
Dengus Lingling terdengar keras dikalah ada sosok teman-teman Andes yang menatapnya dengan tatapan menikam, ia bagaikan hewan siap disantap saat ini. Untunglah mental dirinya mental baja,, Sebab Liong lebih cuek kali dari mereka, lebih kuat dan lebih kejam. Jadi ia sudah biasa dan tak sama sekali ada gentarnya. Ia malah mengangap jika tatapan mereka itu hanya secuil dari dirinya.
Liong itu jendral perang, jendral terkuat dialam langit, meski dengan Lingling tidak cuek. Tapi tetap saja Dia kuat dan dingin dengan orang sekitarnya.
Kadang Lingling suka cemburu dengan ibunya, sebab Liong sangat lembut dan baik pada ibunya. bahkan Bisa dikatakan Liong bisa tersenyum bahagia dan selalu mengalah jika dekat dengan ibunya, bahkan apapun yang ibunya larang tentang Lingling ia tak pernah membantah,Tapi dengan dirinya dia sangat posesiv.
Akkkhah Jangan bahas Liong. Lingling masih membencinya... Gara gara Liong dia disini...!
"Siapa dia Andes..!!" Yang Fiko tajam
“Bagaimana bisa kau membawa orang asing Andes. Dia siapa ha?!!”Tanya Grace disana dengan keras kepada Andes. Dia yang baru saja mengenakan lipstick merah merona mendadak berhenti dan menatap Andes penuh penuntutan. " Dia bukan salah satu dari kita kan?!! "
Lingling menatapnya mendelik.” Oh ayolah bibi. Lihat bibirmu belum rata lipstiknya itu.. kau seperti drakula yang baru selesai mengisap darah seperti yang kakakku sering ceritakan.”Ujarnya meledek.
Karena memang Grace belum selesai mengenakan lipstknya Grace menatapnya semakin tajam namun Andes disana melirik Lingling diam. Fiko menatap Lingling heran dan diam saja.
“Diam kau boca tengil. Ngapain kau disini? Dan bagaimana bisa kau ada disini?”Tanyanya Grace dengan tajam pada Lingling. "Dan aku bukan bibi mi...! jangan panggil aku bibi..! "
Lingling membuka mulutnya dan menunjukan Andes. “Itu, karena kami teman. Yah kan Andes.”Ujarnya menunjukan mata binar pada Andes. Andes diam sebagaimana kebiasaanya.
Namun sesekali Lingling melirik sekitarnya mencari tahu dimana ruang tempat Wulan dan juga Vuang.
Andes disana mendelik melirik Lingling dan Greace pun sama. “Kau punya teman disini selain kami Andes?”Tanya Fiko disana dengan tatapan mautnya. “Dan dia temanmu?”Tanyanya menunjukan Lingling dengan tatapan meremeh. "Gila.. " Lirihnya.
“Benar Des. Kau gila mau berteman dengan lelaki yang berbadan krempeng. Mana dekil lagi.”Ujar Grace menyahut sinis menatap Lingling yang hanya mengenakan baju basah dan wajah kunyunya itu. Iya si Lingling akui dia jelek. Tapi tidak meski dijelaskan bukan?!!!
Andes mengangguk sebentar. “Dia temanku.”Jawabnya disana menarik Eliza supaya mendekat.
“Perkenalkan namanya Eliza. Kalian bisa panggil dia El.” Ujarnya disana mengenalkan Eliza kepada Fiko dan Grace secara datar dan tak berekspresi sama sekali.
Lingling menggeleng cepat. “Tidak-tidak. Aku tidak suka nama El, itu nama pemberian ibu dan ayah lucnat itu. Mereka sudah membuangku.”Ujarnya lalu menguap tanganya yang kotor dibajunya Andes membuat Andes meloror. Kurang ajar sekali...!!
“Perkenalkan namaku Lingling. Kalian bisa pangil sayang atau baby.. “Ujarnya menegdipkans atu mata genitnya.
Andes melotot melihatnya dan Grace melihatnya dengan kekehan karena tingkah lucu Lingling. Ia tak jadi marah..!
__ADS_1
“Kau lelaki tapi namamu seperti perempuan.. “Ujarnya disana menatap Lingling.. “ Perkenalkan mamaku Grace dan kau bisa panggil aku Mama.”Ujarnya menyambut tangan Lingling.
Sangat kencang sampai tulang Lingling terasa remuk hingga Lingling disana dengan jahilnya mengeluarkan ilmu apinya. "Sakit. " Cicit Lingling sok lemah dan seakan tak tahu apa apa.
“ Kyakk... panas.”Ujar Grace berteriak. Lingling menampilkan wajah polosnya menatapnya.
"Pria sialan kau yah..! apa yang kau lak-"
"Tutup mulutmu Grace.. ! Aku tau kau yang salah, kau kan yang mau meremukkan tangannya! dia itu lemah, " Ucapan Grace terpotong oleh Andes tajam Disana.
"Pria sialan kau!! " Desis Grace mantap Lingling tajam.
