Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Kembali


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Lingling diberangkatkan kedaerah X dimana daerah perang didunia manusia, bumi. Dibagian yang jauh dari kerajaan antara kakek-kakeknya bahkan keluarga ibunya. Sudah cukup dua hari disini ia akan diantar lagi pula mau pergi kemanapun dia dia juga akan tetap diitemukan oleh kaisar langit.


“Kau? Bagaimana bisa hanya membawa baju yang ada ditubuhmu saja disana, aku tak membayangkan bagaimana baunya dirimu yang tidak ganti baju.” Sean berkata dengan pelan menatap Lingling yang diam saja sembari makan ayam didepannya.


Sebab hukuman Lingling adalah tidak boleh membawa apapun dalam perjalanan kesana nanti.


Lingling mengangguk malas.”Akupun Sean, aku harus bagaimana coba? Tolong beri aku pendapat. Oh ayolah aku hanya bisa menyimpan belati dari kakek Wey.”Ia menunjukan pisau yang ia simpan di bagian lengannya tadi. Itu belati yang memiliki dua mata yang tajam, dengan batu mutiara merah yang menyalah, sangat cantik.


Dua hari ini ia menghabiskan harinya bersama Sean saja. Bahkan tidurpun mereka satu kamar karena memang sedari kecil mereka selalu bersama. Dari banyaknya yang bersama Lingling memang Sean yang paling dekat dengan Lingling.


Sean terkekeh pelan.”Aku mau ikut kamu saja Lingling. Boleh kah yah?” Lingling menatapnya penuh binar.


” Tapi aku hanya boleh bawa baju dibadan bukan bawa teman Sean.”Ujarnya geregetan.


Sean menghembus kan nafasnya berpuytrar posisi untuk duduk disisinya Lingling.”Sejak kapan kau menjadi penurut?” Tanyanya dengan alis yang di naik turunkan.


Lingling menatap Sean diam.”Benar juga..”Gumam Lingling. Sean dan Lingling saling tatap lalu.


Bhuaaahahahaha...


gelak keduanya serentak menggema dan suara tos terdengar jelas membuat sepakat antara keduanya.


Diluar sudah ada sosok Qra dan Zauhan yang mau menemui anaknya. rasanya takut membiarkan anaknya keluar dari rumah ini karena menjalankan hukuman.


“ Lingling..!” Lingling dan Sean yang tertawa berhenti lalu menatap Zauhan yang datang.


Lingling meliuhat ayahnya berbinar.” Ayah.. ayah masih marah padaku? Ayolah aku merindukan ayah.”Ujar Lingling, sebab dua hari ini ia juga tak menemui siapapun, ia tak mau membujuk karena yakin jika mereka akan datang sendiri kepadanya.


Zauhan mendenguus memeluk anaknya. lingling mengelap tanganya dibaju Sean dengan cepat. Sean disana melotot.”Lingling. kau jorok..!” Teriaknya tak dipedulikan oleh LIngling LImngling memeluk ayahnya erat seperti tak ada hari esok.


Zauhan mengusap air mata yang entah kenapa jatuh.. Tukk.”Anak nakal, bagaimana bisa kau tidak menemui ayah untuk memujuk ayah. Apa ayah tidak sama sekali penting ha?!!” Tanya Zauhan menjitak kepala anaknya.


Lingling cengengesan disana.”Aku tau mana bisa ayah marah lebih dari tiga hari, aku menghitung mundur jika ayah tidak menemui ku juga itu tandanya kau bukan ayahku. Kau ayah palsu.” Ujarnya dengan malu-lalu.


Zauhan mendengarnya menggeleng.”Anak ini..” Gumamnya. Zauhan mengusap kepala anaknya sayang.


Lingling memeluknya mengajak ayahnya duduk.

__ADS_1


“Oh ayolah. Hampir sepuluh bulan aku mengandungnya Lingling bukan dia tapi malah dia yang kau peluk duluan. Apa aku sudah menjadi nyamuk yang tidak kasat mata disini.”Rajuk Qira.


Lingling menatap ibunya lalu terkekeh.”Ibu kita sudah bertemu sebelumnya dan aku tidak terlalu merindukanmu jadi berhentilah merengek seperti anak kecil.”Ujar Lingling. Qira menatap anaknya datar dan mendengus memilih duduk didepat Sean yang dari tadi memilih tidur diatas kasur. Sean yang melihat itu pun duduk dengan senyum canggung.


Zauhan mengusap kepala sang anak sayang. Lingling memilih tidur dipangkuan ayahnya. “ Kau tau, bersyukur kau tidak memilih tetap tinggal disana, jika tidak ayah tidak tau bagaimana menjalankan hidup tanpa seorang putri yang ayah sayangi.”Ujarnya pelan.


“Lagipula Lingling tidak bisa disnaa terlalu lama lebih dari yang telah disepakati dengan raja iblis.” Qira angkat bicara membuat semua menatapnya. Qira menuangkan teh dan meminunya.”Jiwa yang berbeda tidak bisa disatukan selama-lamanya kecuali kesepakatan antara Dewa, itu bukan dunia Lingling apalagi jiwa Lingling dan Liong satu., semakin lama jiwa Lingling akan terputus dengan Liong karena waktu dan juga arus dimensi yang berbeda yang berakhir Lingling musnah.” Ujarnya menghela nafas.


Zauhan mengangguk.”Aku tidak paham akan hal itu.”Gumamnya. “Tapi apakah kau mau pulang kesini karena itu Ling? Apa karena kau tidak mau musnah mangkanya kau kembali kedunia ini?”Tanyanya pelan pada putrinya.


