
Andes disana menatap video yang dikirim oleh mata-matanya, ia menatanya tersenyum miring. “Oke malam ini kita akan bermain. Letsplay to Game.”Ia menatap jam yang masih pukul 5 jadi masih tersisa beberapa wkatuy lagi. ia pun segera menghubungi Foko untuk mendatangi tempatnya saat ini..
Tak berselang lama Fiko datang dengan membawa minuman miliknya menatap Andes santay menunggunya.”Ada apa si Des tiba-tiba aja? Gue baru udah bikin minuman nih main manggil aja...”Ia memilih duduk didepanya Andes lalu meminum kopi yang ia bikin, sebab memang karena beberappa hari ini ada banyak penyusup membuat mereka sangat berhati-hati dalam makanan dan Minum, hal lainnya.
takut diracuni breee.
Andes menatapnya minum terlebih dahulu supaya tidak kaget hingga mengeluarkan banyak minuman seperti yang biasanya kan dirinya juga yang kena semburan.”Kau sudah menyembunyikan semua pasukan dan membawa pasukan kita keluar dari sini kan?”Tanyanya pelan pada sang Fiko yang baru sudah meneguk minumannya
Fiko mengangguk.”Semua pasukan sudah dibawa pergi dari sini, hanya ada beberapa saja yang tinggal untuk mengelabui mereka jika kita sudah mengosongkan tempat ini. lalu ada beberapa tahanan yang sudah dibunuh dan diambil beberapa organya dan dibawa satu minggu yang lalu, lalu beberapa obat terlarang yang sudah siap untuk diekspor tadi sore. Baru saja dibawa oleh pasukan kita untuk dikirim kenegara tetangga menggunakan pesawat,.”Ujarnya santay.
Andes mengangguk.”Lalu binatang buasnya sudah siap di lepaskan dari kandang semua, tidak ada yang aku beri makan satupun dari mereka selama satu bulan ini dan bisa dipastikan mereka akan kelaparan dan mencari mangsa diluar sana.” Andes diam mendengarnya.
“lalu bagaimana yang lainya sudah selesai semua??? Apakah memang sudah beres tanpa sisa dan jejak lagi?”Tanyanya pelan.
fiko memakan kue yang ia ambil dari toples mengangguk”Kenapa kita nggak usah perang aja si Des? Kan kita kabur aja dari sini gitu?”Tanyanya pelan dan heran sebab kan jika begini mereka jadi tumbalnya..
Andes diam mendengarnya. “Jika kita kabur dan keluar dari sini maka yang terjadi adalah kita semua terancam dan identitas asli dari kita terkoak dalam Negara dan kita dicap buruk., lagi pula ada banyak alasan salah satunya tanah yang kita pijaki ini atas nama kita jika kita pergi maka tanah ini akan jadi milik mereka, mangkanya kita harus mempertahankannya dan mengalihkan mereka dari semua yang tertuju pada kita.” jika kita gagal dalam pertarungan ini mereka menganggap kita bukan lagi sasaran atau yang mereka curigai. “Ujarnya pelan.
Fiko mendengus dibuatnya. “Dan lagi mereka akan menyerang kita jam 12 malam ini.”Ujarnya pelan.
Fiko mendengarnya melotot hampir tersedak lidahnya sendiri, ia segera menelan makanannya dan minum menatap Andes melotot.”Serius loe?”Tanyanya kaget.
Andes mengangguk pelan mengambil rokok, ia memaktik korek api dan menghisapnya pelan.
brak.”Wuy kita bakal perang dan loe sesantai ini?? kenapa loe nggak bilang dari tadi anjimmm..!!!” Bentak Fiko mengebrak meja menatap Andes yang sangat santai,
Andes menghembuskan asap dari mulitnya menatap Fiko tenang.” Apa yang mau disiapkan? Bukankah semuanya sudah kosong??? Hanya ada beberapa orang luar dan hanya kita. lagi pula saat ini kau yang belum pergi membawa Grace. Bawalah dia menjauh dari sini dna bersembunyi ditempat persembunyian. Keyna pasti sangat mengkhawatirkan dirimu.”Ujarnya pelan.
Fiko diam mencerna kata dari Andes.”Tapi Des kita rugi besar, kebun kita bakal hancur padahal itu puluhan miliyar.”Gumamnya mengingat daun obat terlarang yang sangat melimpah dan kaya, " Itu pasti akan dibawa oleh mereka dan diambil gratis..”Gumamnya dengan ketus dan sinis. Rasanya tidak rela jika pemerintah mengambil gratis kan mereka yang usaha dan merawat mati-matian, bahkan hujan badai, halilintar mereka lewati.
