Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Malu


__ADS_3

Sampai suara Nggookkkkk... Gleg.... dan Lingling sudah tertawa diiatas sana dibuatnya.. dan yah... Namun suaranya tertahan karena pura pura tidur dan tak peduli kepada orang-orang sombomg dibawahnya itu. Yang mengatakan jika dirinya sok tau,


Dengan cepat semua bangkit dan siap dengan pistol masing-masing. Wulan juga bangkit melihat kesekeliling dan ternyata ada banyak pasang mata merah menatap mereka yang tak terlihat karena gelap, ditambah ditengah tengah kegelapan mereka tak sama sekali Nampak..”Di-siapa kalian?”Tanya jendral Chun gugup disana.


Dan Nggookkk... suara itu semakin nyaring dengan bertepatan satunya lari dari arah lain, satu b4bi yang mendekati mereka membuat semuanya menghindar dan ingin berlari..


Tor.. jendral Chun menembahknya hinga mati ditempat... tepat dihadapanya jendral Chun. wulan sudah bersembunyi dibelakang jendral Chun dengan pistol kecil ditanganya,.


Kematian B4b1 dan juga suara ledakan itu memancing klan B4bi yang semakin menggila, dan tak berselang lama, ada puluhan b4b1 yang tak terhitung mengepung mereka. Mendadak mulut dan mata mereka membulat dan meneguk saliva kering..


Ngookk.. satu b4b1 mendekat dan Bugh.. Arghh. Tak siaga akhirnya jendral Lien diseruduk hingga terbanting.. Tor... jendral Chun membunuh b4b1 itu lagi..


Dengan sigap Wulan dan lainnya menyerang para klan B4b1 itu yang sudah merusak tenda dan makanan yang mereka siapkan, jangan Tanya. Tenda sekarang sudah hancur penyok tak berbentuk, makanan sudah dijjak injak dan juga tak tau lagi bentuknya. Lingling diatas hanya diam dengan mata datarnya menatap hal itu., sesekali menggeleng dan melihat sisa binatangnya.


Tor... clakk....clak..


Mata jendral Vuang membulat mendengarnya.”Peluru kita habis. Dimana peluru kita..!” Teriaknya nanar.


Namun Wulan menggeleng cepat dan menjawab.”Diditenda kalian.. disana..!” Teriaknya menunjukan tenda yang sudah tak berbentuk lagi..


“Sial...!! bagaimana bisa..!!” Teriak jendral Vuang kesal.


Clak.. clak... pelatuk dari jendral Lien dan jendral Chun ikut habis karena membunuh b4b1 tak cukup satu peluru, tapi dua dan tiga. Tapi ini b4b1 yang baru mati baru enam ekor membuat mereka gemetar disana.. tak ada cara lain. Jendral Vuang mendekat melihat kayu yang besar disana dan mengibasnya kedepan..


“Lari---...!!!” Teriaknya Vuang membuat Lingling disana tergelak kencang bagaimana bisa lari jika sudah dikepung.


Lingling bahkan menahan perutnya yang sakit akibat mereka.. jahat sekali yah, teman-teman kesusahan dia malah tergelak kencang.. ia tak mau turun karena b4b1 binatang yang menjijikan dimatanya. Ia tak suka b4b1. Mangkanya dia mengajak menghindar sedari tadi. Kepala mereka terlalu keras mendengar masukan dirinya, jadi silahkan nikmati hasilnya.


“Kyakk... Brakk.... Uhukk....” jendral Chun yang sedang lari tidak tau jika didepanya itu ada b4b1 membuat ia diseruduk dan Ia terbatuk mengeluarkan darah dari perutnya. Jendral Lien tak diam saja, ia mengambil api yang sudah jadi itu dan mengarahkan pada wjah para b4b1 disana dan menyerang secara acak.. Wulan sudah menangis ditengah sana dengan menarik baju jendral Chun.

__ADS_1


Lingling meringis dibuatnya.. sampai suara nGooookklk suara yang mampu membuat keleleawar berdecap dan keluar dari pohon pohon yang ada.


Mata semua orang membulat melihatnya. B4b1 terbesar.


