
Wulan? Ia hanya menelan pil pahit akan menyataan jika perbuatanya memang sangat tak pantas untuk dimaafkan. Matanya meredup menatap kelain arah. Matanya berair karena tak kuat ingin menangis,
Lingling menghela nafas dan bangkit.” Aku harus pergi karena aku akan pergi bersama ketua dari mafia ini dan tidak tahu kapan akan pulang, mungkin tiga atau empat hari lagi. aku kesini juga mau membicarakan ini jadi kalian harus jaga diri selama aku diluar. Dan aku harap ketika aku pulang kalian sudah sembuh dan aku akan cari cara supaya kita akan keluar dari sini.” Ujarnya dengan tegas.
“Kau mau pergi kemana dengannya? Tidak aku tidak mengizinkan..!!!” Ujar Lien dengan tegas dan bangkit.
Lingling menatapnya dengan membantah." Tapi aku harus..."
”Tidak Lingling. Bagaimana jika itu hanya jebakan klarena dia sudah tau kamu penyusup dan kau diapa-apakan. Aku tidak mau. Kau disini saja yah bersama kami tidak usah kembali. Kita cari cara sama-sama untuk keluar dari sini.”Ujarnya dengan tegas dan memohon.
Lingling menggeleng dan juga menahan tanganya Lien.”Kau percayakan saya padaku jika mereka tidak akan melakuan kejahatan apaun padaku.,”Ujarnya meyakinkan Lien membuat Lien menatapnya nanar. “ Aku bisa saja seperti yang kau bilang Lien. Hanya saja aku tidak bisa, sebab disana ada banyak anak-anak yang dijual belikan organ dalamnya, ada banyak wanita yang disekap dan aku tau jika yang melakukan itu bukanlah ketua dari mereka. Melainkan dari Grace sang wanita yang memiliki dendam kepada orang tapi melampiaskaanya kepada orang lain. Kita harus menyelesaikan misi ini untuk membantu dan membebaskan mereka.”Ujarnya dengan tulus,.
Lien Disana menggeleng.”Kita serahkan tugas ini dengan komandan dan kita selamat. Aku tidak mau kau kenapa-napa. Kau disini saja yah.”Ujarnya mengengam tangan Lingling.”Aku tidak lagi mau kehilangan salah satu diantara kalian.” Ujarnya sangat tulus.
Lingling membalas jabatan itu. Matanya menatap mata Lien dengan penuh keyakinan.”Percaya padaku aku mampu, dan jikapun aku mati aku pastikan kematianku percayalah jika yang mati hanyalah tubuhku bukan jiwaku. Aku akan berusaha unik baik-baik saja untuk kalian. Aku tau kalian terkenal menjadi manuisa-manusia kuat. aku tidak ingin kalian pulang tampa membawa hasil dan menjadi omongan orang lain. “Ujarnya.”Bukankah slogan kita pantang pulang sebelum menang? Mati bukanlah hal yang menakutkan. Yang menakutkna itu pulang padahal belum berjuang..!!” Ujarnya.
Lien disana menahan dadanya yang bergemuru. Ia takut entah kenapa. Ia memeluk Lingling dan tak lagi bicara. Lingling menepuk pundaknya.” Percayalah kakak. Aku baik-baik saja jika kalian baik-baik saja. Tolong jaga kakakku Wulan dan Vuang. Aku pulang kalian harus bisa bicara dan baik-baik saja.”Ujarnya. Lien hanya mengangguk dan mengusap air matanya.
Lingling tersenyum dan melepaskan pelukan itu. Ia menatap mata Vuang danvWulan yang menatapnya. Ia menundukkan badannya dan Cup.. Cup.. ia mencum pipi mereka membuat Vuang menatapnya berkaca—kaca dan Wulan yang tak tahan menjatuhkan air matanya.
__ADS_1
Lingling tersenyum”Aku menyayangi kalian.”Ujarnya lalu bangkit.
Lien disana menepuk pipinya.”Kau tak adil hanya menyayangi mereka saja dan tak menciumku juga huaaa..”Ia menangis mengusap air matanya.
Lingling terkekeh dibuatnya. “ Aku juga menyayangimu jangan menangis.”Ujarnya dan Cup.. ia mencium ppipinya Lien juga membuat Lien disana tambah menangis.”Huaaa.... Lingling menatapnya jadi heran.
”Kenapa tambah menangis?”Tanyanya lirih.
Lien disana menatap Lingling,..” Hiks hiks.. kurang disini juga..”Ujarnya menunjuk pipi yang belum dicium.
“Dih modus. Dasar buaya darat..”Ujarnya membuat Vuang dan Wulan menahan tertawa dan Lien yang mengerutu. meski begitu Lingling mencium pipi yang ia tunjuk tadi. Lien memerah dibuatnya dan mengusap air matanya.