Lingling diam melirik Grace.. “ Kau kenapa?”Tanyanya memiringkan wajahnya. Dan berkata.” Aku itu bukan pr----“
Ucapanya terpotong ketika Andes merangkulnya dan menutup mulutnya dan berbisik. “ Tutup mulutmu, jangan bilang kau perempuan bodoh.” Bisikmnya disana dengan dingin tepat ditelinganya Lingling.
Lingling mendorong wajah Anndes menjauh membuat pemandangan itu terlihat langkah. “ Kan memang aku bukan lelaki.”Bisik Lingling disana lirih kepada Andes. “Lagipula kenapa si?”Tanyanya disana gemes.
Andes disana mengangkat bahu acuh. " Tidak boleh.. "Ujarnya lalu berkata “Oh perkenalkan dia Fiko. Dia ketua terbaru disini. Ketu Dua rekan kerja Grace. Dia kakak dari pemilik rumah ini.”Ujarnya disana menunjukan Fiko dengan tatapan tajamnya.
Andes menggeleng. “Tidak ada sangkut pautnya, dia hanya ketua bukan pemilik. Jadi jangan banyak tingkah.”Ujar Andes.
“Lantas kau apa kerjanya disini?”Tanya Lingling pada Andes berdecih.” Jangan bilang kau tukang petik daun teh?”Tanyanya disana.
Grace dan Fiko tergelak disana dibuatnya. Sosok diepan Andes memang benar benar sangat polos. ,manusia terpolos yang mereka lihat.
“Kau bilang apa?”Tanya Andes mendelik menatap Lingling disana tajam. “Tukang petik daun teh.”Ujarnya dnegan polos.
Andes menyeringai disana meliriknya dan mendekat.. Lingling tersdia5m disana. “Bukan-bukan. Kau bukan tukang petik daun teh.”Ujarnya disana gugup.
“Lalu?”Tanya Andes,
“Anuh.. Tukang kebun kan? .”Ujarnya gugup.
Wajah Andes sangat merah karena tak terima, Andes sangat dekat hingga hidungnya hamper menyatuh. Andes menatap Lingling tajam Fiko dan Grace diam meihatnya. Mereka sangat tahu jika Andes tidak suka ditantang dan direndahkan. hingga mata mereka melotot.
__ADS_1
Cup.. Lingling mencium hidung Andes yang hamper menyentu hidungnya.. Lingling tersenyum, “Aku tau. Kau mau minta ciumkan? Kau berlagak mendekat dan mau mencium.. sana jauh jauh,. Aku sudah menciummu.” Ujarnya mending dadanya Andes.
Hanya ini caranya..! Ini adaharan Leqi asal kalian tahu..! Temannya.
“Kyak...”Fiko berteriak heboh. “Wah Andes. Gue baru tau loh Gay Rupanya yah..”Ujarnya disana menggeleng tak percaya. Grace diam mematng melihatnya. “Jadi ini alasan loe engak pernah dekat sama cewek Des?”Tanyanya tak percaya melihat kelakuan Andes.
“Gay Itu apa?”Tanya Lingling disana polos.
Fiko mendekatinya dan berkata. “Sejenis suka dengan sesama jenis, suka ciuman dan juga saling menyayangi.. saling cinta?”Ujar Fiko heboh disana. Ini waktunya dia memalukan pemilik wajah datar itu.
Andes disana menatap mereka diam dan datar, meski kesal akan Lingling. Lingling malah tersenyum. “Andes memang begitu, dia itu suka minta cium karena kami bersahabat dan teman.”Ujarmya disana bangga.” Kita memang Gay,.”Ujarnya disana dengan tersenyum malu.
“Kami saling menyayangi juga. Andes sangat baik.” Ceritanya disana. Karena baginya ‘sesama jenis itu’ yah ‘sesama manusia. haha.
Andes melortot disana. “ Ha apa yang kau katakan bodoh..! Kalian jangan dengerin. Dia bohong..!” Ujarnya membantah Lingling.
“Aku tidak berbohong. Kita memang teman dan saling menyayangi.”Ujarnya Lingling tegas disana. “ Aku sayang sama Andes.”Ujarnya membuat Fiko dan Grace tergelak disana.
“Gila loe Des. Otot doang gede, sukanya yang batangan. Gue harus kabarin nih sama Keyna.. biar tau rasa loe..!”Ujarnya mencari hapenya.
“jangan macem-macem yah loe..!” Pekiknya menerjar Fiko hingga Fiko pun berlari membawa hapenya. “Balikin woy. Jangan macem macem yah..”! Teriak Andes disana namun Fiko tak mengubrisnya.
Lingling diam melihatnya dalam, dan Grace disana tergelak melihatnya .” Woy balikn hape gue..!” Teriak Fiko disana dan.. Aha... Dia punya ide jahil untuk Andes..!
Cup.. Andes terdiam dikalah pipinya dicium Fiko. Mukanya memerah karena malu.
Buahahahaha.. “Gila Andes gila..!”Teriak Fiko mengerjainya dan berlari.
“Fiko mati loe..,!!!!!”
.
.
...Maaf yah baru sempat up soalnya sibuk......
__ADS_1