Bagaimana bisa tidak tertegun. ukurannnya bahkan lima kali lipat dari sapi.. Bisa dikatakan berat badanya sama seperti yang dikatakan Lingling. Bertonan.. dan baru kali ini mereka melihatnya didepan mata. Apa kah ini yang dinamakan raja b4bi? Mereka semakin mendekatkan diri dan merapat kan satu sama lain disana dengan luka tubuh dimana mana. Jendral Chun disana semakin menarik Wulan dan lupa akan Lingling yang diatas sana sedang menonton.


Lingling menghela nafas malasa melihatnya.. dan Ngokkk... dengan sekali mendekat dan Burghh... mereka memencar hinga menjulak satu sama lain suapaya terselamatkan, dan terkenalah pohon yang Lingling naiki.


”Wo..” Lingling memeluk pohon erat dibuatnya. Getaranya sangat kuat. Lingling mengumpat dibuatnya. Ia hampir jatuh.


Dan yang lain sudah diterjang oleh b4b1 lain sampai mereka sudah hampir mau mati.. Lingling sudah tak bisa diam saja ketika semuanya sudah hamper mati. Bahkan mereka sudah pingsan semua disana karena diseruduk b4b1 yang lainya.. Lingling hanya terkekeh melihatnya. Jahat? iyalah.. anaknya Zauhan dan Qira ..


Sampai didepan para b4b1 itu mata mereka para b4b1 menatap Lingling tajam, melihat Lingling mereka melihat wujud lingling asli, berbaju putih dengan rambut panjang ala kerajaan nya. Lingling disana mendekat dan mendekati kayu-kayu yang ada.. memainkan tangannya dan berkonsentrasi..


Byur.... ia mengeluarkan api disana membuat para b4b1 itu terkejut dan mundur... tak berselang lama Lingling mengeluarkan camuk yang ada dibajunya..


Dan ia menarik tali cambuk dari atas sampai bawah hungga cambuk itu mengeluarkan api.. dan..


Bugh.. ia mendekati raja b4bi namun ia hamper diserudup membuat ia jaatuh..


“Pergilah... Jika mau hidup. Aku tidak mau lagi berkelahi.. punggungku skait.”Gumamnya disana. Namun tak berselang lama para b4b1 menyerang Lingling hingga Lingling mengeluarkan ilmu apinya dna membakar bab1 terbesar..


Ngokkk. .....


Suara kesakitan b4bi terbesar membuat mata burung berteriak kaget dan beterbangan.. b4bq itu dengan menggilanya kabur dari sana.


Semuanya yang masih ada berlari mengikuti b4b1 terbesar yang sudah mengila.. Lingling mengusap pantatnya menatap para temanya yang sudah berdarah dimana mana dna terluka. Mereka tidak mati hanya shok saja melihat b4b1 ukuran besar.


Lingling menghela nafas lalu menarik mereka satu persatu menuju pohon terbesar.. dan segera mengobati luka yang ada ditubuh mereka satu-satu.”Merepotkan saja.”Gumamnya mengenakan obat-obatan yang tersedia.. namun talk bisa dipungkiri jika pistol dan lainnya sudah rusak dimana-mana, dan mereka tidak punya sejata. Percuma punya peluru tak punya sennjata.

__ADS_1


Setelahnya Linglomingpun tertidur tak jauh dari mereka dengan memakai segel pelindung supaya tak ada nyamuk disana.. semuanya sangat sunyi membuat Lingling sebelum, tidur dapat menatap sekliling dan tersenyum. ” Mereka bukan sembarang lawan..| Gumamnya lalu menggeleng..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suara burung berkicau membjuat jendeal Vuang merigis karena matahari dengan sombongnya mengusik tidur nyenyaknya. Disana ia dapat melihat Lingling yang sudah menghidupkan api dan memasak makanan yang sudah dibakar. Lalu meringis melihat yang lain yang juga ikut bangun disana. Lingling hanya melirik dengan wajah menahan senyumnya. Akh mereka sangat lucu dengan wajah penuh bengkak dan biru dimana-mana, apalagi wulan,birunya dimata kiri.