"Maaci..." Ujar Lien imut. Lingling hanya geleng geleng.
"Linling hati hati..."Ujar Lien lirih menatap Lingling yang pergi.Vuang dan wulan hanya mampu menatap nanar.
Lingling memilih pergi meninggalkan mereka meski berat.. Jujur ada rasa takut didada Lingling. Ia takut nanti ketika ia pergi mereka dalam bahaya dan ia tak bisa menjaga mereka. Ia juga tak bisa berbuat apa-apa. Tapi ia harus bagaimana? Bantu doa semoga mereka baik-baik saja yah saudara-saudara...!! haha.
Ketika Lingling sudah jauh Lien kembali menangis dan Wulan sama. Mereka hanya menahan tangis mereka sebab merasa menjadi manusia tak beruna. Kenapa Lingling sangat baik bukankah mereka manusia kejam? Bahkan mereka tidak lagi layak dikatakan manusia ketika Wulan yang melakukan hal yang terkejam itu kepada adiknya sendiri sedangkan Lien yang diam saja menatap manusia yang diperlakukan sekejam itu? Vuang? Ia menangis karena dirinya takut Lingling kenapa-napa karena merasa dadanya sesak.
__ADS_1
Diperjalanan Lingling harus cepat. Ia harus mengumpukan beberapa hewan yang ada disini untuk melidungi Chun. yah dia bisa mengumpulkan semuanya bukan? Dan terkhusus untuk Wolf saja untuk menjaganya serta ada juga beberapa singa dan beberapa hwan buas disini. Matanya menajam dan juga mulai berkonsentrasi. Ia bersul memanggil mereka. Kalian tidak lupakan jika ia bisa bicara dengan hewan? Dan beberapa menit setelahnya hewan hewan yang ia panggil datang dan tunduk padanya.
Smeua hewan menatap Lingling yang mengenakan tubuh Eliz itu bukanlah Eliza melainkan Lingling yang mengenakan gaun putih dan cadarnya. Rambit panjang dan mata bening sangat cantik. Ia putri Zhu Lingling Han sang putri. Lingling bangki5ut dan mantap puluhan binatang itu.
“Aku hanya meminta untuk kalian supaya menjaga temanku dihilir Utara dengan nama Chun. dia....”Ia menunjukan ilmu ditanganya yang menampilkan wajah Chun membuat emua menatapnya.”Jaga dia dan jangan sampai dia kenapa-napa. Aku harus pergi.”Ujarnya. semua mengaum dan mengangguk.
"Baik putri..." Ujar mereka mengangguk patuh.
“Kembalilah sebelum kita ketahuan. Dan ingat kalian harus menjaga dia supaya tidak apa-apa. Dan sebagai hadiinya kelak aku akan berdoa kepada dewa perang supaya kalian diberkati.”Ujarnya dan mendapatkan aungan kebahagiaan dan terimakasih dari mereka. Yah dewa perangkan calon suaminya dan terkenal akan kekejamannya.
Semuanya bubar dan Lingling menatap langit.” Tugasku sudah selesai sebentar lagi hampir malam. Aku harus kembali.”Ujarnya dan mulai berlari. Yah dia harus menjaga dan juga menyesaikan semua tugasnya disini untuk menjaga serta menjaga semua temannya supaya mereka terjamin baik-baik saja selama ia pergi.
Yah dia sebaik itu meski ia kejam. Ia itu hatinya bisa sangat baik dan juga jahat beda dengan Qeqe yang berjiwa lembut sisi lembut Qira saja dan Heqi yang kejam seperti ayahnya saja.
...----------------...
“Dia belum bangun juga?!!!!!” Tanya Andes menghela nafas menatap Lingling diatas kasur masih terkapar. Ia mengusap kepalanya kasar.”Dia ini tidur apa mati si? Bisa bisanya tidak bangun-bangun sedari tadi. Dasar bodoh.” Ujarnya kesal. Sudah satu jam ia berusaha membangun Lingling. Mulai dari memukul, menarik, membangun, berteriak hingga membunyikan suara keras tetap saja ia tak bangun.
Ia disana menatap tubuh Lingling yang tak bergerak itu tajam, ia curiga LIngling mati tapi masih bernafas hingga ia punya ide untuk menyiramnya saja. Andai saja mereka naik pesawat pasti mereka akan ketinggalan pesawat. “Awas saja jika ini cara tak membuatmu bangun. Ku pastikan kau ku lempar ke sungai dan dimakan buaya sekalian.”Gumamnya kesal dan pergi kekamar mandi untuk mengambil air melakukan aksinya.
__ADS_1
.
Lunas....