
Sudah malam, tepat dimana semuanya harus berkumpul. Wulan meremas tangannya takut menunggu kedua rekannya yang telat sampai. Ia mondar mandir dengan dada yang berdetak tak karuan. Ia sudah memasak sup ikan patin dan juga sambal mantah untuk keduanya, ada juga beberapa buah melon liar yang dihutan diberi oleh beberapa monyet penjaga mereka. Akhh memang ia membuat makanan yang bisa dimakan tak memancing penciuman orang lain. Ia tak tau saja jika Lingling sudah memasang pagar disini jadi tak akan ada yang bisa melihatnya meski keluar dari goa sekalipun. Apalagi makanan, mungkin orang lain bisa menciumnya tapi tidak menemui tempatnya.
Tak bersleang lama Vuang datang dengan tubuh yang sudha penuh luka. Wulan terdiam kaku melihatnya.”Vuang. kau tak apa?”tanyanya. Vuang disana menggeleng dengan pelan dan duduk disisinya Wulan dengan lemah. Wajahnya terdapat luka cakar dan tubuh yang penuh cakaran. Wulan bisa yakin raanya sangat sakit.”Apa yang tejadi? Kenapa kau biisa luka begini?”Tanya Wulan panic segera mengambil air dan obat didekatnya sebab memang goa ini hanya punya satu ruangan ini saja. tak ada kamar, atau apapun itu untuk membatasi beberapa ruang,
Vuang tak mengindahkan pertanyaan itu, ia memilih diam karena lelah dan tak bertenaga, jantungnya terasa melemah jika berbicara sepatah kata. Ia tak kuat. Wulan menjadi sangat cemas menyentuh luka Vuang pelan nampak wajah Vuang mengernyit dan bibir yang berdesir menunjukkan rasa perih, ia membversihkanya dengan air mengenakan kapas yang diambil dari pohon kapuk diluar.
Wuan meringis, membersihkan luka Vuang. Vung sesekali meringis pula merasakan peri, memberontak. Tapi ia tahan dan Wulan pun menahannya. Wulan menatap luka Vuang yang terlihat daging dala,, Vuang yang berwarna putih. Sangat dalam. Ini terlihat cakaran binatang buas. Vuang ingin menangis merasakan sakit ini.. tapi sadar jika menangis hanya akan menurun martabatnya sebagai lelaki. Ia menggigit bibir bawanya saja.
Sudah hampir tiga puluh menit Wulan mengobati Vuang,, ia menaruh obat dari LIngling dulu yang ia beri air kembali biar lembab di kulit Vuang yang terluka, rasa dingin menyergap luka yang tadinya perih, sekarang terasa sedikit nyaman. Setidaknya Vuang bisa bersyukur luka ini terasa tak seksakit tadi atau bertambah peri dikarenakan obat ini. Vuang tak tau obat apa yang dibuat Lingling hingga sangat cepat menyembuhkan luka.
Tak bertahan lama Lien pun pulkang dnegan keadaan sama berantakannya, tetapi setidaknya ia hanya luka dibagian lengannya dan berdarah dibaju lengan kanannya. Bajunya banyak yang sobek dan terkoyak bagaikan gembel dijalan biasanya, mengenaskan. Di bawah matanya terdapat luka goresan yang memerah dan berdarah. Pasti sangat peri batinnya Wulan.
Lien nampak diam dengan gemetar duduk diWulan. "Biar aku bersihkan. Vuang sudah cukup, beristirahat lah sebentar." Ujar Wulan.
Wulan dengan cepat membersihkan luka dilengan Lien, lien diam membiarkan Wulan merawatnya. Vuang memejamkan matanya menikmati sensasi lukanya.. Lien menatapnya cukup kaget melihat keadaan temannya. “Kalian. Bagaimana bisa yerluka parah begini.”Ujar Wulan cukup tak tega.