“itu hanya resiko kecil dalam berbisnis gelap Ko, lagi pula kita juga nggak bakal rugi besar toh hanya ini kan disini yang lain juga sudah diamankan??? Toh Keyna juga akan melakukan perjanjian dengan Negara .”Ujarnya santai. Uang segitu mungkin memang besar akan tetapi itu adalah resiko baginya yang mmang sudah dipredisiksi sedari awal. Mangkanya sejujurnya tempat dari persenjataan itu ada ditempat lain, tempat yang berbau hal jahat dan juga illegal sangat jauh dari sini, ini hanya infuisi dari Keyna mengalihkan perhatian orang lain jika suatu saat ada yang mendebak atau melakukan kecurangan, ada mata-mata yang kebocoran. Jadinyalah tercipta tepat ini.
__ADS_1
Iya Keyna sudah memprediksi sedari awal bersama Andes, lalu dimana tempat utama sejujurnya? Tempat utama sejujurnya ada disalah satu hutan yang jauh, kebih tepatnya ditengah hutan, dimana yang diurus oleh adek Fiko atau kakak keduanya Keyna yang berama Ziko karena mnemang Ziko itu lebih tempramen dan juga kuat dibanding Fiko. Dia juga sangat pandai dalam bela diri dan kejam. Jadilah dia yang memimpin disana, disini ada Fiko yang memimpin..
Tapi benarkan tebakan dan langkah Andes dan Keyna? Andai mereka tidak memperhitungkanya sudah pasti mereka hancur detik ini juga. Tapi lagi-lagi lagi harus diingatkan, rata-rata orang yang melakukan hal gelap adalah orang yang genius. Otaknya berjalan sebelum orang lain pikirkan, mereka akan lebih cepat berfikir dan memprediksi apa yang akan dihadapi. Bisa dikatakan rata-rata orang jahat adalah orang yang cerdas
“Gue dan Fiko nggak bakal pergi dari sini."
Andes dan Fiko terkejut saat melihat Grace masuk membawa makanan ditangannya, ia memakannya dan tersenyum sinis.”So kita bukan pengecut yang berlindung diketiak kalian. Gue udah nunggu waktu kayak gini buat gue lakuin yang gue mau. Gue suka tantangan Des.”Ujarnya memakan makanya lahap.
Fiko diam, sejujurnya ia masih sayang nyawa dan tidak ingin terlibat lebih jauh.”Kalian aja gue nggak mau sorry yah gue nggak setia kawan.”Ujarnya ikut merebut makanan Grace. Tetapi Grace disna malah menepis tangannya. Fiko dibuat seperti itu mendengus tak suka.
"Pelit banget si. bagi dikit dong woy...”Ujarnya tak suka. ia kembali mau merebut sedikit tetapi Grace lebih cepat mengamankan makanannya dari Fiko.
"miskin banget loe yah makan aja Sampek ngemis..."Grace mendelik tak terima.” Bikin sendiri ngak usah lebay,.”Ujarnya memakan makanannya.
Fiko menepuk tangannya mendelik. "Gue doain kuburan loe sempit...!!!"
plak... "mulut Loe bauk sampah..." ketusnya Grace mendengus kembali makan. Fiko menye-menye kan mulutnya mendengus tak terima.
Fiko mendengarnya tertegun. "Kita bisa cari cela buat pergi dari sana tanpa mereka sadari. Mereka nggak mungkin ngawasin kita 24jam bukan? Nggak usah ngehasut gue buat ikut. Nggak mempan..!!!!” Ujar Fiko menolak akan ucapannya Fiko merebut satu makanan Grace cepat.
Grace mendorongnya kuat hingga Fiko hampir terjengkang.”Fiko loe ngeselin banget yah.”Ujarnya Grace kesal karena makannya diambil oleh Fiko yang tak berakhlak. Ia susah—susah masak juga batinnya.
Fiko mengusap dada kaget.”Fiko loe tau nggak si kalo gue sama Andes jauh lebih dulu pernah ngerasain hal ini dibanding loe? Kita udah tau jalannya dan udah memperdisiksinya lebih awal dibandingkan loe. Terserah loe kalo ngak percaya. Bahkan bisa jadi ini tenpat disita dan ambil oleh Negara.”Ujarnya tegas tak terima. " dan loe bakal selamanya dibawa tanah....!!"
Fiko mendngarnya terdiam.” atau bisaa juga loe bakal tertangkap dan jadi tersangka dan dipenjara. Kalo kita hadapin seenggaknya kita bakal selamat dan kita udah punya jalan sendiri buat selamat, dan kalo loe? Loe harus mikirin diri loe sendiri buat selamat,.” Grace mengatakannya serus..
