Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
kekalahan


__ADS_3

Semua orang sudah menunggu ditengah lapangan menatap sosok perempuan yang mengenakan baju besi dan juga pedang yang ujungnya menyentu bagian dasar lantai itu, menyeretnya membuat suara nyilu menyelekit disetiap pembenci suara.. Namun tidak dengan si sosok yang melakukan.. Ia memang orang yang pemalas, hanya saja ibunya selalu berkata jika ilmu itu penting, apalagi dirinya seorang perempuan, perempuan tidaklah boleh lemah, sebab ia harus kuat dan harus berani melindungi melindungi dirinya sendiri.


Terlalu banyak kasus diluar sana tentang bagaimana para perempuan dibunuh dan diperkosa, dipaksa dan juga disakiti para kaum adam.. Jangan sampai kita menjadi salah satu korban tersebut


Kita tidak akan tau apa yang akan terjadi pada diri kita untuk kedepannya, mangkanya harus siap mental dan juga fisik. Jangan mau tidur tanpa punya bekal. Hidup itu kejam, jangan mau ditindas. Sebab kamulah yang menjadi pemimpin didiri kamu sendiri


Didepanya ada ayahnya sendiri yang memegang pedang yang sama dengan anaknya. Hanya sama Lingling nampak sangat datar bagaikan serigala yang sedang tidur.


Meski tertidur tak semua orang mau mendekat, bahkan orang lebih memilih untuk pergi bukan?


Mata Lingling menatap ayah Eliza tajam bagaikan mau menusuknya dan memotong nya menjadi dadu. sedangkan ayahnya sendiri menatap anaknya dengan tatapan tak kalah tajam. Ia hanya kalah aurah.


“ Mulai..”


Suara dari juri membuat ayah Eliza mengangkat pedangnya dan mulai memutar.


Lingling tetap ditempatnya. Hanya matanya yang bergerak menatap arah Eliza. Ayah Eliza menatap anaknya nanar, bagaimana bisa anaknya itu tak bergerak sedikitpun.


“Ayah hati-hati.. jangan sakiti adikku.”teriakan Wulamm sok imut dan sok baik mencuri banyak perhatian namun tidak dengan Lingling yang malah ingin muntah ditempat dibuatnya.


Wulan malu malu ketika banyak sorak sorakan mengatakan dirinya bidadari dan manusia paling baik.


Sring..


pedang Lingling bergeser ketika ayahnya menyerangkan kearah kiri. tubuh lingling ikut kekiri menyerong dan ayahnya mulai menyerang keatas dada namun dengan secepat kilat Lingling menyerong kebelakang lagi dan beputar, pedang tetap ditenpat hanya tubuhnya yang bergerak sampai pada titik ayahnya menyerang lagi dan pedangnya terangkat dan.


Srak.. kyak...


Semua orang terkejut dikalah pedang itu merobek baju jendral dilengan ayahnya Eliza itu dan pedang tepat dilehernya jendral You tanpa basa basi jika itu mampu menghabisi ayahnya detik itu juga. Padahal baru satu menit dan baru satu gerakan sudah mampu mematahkan gerakan ayahnya.

__ADS_1


Jendral You reflek terdiam menatap nanar lengannya yang terluka dan pedang dilehernya itu.


Tess.


Satu tetes darah keluar dari lehernya karena tekanan ujung pedang disana membuat Lingling tersenyum. semua orang juga tak kalah terkejut menatapnya.


“Kau kalah.”Ujarnya Lingling lalu menjauhkan pedangnya.


Namun tak dibiarkan oleh You. Ia dengan cepat menyerang lagi, mau ditaruh dimana wajahnya jika kalah , Lingling hanya nenarik sudut bibirnya menahan senyumnya. You mulai menyerang dengan cepat namun Lingling hanya diam menangkis dan juga mengelak.. ayahnya You sangat marah sedangkan semua orang tegang melihatnya. Lingling bahkan sempat sempatnya menguap disana menatap nanar ayahnya.


Karena merasa bosan ia langsung menepis pedang ayahnya sampai pedang itu terpental jauh dari sana dan Lingling pun menedang leher ayahnya membuat ayahnya tergeser. Tak sampai disana. Lingling juga menedannya sampai ia terjatuh dilantai. Disana juga ia mengajuhkan pedangnya dijantung ayahnya.


“Kyakk.. “Teriakan orang terdengar sangat ricu melihatnya, banyak yang menutupi mata ngeri.. namun jendral You disan menahan nafas dibuatnya..


Clang.. pedang Lingling disana terpendal dengan pistol yang menjebak tepat dipegangnya disana.


