Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Imut


__ADS_3

Mata Andes dan Fiko menatap Lingling tajam dikalah sesudah mengobati luka ditangan Lingling. Lukanya cukup parah asal kalian tahu.. bahkan ada beberapa kaca yang masuk disela sela dagingnya. Andes dan Fiko jadi tak habis fikir. Jika Lingling hanya ekting tidak mungkin kan dia melukai diri sendiri dengan muka polosnya menatap lukanya sendiri.


“KJadi kau benar ridak tahu Tv?” Gumam Fiko berkali kali hingga Andes dan Lingling mual mendengarnya. Lingling menatapnya dengan helaan nafas dan berkata lagi. “ Harus berapa kali si aku jelasi?”Tanya Lingling polos. “Aku kecil hidup dihutan, mana tahu aku TV ini.. yang aku tahu yah hutan. Tumbuhan dan binatang.”Ujarnya polos disana mengerjab membuat Filo dan Andes diam.


Lingling menghela nafas dan kembali berkata. “Aku itu jelek jadi yah kamarku paling sudut diantara dari kamar lain, aku juga dijadikan pelayan yang hanya tau tentang memasak didapur. Tidak pernah tau apappun diluar sana.”Ujarnya lirih.”Orang tua ku malu mengakuhiku sebagai anak.”Ia menceritakan sedikit cerita Eliza


“Memang ada orang tua yang begitu?”Tanya Fiko polos.


“Ada.. contohnya ayahmu..!” potong Andes membiuat Fiko terdiam. " kau bahkan salah satu orang yang jahat itu...!! " Ujarnya sinis Disana.


Benar.. Fiko dulu memiliki seorang adik yang juga bodoh dan tak pintar, ayahnya malu dan sering menyiksanya. Itu adalah Keyna. Fiko jadi kasihan pada Lingling, ia merasa jika nasib Lingling seperti adiknya dulu. Namun sayangnya adiknya dulu dibenci oleh banyak orang dan dibully setiap orang. Sedangkan Lingling hidup ditengah kesunyian dan juga kesendirian..


Lingling menatap Fiko yang diam lalu menatap Andes. “Tunggu-tunggu,, kalian tidak kasihan padaku?”Tanyanya mengerjab disana dengan polosnya.


“Tidak..!” Jawab Andes dan Fiko barengan menatap Lingling dengan cemooh.


“Haiss..”Gumam Lingling kesal “Yasudah lah tidak apa, aku juga tidak butuh kasihani kalian. Hanya butuh baju dan makanan.”Ujarnya polos disana mengerjab. ”Ah iya, uang dan juga penjagaan.”Ujarnya disana menghitung tangan.”Rumah juga yah lupa.. oh yah mandi, sabun, air—la—“


“Sutttt..” Andes menutupi mulut Lingling yang terus saja berbicara hinngga lelah membuat Lingling diam menatapnya tajam. “Intinya kau ingin menjadi bebanku kan?"|Tanyanya disana.”Mau numpang hidup? Mau ini itu semuanya?”Tanyanya lagi dengan nada sinisnya.


Lingling melepaskan tangan Andes dan memberi cengiran khasnya. “Kau tahu saja.”Ujarnya malu malu. Fiko mnatapnya dengan diam. “ Aku sayang Andes. Ulu ulu wuwu....”Ujarnya memeluk Andes dan Cup..


Andes tertegun ketika merasakan pipinya basah. “kecupan terimakasih karena aku sayang Andes..”Ujar Lingling lagi.


Andes disana mengerjab menatap Lingling lalu mendengus, meski begitu dalam hati ia tersenyum dengan bibir yang berkedut ingin tersenyum. Namun ia tahan.. ia menjulak kepala Lingling degan telunjuknya lalu berkata.”Kebiasaan sekali yah sembarangan mencium orang.’Ujarnya disana dingin.


Lingling menggeleng.”Tidak sembarangan kok, aku cium karena aku sayang.. aku kan tidak punya apa apa untuk bisa menunjukan kasih sayang dan terimakasih.”Ujarnya mengerjab disana menatap Andes lagi polos. Fiko menatapnya gemes sendiri dibuatnya. Tanpa sadar tanganya disana terjulur menguyel Pipi Lingling.”Adauu apa nih ih.”Gumam Linglimng menepuk tanga Fiko yang mengunyel pipi Lingling dengan kekehan.

__ADS_1


“Is kok bisa ada manusia sepolos kamu si.”Gumam Fiko disana gemes membuat Lingling menatapnya mendelik. “Aku tidak polos, kata temanku polos itu temannya bodoh. Dan aku tidak bodoh.”Ujarnya menepis tangan Fiko. “Aku itu hanya jujur saja.”Ujarnya meluruskannya.