Fiko meneguk Saliva nya kering, diruangan sendiri berjuangs endiri apakah tidak seram itu? ia melirik Andes yang menghisap nikotin itu lagi dan memutar bola mata malas, “ Dia bener, tapi nggak terlalu bener juga sebab nggak ada jaminan selamat atau nggaknya kita. tapi seenggaknya kalo loe ada ditengah kita loe bakal dilindungi.”Ujarnya pelan.
Fiko menghela nafas mengusap kepalanya. Grace bangkit dari sana dan menatap mereka.”Udah ah gue mau ngambil kenang-kengan buat Chun dulu haha. Dia sebentar kagi bakal balik kan? gimana kalo gue senang-senang dulu bukannya enak tu?”Ujarnya memberikan sisa makananya pada Fiko.
“Dari tadi kek loe.. “Fiko mengerutu memakan lagi makanan itu. hanya kue si tetapi enak Batinnya Fiko.
__ADS_1
Grace mendengus menjulak kepala Fiko.” Resek loe, udah minta malah ngusir, mending cari cara supaya selamat.”Ujarnya melengang pergi. Fiko mendengus disana mendengarnya lalu menatap Andes.
Andes menghela nafas mematikan sisa puntung rokoknya. Ia bangkit.”Siapkan semua pasukan kita siap-siap dan kita harus mengendalikan keadaan seolah-olah kita nggak tau apa-apa. Buat mereka bahagia dan juga terasa menang diawal.”Ujarnya melengang pegi.
Fiko mendengus.”Lagi-lagi gue yang disuruh. Disini tu gue ketua atau babu si sebenarnya?Temen-temen nggak ada akhlak emang,”Dengus FIko memakan kue lagi. ia kesal,. Ia tidak mau bertarung. Ia membenci kematian ia mau hidup dengan kaya raya hahaha.
Sedangkan langkah kaki grace melangkah lebar dengan lenggok pinggulnya kekanan dan kekiri, melirik dengan tajam siapapun yang menatapnya terang-terangan. Baju hitam yang sangat ngetat seperti baisa, rambut ikal yang ia ikat tinggi menampilkan wajah bulatnya, dadanya yang besar menyembul menyapa siapapun yang diskeitarnya. Huu dia memang tidak memiliki malu, apalagi perutnya yang terlihat disela-sela baju yang memang modelnya begini.
Dijalan ia bertemu dengan Lingling bersama Chun.
padahal tujuannya mencari Chun untuk bersenang senang.
ia mendengus mengepalkan tangannya. Ia tidak menyukai hal didepannya, ia tersenyum smirk.”Oke baiklah kita cari cara supaya mendapatkan dia. Jika tidak mendapatkannya maka bukankah mendapatkan satu malam bersamanya kebih baik?”Tanyanya Grace terkekeh lalu pergi dari sana meningalkan Chun da Lingling.
Orang yang diperhatikan tadi sedang tertawa terpingkal-pingkal mendengar cerita Chun yang hebob. Chun menceritakan apa yang ia lalui selama mencari alat komunikasi itu bertemu Grace yang menggunakan baju terkoyak dan tidak memiliki baju. Mereka yang terjatuh hingga Chun ynng lupa cebok karena ada buaya. Lingling tidak bisa menahan gelak twa mendengarnya.
“Gila kau benar-benar tidak cebok karena lupa ??” Tanya Ling-Ling tak tahan mendengarnya.
Chun mendengus mendengarnya.”Bahkan aku lupa untuk menggunakan celana yang benar. Astaga kau tau Ling joniourku hampir terjebit resleting celanaku. Aku sangat takut saat itu.”Ceritanya tak tahu malu pada Lingling yang mau mendengarkanya.
Lingling terkikik mendengarnya Menggaruk peritnya”Yaampun Chun kenapa bisa hahaha.. nggak pecahkan tapi buyungnya kamu?”Tanyanya pelan.
Chun Menggeleng polos tersenyum tipis.”Nggak lah. Masa depan ini.”Ujarnya menepuk nepuk buyung puyu miliknya,
Lingling tergelak kencang dibuatnya. Chun itu dingin tapi polos. Eh kok bisa? ia bisa menceritakan hal sensitif sekalipun Lingling perepuan. Bukankah itu lucu? Jarang sekali lelaki seperti itu kan? Lingling menghela nafas pelan.
" Hemm aku capek ketawa terus. Sudah-sudah.”Gumamnya Pelan pada Chun..
Chun ikut terkekeh melihat wajah Lingling yang sudah memerah. Lingling menghela nafas menenangkan dirinya.
“Oh iya kau sudah menemukan Vuang dan juga Wulan? Mereka juga disini Iya kan? Aku belum melihatnya sedari kemarin.”Ujarnya polos.
__ADS_1