Lien menghela nafas. “Aku tadi ketahuan, terkena anak tembakan tetapi hanya menggores saja. Sedangkan luka-luka ini aku dapatkan karena terjatuh kejurang dikarenakan tak berhati-hati menghindari beberapa jebakan, aku hampir saja ketahuan... eeemm lebih tepatnya ketahuan. “Ujarnya dengan pelan. Ia sesekali meringis merasakan Wulan yang mengobati luka kecilnya,
" Lalu bagaimana??? " Tanya vuang cukup kaget akan yang ia dengar.
Lien menggeleng. " Untung lah Mongkay membantuku hingga aku selamat, tapi naasnya dia yang terkena anak panah." Ujarnya lirih.
Ingatan akan Mongkay monyet besar yang selalu membantu mereka dari Lingling, selalu membawa buah dan sayuran mati ditembak puluhan anak panah. ia bahkan tak mampu membendung air mata melihat kematiannya.
Vuang dan Wulan ikut murung mendengar kan kabar ini. Mongkay bagi mereka seperti saudara, kata lain manusia bukan binatang. Mereka menyayangi nya hingga ikutan terdiam lirih
Wulan menghela nafas,”Pergilah beristirahat dulu, lalu nanti mandi. Kita akan mendiskuasikannya malam nanti saja, kalian pasti sangat lelah dan shok, jadi membutuhkan istirahat yang cukup.”Ujarnya menyimpan obat yang tinggal sedikit lagi itu dan air.”Aku akan menyiapkan makanan kita dan menghangatkanya lagi supaya lebih enak. Beristirahatlah.”Ujarnya. keduanya mengangguk memilih berbaring dengan tubuh terasa nyilu.
Vuang tersenyum dengan Lien dan berkata.” Aku baru kali ini merasa tertantang. “Ujarnya.
__ADS_1
Lien mendelik mendengarnya. tertantang mbakh mu. Ini namanya menantang maut. Namun memilih tak menanggapinya. Ia terlalu lelah saat ini. tubuhnya terasa remuk meredam.
Dilain temat ada Lingling yang memejamkan matanya menikmati angin segar yang menerpa wajah nya dan langit yang cerah terasa damai karena pohon kelapa melindungi wajahnya. Ia sadar jika ada sesoerang yang mendekatinya dan menatapnya. Sampai ia merasa ada yang menyentuh lehernya. Greeb. Ia memegang tangan itu erat dan menatap orang yang memegang lukanya yang berada dileher.
Yah tepatnya lupa yang diberi Alex semalam ketika ia di cekik olehnya mengakibatkan lehernya da tanda biru keunguan cukup kentara jika diperhatikan tapi jika tidak diperhatikan tak telalu terlihat karena kulit hitamnya. tapi tetap saja karena rambut nya pendek membuatnya terpampang nyata
Mike menatapnya heran. Ia tadinya hendak melihat wajah damai Lingling, namun melihat ada bekas biru seperti cekikan dilehernya Lingling membuat ia mengurungkan menatapnya dan lebih memilih menyentuh tanda itu. Atau ini tanda kissmark? tapi ini terasa beda jika memang ini tanda itu. Ini terlihat lima tanda seperti tangan seseorang
“Siapa yang melakukannya??”Tanya Mike terdengar dalam dan marah, Ia marah ada yang menyakiti Lingling seperti ini. Ini terlihat mengerihkan dan menyakitkan.
Lingling menggeleng dna kembali menutup matanya.”Hanya digigit serangga.”Ujarnya pelan. Ia tak akan berkata jujur jika Alex yang melakukannya. Ia akan ketahuan sebelum waktunya jika begini. Ia harus kembali memasang wajah malaikat dna juga ceria. Ia harus menakhlukkan mereka terlebih dulu.
Lagi pula ia tak mau jika akan membuat keributan antara persahabatan baik mereka.
