh Eliza yang ditempati Lingling, ia seperti memeluk anaknya yang masih berusia 14tahun yang hanya sebahunya. padahal didunia asli Lingling jauh lebih tinggi dari Qira dikarenakan anak-anaknya mengikuti gen ayahnya Zauhan yang tingginya diatas rata-rata.


Ia mengusap kepala anaknya berusaha tersenyum. “Aku menanti janjimu.”Jawabnya pelan. Tangannya halus mengusap pipi sang anak.


Dimana Qira bisa melihat Lingling tertekan. Qira memilih duduk diayunan tapi Lingling tak juga melepaskan ibunya. Qira memang mengawasi anaknya terus mangkanya ia menjenguk anaknya. “ Bagaimana ibu bisa kemari??”Tanya Lingling pelan pada ibunya.


Qira menunjukan kalung dilehernya.”Setengah jiwa yang diambil Xavier ada tanganku, jadi aku bisa menyusul setengah jiwamu.. lagi pula ini memang dimensi asliku jadi aku memang bisa kemari menjenguk mu tapi harus mengeluarkan energi yang sangat besar.”Ia masih mengusap kepala Lingling sendu. “Maafkan ibu yang egois yah yang mau dirimu berubah sampai kamu harus melewati masa sulit begini.”Ujarnya lirih.

__ADS_1


Lingling semakin menangis memeluk ibunya. Rambut biru ibunya diikat tinggi membuat ia mudah memeluk leher ibunya.”Ibu aku yang salah, aku selalu menyia-nyiakan kesempatan belajar dan juga perhatian kalian. Disini aku banyak belajar untuk tidak lagi malas dan menghormati semua orang yang ada disisi ku.”Ujarnya lingling lirih.


“ Tapi ibu.. aku—aku mengecewakan dia.”Ujar Lingling lirih lagi.


inilah yang paling sakit, ia menjadi pengkhianat.


Qira tertegun. “ Ibuuu aku mau pulang ibu. Aku ingin bertemu dengannya.” Yang Lingling masud adalah Liong. “Aku merindukannya ibu. Aku juga merindukan kalian semua. Aku tidak mau di sini hiks hiks. Ibu aku siap jika harus menjadi jendral perang dikekaisaran kakek Wey asalkan pulang. Sungguh aku siap melawan ribuan prajurit dan berperang dibandingkan disini. Semuanya sangat sulit ibu.” Ia terlihat putus asa semakin membuat Qira merasa sesak dan bersalah.


“Lingling ini salah ibu. Andai ibu tidak menuntut mu seperti wanita lain yang memiliki semangat hidup.. ibu salah maafkan ibu.”Gumamnya lirih. Qira melakukan ini memang karena tak melihat sisi dimana Lingling berniat hidup. Ia selalu melakukan hal yang seperti mayat yang tak bernyawa. Hanya mau tidur, tidur makan dan juga tak bergerak. Ia bahkan lebih malas dibandingkan ulat.


Lingling disana menggeleng. “ Ibu tidak salah.” Lingling sebenarnya memang tak pernah menginginkan suatu perasaan, ia tak punya perasaan malah, mangkanya ia tak pernah menginginkan harapan pada siapapun, ia malas karena tak ada yang bisa ia rasakan, ia selalu dirundung rasa hidup sesuai dengan keinginannya, tapi hal itu keluar dari pondasi manusia. Manusia normal tidak akan hidup dengan secara instans hanya dengan tidur lalu merundung manusia lain menyiapkan kehendaknya. Hidup tak semudah itu.


Dan ada kalahnya hidup tak selalu bisa memiliki pondasi bagus untuk tetap kokoh


Qira mengusap wajah anaknya dengan lembut. Lalu mengeluarkan jiwa yang ada di kalung itu, ia menanamkannya lagi dijiwa yang terpisah. Lingling kaget akan ulah ibunya, apa yang membuat ibunya berubah begini.


Uhukkuhukk.. ia melihat cahaya ditubuhnya dan ibunya yang batuk darah.


”Ibu..”Gumamnya lirih melihat ibunya.


Qira terhenti dan jiwa Lingling sudah kembali utuh. Lingling ,merasa jiwanya utuh dan tubuhnya menjadi ringan. Kekuatannya kembali kuat dan terisi,, ia melihat ibunya yang mengusap bibirnya.”Ibu apa yang kau lakukan? Kenapa begini?”Tanyanya lirih.


Qira menepuk kepala anaknya dan mengusap darah hingga itu menghilang. Lingling terdiam sendu disana. qira selalu begini padanya. Selalu terluka untuk dirinya.


“Ibu kenapa?? Ada masalah?”Tanyanya.


“Kau mencintainya nak?”Tanya Qira pelan.


Lingling disana terdiam menatap ibunya lirih. “Tidak bu, hanya tertarik.”Ujarnya lirih.


“Kau ,mengkhianatinya.”Ujar Qira lirih.”Jiwamu--..” Tak ia lanjutkan.


" ibu tau???" tanya Lingling kaget.


Qira menatap nya dalam. " Kenapa tak bilang???" Tanyanya serak.


“Ibu tenang saja. Aku anakmu yang kuat tidak selmah itu hingga bisa mati dengan mudah.”Ujar Lingling dengan sombong pada ibunya meski ia sendiri takut akan hidupnya.


“Lagi pula aku akan menahan diri untuk tak akan menaruh lagi rasa padanya.”


“Tapi biasanya orang yang menahan rasa malah akan semakin membuat rasa itu mendalam.”Ujar Qira pelan.


“Padahal ibu dewi jodoh. Kenapa ibu membuat ku aku Cinta padanya??” Yang dimaksud adalah Andes.


Qira menggeleng.”Aku hanya pengikat jodoh bukan cinta.”Ujar Qira pelan.

__ADS_1


Lingling mengerjab. " Jadi cinta dan jodoh itu berbeda???" Tanyanya tertegun.


__ADS_2