
Saling diam-diaman masih berlanjut hingga saat ini, Andes hanya bisa menghela nafas. Seharusnyakan dia yang marah bukan Lingling. Tapi ini apa? Malah ia yang dimarah dan dijauhi. Memang yah wanita itu selalu tidak mau disalahkan, bisanya menyalahkan terus terusan. Lingling yang so narsis dan Andes yang tak mau kalah. Bisa hancur harga dirinya jika minta maaf kan? Sebab hadirnya Lingling masih membuat semuanya hancur.
“Kamu benar-benar mengajaknya pulang kerumah?”Tanya Fiko disana dengan delikan kepada Andes yag aneh malah membawa Lingling yang sakit. “Dia masih harus dirawat. Jangan cari masalah deh." Ujarnya Fiko membentah.
Lingling mengangguk.”Tul betul. Orang masih sakit malah dibawa kesana kemari mencari alamat.”Ujarnya Lingling.”Namun yang ku temui.. Alamat palsuu..”Ujarnya bernyanyi dangdut sebagaimana yang ia dengar dari Jo.
Andes menutupi mulutnya mengenakan telapak tanganya dan menatapnya dengan geram.”Diem.”Gumamnya.
Lingling mendelik dan menghela nafas menghempaskan tangannya.”Dia tidak selemah itu untuk dibiarkan diam saja ketika sakit.”Ujarnya Andes datar.”Lihatlah.. bahkan dia masih hidupkan sekarang meksipun hatinya terluka?”Tanyanyanya disana remeh.
“Tapi Des itu bukan jadi patokan loe bikin dia seenaknya aja.” Ujar Fiko tak terima.
“Loe aja yang pergi dia biar gue yang rawat dan jagain disini.”Ujar Fiko tak terima dan mendorong Andes untuk menjauhi Lingling yang akan pergi.
“Eheh..” Andes tak terima dan menjulaknya juga.”Kenapa loe yang sewot sekarang ha? Jangan-jangan loe yang nuduh gue belok ternyata elo yang belok. Ngaku loe..!!” Ujarnya disana menuntut. Ia menatap Fiko dengan tatapan delikan dan juga tak terima.
“Mana bisa begitu.”Ujar Fiko gugup. Matanya menatap andes dengan tatapan tak terima.” Gue Cuma merasa kalo loe keterlaluan aja sama dia mangkanya gue bilang gitu. Lagian loe ada-ada aja deh masa mau ngajak dia yang sakit.”Ujarnya lagi.
“Bukan urusan loe. Lagoan gara gara Loe juga yang ngelaporon hal yang macem-macem sama Keyna. Kalo engak gue enggak bakal disidang sama mereka.”Ujarnya Andes sinis.
“Kenapa enggak Keyna aja si yang kesini?”Tanya Grace dnegan helaan nafas.”Gue kan kangen sama dia.”Lanjutnya. ia menatap Lingling yang diam saja. Sebenarnya baginya lingling sekilas mirip dengan Keyna, meski mereka jauh berbeda. Entah apa yang sama, padahal Keyna cantik bak dewi Yunani sedangkan Lingling bagaikan si buruk rupa dari yang terburuk pula.
“Dia lagi Hamil.”Ujarnya Andes membuat mereka melotot.” Iya dia lagi hamil katanya, baru tiga minggu si mangkanya dia engak kesini., rawan katanya karena masih hamil muda.”Ujarnya.
“What?!!” Teriak Fiko dan Grace nanar.”Kok dia enggak ngabarin kita?”Tanya Fiko dan Grace disana kompak.
“ Wihhhh.”Ujar Lingling terkekeh melihatmua”Jodoh nih keknya. Kompak banget si.”Ujarnya lagi.
Fiko dan Grace melotot dan saling tatap dibuatmnya.”Oggah.”Ujar DiFiko.
__ADS_1
“Boleh juga.”Ujar Grace disana tersenyum..
Fiko melotot dibuatnya. “Biasanya yang nolak Cuma pura-pura jual mahal aja tu.”Ujarnya Lingling mengejek.
“Iya tu.”Ujar Andes membuat keduanya tos. Fiko memutar bola malas dibuatnya. Grace? Ia senang-senang saja dibilang begitu.
“ Pokonya gue mau pulang. Masa adek gue hamil enggak ngabarin gue wey. Masa Andes lebih berharga ketimbang gue abangnya.”Ujarnya Fiko tak terima.
