Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Ketahuan


__ADS_3

Sebelumnya maaf yah aku enggak up berapa hari ini. Jujur aku kemarin mau up tapi ada kendala. Aku kesasar haha. Untung kesasar ketempat yang bagus wkwk. Emang bener bener. Belum lagi malamnya aku mau ngetik tapi aku ketiduran sampek subuh baru bangun. Sekali lagi maaf yah..


.....


Malam sangat dingin. Semuanya sibuk dengan melakukan apa saja yang mereka bisa lakukan. Wulan yang sibuk mencari tanaman obat, Vuang dan Chun sibuk mencari ikan. Lien yang sibuk menghidupkan api mengenakan batu. Sebenarnya Lingling melihatnya iba sampai ia membantu dari jarak jauh dan mematikan apinya hinga ia bisa melihat Lien tersenyum dan bahagia. Ia sangat bersemangat. Lingling hanya menggeleng dibuatnya.


Lingling Pov


Karena memang semuanya suah habis. Tidak ada apa-apa yang kami miliki sekarang. Jadi kami harus melakuklan dengan mandiri, jangankan pematik api. baju saja kami hanya punya stau yaitu dibadan kami. Untunglah kemarin aku membawa dua baju ditubuh ini, setidaknya ini cukup lebih baik dan bisa diganti ketika apaan atau baju basah dan kering.


Mereka tak tau jika aku menyimpan tiga senjata api kecil dan racun. Karena aku tau jika sebenarnya ini akan digunakan secara tak bagus oleh mereka.


“ Eliza.. bangunlah. Ayo kita makan....!” Teriak Lien dibawah sana. Mereka baru selesai memasak ikan bakar secara bersama. Tentunya juga ada Wulan disamping mereka untuk membantu memasak. Memang benar, aku ada didahan tertinggi dipohon ini jadi memang mereka harus berteriak.


Aku tak berniat untuk bangun atau makan karena rasa malas yang mengebu ditubuhku. Kaki ku sakit berjalan hingga sejauh ini. Sebelum ini hidupku sangatlah dipenuhi dengan kebaikan, semuanya serbah mudah dan juga serbah bagus. Bisa samar-samar ku dengar suara Wulan dibawah sana menenangkan Vuang dan lainya karena aku tak juga menyahut ucapan dan panggilan mereka.


“Biarkan saja. Mungkin dia lelah. Tinggalkan saja makanan untul Eliza..” Ujarnya.


Aku dengar namun aku malas, aku tak malam juga tak apa. biasanya juga begini, jika bukan ibu atau ayahku yang menyuruhku makan aku tak akan makan, bahkan Liong memberiku obat untuk tak makan berhari-hari.


Akhh aku merindukan sekaligus membencimu Liong.!! Gara-gara mu aku ada disini.! Tunangan macam apa yang melempar tunanganya ditempat yang menderita begini...!


“Tapi Wulan.. bagaimana nanti jika Eliza tidak turun juga? Dia belum makan sedari siang tadi. Dia hanya memakan buah-buahan.” Ujar Vuang disana cukup tegas dan juga lembut terserat diucapkannya ia mengkhawatirkan aku. Aku tau Vuang adalah lelaki yang paling baik meski dia terkesan datar dan dingin. Dia bukan datar dan dingin. Lebih tepatnya pemilih dalam lawan bicara.


Lihatlah.. Ia selalu banyak bicara jika padaku tapi selalu singkat jika dengan Chun dan juga Wulan. Aku tidak ke GRan hanya saja aku bisa tau semua itu... Ingatkan aku jika aku ini anak Putri Qira.


"|Benar kata Wulan jendral. Mungkin Eliza sangat lelah. Kau taukan apa yang kita lakukan seharian ini. Biarkan saja,. Biar nanti aku yang menyimpan makanan untuknya. Biar aku yang menemaninya nanti.” Aku mendengar suara meneangkan Lien. Yah Lien sosok paling dingin diantara yang lain.


Semuanya pun menghela nafas dan mengangguk. “Yasudah. Ayo makan.”Ujar dari Chun diangguki yang lain.


Disini aku baru tau sikap dan sifat mereka semua. Wulan yang licik dan selalu mau jadi nomor satu, sedangkan Vuang yang akan menjadi dingin didekat orang yang tak ia kenali tapi paloing baik hati. Ada juga sosok Lien yang sangat dinngin, acuh tak acuh dan juga datar.. namun ia sangat baik. Chun? ia awalnya aku pikir orang yang jahat dan juga keras. Ternyata tidak, dia malah sosok yang humoris.


Bagaimana bisa? Aku baru mengenalnya tapi aku tau, dia juga orang yang emosional dan juga dingin. Dia bisa dikatakan memiliki dua probadi. Yah, aku menyebutnya begitu. Tempramennya tinggi, kebaikan cukup ada. Akhhhh entah kenapa Eliza mau denganya.

__ADS_1


Meksi begitu aku akui jika dirinya paling menarik diantara yang lain. Vuang yang paling mempesona karena bola matanya dan Lien yang mengagumkan akan kedataranya. Mereka semua tampan namun beda dalam penafsiran saja.


Aummm..


