
Yaampun baca komentar kalian bikin mood booster banget tau nggak hehe. Nggak nyangka masih banyak yang nungguin Up Lingling.
Masih banyak yang sayang banget sama Lingling hoho... maaci yah buat kalian semua. Semoga sehat terus.. happy reading...
..........'...'..........
Wajah Lingling sangat masam saat ini karena mengenakan baju andes berwarna putih kebesaran, bahkan ia harus memotong celana Andes menjadi pendek hingga selutut karena celana ini sangat besar. Ia juga harus mengenakan apa itu? Ikat pinggang. Akh sialan andes tidak menyediakan baju. Ia bagaikan manusia apa saat ini.
Dan saat ini ia duduk ditengah banyaknya lelaki yang tak ia kenali. Mata mereka sangat tajam dan datar menatap Ling-Ling. Akh bayangkan saja Tubuh Lingling yang setengah dari mereka itu ditatap sedemikian rupa. Namun bukanya gugup dan terintimidasi. Lingling malah menatap mereka sangat polos dan juga tak membalas ataupun gugup.
Hey..!!! kenapa kau tak menatap mereka dingin juga..???
Yah karena Lingling berfikir jika didunia ini ia harus diam polos menuruti Andes. Jual diri aja bolehlah yah yang penting ia bisa hidup dan bakan enak. Ehhhh hehehe.. maafkan Ling-Ling yang tidak mau bekerja yah..!! dia mau jadi beban saja.
Kalo ada yang mudah kenapa harus yang sulit?
“Astaga..... ini makanan disajikan hanya untuk hiasan saja yah ketika kalian menatapku begini? Aku lapar yaampun bisa mati kelaparan jika begini.”Ujar Lingling tak tahan. Ia mengusap perutnya gusar menatap empat pria dihadapannya itu.
Ehem... Mike berdehem sebentar lalu berdecih. Entah kenapa ia tak suka Lingling yang membuat sahabatnya itu jadi Gay. “ Dasar banci kaleng. Mulutnya saja bagaikan wanita. Sangat cempreng.”Gumamnya yang bahkan masih mampu didengar oleh Lingling.
Lingling yang mendengarnya pun mengerutkan keningnya.”Kau bicara dengan siapa? Aneh.”Gumam Lingling disana dengan sinis.
"Siapa lagi jika bukan dengan kau bodoh..!! hanya kau banci kaleng disini yang suka dengan batangan.. gila.. tidak waras.. mati saja kau...!” Bentak Mike disana.
Lingling mendengarnyapun kaget dan juga segera menatap Mike polos.” Bukanya Gila dan tidak waras itu sama saja? Kenapa kau sebut dua kali? Itu pemborosan kata bodoh.. dasar manusia tidak memiliki ilmu. Bodoh dan juga tidak bisa diandalkan. Bicara saja tidak lurus apalagi kencingnya. Mana membicarakan orang lain bodoh lagi.”Gumam Lingling dengan menye-menye.
“Kau membicarakan ku apa ha?!!” Teriak Mike disana.
__ADS_1
Lingling menatapnya polos dan berkata.”Kau tampan dan ahhh menggoda. Mau jadi suamiku?”Tanyanya dengan menggoda membuat Mike mundur dan kursinya berdecit keras karena kaget..
“Aku normal dan masih suka lubang. Bukan seperti dia yang tidak waras malah menyukai pedang.!!” Teriaknya melirik Andes dengan tatapan tajamnya.” Lagian jika aku mau cari pedang aku pasti cari yang tampan dan terawat tidak seperti dirimu yang bagaikan tikus good...!” Ujarnya menghina.
Lingling disana meliriknya.” Ikan teri makan tomat.bodoh amat..”Gumamnya disana segera menyendok kan nasi dan memakannya dengan segera tampa menaruhnya diatas piring lagi. lalu melirik Mike dan menjilat sendoknya membuat Mike membelalak.
Cupp...
Lingling dengan jahilnya memberikan kiss jauh dan mengedipkan matanya. ia memberikan wajah mesumnya pada Mike.
Brak.... Mike terjatuh dari kursinya akibat terjengkang dan kaget membuat semua orang tergelak dan merasa geli kepada Lingling.
Sedangkan Lingling disana menatapnya dengan tatapan kaget dan hendak membantu.
”Jangan mendekat ..!!! dasar gila..!!!” Mami Mike disana segera bangkit dengan tangan yang gemetar.
Brak.. yang kedua kalinya ia terjatuh karena terganjal kakinya Alex. Namun tawanya Lingling sudah tak lagi bisa ditahan. Andes dan lainnya pun menatap Mike dengan tatapan kasihan sekaligus ibah. “Mamam tu jatuh...”ujar Lingling lalu duduk di singgasana nya lagi mengabaikan semua orang.