Andes menatapnya dengan sinis.”Kan loe baru jadi abangnya sekarang. Kalo gue temennya dari kecil.”Ujarnya.
fiko terdiam mendengarnya.”Lagian kalo kalian pergi yang jagain ini siapa? Gue Cuma tiga hari disana selebihnya gue bakal balik buat nangkep penyusup itu. Gue mau kalian jagain ini dan nanti gue bakal perketat penjagaan sementara waktu.”Ujarnya Andes tajam.”Gue yakin tawanan kita udah mati. Karena racunya udah habis waktunya.”Ujarnya. Lingling disana terdiam mendengharnya. Apa kabar Wulan dan Vuang? Apa obatnya mujarab?
Fiko dan Grace menghela nafas sebab yang dikatakan Andes ada benarnya. Mereka saling tatap dan menatap lain arah serentak.
Fiko menatap wajah Lingling yang diam saja disisinya Andes.” Kau baik-baik saja kan?”Tanyanya. lingling pun menatapnya dan mengangguk tanpa ekpresi.
LImngling menatap Fiko dan Andes.”Akui tidak apa-apa. Jangan mengkhawatirkanku.”Ujarnya.
Fiko mendengarnyapun tersenyum.”Hati-hati...”Ujarnya. Lingling mengangguk ketika diseret Andes sembari melirik kebelakang.
Andes menatapnya tak suka membuat ia memutar kepala Lingling kedepan.” Cepat.aku tidak mau kau membuatku menunggu. Kita harus sampai sebelum tengah malam.”Ujarnya. Lingling mencibir namun tetap melalukan apayang Andes suruh padanya.
“Eh tapi apa yang mau aku siapkan? Kan aku tak punya baju.”Ujar Lingling polos dan itu seingatnya memang nyata.”Aku hanya punya empat baju, dan itu semua dari kamu. Laluapa yang harus aku siapkan?”Tanyanya menghitung jari-jarinya.
Andes pun mengerjab. “Benar juga.”Gumamnya. Namun jika ia nbiarkan Nanti Lingling akan bertemu Fiko membuat ia tak suka.”Kau cukup dikamar dan siapkan diri kamu baik-baik. Masalah baju aku akan menghubungi orangku menyiapkanya disana nanti.”Ujarnya dengan dingin.
Lingling menatapnya binar. ”Benarkah?”Tanyanya.
Andes berdehem mengiayakan.”Asiiiik makasih hehe.”Lingling memeluknya tak terlalu erat. Andes terdiam dibuatnya.”Aku sudah lama tidak mengenakan baju baru. Yey.. tapi aku mau warna merah, hitam dan juga coklat. aku tidak suka warna kuning dan hijau muda. Aku lebih suka hijau lumut dan juga warna hitam berkelambu sutra. Yah pokoknya yang begitu yah.”Ujarnya tersenyum manis.
__ADS_1
Andes mendengus.” Kau beli saja sendiri jika begitu.”Ujarnya Andes.
“Aku kan tidak punya apa-apa.”Ujarnya Lingling polos.”Mana bisa beli sendiri. Aku tak punya koin atau uang, “Ujarnya lagi menghela nafas.
Andes menatapnya dengan alis terangkat.”Lalu kau punya apa yang paling berharga.”Tanyaya disana dengan tatapan Tanya.”Itu saja kau berikan padaku. aku bisa membayarnya untuk menebus barangmu.”
Lingling menggeleng.”Aku tak punya hal yang paling berharga. Semuanya murah.”Ujarnya terkekeh.”Oh ada.. itu kamu. “Ujarnya tersenyum manis.
Andes diam mendengarnya menunjukan dirinya. Lingling mengangguk.”Kok saya?”Tanyanya gugup. Jantungnya terpacu saat ini.
“iya memang kamu. Karena aku hanya punya kamu disini. Dan kamu yang paling berharga, “Ujarnya polos dan jujur. Andes disana merasakan detak jantungnya seakin cepat hingga ia mengusap lehernya.”Yasudah jika begitu aku pergi dulu.”Ujarnya gugup.
Lingling mengangguk dan tersenyum. Andes berjalan dengan nanarnya sembari tersenyum ”Andes..”Teriak Lingling.
Andes segera menatapnya dengan Tanya.” Itu kamu salah jalan. Jalan turunnya disana.”Ujar Lingling menunjuk arah kearah lain.
Andes mengerjab bodoh dan menatapnya dengan muka merah.”Aku mau kesana karena ke toilet bodoh.”Ujarnya ketus.
“Tapi disana jalan buntu.”Cicitnya Lingling polos.
Andes disana menatapnya merah padam dan berdehem ia memilih menganguk.”Aku tau. Bodo.”Gumamnya. Lingling mendelik dibuatnya.
.
.
.
...maaf yah lama up. soalnya ini masalah keadaan sibuk...
__ADS_1