“Apakah kita ada disyurga? kenapa bauhnya enak sekali?”Gumamnya jendral Chun disana nanar kepada yang lain.


Pltak...”Kita masih hidup..” Wulan memukulnya disana sembari meringis. Dengan lelah mereka memilih untuk duduk.


Dan tak berselang lama Lingling disana mendekat dan memberikan mereka minum.”Minumlah,, ini obat supaya kalian cepat sembuh.”Ujarnya disana dengan memberikan setengah minum dimangkuk yang ada. Cairan berwarna kuning dicampurkan daun.. “Tidak ada racunya. Itu hanya untuk tubuh kalian saja.”Ujar Lingling mendengus.


Mata Vuang nanar melihat kesembarang arah. Disana ada pulihan tubuh b4b1 yang sudah mati.. begitu juga yang lainya. Masih teringat dan masih pekat diotak mereka bagaimana b4b1 menyerang mereka. Menatap Lingling yang sibik memasak daging yang entah daging apa.. karema tak mau mengabaikan apa yang Lingling masak ia langsung meneguk minuman.


“Ehmm itu.. siapa yang membunuh mereka El?”Tanya jendral Lien gugup kepada Lingling. Lingling mengangkat bahu acuh lalu berdiri dan mengambil daun pisang yang sudah siap.” Makanlah.. kalian butuh makan karena kalian tidak makan semalam.”Ujarnya disana.


“Kau tidak makan?”Tanya jendral Chun gugup. Ada rasa bersalah bersarang didadanya ingat bagaimana kerasnya ia menolak saran Lingling.


Andai ia ikut, pasti tak akan sehancur ini yah kan. ? tapi akh sudahlah.


Lingling menggeleng.” Aku lihat kemarin kalian makan daging b4b1, jadi aku masak untuk kalian b4b1 semalam yang pagi tadi masih hidup meski lumpu. Aku tidak makan b4b1,”Ujarnya disana juujur.. semua mengangguk dan Linglingpun mengeluarkan ubi yang sudah dibakar dibawah api tersebut.


”Pesangon makanan kita sudah habis. Peralatan persiapan pistol kita rusak. Sekarang kita tidak punya apa-apa selain nyawa dan beberapa pisau dan parang. Jadi nikmati saja karena keegoisan kalian.”Ujar Lingling lalu berdiri mengambil buah-uahan yang ia perik dan memberi mereka setanda pisang. Ia memakan pisang dan memakan buah apelnya. Semua orang disana meneguk saliva kering merasa bersalah.


“Tak usah merasa bersalah. Kalian sudah mendapatkan ganjarannya. Angap saja itu hukuman dariku.”Ujar Lingling. Lalu Linging melihat sekliling dan mendnegus.” Disini sangat berbahaya. Bagaimana bisa bertahan.”Gumamnya.


“El..”Gumam jendral Chun gugup membuat semua orang menatapnya.”Ma maafkan aku. Kaena aku tak mau mendengar saranmu semuanya menjadi hancur.”Gumamnya menunduk.


Lingling mengangguk.”Aku suka dengan kamu yang mau mengakuhi kesalahanmu. Jadi maafmu sudah ku kabulkan..”ujarnya sembari memakan buahnya. “Makanlah, kita harus cepat.. disini cukup banyak binatang buas.. kita harus cepat..”Ujarnya.

__ADS_1


Semuanya mengangguk lelah dengan wajah dan tubuh bonyok. Menatap mie yang sudah rusak dimana-mana dan beras yang berserakan. Pistol yang sudah hancur dan patah. Hanya ada beberapa yang bisa diselamatkan.. dan itu sepertinya sangat buruk. Ada banyak yang terbakar akibat cambuk Linging. Apalagi bangkai b4b1 disini sudah sangat mengerihkan membuat mereka cepat cepat makan.


Lingling hanya tersenyum tiupis dan memakan ubi bakarnya. Lingling lebih baik makan ubi dan buah saja ketimbang makan b4b1 yang dibencinya .. entah kenapa tapi baginya b4b1 hewan yang menjijikan.


__ADS_2