
“Aku tidak nakal, dan aku bukan penyusup. Aku Ling'0er. Tolong.. tolong aku akhh. Aku tidak nakal jangan bunuh aku tolong akhh. Aku sayang kalian jangan pukul..!” Teriak Lingling menangis sesegukan karena keluarganya sudah siap ingin membunuhnya.
“Lingling bangun..!!!!” suara yang membuat Lingling disana pun sadar jika itu hanya mimpi, ia membuka matanya dan segera. Ternyata benar, semuanya berubah, sekarang ia kembali kedunia nyatanya. Ia disana menatap sang empu yang membangunkanya. Ternyata Fiko. Fiko menatapnya dengan nanar..
Tadi niathati membangunkan Lingling untuk makan tapi ia dikagetkan akan Lingling habis tak juga bangun dan mimpi.
Lingling segera memeluknya erat diselah tubuhnya yang basah. Fiko diam merasakanya. “Mereka membenciku, mereka mau membunuhku hiks hiks. Ayah. Ibu.. kakak. Kakek semua membenciku.” Ujarnya disana dnegan lemah dan lelah. Ia sangat takut dengan mimpi itu. Ia mengeratklan pelukanya hinga Fiko terjatuh diatas kasur.
“Hey jangan begini. Dengan begini orang akan salah paham dengan kita.”Ujar Fiko.
Namun Lingling tak mendengarnya, ia memeluknya takut.”Aku takut.”Ujarnya Lingling menangis.”Aku takut mereka melupakan ku karena ada dia. Aku yakin ada dia yang mengambil posisiku. Aku tidak mau hiks hiks. Aku tidak mau aku menyesal.”Ujarnya. ia sangat menyesal sudah egois meningalkan keluarganya hanya untuk keportal masa depan. Ia mau kembali dan juga seperti dulu lagi. ia tak mau disini lagi. bagaimana bisa ia mementingkan kemasalannya dan juga keinginannya hidup bahagia tanpa keluarga? meninggalkan yang berharga? Ia gila..!!
Fiko yang pahampun disana mengusap punggungnya Lingling yang diatasnya, ia disana merasakan hembusan nafas Lingling naik turun dilehernya dan air mata yang jatuh dilehernya. Ia tau jika Lingling memang sangat terpukul. Kenapa tadi? Karena ibu dan ayah?
Apa benar jika kedua orang tuanya sejahat itu? Ia jadi tak tega membuat ia memeluknya erat dan mengusapnya untuk dia tenang.”Sudah jangan menangis. Ada aku disini.”ujarnya disana membisikan kata-kata baik.
Lingling disana maish menenangkan dirinya. Ia sangat takut kehilangan keluarganya, ia terdiam dan berfikir. Ia harus menyelesaikan misinya supaya bisa kembali. Ia ingat ia pergi sudah hampir dua bulan yang artinya ia punya empat bulan lagi, dan empat bulan lagi ia akan menikah dengan tunanganya Liong. Iya Liong.. hanya Liong yang tidak ada dimimpi itukan? Dan ibunya hanya diamkan? Iya.. ia harus kembali.
Ehemm... Fiko terkaget ketika mendengar suara dari luar yang mengagetkan dirinya. Ia segera bangkit dan Lingling yang melepaskannya.
Disana ada Grace dan Andes menatapnya tajam. “Kalian mesum tutup pintu dong.. bikin pengen aja.”Ujarnya Grace dan menatap Fiko tajam.
”Ini lagi, diajak gue engak mau. Di ajak dia mau. Dasar buaya..”Ujarnya disana tak suka.
Ia menatap Lingling.”Ini lagi. muka sok polos nyatanya Los. Dasart j4l4ng.”Ujarnya disana.
Lingling diam disana menatap keluar, ia masih sangat sedih ketika orang tua dan keluarganya tak mengenalinya dan mengatakan ia pengkhianat. ingin dibunuh lagi. “Kamu apain dia sampek begitu?”Tanya Andes mendekat menatap Fiko tajam..
__ADS_1
Fiko menggeleng cepat dan menatap Lingling nanar. Kera bajunya ditarik oleh Andes.
”Des dengerin dulu.”Ujarnya disana gugup. Andes menatapnya tak suka. Sumpah Andes sungguh tidak suka melihat mereka tadi. “Tadi dia mimpi buruk. Dia mau dibunuh keluarganya dan gue enggak tau, dia meluk gue dan nangis bilang dia takut.”Ujar Fiko menjelaskan sebisanya.