Fiko disana mau memakan Lingling hidup—hidup rasanya membuat ia menggigit pipi Lingling. Lingling segera menjauhkan kepala fIko.” Iyuuuuhh lepasin. Ini pelecehan namanya..!” Ujarnya disana memberontak membuat Fiko disana merasakan pipinya dijauhi.


Andes berdecap melihatnya.. “Ehemm..”Gumam Andes. Itu menyadarkan Fiko dan Lingling. Dengan cepat Fiko disana menjauh dan Andes menarik Lingling menjauh. “Cih apa-apaan si kalian. Sudah besar juga.”Ujarnya disana sinis.


Fiko disana mendelik tak terima.”Dia si bikin aku geregetan Des.”Ujarnya menunjuk Lingling.


Lingling merasa jika perutnya ditarik oleh Andes.” Mana ada.. dia saja yang mau balas dendam denganku. Pakek cubit cubit pipi lagi. dikira pipiku pipi bayi apa?”Tanya Lingling menyipit matanya menatap Fiko tajam.


Wajah Lingling sudah tidak ada jerawat yah teman, hanya ada bekasnya saja jadi enak dilihat dan nampak lebih bersih ketimbang sebelumnya,.


Fiko disana mendelik namun ia semakin gemes melihat wajah lucu LIngling tampa sadar menggigit bibir bawahnya untuk menahan hasrat untuk mengigit pipi Lingling dalam. Andes disana menarik kepala Lingling ketekiaknya menatap Fiko tajam.


“Ih bauk..!”! Pekik Lingling disana.


Namun tak dilepas Oleh Andes. Lingling memberontak hingga memukul kengan Andes. “Ih lepas ih.. huaa.. hiks hiks.”teriak Lingling tak terima.


Fiko membantu lagi.”Hua tanganu sakit hua..”Teriak Lingling barulah Andes melepaskanya menatap Lingling tajam.


Lingling segera memukul lengan Andes dan berkata.”Kau kurang ajar yah.. rasakan ini hia..” Ia menarik kepala Andes dan menaruh ketekiaknya.. Namun sayang ketiak Lingling tidak bauh membuat Andes disana diam mengulum senyum diketiaknya Lingling.


“Lingling Andes itu modus.”Teriak Fiko mengaduh melihat Andes yang diam saja dibuat Lingling.


Lingling mendengarnya pun menerjang.”Apa itu modus?”Tanyanya dengan polos. Fiko menepuk kening dibuatnya. Ia lupa jika Lingling adalah manusia terpolos yang ia kenal.


“Bukan apa-apa.. ketikak mu sangat bauk. Aku sampai muall huek..”Ujar Andes berpura pura membiat Lingling senang dan memamerkan ketikanya.

__ADS_1


”Hiya.. pastilah. Untung tak ku beri racun saja untukmu.”Ujarnya bangga padahal tak tahu saja jika Andes mengerjainya.,


“Oh yah? Aku kaget.”Ujar Andes meledek. Lingling memutar bola mata malas dibuatnya lalu menatap Fiko lagi. fiko diam melihat mereka dengan tataoa5n heran. Andes itu banyak bicara dan aktif bersama Lingling.


“Kalian pacaran beneran?”Tanyanya disana mencicit. Lingling kan laki-laki.


Lingling menerjab lagi. "Pacaran itu apa?!!”Tanyanya disana.


Andes meliriknya dan bertanya.”Kau tidak tau pacaran itu apa?”Tanyanya disana.


Lingling disana menggeleng membuat kedua makhluk itu menepuk keningnya karena heran. Lingling meringis saja.


“Pacaran itu sepatu hubungan kekasih yang menjalani hubungan khusus. Bercuman berpelukan dan sebagainya.”Ujar Fiko menjelaskan.


Lingling disana mengangguk., dan Andes yang melirik Lingling dalam. “Aku bukan pacar dia. Tapi kami suka saling ci---“


Ucapanya terhenti dilalah bibirtnya ditutup oleh Andes. Ia memberontak tak terima hingga Andes memangkuli tubuhnya kebelakang.”Waktunya makan siang Ling. Kau semoga cepat sembuh Fik..!” Ujar Andes disana . lingling memukuli punggungnya Andes karena merasa sakit dibagian perut dan kepalanya.


Andes mengumpat dibuatnya. Bisa bisanya Lingling berkata seperti itu. Bisa dikatakan Gey benaran nanti dia..


Fiko disana diam menatap Andes tak suka. ia merasa dadanya sedikit tak terima.”Jangan-jangan mereka memang gey? Tapi kok sakit yah? Gue Norma kan? ”Gumamnya disana lirih. Uhkk.. Lingling itu memang menarik meski tak cantik dan seksi..


.


.


... Jangan lupa tinggalkan jejak yah guys... ...

__ADS_1


__ADS_2