
Mata Lingling mengerjab pelan menatap sosok yang baru turun dari mobil yang sangat-sangat mengagumkan baginya. Sosok yang mengenakan baju kaos putih yang kebesaran dengan celana pendek itu. Jangan lupakan kaca matanya yang bertengger dihidung mancungnya. Lingling tidak tahu apa yang sedang digunakan oleh wanta itu tetapi ia kagum. Sungguh sosok dihadapannya ini sangat cantik dan juga keren.
Akh jangan lupakan dengan rambutnya yang pendek sebahu itu membuat ia cool. Wajahnya yang tersneyyum tipis menatap Andes dan lainnya. Lingling disana hanya diam tanpa berekspresi apapun. ia menggaruk alisnya yang terasa gatalls ebetar lalu melirik mobil Keyna. Sunguh ia ingin banyak bertanya dan berceloteh tentang apa yang ia lihat tetapi ia tak ingin dianggap kurang ilmu dan bodoh. Lingling tidak menyukai hal itu.
“Kau lama sekali, pasti suamimu melarang main bersama kami kan?”Tanyanya Mike disana mendengus tak suka melihat Keyna.
Keyna disana memainkan wajahnya dengan mengejek mereka semua.”Mangkanya jangan jomblo, jadi irikan kalian haha. Nikah sana. " Gelaknya disana membuat Lingling kembali menatapnya kagum, yah bisa dikatakan jika senyumnya Keyna candu baginya. Sebab wajah Keyna itu manis dan juga tak membosankan.,
Lalu mata Keyna tak sengaja bersitabrak dengan mata Lingling. Bibirnya yang tersenyum tadi nampak seketika beubah menjadi datar dan tak tersenbtuh. Lingling yang melihatnya cukup terdiam sebentar. Bukan karena takut tapi ia hanya kagum akan mudahnya ekpresi itu berubah. Lingling tak memberikan aura dingin atau membalas tatapan itu. Ia hanya memberikan wajah tampa ekspresi saja.
“Dia ikut?”Tanya Keyna tanpa mengalihkan tatapan dari Lingling. Kaca matanya ia buka dengan slownya,
Mike disana mengangguk malas.”Yah... diakan pacarnya Andes, jadi harus ikutlah yah kan ANDES si lelaki gila..!!” Ujarnya Mike disna dengan menekan kata-katanya. Andes menghela nafas disana lalu menarik Lingling supaya lebih dekat dengannya.
Keyna memejamkan matanya sebentar lalu mengangguk.”Kita berangkat.”Ujarnya disana lalu pergi. Rasa tak enak direlung hati Keyna disana karena mengubah situasi ini menjadi dingin. Jika dilihat-lihat mereka semua orang jahat yah.. iya memang jahat, kurang etitud bahkan sangat minus etitud.
Tangan Lingling menarik ujung baju Andes. Andes meliriknya dengan tatapan Tanya.”Teman-temanmu nggak asik. Keliatan wajah-wajah jahat mereka.”:Ujarnya jujur disana.
Andes disana tersenyum tipis mendengarnya lalu berbisik ditelinga Lingling.”Bahkan mereka lebih dari kata jahat. Jadi jangan cari gara—gara dengan mereka. “Ujarnya.,
Lingling menaiki bahu acuh saja lalu melangkah mengikuti langkah Andes. Lingling typekal yang tak takut mati. Mati yah mati, matikan pasti jadi apa yang ditakuti? Apalagi takut dengan manusia? Lingling sosok yang yakin jika sesungguhnya yang membuat manusia itu kalah adalah rasa takut dan rasa tak mampu yang sedari awal menggerogoti diri. Coba saja sedari awal kita yakin dan percaya jika mampu, pasti kita akan mampu. Otak mempengaruhi kinerja tubuh baginya.
Bugh.. Ling-Ling dikagetkan ketika pintu yang Andes buka tertutup paksa oleh seseorang yang menendang Nya kasar. Disana ada Mike yang menatapnya tajam.”Kau duduk dibelakang, didepan itu Keyna... bila perlu kau dibagasi saja.”Ujarnya berdecih disana tak suka lalu mendorong Lingling mundur hingga LIngling hampir terjatuh ketanah, andai tidak ditahan oleh Andes.
Lingling mengatur emosinya disana. Dan Andes pun disana diam menatap Mike yang kasar.”Mike bicara baik-baik tampa harus menyakitinya..!!!” Ujarnya mengingatkan pada temanya itu.
"Dasar bencong..! lemah.." gumamnya seakan Mike disana tak mendengar. Ia malah masuk kebelakang mobil dengan menutup mobil itu kencang.
__ADS_1
Keyna disana menghela nafas lalu duduk dikursi depan. Alex dan Nathan disana diam menatap tragedi itu. “Kau sama kami saja..” Ujarnya Nathan disana menatrik tangan Lingling. Namun segra Ling-Ling hempas dan menatap pintu mobil Mike disana dalam. Mike yang terasa tatapan maut itu meski didalam pun segera menatap kesisinya ternyata disana ada sosok Lingling yang masih menatap dalam dirinya.
Ia membuka kaca mobilnya dan berkata.”Kenapa? mau melawan ha?” Tanyanya dengan wajah soknya.