Mike mengepalkan tangannya.”Serangga? kau pikir aku bodoh ingin kaubodohi? Serangga mana yang menggigit hingga meninggalkan bekas ungu seperti ini dan berbentuk beberapa ruas jari manusia? lingling jika ada yang menyakitimu bicaralah padaku. meski aku membencimu aku tetap temanmu. Hanya aku yang boleh menyakiti mu tidak dengan orang lain, dan jika orang lain menyakitkan mu maka aku akan membunuhnya, berani nya mengusik mainanku.”Ujarnya dengan tak suka.
Lingling mencebik bibirnya kebawah.”Kubilang membenciku, lantas bagaimana kita bisa berteman, teman mana yang membenci temanya sendiri Mike. Apalagi kau pikir aku barang dan mainan bisa seenaknya kau buat begitu, hey aku ini manusia.”Ujarnya datar. Ia menghela nafas lagi lelah. Bicara terlalu banyak membuat ia lelah.
Lingling mana mau bicara lagi, ia hanya diam membiarkan Mike melakukan apapun yang ia sukai.
Mike berdecap " Kau tak berniat bercerita beneran kepada ku??" Tanya Mike seakan menuntut Lingling menangis lalu bercerita kelukesahnya secara menyedihkan dan ia menjadi pangerannya.
Bryum.... Mike dan Lingling melirik suara itu, ia melihat kelangit dengan tatapan silau. Angin menghembus wajah mereka sangat kencang. Paisr-pasir bertebangan bersama debu menusuk mata mereka yang memandangnya tajam. Lingling mengerjab merasakan mataya kemasukan debu.
Lingling dan Mike memilih menjauh dari sana mencari tempat aman dan cukup bersih.
Ketiga temanya yang dari tadi didalam pondok pun mnelihat asal suara. Mereka menatap dengan kepo, senyum terbir dibibirnya Mike ketika tau siapa itu, ia menunggu hellykopter itu berhenti menatap siapa yang turun. Dan yaps disana turunlah Jakson dan juga Keyna lalu berselang berikutnya ada satu helllykopter lagi yang mendarat tak jauh disana.
“Wahhh burung terbang.”Ujar Lingling berbinar bertepuk tangan.”Kita dijemput kan? itu mirip seperti milik Andes, apa itu punya Andes?”tanyanya berbinar.
__ADS_1
Mime memutar mata malas mendengarnya. “Bukan hanya Andes yang memiliki benda itu, tapi aku juga. Itu bukan milik Andes tapi milik Keyna, kau taukan siapa keyna? Gadis yang eh ralat maksudnya wnyaita yang kemarin bergabung bersama kami. Lagi pula namanya itu bukan burung tapi Helikopter oke ..! Itu sangat berbeda. Burung benda hidup sedangkan ini benda mati.”Ujarnya dengan tenang namun tak bisa menyembunyikan kebahagiaan dirinya dan kawannya telah ditemukan.
"Dia hidup." Tanya Dan bantah Lingling pada Mike.
Mike menggeleng" Ia memang hidup tapi itu karena memiliki tenaga energi buatan. " Ujarnya.
Lingling mengangguk paham saja meski tak paham sebab tak mau pusing memikirkan ujaran Mike yang berbelit baginya, tak berselang lama turunlah perempuan berambut sebahu dengan dengan baju hitam, celanaya sependek paha membuat kaki mulusnya terlihat sangat cantik. Bibirnya terlihat berwarna merah merona dengan kaca mata yang membingkai. Ia sangat cantik bagi Keyna. Apalagi ada tato tanggal dan nama dibahu mulusnya itu. Senyum Keyna terlihat tipis tak lebar ketika melihat rombongan Andes yang disana.
“Keyna.. kau menemukan kami.”Teriak Boy berlari segera memeluk Keyna.. tak dapat karena Keyna menghindar dan bugh.. Boy terjatuh memeluk pasir. Semua menahan tawa dibuatnya. “Hahahaha.”Tawa Lingling dan Jakson bersahutan melihatnya. Andes dan Mike hanya terkekeh kecil tak ada suara. Keyna disana menggeleng pelan dan berjalan ketempat dingin.