“Mati itu bukan hal pokok yang aku takuti ayah.”Ia memejamkan matanya merasakan elusan hangat ayahnya.” Setiap orang akan musnah dan mati jadi apa yang aku takutkan? Kita pernah kehilangan ibu, dan aku pernah melihat bagaimana ayah yang menangis setiap malam karena merindukan ibu, bagaimana ayah menyalahkan diri ayah atas kepergian ibu sedangkan ayah tidak salah apapun. aku pernah tau bagaimana semua orang kehilangan ibu dan bagaimana kami hidup tanpa ibu. Semuanya terasa sakit.”Gumam Lingling membuka matanya bersitatapd engan ayahnya. Ia tersenyum.”Dan setelah apa yang aku rasakan bagaimana bisa aku membuat kalian kembali bersedih Karena kehilangan diriku. Aku tau aku sangat berharga diantara kalian pastilah kalian akan menangis dan merindukanku setiap malam nanti nya. Haha.,”Ia tertawa mengejek.


Zauhan disana menatap anaknya dengan tatapan tak terima.”Anak nakal bagaimana bisa kau menjadi sombong begini.”Ujarnya tak terima.


“Ini ajaran ibu. Kata ibu sombong itu perlu supaya orang lain tidak mengejek kita yang pentingkan yang aku ucapkan adalah yang sesungguhnya bukan bualan.” Balas Lingling.


Qira mendenggarnyapun mencubit pipi anaknya.”Ibu tidak pernah mengajarkan yah jangan menyalahkan orang lain.”Ujarnya tak senang.


"Tapi ibu berprilaku begitu dan ibu selalu mengatakan hal itu jika dikatakan sombong.”lingling memeleti lidahnya kepada ibunya.


“Tenang bunda.,” Semua menatap Sean.


Qira berbinar menatapnya.”Kau mendukung bunda kan?”Tanyanya. sean tersenyum.


” Maksud Sean tenang saja bukan dipihak bunda sebab aku berada dipihak Lingling. Bunda memang sombong dan itu sedikit menjengkelkan.,”Ujar Sean jujur.


Lingling dan Zauhan tertawa mendengar Sean yang berkata. “Kalian... “ Ujar Qira ingin sekali memukul semua orang tapi sasarannya Sean.


”Sini ibu kasih hadiah.” Ujar Qira tersenyum.


“ Tidak mau..!” Sean segera melompat dan memeluk Zauhan.” Ayah lihatlah ibu sangat menakutkan.” Ujarnya. Zauhan tertawa keras melihat Sean.


Yah Sean itu anak Leon tapi sangat disayangi oleh siapapun, lebih tepatnya kan Leon, Wolf dan Qira adalah sahabat jadi semua anak dari mereka akan mereka anggap anak mereka, panggilanpun ukan paman atau bibi tapi tetap Ibu., Bunda atau mama..


semuanya menganggp satu sama lain orang tua dan saudara.


“Kalian tertawa tanpa kami, kami sungguh terasingkan.” Drai arah pintu ada Qeqe yang bicara membuat semuanya semakin ramai.

__ADS_1


Yah Qeqe dan Heqi, ketika Lingling bangun dari tiudurnya ia segera pergi menemui Heqi sang kakak tertua untuk datang dan menjenguk Lingling, tentu saja Heqi tidak langsung bisa sebab ia serang raja, jadilah Qeqe harus membantu sang kakak menyelesaikan tugasnya sebagai raja baru bisa kemari.


Bukan tidak peduli pada Lingling.


“Ayoo berpelukan..!!!” Ujar Lingling membuat semuanya berpelukan termasuk Sean.


“ Kau bukan adikku, menyingkirlah..”Ujar Qeqe menarik Seran yang disampingnya Zauhan.


“Tidak mau. Ayah tolong aku..”Sean yang ditarik seperti kucing memberontak memberikan mimik wajah tak suka dan meminta pertolongan Zauhan. “Lingling tolong aku..!!”


“Menyingkirlah hama..” Gumam Heqi disana datar dan ikut mendorong. Sean tak terima menggigit tangan Qeqe dan berlari cepat kepada Zauhan memeluk Zauhan dan Lingling lebih erat.


Qeqe dan Heqi melihatnya melotot dan tak terima berusaha menyingkirkannya. Sedangkan Sean enggan bangkit.


”berhentilah mari berpelukan.”Ujar Zauhan akhirnya Heqi dan Qeqe mengalah memberikan luang Sean memeluk ayahnya. Sean memeleti keduanuya dengan lidahnya membuat keduanya sebal. Ingin membuang Sean kepintu neraka jahanam.


.


.


.


.


Ini novel udah tamat dengan ending yang tetap heppy ending tidak ada yang mati, tidak ada yang dikorbakan saja yah udah cukup hanya Andes dan Lingling tidak dipersatukan saja.. kalo maslaah Lingling dan Liong bersama rasanya nggak adil dibuat scen mereka bersama sedangkan selama ini scan mereka dikit banget haha malah banyakan Lingling dan Andes.


Jadi menut kalian gimana? Cukup sampai disini atau mau kasih hidup Lingling dihukum atau bagaimana??


Oh iya masalah Delet aku mau lanjut Cuma gimana yah gess, rasanya aku lupa banget alurnya, dan Bukan pangeran mau lanjut tapi pembacanya dikit kurang semangat.


Novel Baruku juga ada tentang ISTRI KEDUA., dan satu lagi belum ku publis tentang fantasi juga, nanti aku kabarin yah yang mana baiknya. Aku pertimbangkan masalah novel yang mana yang aku tanatkan dan aku terbitkan. Terimakasih semua..!!!


.


.


Jangan lupa mampir yah ke novel baru Ku!

__ADS_1


__ADS_2