Dan itu ulahnya jendral Lien. Ia mau menyoba bagaimana kemampuan Lingling yang sudah mematahkan beberapa bagian tubuh jendral Vuang membuat ia turun tangan namun terhenti


Tak beda dengan lima jendral tetangga melihatnya. Ini hanya turnamen kecil untuk penyambutan tamu, tapi sungguh mnenegangkan. Lingling disana diam dan Lien menyerangnya mengenakan pedang dan ayahnya mengenakan pedang yang sudah ia pungut. Lingling disana mengikuti saja bagaimana mainnya sampai pada ia menendang pergelangan tangan jendral Lien yang menyerangnya.,


Pedang itu terlepas dan ia langsung mengambil pedang itu sembari menedang kepala ayahnya.


Dan..


Srak argh..


tak berperasaan ia menggoreskan luka diwajah rupawan milik jendral Lien dan merobok bajunya. Berputar dan brak..


menendang lagi punggung jendral You membuat ia hampir menancapkan pedangnya ditubuh Lien. Namun tak bisa dielak lagi. Pedangnya melukai lengan atas lien membuat semua orang meringis.

__ADS_1


Dan plak.. Lingling menjatuhkan pedangnya dan tersenyum sinis dsana. Menatap semua orang dengan tatapan tajamnya.” Bagaimana ? masih mau menghinaku?”Tanyanya dingin disana. “Apa masih ada yang mau menyerangku dan mau bertanding denganku?”Tanyanya disana dingin.


Wulan mendengarnya pun memerah. Kenapa adiknya yang bodoh mampu sekuat dan sepintar itu? Itu bukan adiknya, beda dengan jendral Vuang yang turun tangan dan Hera ibu Eliza yang membantu suaminya bangkut,.


Jendral You disana berdiri dan menatap Eliza.”Sejak kapan kau mampu bertanding pedang. Kau dulu bahkan tak mampu memegang pedang.?”tanyanya disana..


Lingling menatap ayahnya dan menjawab.”Sejak kau tak tau apa apa tentang ku kecuali aku yang jelek dan pecundang. Kau bahkan tidak taukan jika aku juga anak kandungmu karena terlalu sering mengatakan pada dunia jika aku hanya ‘anak angkat saja’ hanya karena aku jelek dan juga bodoh? Aku tidak bodoh,. Aku hanya tidak bisa berfikir karena kalian membuatku bodoh.”Ujarnya Lingling.


“Aku ingin mencoba,”Ujar jendral Vuang anak dari jendral Guang disana. Lingling mengangguk disana dibuatnya lalu mengangkat kedua tangannya dan mneggeriknya membuat semua orang terdiam.


Jendral Viang salah satu jendral termuda dan terkuat didaratan hilir dan juga beberapa daratan lainnya. Ia salah satu jendral ditaukuti seluruh dunia kotanya.


Lingling mengangguk disana.” Jika aku dapat mengalahkanmu apa yang aku dapat? Aku lelah harus bertarung terus jika tak ada yang aku dapatkan.”Ujarnya Lingling disana mengusap keringat tak seberapanya itu bagaikan orang paling lelah didunia.


Sosok jendral Vuang disana menatapnya dengan delikan.”aku akan memberikan gelar jendralku jika kau mampu.” Ujarnya membuat ayahnya tertegun. Bagaimana bisa begitu? “Dan aku menjamin kau tak akan dihina lagi. Kita akan sama sama menjalankan satu misi menangkap para bajingan mafia luar yang sudah memporak poranda tanah hutan pemerintahan bagian hutamn Valiom..” Ujarnya menjelaskan disana kepada Lingling.


Semua orang tertegun dibuatnya. Waw. Mendapataklan misi ini akan membuat Lingling makin Berjaya. sebab yang berani mendapatlan misi ini sudah pasti orang yang sangat kuat dan akan disegani banyak orang. Lingling pun mengangguk Disana menerima.


” Mulai.” Ujar Lingling membuat sosok itu tersenyum dan malu.


Ia licik namun Keyna tau. Ia menyerang Keyna mengenakan sintetik merenggangkan kakinya yang membuat debu bertebaran,


Siapapun tak mampu melihat sekitar.. namun jendral Vuang disana tak menemukan Lingling yang ada didepanya tadi..


Tak sadar jika Lingling dimana membuat ia melirik kanan dan kiri.


Lingling yang sudah berada dibelakangnya itu menyeringai dan..


krak.. arhkk.. dengan tanpa perasaanya Lingling menarik rambutnya dan mengajukan pedangnya kelehernya padahal baru beberapa detik.” Bagaimana hm sudah mengaku kalah? ?”tanyanya,

__ADS_1


Pertanyaan yang mampu membuat jendral terbuat itu terdiam dengan Keterkejutannya. Sama dengan semua orang yang mendadak. menjadi bisu.


si bodoh kah itu?


__ADS_2