Lingling disana diam dengan wajah yang tak berekspresi apapun lalu ia merasa tanganya ditarik oleh seseorang. Itu adalah Andes yang menariknya.” Mike kau saja yang bawa mobil. Biar aku bawa mobilmu..”Ujarnya Andes membawanya menjauh.
Mike disnaa menatap Andes tak percaya disana. ia memilih bersama Pria itu? Namun tatapanya tertegun mnelihat tatapan mata Lingling menjadi sinis kepadanya. baru kali ini ada yang berani.” Apa kau ha?!! Andes kau mau kemana?”Teriaknya.”Kau memilih pria gaymu itu ha?”Tanyanya keras.
Lingling disana tetap diam.”Kau bisu tidak bicara sedar tadi? Kenapa tidak melawan? Biasanya kau yang paling banyak bicara dancerewet smapai aku pekak mendengar suaramu. Suaramu bahkan masih berdenging ditelingaku saat ini.”Ujar Andes tak suka melihat Lingling yang dijatuhkan namun tetap diam dengan wajah tak Ter bacanya.
Mata Lingling disana menatap Mike dan Andes secara bergantian.” Teman-temanmu manusia bodoh yang mengenakan otot bukan akal. Aku pastikan mereka mati ditanganku dengan satu jentik kan. Jadi suruh temanmu berhenti bertingkah sebelum aku kehabisan batas.” Ujarnya lalu matanya memutar menatap lain arah.
Andes disana terdiam dan Alex yang meremang mendengarnya. Suara Lingling terdengar sangat serius tanpa ada candaan sedikitpun. Apa benar tubuh ringkih ini mampu mengalahkan mereka dengan itu gerakan? “Sungguh Bencong yang suka membual.”Gumam Alex pelan yang baginya hanya dirinya yang mampu mendengar.
Siapa sangkah Lingling mendengar? Lingling menaiki satu alisnya dan berkata.”Mau mencoba?”Tanyanya. alex terdiam disana.
Lingling dan lainyapun segera masuk kedalam mobil. Lingling dituntun oleh Andes. ia juga ,memasang sabuk ketubuh Ling-Ling.
Lingling disana cukup kagum sebab benda ini sangat unik dan juga bagus.,”Ini sejenis kuda?”Tanya Lingling pelan..
Andes terkekeh.”yah.. kuda besi.”Ujarnya.
lingling disana mengangguk.”Buatan manusia?” Tanya Lingling lagi polos melihat kedepan ternyata ada banyak. Matanya menatap kagum akan hal ini. "awaahhhhh"
Andes mengangguk.”Yah..”Ujar Andes.
Lingling mengeleng kagum meliriknya. Sebab manusia dimodern ini sungguh luar biasa baginya. Bagaimana bisa semua disini tercipta dengan sedemikian rupa. Ada burung yang bisa dinaiki, ada mobil dan ada apa itu? “Ahhh itu apa des?”Tanya Lingling menarik ujung baju Andes melirik sekeliling.
__ADS_1
“Itu motor..”Ujar Andes disana.
“Sejenis kuda?”Tanya Lingling polos lagi.
Andes mengeleng.”Lalu?”Tanya Lingling lagi.
“Itu motor.. Kau tak pernah melihat nya???".”Ujarnya.
"Pernah tapi tidak sekeren ini." Jawa Lingling ingat ketika ia dikirim ayahnya menuju penyelidikan.
lingling bertepuk tangan disana melihatnya., ia disana bergerak sibuk melirik kanan dan kiri ternyata sangat ramai. Matanya berdecak kagum melihat sekeliling hingga ingin melompat.
“Lingling jangan lompat. Kau baru pertama kali lihat kota atau bagaimana?”Tanya Andes disana.
Lingling mengangguk.”Iya pertama kali. Aku pertama kali melihat kuda besi sekeren ini.. kan aku tinggal dihutan hehe...”Ujarnya lalu mengeluarkan kepalanya melihat keluar polos.
Andes terdiam menghela nafas mendengarnya. Apa semenyedihkan itu hidup lingling? Bagaimana bisa ada manusia yang hidup di zaman sekarang belum pernah melihat mobil.
Disisi lain ada Mike yang berdecih.”Lihatlah betapa noraknya pacar si Andes....!!| Ujar Mike disana pada Keyna yang disisinya hanya terkekeh lucu. Ia lucu melihat Lingling yang menyapa siapapun yang lewat dengan senyum lebarnya. “Dia lucu.”Gumam Keyna membuat Mike berdecih.
Namun kaget juga melihat kepala Lingling hamoir mengenai pengendara lain
Tinnn.. ia mengelakson keras membuat Lingling kaget.”He..!!!! masukan kepalamu bodoh..!!! tidak ada garansi kepala baru jika hancur...!” Teriak Mike mengeluarkan kepalanya, Keyna terkekeh disana
Disisi jahat Mike ia tetap peduli dengan LIngling bukan?
Disisi lain Lingling memegang dadanya kaget.” Copot jantung ku.”Gumamnya.. andes menggeleng disana menutup pintu kaca. Ia sudah melarang dan menarik Lingling. Tapi dasar Lingling saja yang bodoh.
__ADS_1