“Kau tega sekali Queen. ‘”Ujar Boy dengan nanar. Wajahnya penuh pasir, matanya masuk pasitr membuat ia menguceknya pelan, rasanya ingin menangis karena malu. Sungguh ini sangat memalukan baginya. Tapi malu untuk menangis.
Keyna disana menghela nafas. Boy. Andes dan lainya mendekatinya. “Key... kau menemukan kami, aku memang sudah meyakini hal ini sejak pertama mangkanya aku tak mengkhawatirkan nasib kami.”Ujar Andes mendekat dan menepuk kepala Keyna dnegan pelan tak memeluk. Sebab semua anak galaksi beserta teman Keyna itu tau jika Keyna tak suka dipeluk atau bersentuhan sangat intim. Dikareknakan hidup Keyna yang memiliki banak noda hitam menjadikan ia sosok yang kuat dan berfikir jika berpelukan hanya membuat ia lemah. Ia selalu ingin berdiri sendiri meski dengan air mata yang bercucuran. Tapi beda cerita jika keadaan yang mendesak. Ia kuat tanpa ada penyangga, atau sandaran, apalagi pelukan.
Keyna tersenyum dan mengangguk pelan.”Maafkan aku yang terlambat menjemput kalian. “Ujarnya pelan tak menurunkan kaca matanya Karena ingin menangis.”Maafkan aku.. aku kemarin tak menemukan digital sinyal kalian sehingga tak bisa bergerak cepat.. bagaimana keadaan kalian?”Ia meneliti semua penampilan teman temannya yang masih mengenakan baju yang sama seperti kepergian mereka. Tapi tubuh mereka Nampak menggelap dari sebelumnya. Sayangnya itu menambah kesan tampan dan gagah untuk mereka. Jangan lupa kan jika begini mereka terlihat sexy.
Mike tak tahan disana dan memeluk Keyna, keyna yang diserang mendadak tak lagi bisa berkelak. Disusuk oleh Boy dan Mike. Alex disana pun ikut berlari dari pondok an memeluk Keyna. Lingling kaku melihatnya. Ia bisa melihat betapa sayangnya mereka satu sama lain. Ia bagai orang asing yang jahat. Bagaimana bisa ia suatu hari nanti menghancurkan mereka? Tidak jika ia menghancurkan Andes dan keyna itu artinya semuanya akan hancur bukan?
“Lepas woy sesak.”Ujar Kryna memberontak .
jakson disana mencebik “Woy gue masih ada, nggal ada niatan meluk gue apa kalian?”Tanyanya membuyarkan semua orang yang masih dalam keadaan haru.
“Diem loe.. “Ujar Mike. Jakson langsung kicep dna menunjukan jari telunjuk dan tengahnya tanda damai.
Semua melepaskan Keyna. Keyna disana tersenyum .”Kalian auk banget, bauk matahari.”Ujarnya Uwek.. ia pun berlari memuntakan isi perutnya.
Gelak tawa Jakson dan lingling memecahkan keheningan meninggalkan wajah merah dan masam keempat Keyna. Uwekkk Keyna memuntahkan isi perutnya tak tahan akibatnya,
“Gue pikir gue enggak sebauk itu si?”Ujar Mike mencium tubuhnya. namun setelahnya ia mengernyit.”Bau si hehe. Gue lupa kitakan ngggak pakek deodorant. Mana mandi nggak pakek sbaun lagi.”Ujarnya hambar menggaruk lehernya tak gatal.
__ADS_1
Andes mendekati Keyna da mengusap tengkuknya.”Sorry Key. Kita terlalu senang ketemu sama loe.”Ujarnya meringis. Ia sadar jika ia memang dalam keadaan bauk. Hidup disini pasti membuat tubuhnya ikutan amis dan berbau anyir.. ditambah bau matahari dan juga tungku api yang selalu menemai mereka dimalam hari atau disiang hari karena memasak makanan mereka sendiri. Akhh mandi tak ada sabun dan sampo. Jangan lupakan baju tak digantikan.!!!
Hey mereka ini terdampar dipulau buka di hotel