Suara itu? Semua mendadak kaku. Bisa ku lihat semua dibawa gasak grusuk dan sibuk akan makanan mereka itu terhenti.


POv End.


Semuanya langsung mendadak kaku dikalah ada suara serigala yang mendekat.. Wulan sudah berdiri dengan pisau ditangannya dan semua juga sudah siap akan senjata yang mereka miliki. Lien ingat akan pesan Lingling untuk tidak mengenakan senjata tajam membuat ia mengambil kayu dan mengeratkan peganganya.” Merapat.”Ujar Vuang berbisik membuat semuanya mendekat..


Hahhhhh suara nafas seriga datang menghampiri. Dan itu berjumlah empat ekor. Itu membuat semuanya langsung mendekat. Dan ternyata tubuh mereka sangat besar dengan air liur yang menetes. Tubuh mereka menjijikkan dan penbuh dengan penyakit kulit. Perut yang kempis menandakan mereka sangat lapar..


“Serang..!” Teriak Chun dikalah mereka diserang.


Wulan ikut turun tangan karena ia memang handal dalam strategi. Lien dengan senjatanya dan yang lain pun menghajar sebisa mungkin.


Namun kelkuatan manusia dan mereka tetaplah berbeda hingga jendral Chun mulai mengeluarkan senjuata yang ada..


” Tolong..!” Teriak Wulan dikalah ia hamper diterkam serigala didepannya. Matanya dengan getear dan tulang yang mendadak menjadi jelly.


Mata Lingling menatap kedepan dan ia bisa melihat perkemahan atau rumah?


Dugh.. mereka sudah ketahuan..!!


Pastinya suara tembakan itu sampai pada tempat itiu kan..! jika diperkirakan mungkin itu jaraknya lima kilo diari sini. Ia cukup merasakan dadanya mendadak bergemuru hingga menatap kebawah yang ternyata mereka semakin dikempung serigala yang entah dari mana. Lingling mendadak kelu dibuatnya.,


“Cepat cepat.... keluarkan senjata kalian jika tidak kalian akan mati..!” Teriak Chun disana melihat puluhan sergala yang mendekat. Itu cukup mengganggu diVuang dan Lien yang taat pada janji dan ingat akan perkataan Lingling.


“Tidak Chun. kita dilarang mengenakan senjata itu..!” Teriaknya Vuang disana dengan kekeh.


“Jika tidak kita akan mati. Kita tidak punya senjata..!”Teriak Chun menahan serangan dengan sebaik mungkin. Wulan disana sudah ketakutan dan juga bertahan mengenakan kayu saja.


Malam ini kembali tak tidur. Lingling diam menatap apa yang terjadi. Kakinya berayun dengan baik disana. Ia kagum akan Vuang dan Lien yang rela mati demi mendengar ucapannya. Hingga matanya mendengar suara ledakan disisi kananya,

__ADS_1


Duar... Dan ternyata benar...


Mereka ketahuan..!!!! .


...----------------...


Dor.....


Suara ledakan keras itu mengema diposko tempat dimana Grece yang sedari tadi duduk menikmati Whine miliknya. Ia mendadak berdiri dikalah para penjaga masuk dan berkata.”Penyusup..!!” Teriak salah satu mereka.


“Sial..!! baragaimana bisa? Itu penyusup atau penjaga..!”Teriaknya salah satu penjaga lainnya dengan kaget dan juga takut. Ia tak takut mati namun ia lebih takut akan kemarahan tuannnya yang ada. Yaittu Grace.


“Bukan.. itu seperti suara senjata kita. Tekanan dan suaranya sama..”Ujar Grace disana cukup tenang mendengarnya, namun ingatan kembali kepada beberapa hari yang mereka ingat ada penyusup membuat bola matanya membulat.


“ Kumpulnya penjaga dan hitung yang ada..!”Teriaknya hingga semuanya berbaris akan ketertiban dan mulai memanggil yang lain.


“Hubungi yang ada dan hitung jumlah mereka..”Dengan kepala yang sakit Grace tetap sama dipososisinya dengan oleng. Sosok penjaga itupun mulai sibuk menghitiug pada penjaga dan juga menghubungi tugas malam..


Tak bersleang lama pun mereka berkata.”Kita semua ada disini dan penjaga malam belum berkeliaran...”Ujarnya gugup.


Grace mendngarnya pun mencernanya.. dengan terkejut ia mengerbak mejanya kuat..


Bbrakkkkm..


”Penyuysup sialan..!! Bagaimana bisa mereka memiliki senjata kita..!”Teriaknya membeludak disana karena amarah yang ada.


Semuanya gugup pun disana menatapnya.”Apa mungkin itu penjaga kita yang hilang nona..!!” Ujar salah satu yang lain.


Grace diam disana menatapnya. Lalu ia menghela nafas dan berkata.”Kumpulkan semua senjata dan penjaga dan bagi beberapa bagian. Kita pergi kearah ledakan terjadi..!!!| Tetiaknya membuat semuanya bersiap..


.


.

__ADS_1


.


...Terimakasih orang baik yang mau meninggalkan jejak...! dan dukungan. ...


__ADS_2