Grace dan Andes menatap Lingling. Ternyata benar. Mata Lingling membengkak dan menitihkan air matanya. Andes menatap Fiko mendalam sebagai btanda apa yang ia katakan itu benar atau tidak. “Sumpah Des gue engak bo’ong. Lagian kan dia cowo ngapain gue suka sama dia. Loe jangan-jangan Gey.”Ujarnya disana lagi membuat Andes disana menatapnya dnegan helaan nafas. Iya baru ingat jika Linglingkan memang menyamar jadi cowok.
Andes melepaskan tarikan dilehernya Fiko. Fiko bernafas legah dibuatnya namun tetap saja Andes sangat menyeramkan. Andes mendekati lingling dan mengusap pipinya.
Lingling menatap Andes dan tersenyum.”Hay.”Ujarnya polos.
Andes tau itu hanya pura-pura membuat ia disana tak suka. Ia memeluk kepala Lingling diperutnya.”Kamu baik-baik saja?”Tanyanya.
Lingling mengangguk.”Sedikit.”Ujarnya. andesit mengangguk dan menatap Lingling lagi.”Ayo ikut aku.”Ujarnya. Lingling pun diam menatapnya. Andes disana menarik bajunya.”Eh jangan tarik-tarik. Nanti melar bajuku.”Ujar Lingling tak suka. Andes terkekeh dan masih menarik Lingling yang terpaksa keluar,.
Filko dan Grace saling tatap dengan tatapan jijik.”Gila.. andes bener-bener Gey. “Ujarnya Grace disana dengan mengeleng.”Wajar aja yah dia enggak pernah kegoda sama gue yang bahkan enggak pakek baju didepan dia. Siyalan selama ini gue ngelakuin hal yang enggak guna.”Ujarnya mengerutu.
Grace mendeluk.”’Mana percaya dia.”Ujarnya disana.
“Kita cari dulu bukti baru kita kasih. Bisa gawat kalo Andes beneran Gey.”Ujarnya
.”Gue si engak peduli sebenarnya tapi gue udah angep dia sahabat gue juga masa iya gue mau dia belok." Dan gue mau berobat juga kalo belok. Masa iya gue suka sama batangan juga.,”Batinnya Fiko meringis dan membatin. Grace mengeleng jijik. Membayangkanya saja ia sudah geloi apalagi ia melihat sendiri.
Disisi lain ada Andes yang menarik tangan Lingling hingga menuju kesungai yang ada. Disana sangat segar dan juga masih sangat indah. Bahkan berwarna biru dengan ikan-okan berwarna yang bisa terlihat dari luar. Lingling disana pun menatapnya dengan binar. Ia jadi ingat rumahnya.
Andes disana pun mendekati Lingling dan mendudukinya didekatnya.”Mau ngapain ih?”Tanya Lingling.
Andes tetap diam dan duduk disisinya Lingling.”Turunkan kakimuu.”Ujarnya. lingling hanya ikuti saja apa yang ia sutruh dengan ragu. Ia takut ini ada racunnya membuat ia mengendus dulu. Tidak ada.
__ADS_1
“Hmm seger.”Ujar Lingling disana. Andes tersenyum mendengarnya.. tak berselang lama ada banyak ikan-ikan kecil yang mendekat dan menggerumbungi kaki mereka berdua..
“Wohh..”Ujar Lingling disana tersenyum melihatnya.”Hahah geli..”Ujar Lingling menariknya.
Namun ditahan oleh Andes.”Tidak apa-apa. Mereka memakan sel kulit mati kita jadi ini sehat untuk kulit.”Ujarnya disana menjelaskan pada Lingling.
“Tapi gelli.”Ujarnya Lingling tak mau. Kakinya masih ia angkat dengan Andes yang menahannya. “Hahah geli.”Ujarya ketika kakinya kembali dikerumbungi ikan.”Kayak digelitiki ikan. Haha ikannya jail.”Ujar Lingling tertawa.
Andes disana pun terkekeh mendengarnya. “Katanya jika seorang yang pengeli itu biasanya pecemburu, suka cemburuan orangnya. “Ujarnya disana.
Lingling mengeleng.”Tapi enggak tau haha.”Lingling tetap tertawa tak tahan akibat akinya yang digigit ikan kecil-kecil. Lingling tak tahan.”Hahah pengen pupis duh..”Ujarnya disaha polos.
Karena tak tahan menahan tubuhnya ia terpeleset dibatu itu. “Arghh..”Ia kaget hingga ia ditahan oleh Andes.
Andes yang tak memegang apapun ikut jatuh dan..
Bum... ia jatuh dnegan memeluk lingling kedalam air yang cukup dalam itu. Lingling kaget dirinya dipeluk erat padahalkan dia bisa berenang.. hingga tubuhnya diangkat cepat oleh Andes kepermukaan air.
.
.
.
Nanti aku lanjut yah.
... Udah sholat tarawe bayby wkwk...
__ADS_1