Alex diam melirik Lingling, ia juga ngeri melihat Lingling yang menggoda Mike secara terang-terangan. Andes? Ia tetap tenang dikursinya menatap pertunjukan didepanya ini, ia tak mempermasalahkan apapun hingga Mike yang jatuh itu berkata.”Keyna mengajak kita kemall karena ingin membeli peralatan bayi. Dia sebentar lagi akan kesini. Kita juga akan membahas masalah tugas baru kita nanti malam.”Ujarnya meredam malu yang ia tahan. Ia malu, kesal.Marah, semua bersatu namun ia tetap menjaga imagenya.
Lingling disana diam mendengarnya lalu memakan ayam dihadapannya rakus, Andes melirik Lingling dan berkata.”Dia juga ikut, sebab dia tak memiliki baju. Ini saja dia harus mengenakan baju dan celanaku yang digunting.”Ujarnya disana dengan dingin dan datar.
Mike disana tak terima namun tertahan oleh Andes yang berkata.” Diamlah Mike. Aku tidak mau berdebat lagu. Jadi silahkan duduk dan makan makananmu. Sebentar lagi Keyna akan kesini bukan?”Tanyanya disana dengan datar.
Mike disana melirik Lingling dan menjawab.”Aku tunggu diruang tamu saja.. “Ujarnya dan pergi.
Lingling melihatnya pun berkata.”Itu temanmu?" Ujar Lingling melirik Andes
__ADS_1
" Cih sungguh penakut, tidak mencerminkan otot-ototnya kekarnya itu. Masa denganku yang bertubuh ringkih ini saja takut.. dasar jablai.”Ujarnya Lingling dengan memakan ayamnya tak beretika.
“Kau beraninya menghinaku..!” Teriak Mike yang ternyata tidak jadi keluar mendengar hinaan Lingling tadi. Matanya menatap Lingling lebih tajam dari tadi, sedangkan Lingling yang ditatap begitu hanya menatapnya sayu.”Berabi kau..!” Mike mendekat dan ingin menarik kera bajunya Lingling.
“Ahhhh tidak.. aku takut auu jangan pukul aku tolong..!!” Ujar Lingling main mai, sedangkan masih mengunya. Bibirnya mengejek Mike yang mendekat ingin memukulnya. Mike yang dimainkan begitu tak segan ingin memukulnya. Namun terhenti ketika tangan Lingling disana menahan tangannya dan...
Cup...
Kya....”Apa yang kau lakukan bodoh...!!” Teriak Mike ketika Lingling malah mencium pipinya jahil.. Lingling disana tersenyum manis hingga matanya berbentuk bulan sabit.. mike cukup terperangah melihat senyum itu. Sungguh ia terpesona dan juga mengakuhi jika Lingling sangat manis disegi laki-laki. Dan bisa dikatakan jika ketampanannya tertutupi bintik merah dan bekas jerawat diwajahnya saja.
“Mike sadar.... loe masih normal..”Ujar Alex yang melihat Mike yang menatap Lingling kagum. Mik yang disanapun menatap Alex tajam dan juga menatap Lingling melotot.
“Kenapa? Sini maju. Aku cium sayang...”Ujar Lingling memajukan bibirnya.
“Gila..!! sinting..!! tidak waras.. menjauhlah dariku bodoh..!” Teriak Mike disana tak terima dan mundur tak jadi menghajar Lingling. Lingling hanya terkekeh bodoh melihatnya.
Tangan Andes terkepal melihat Lingling mencium orang lain, bahkan ini temannya. Ia tak suka membuat ia menarik Lingling dan,
Cup.. semua membelalakkan mata melihat Andes yang mencium bibir Lingling sekilas.. setelahnya Andes mengusap bibir Lingling dan berkata.” Jaga bibirmu bodoh.,”Gumamnya..
Jantung ketiga teman Andes bergemuruh dan mencelos. “Kyaa... andes kau beneran gay..!!!!” Teriak mereka.
Sedangkan Lingling? Ia memegang dadanya nyeri, sangat nyeri hingga tak mampu bernafas perjanjiannya kepada Liong tunangannya bergejolak sangat kentara ditubuh ini. andai uaibt dicium adalah tubuh Lingling asli., sudah pasti saat ini Lingling sudah musnah akibat perjanjian terikat itu... ia dikatakan penghianat dan perselingkuhan.. Lingling menekan dirinya dan memohon maaf pada Liong. Sungguh Liong maafkan dirinya.
Disisi lain sosok pria yang bak dewa Yunani itu yang tengah mengerjakan tugasnya itu terdiam merasakan dadanya terhenyak dan sakit. Ia memegang dadanya dengan wajah yang tetap datar. “Tuan? Apa tuan baik-baik saja?”Tanya penjaga setianya yang berada dibelakangnya itu.
Sang lelaki berambut perak itu terdiam dan juga menahan nafasnya. Apa ini karena calon istrinya? Atau karena yang lain? “ Kita kerumah Lingling sekarang. aku merindukan kekasihku.”Ujarnya membuat penjuaganya terdiam melirik tuannya,, tuannya yang bucin.
__ADS_1